Kamis, Maret 12, 2009

My Great Office: GSC Sudirman



Nih, percobaan pertama masukin video di blog. Moga-moga aja sukses... Hee...
Nih, video pas GSC Sudirman sedang sibuk-sibuknya menerima pendaftaran TO (Try Out Super Serbu) dan pendaftaran TAB (Tahun Ajaran Baru) 2009/2010. Jadinya, seru banget deh... Hehehe! Siswa-siswiku emang pada lucu-lucu. Ada aja tingkahnya...
Love u all... :)

Rabu, Maret 11, 2009

My B'Day 25 Tahun With My Family

(Kado dari my family: merah dari ibu, biru dari Dian, kuning dari Dewi)
(My cake birthday...)

Setelah siang sampe sore merayakan ulang tahun dengan temen-temen di PIM. Malamnya, aku kembali merayakan ultah dengan keluarga di rumah. Rumahku memang sangat menghargai hari ulang tahun setiap anggota keluarganya. Setiap ada yang berulang tahun, pasti akan ada perayaan untuknya walau secara sederhana.
Bila Rudy sudah mengucapkan selamat ulang tahun pas di jam 00.01 WIB tadi dengan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun versi Jamrud, maka saat ini keluargaku mengucapkan ulang tahun setelah sebelumnya ada prosesi pemotongan kue tart.
Acara sendiri dimulai ketika ibu pulang dari arisan. Ibu langsung menyodorkan kepadaku kotak kue tart. Well, awalnya sempet mikir, nih keluarga inget ultahku gak sih? Hee... ternyata inget. Alhamdulillah... Hehehe!
Lalu, gak perlu waktu lama, seluruh orang rumah diajak berkumpul. Ada ibu, Dewi, Dian, Cik Zauya, Juju Mawan, Dika, dan Mang Benu. Makanan yang ada adalah kue tart, es Walls, dan bakso. Usai pemotongan kue dan dibagi ke seluruh anggota keluarga. Prosesi pembukaan kado pun dilakukan. Ibu menghadiahi aku baju blazer untuk kerja warna abu-abu. Dewi memberiku baju rajutan hitam yang pernah kutaksir waktu mencari souvenir pernikahan dulu, dan sebuah vas bunga kristal. Lalu, Dian memberiku rok panjang kotak-kotak. Hee... Makasih banyak yaa...
Hm.. I love my family! Walau Bapak udah gak ada, tapi aku yakin, kalau Bapak ada, pasti beliau juga akan turut tersenyum sambil mengucapkan, "Selamat ulang tahun, Nita! Jadilah orang sukses yaaa..."

My B'Day 25 Tahun With My Friends

(Aku yang kini pas berusia 25 tahun. Huaaa... 1/4 abad, bok!)
(Menu promo Maret Es Teler 77)
(Kika: Anggi, Nyimas, Dewi, Atun, aku, dan Niken. Ratih datang telat coz baru balik dari kondangan. Hehehe!)
(Nyimas... Kok mejem? Mikirin utang si Johan yang belum bayar ya? Tenang aja, ntar kita lapor Polisi aja, kalo dia masih mangkir. Oke?!)
(Selamat makan semuanyaaa..... Yang kenyang, yaa....!)

"Hari ini, hari yang kau tunggu...
Bertambah 1 tahun, usiamu, bahagialah kamu..."
Alunan lagu Selamat Ulang Tahun versi Jamrud itu mengalun tepat di jam 00.01 WIB tanggal 8 Maret 2009 lalu. Lagu itu keluar dari bibir yang ada nun jauh di sana, bibir Rudy. Jamrud adalah band favorit kami. Sayang, band itu sekarang sudah bubar. Dulu kami pernah nonton konser Jamrud di Yogya. Kalian tahu, pas mo pulang, oo... baru sadar, ternyata aku cewek sendirian di sana! Huahaha! Gila banget!!!
Menyambut miladku yang ke-25 itu, aku pun ingin berbagi dengan orang-orang terdekatku saat ini. Siapa mereka? Yups, ada Niken, Ratih, Anggi, Atun, Dewi, dan Nyimas. Mereka adalah rekan kerjaku di Super Bimbel GSC. Usia yang tidak jauh beda, dan masih sama-sama berstatus belum menikah, membuat kami lebih mudah akrabnya.
Kami ketemuan di PIM jam 13.00 WIB. Setelah menunggu lama, akhirnya pukul 13.30 WIB terkumpul semua. Aku memutuskan untuk memilih Es Teler 77 sebagai tempat kami makan saat itu. Kebetulan ada promo bulan Maret: Nasi, Ayam Goreng, Soto Ayam, Teh Botol seharga Rp 17.000,- Lumayan mengenyangkan dan cukup terjangkau kan?
Senang juga bisa kumpul-kumpul di suasana yang berbeda. Selama ini kan selalu ketemu di GSC, dengan balutan baju yang serba formil. Tapi sekarang? Deuh, kayak gak ada bedanya dengan siswi-siswi SMA. Hohoho...
Well... Thanks girls was coming in my birthday party. Juga untuk yang lain, yang sudah mengucapkan selamat ulang tahun, baik lewat telfon, sms, facebook, friendster, dll. Semoga doa-doa kalian terkabulkan, dan untuk kalian sendiri juga mendapatkan limpahan berkah yang tiada terhingga dari Maha Kuasa. Amiin...

Jumat, Maret 06, 2009

Haaaa????

Pagi-pagi, udah bingung sendiri! Tiba-tiba blogku nge-blank! Wey... Whats happen???

5 menit kemudian...
Hh, hampir aja, aku stress. Gimana nggak, tiba-tiba tampilan blogku, yang tulisannya, putih semua alias gak ada tampilannya. Dududu, langsung mikir macem-macem: nih pasti laptopku sudah terserang virus maha hebat yang bikin blogku jadi gitu. Huhuhu...
Untung deh, ternyata gak jadi disasternya! Abis direstart, buka lagi, tralala, udah ada lagi. Fiuh... Leganya, kayak dapat bonus Rp 10 juta! Hahaha!
Abis gimana aku gak berperasaan seperti itu, nih gak bermaksud lebay, tapi aku adalah blogku. Atau boleh diubah: blogku adalah aku. Hm.... Kamsudnya? Iya, jadi, kalo blogku hilang, aku seperti kehilangan sebagian diriku. Huekekek!
Well, semoga esok-esok gak ada trouble aneh-aneh lagi. Nih, rencana abis gajian kemaren (kik, kik, kik!), daku mo beli MODEM. Yaa, biar bisa internetan di rumah! Secara, selama ini kan, disupport penuh teyuus ma sebuah kabel jaringan di kantorku. Hee... Thank you, GSC! Nih, kayak dayung perahu, dua-tiga pulau terlampaui. Jadi, sambil meningkatkan relasi, aku juga bisa tetap nulis, bisa juga nyari info-info terbaru. Kayak kemaren, penasaran banget mo tau kasusnya Dhea Imut. Hohoho... Tapi, sial, tetep gak dapet... dari dulu-dulu, bot-bot banget, masak gak tahu cara sukses download video dari internet. Huuuh.... :P
Tapi, aku juga gak terusan memanfaatkan fasilitas internet ini untuk kepentingan pribadiku sendiri lho. Coz, aku juga penggiat di balik blog outletku... Mo baca? Buka aja di gscsudirman.blogspot.com
Ya udah deh, udah jam 9.30 WIB. Saatnya bergerak, memenuhi kewajiban. Hee... Ntar sore, baru blogging again. Nice to meet you all... :)

Kamis, Maret 05, 2009

Kesimpulan Hidupku 3 Tahun Lalu

Hari ini, Rabu, 15 Maret 2006. Aku duduk di sini, di depan komputer kesayanganku. Aku duduk di sini setelah melewati tujuh hari ulang tahunku yang ke-22. Aku duduk di sini dengan berbagai perasaan dan pemikiran yang memenuhi diriku.

Tentang komputer kesayanganku

Aku punya komputer ini sejak lebih dari 3 tahun yang lalu. Ia Pentium II, dan punya CD Room juga CDRW. Monitornya kecil, ukuran 14’inch yang kubeli sendiri dari insentifku di Koperasi “Kopma UGM”. Harga monitor kala itu, Rp 500.000,- Ia memang ‘terpaksa’ kubeli karena monitor sebelumnya rusak. Monitor second sih…

Komputer ini selalu menemani hari-hariku. Aku suka menulis tentang berbagai hal. Tergantung mood. Dulu, saat sering sakit hati, semua tulisanku bernada kegundahan dan ditutup dengan perjuangan. Namun kini, saat yang ada adalah kebahagiaan, sepertinya aku selalu lupa menulis meski untuk menyukurinya.

Tentang Ulang Tahunku yang ke-22

Ulang tahunku tidak dirayakan. Ia hadir saat aku tengah sibuk kuliah. Namun, aku lagi-lagi harus bersyukur. Sms-sms maupun ucapan langsung dari sahabatku senantiasa hadir mengucapkan “Selamat Ulang Tahun, Nita…” Aku juga mendapatkan paket kado dari keluargaku di Palembang. Ibu memberiku tas kecil, Yuk Empit memberiku dompet, Dewi memberiku bros, dan Dian memberiku bingkai foto. Semuanya bagus…

Tentang perasaan

Perasaan ini terus berganti dan berkecamuk dalam hatiku. Aku kadang bingung, kadang khawatir, kadang merasa bosan. Aku hanya berusaha untuk yakin dalam hatiku bahwa aku tidak salah. Aku selalu melakukan hal yang ‘benar’ dan aku tidak perlu menyesali apapun.

Aku tidak bekerja saat ini, mungkin memang itu yang terbaik. Aku bisa melahap buku-buku, mengembangkan minat dan kemampuanku dalam menulis. Aku bisa konsentrasi kuliah dan segera memikirkan tentang skripsi, kemudian lulus.

Tentang pemikiran

Nah, ini yang terus menggodok otakku. Semakin aku banyak membaca buku, semakin aku dapat memahami sesuatu, dan kupikir semuanya saling berkaitan.

Dulu yang kutahu hanya pemahaman tentang neoliberalisme, kemudian aku juga membaca tentang postkolonialisme, agenda setting, Orientalisme vs Oksidentalisme, ideologi, sejarah, hukum, feminisme…

Aku ingin menulis sesuatu… yang merangkai semuanya. Yang dapat dengan mudah dipahami oleh awam tentang apa yang terjadi dalam hidup ini… Tentang sebuah tulisan yang sederhana, menarik, dan menggugah semua orang untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Tentang pendidikan…

Itu saja, kesimpulanku hari ini. Mungkin esok akan berubah lagi.

*Catatan: Sebuah tulisan menjelang 3 hari lagi ulang tahunku yang ke-25. :)

Senin, Maret 02, 2009

Just Photos: Go To Market 1 March 2009

(Dewi & Diah di Saimen, ikut-ikutan minum es kacang & es teler)
(Aku & Dian, giliran difoto. Nih, jalan ke PS karena Dian lagi stress abis ikutan tes masuk SMAN 6 Palembang. Pulang-pulang langsung ngajak ke PS. Padahal, aku, Dewi, Dian & Ibu abis muter-muter Gaya Baru & Pasar 16)
(Foto dengan Kak Ujang, pemilik Toko banda yang selalu ngasih diskon kalo kami sekeluarga belanja di sana. Nih, aku udah pernah ke toko ini sejak aku umur 5 taon lho! Sejak Pasar 16 masih becek-beceknya...)
(Bergaya ma Dewi pas ibu sibuk nyari-nyari souvenir untuk panitia pernikahanku nanti... Hee)
(Nih, wajah Toko Banda, tampak depan. Kita beli jilbab, souvenir panitia pernikahan, ma baju batik buat ibu)
(Om Yono, pedagang Toko Banda yang sudah jadi langganan ibu bertahun-tahun. Harganya dijamin murah dengan kualitas barang dijamin deh! *Bantu promosi, Om...*)
(Diah, sepupuku, bantu bawain barang belanjaan. Hehehe!)
(Nah, ini, aku lagi di Anggrek Souvenir, letaknya ada di Gedung Pasar 16, Lantai Basement. Tempat aku mesen souvenir untuk tamu pas pernikahan aku nanti. Hee...)
(Pas lihat-lihat souvenir, tokonya ramai banget! Di sini paling lengkap pilihan souvenirnya, plus tanda panitianya. Bentuknya ada yang lebih eksklusif, gak pa-pa lah, harganya agak mahalan dikit, yang penting gak pasaran!)
(Gedung Pasar 16 baru. Nih, jarang-jarang ke Pasar 16, sekalinya ke sini lagi, suasananya beda banget!)
(Pasar 16 yang kini sudah rapi, tanpa ada bangunan liar lagi. Katanya, pembersihan lapak-lapaknya berjalan lancar ya? Hebat berarti Pemkot Palembang tuh yaa....)
(Dewi & ibu lagi asyik nyari-nyari sepatu di Toko Wijaya yang ada di kawasan Megahria)
(Nih, Anton Souvenir yang ada di depan La Rose. Di sini, aku cuma beli buku tamu. Ada hadiah spidolnya juga... Tapi, paling ntar pake pena standar aja, tapi aku kasih pita. Abis spidolnya, gak terlalu bagus!)
(Ibu memimpin di depan, waktu kita memulai perjalanan ke Gaya Baru - Palembang)
(Kita memilih parkir mobil di belakang Megahria. Coz, ongkos parkir lebih murah, gak seperti kalo di depan Gaya Baru yang tukang parkirnya sampe memeras Rp 4.000,- Hohoho!)

Pelantikan Wartawan Lepass Angkatan 15

(Nih, jadi orang paling tua, coz aku sendiri yang alumni angkatan 6 alias taon 2000)
(Nih, mabes skaligus ruang meeting Sripo yang sering dipake anak Lepass sejak dulu)
(Tampang gaya aja, trusss... Anak Lepass mana ada yang gak pede!)
(Nih, lagi siap-siap mo motong tumpeng. Aku pas ada di depan tumpeng ini. Hehehe...)
(Tumpeng yang menggairahkan, tapi karena aku udah kenyang... Aku gak memakannya...)

Tiba-tiba, Dian memanggilku ketika telfon rumah yang berdering diangkatnya, "Yuk Nita ada telfon!" Tumben ada orang mencariku lewat telfon rumah. Kan biasanya, langsung saja ke hp. "Tanya dari siapa!" teriakku yang memang saat itu baru pulang kerja dan baru abis mandi. "Katanya dari Dewi, anak Lepass Sriwijaya Post!"
Hm...
Aku langsung keluar kamar dan menyambut telefon itu. Singkat cerita, ternyata aku diundang untuk datang ke pelantikan anak Lepass (Lembaran Pelajar Sumatera Selatan - Sriwijaya Post) Angkatan 15 padahari Sabtu, 28 Februari 2009, pukul 19.15 WIB. Yups, besok malam! Aku bilang, Insya Allah aku datang...
Akhirnya, aku pun datang. Dan ternyata cuma aku alumni paling senior yang datang. Oya, aku belum cerita yaa... Jadi dulu, pas masih sekolah, tepatnya di SMU Plus Negeri 17 Palembang, aku juga aktif menjadi kru Lepass Sriwijaya Post. Aku gak cuma 1 tahun, tapi 2 tahun. Jadi aku ikut di Lepass angkatan 6 dan 7. Waktu itu, kantor Sripo masih di Jl. Kapten A. Rivai Palembang, belum di Jl. Basuki Rahmat seperti sekarang.
Banyak cerita yang aku dapat dari Sripo, sedih, senang, suka, duka! Komplit! Sampai akhirnya 9 tahun berlalu sudah sejak terakhir aku terdaftar menjadi wartawan abu-abu Kota Palembang itu.
Dan malam Minggu lalu, aku kembali datang untuk mengenang memory lama. Untungnya, walau cuma datang sendirian, sambutan yang lain juga sopan dan menyenangkan. Sempet ikut acara loteng mereka di lantai paling atas gedung Sripo. Seru juga.
Well, aku cuma bisa bilang, selamat aja atas pelantikan Lepass angkatan 15. Semoga bisa mewarnai Lepass lebih berkualitas dan lebih pelajar lagi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...