Awal bulan ini menjadi awal bulan yang cerah. Kenapa tidak, pada hari Kamis, 1 November 2018 lalu, saya bersama teman-teman Blogger Palembang lainnya diundang oleh Sun Life Financial untuk mengikuti Kopdar Blogger Bersama Sun Life Financial #WakafPastiKiniNanti di Logo House Palembang, pukul 10.00-13.00 WIB. Kami menggunakan dress code smart casual dengan nuansa warna kuning, sehingga akhir bulan ini benar-benar menjadi tambah cerah.
Saya hadir agak telat ke lokasi. Hihihi, maafkanlah, Kamis masih hari yang padat buat saya. Saya masih harus mengajar di kelas Teori Komunikasi Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka. Bahkan saya datang lebih pagi ke kampus hari itu karena sebagai Ketua Jurusan, saya diminta untuk memberikan kata sambutan dalam Musyawarah Anggota HIMAKOM STISIPOL Candradimuka Tahun 2018.
Nih, blog yang sengaja kubuat untuk saling berbagi cerita ttg dunia yang kujalani, ttg hidup yg begitu uniknya, ttg apapun yang berhasil mengusik perhatianku untuk segera kurangkai dalam kata-kata sehingga mengalir sebuah kisah yang menarik...
Tampilkan postingan dengan label Event Nita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event Nita. Tampilkan semua postingan
Minggu, November 04, 2018
Selasa, September 18, 2018
Tujuh Pengalaman Manis Bersama L.tru
Sabtu, 15 September 2018, pukul 14.00-17.00 WIB mungkin menjadi pengalaman termanis saya di bulan September tahun ini. Bagaimana tidak, saya bisa berkenalan dengan L.tru, sebuah brand hijab fashion dengan Fenita Arie sebagai Brand Ambassador-nya. Perkenalan ini memang dirasa begitu manis. Setidaknya ada 7 hal yang membuat manisnya memang patut dikatakan manis.
1. Memahami Fashion Hijab Style
Saya pernah menulis tentang fashion untuk tugas saya ketika kuliah S2 di Kajian Budaya dan Media UGM tahun 2011 lalu. Judulnya “Gaya dan Model Produksi, Distribusi dan Konsumsi Gaun Pengantin di Era Globalisasi”. Kesimpulan dari tulisan saya waktu itu, bahwa desain atas gaya gaun pengantin memiliki efek, baik atau buruk, pada masyarakat secara keseluruhan. Di era pertengahan dulu, pembedaan ini menyebabkan adanya kesenjangan antara kaum bangsawan dan kaum proletar karena hanya kaum bangsawan saja yang dapat mengenakan gaun pengantin khususnya pada gaun pengantin ala Viktorian.
1. Memahami Fashion Hijab Style
Jumat, Maret 09, 2018
1000 Cinta di Pulau Komodo
Saya masih ingat saat Kak Robby Sunata, Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumatera Selatan (Sumsel) yang pertama dan kini sudah hijrah ke Jakarta untuk tergabung dalam GenPI Nasional mengirimkan chat WA di sore hari pada 20 Februari 2018 lalu. Kayak mimpi kedapetan bulan, saya ditawarkan untuk memilih mau ditugaskan ke dua tempat: Labuan Bajo atau Lombok? Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia akan mengirimkan blogger yang juga anggota GenPI di dua tempat tersebut untuk meliput festival pariwisata yang akan diadakan di sana awal bulan Maret 2018.
“Minta waktu mikir Kak Robby, 5 menit aja!” balas saya kemudian. “Iya, cepat ya Yuk Nita!” balas Kak Robby. Zwiiiiing, saya langsung buka laptop, buka google dengan kata kunci “wisata ke labuan bajo”. Waaaah, langsung terlihat di sana tentang adanya Pantai Pink, Taman Nasional Komodo, dan Pulau Padar. Mauuuuu!!! Tidak sampai 5 menit saya rasa, saya sudah WA kembali Kak Robby, “Aku pilih Labuan Bajo Kak! Belum pernah ke sana soalnya!” Dibalas dengan caption tertawa terbahak-bahak oleh Kak Robby sembari menulis, “Oke Yuk Nita, Labuan Bajo yaa… Berangkatnya nanti tanggal 3-6 Maret 2018.”
Setelah melalui masa deg-degan jadi berangkat atau tidak, 10 hari kemudian, keberangkatan itu pun terjadi juga. Cihuuuy!!! Tugas-tugas sebagai dosen ataupun Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang pun digeber untuk diselesaikan segera. Iya, coz kalau sudah di Labuan Bajo, saya mikirnya full hanya sebagai traveller, blogger atau sebagai anggota GenPI Sumsel yang sedang menikmati pariwisata di sini. Tidak boleh diganggu sama urusan yang lain, kecuali untuk urusan-urusan orang-orang terkasih yang selalu bilang kangen setiap kali. Hihihi…
“Minta waktu mikir Kak Robby, 5 menit aja!” balas saya kemudian. “Iya, cepat ya Yuk Nita!” balas Kak Robby. Zwiiiiing, saya langsung buka laptop, buka google dengan kata kunci “wisata ke labuan bajo”. Waaaah, langsung terlihat di sana tentang adanya Pantai Pink, Taman Nasional Komodo, dan Pulau Padar. Mauuuuu!!! Tidak sampai 5 menit saya rasa, saya sudah WA kembali Kak Robby, “Aku pilih Labuan Bajo Kak! Belum pernah ke sana soalnya!” Dibalas dengan caption tertawa terbahak-bahak oleh Kak Robby sembari menulis, “Oke Yuk Nita, Labuan Bajo yaa… Berangkatnya nanti tanggal 3-6 Maret 2018.”
Setelah melalui masa deg-degan jadi berangkat atau tidak, 10 hari kemudian, keberangkatan itu pun terjadi juga. Cihuuuy!!! Tugas-tugas sebagai dosen ataupun Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang pun digeber untuk diselesaikan segera. Iya, coz kalau sudah di Labuan Bajo, saya mikirnya full hanya sebagai traveller, blogger atau sebagai anggota GenPI Sumsel yang sedang menikmati pariwisata di sini. Tidak boleh diganggu sama urusan yang lain, kecuali untuk urusan-urusan orang-orang terkasih yang selalu bilang kangen setiap kali. Hihihi…
Kamis, Maret 08, 2018
Festival Komodo 2018 Membangun Pariwisata di Nusa Tenggara Timur
Awal Maret 2018 menjadi semakin indah, ketika di sisi timur Indonesia menggelar pesta rakyat yang bertajuk Festival Komodo 2018. Acara yang berupa arak-arakan patung komodo, hewan kebanggaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga Negara Indonesia ini sesungguhnya sudah ada sejak lama. Namun di dua tahun terakhir tradisi mengarak patung komodo di Labuan Bajo tersebut menjadi lebih terkemas rapi dalam tajuk Festival Komodo.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) bahkan telah memasukkan Festival Komodo ini ke dalam 100 Calendar of Event (CoE) premier berskala internasional dengan target kunjungan 500.000 wisatawan mancanegara di tahun 2019 mendatang. Melalui sebuah branding "Enchanting Labuan Bajo", pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur ikut mendukung penuh program pariwisata yang dicanangkan pemerintah pusat tersebut.
"Ajang Festival Komodo 2018 ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Manggarai Barat di kancah nasional maupun internasional. Festival ini diharapkan dapat mewujudkan rencana dan target pariwisata yang sudah ditetapkan," kata Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch Dula saat membuka resmi Pembukaan Festival Komodo di Lapangan Kampung Ujung, Manggarai Barat, Flores, NTT, Senin (5/3).
Selasa, Maret 07, 2017
Azalea, Produk Dari Natur Yang Menyejukkan
Saya percaya setiap produk menawarkan keunggulan tersendiri. Kesan tersendiri. Cinta tersendiri. Bertemu dengan Azalea juga demikian. Saya jatuh hati dengan pandangan pertama pada produknya dan event blogger yang terselenggara di Palembang pun seperti itu: menyejukkan.
Meski sempat diundur beberapa kali, akhirnya saya diundang sebagai blogger untuk hadir di acara Azalea Inspired By Natur The Real Hijab Hair Care. Bertempat di Equatore Rooftop Cafe, Komplek Mall Palembang Square, Barong Hotel, Lantai 5, Minggu, 5 Maret 2017, pukul 10.00-13.20 WIB. Saya datang pukul 10.30 WIB, sempat bingung karena belum pernah ke Equatore sebelumnya, namun wah setelah tahu, tempatnya keren banget euy untuk nongki-nongki Wong Palembang. Hehe...
Meski sempat diundur beberapa kali, akhirnya saya diundang sebagai blogger untuk hadir di acara Azalea Inspired By Natur The Real Hijab Hair Care. Bertempat di Equatore Rooftop Cafe, Komplek Mall Palembang Square, Barong Hotel, Lantai 5, Minggu, 5 Maret 2017, pukul 10.00-13.20 WIB. Saya datang pukul 10.30 WIB, sempat bingung karena belum pernah ke Equatore sebelumnya, namun wah setelah tahu, tempatnya keren banget euy untuk nongki-nongki Wong Palembang. Hehe...
Senin, Oktober 17, 2016
Melestarikan Budaya Makan Pempek di Ajang Pempek Festival Palembang Icon
Oleh Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A
Penulis Buku “Pempek Palembang”, Dosen dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang
Setiap kita yang menyatakan diri bagian dari masyarakat tertentu, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan apa yang menjadi budaya di tengah masyarakat yang kita diami, baik material culture maupun immaterial culture. Seperti yang terjadi dalam Pempek Festival yang dilaksanakan di Palembang Icon, Kamis-Minggu, 13-16 Oktober 2016. Secara tidak sadar, orang-orang yang terlibat di dalamnya sudah mengambil bagian tanggung jawab itu: melestarikan budaya makan pempek.
Sebagai penulis Buku Pempek Palembang (2014) dan sekaligus pengamat budaya untuk aspek kuliner di Kota Palembang, selama 4 hari berada di event tersebut, saya sadar bahwa banyak orang yang masih memiliki kepedulian yang sangat tinggi untuk mencoba memperjelas identitas yang mereka miliki. Ada banyak rasa sangsi apakah suatu event akan berhasil atau tidak, namun di event yang juga dihadiri oleh Bapak Gubenur Sumatera Selatan, Ir. H. Alex Noerdin di hari pertamanya itu benar-benar menyedot masyarakat Palembang maupun non Palembang untuk hadir di dalamnya.
Penulis Buku “Pempek Palembang”, Dosen dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang
Setiap kita yang menyatakan diri bagian dari masyarakat tertentu, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan apa yang menjadi budaya di tengah masyarakat yang kita diami, baik material culture maupun immaterial culture. Seperti yang terjadi dalam Pempek Festival yang dilaksanakan di Palembang Icon, Kamis-Minggu, 13-16 Oktober 2016. Secara tidak sadar, orang-orang yang terlibat di dalamnya sudah mengambil bagian tanggung jawab itu: melestarikan budaya makan pempek.
Sebagai penulis Buku Pempek Palembang (2014) dan sekaligus pengamat budaya untuk aspek kuliner di Kota Palembang, selama 4 hari berada di event tersebut, saya sadar bahwa banyak orang yang masih memiliki kepedulian yang sangat tinggi untuk mencoba memperjelas identitas yang mereka miliki. Ada banyak rasa sangsi apakah suatu event akan berhasil atau tidak, namun di event yang juga dihadiri oleh Bapak Gubenur Sumatera Selatan, Ir. H. Alex Noerdin di hari pertamanya itu benar-benar menyedot masyarakat Palembang maupun non Palembang untuk hadir di dalamnya.
Sabtu, Mei 16, 2015
Sweet Tooth Treat Tooth Bersama Systema dan Femina
Hari yang cerah, Minggu, 10 Mei 2015 kemarin berkesempatan hadir di acara keren yang diselenggarain oleh Systema (@SystemaSolution) dan Femina (@FeminaMagazine) di Novotel Hotel Palembang. Acara yang bertajuk “Sweet Tooth Treat Tooth” ini menghadirkan rangkaian acara yang sayang banget untuk dilewatkan. Dipandu oleh MC Imam (@Imam_Wibowo) acara dimulai dengan opening, sambutan-sambutan, demo masak bersama Chef Ken (MC2Ken), informasi tentang kesehatan gigi bersama drg Meli (@melle_gigi), dan ajang lomba menghias cupcake.
Saya datang awal, sempat melakukan hal bodoh, haha, pikiran yang entah kemana, membawa saya ke Hotel Aryaduta terlebih dahulu, bukan ke Novotel. Tapi, untunglah tetap tidak terlambat sampai di Novotel. Ketika sampai, langsung registrasi dan terdata sebagai blogger tepatnya perwakilan dari wongkito.net. Yups, dengan begini, kita bisa masuk gratis dan duduk di meja VIP. Hohoho... Saya menerima seminar kit, kuesioner, dan nametag untuk digunakan sampai selesai acara.
Saya datang awal, sempat melakukan hal bodoh, haha, pikiran yang entah kemana, membawa saya ke Hotel Aryaduta terlebih dahulu, bukan ke Novotel. Tapi, untunglah tetap tidak terlambat sampai di Novotel. Ketika sampai, langsung registrasi dan terdata sebagai blogger tepatnya perwakilan dari wongkito.net. Yups, dengan begini, kita bisa masuk gratis dan duduk di meja VIP. Hohoho... Saya menerima seminar kit, kuesioner, dan nametag untuk digunakan sampai selesai acara.
Rabu, Juli 09, 2014
Diskusi Buku "Pempek Palembang" di Event Kompas Gramedia
Buku “Pempek Palembang” kembali unjuk gigi. Kali ini diskusi yang bertujuan untuk kembali memperkenalkan kehadiran buku ini di tengah masyarakat Palembang diselenggarakan oleh Kompas Gramedia.
Kegiatan ini mengambil bagian dari event Kompas Gramedia yang bertajuk THR (Time for Holiday on Ramadhan) yang berlangsung selama 28 Juni – 13 Juli 2014 di Atrium Wings Palembang Indah Mall (PIM). Tepatnya, diskusi buku “Pempek Palembang” berlangsung pada hari Selasa, 8 Juli 2014 pukul 14.00-16.00 WIB kemarin.
Kegiatan ini mengambil bagian dari event Kompas Gramedia yang bertajuk THR (Time for Holiday on Ramadhan) yang berlangsung selama 28 Juni – 13 Juli 2014 di Atrium Wings Palembang Indah Mall (PIM). Tepatnya, diskusi buku “Pempek Palembang” berlangsung pada hari Selasa, 8 Juli 2014 pukul 14.00-16.00 WIB kemarin.
Kamis, Desember 26, 2013
Menjadi Narasumber di Program "Obrolan Kito" - SKY TV
Ini tidak direncanakan. Niat awal dan memang begitu adanya, bahwa kehadiran ke SKY TV (CH 44 UHF) Palembang yang beralamat di Jl. Hang Jebat No. 11 Kelurahan Ilir Barat I Palembang hanya untuk kunjungan mata kuliah Media Relations yang saya ampu selaku dosen di STISIPOL Candradimuka. Namun, dalam kegiatan yang bertajuk STISIPOL Candradimuka Goes To Media bersama para mahasiswa Semester III Weekend/Non Reguler Jurusan Ilmu Komunikasi itu, ternyata saya mendapatkan pengalaman yang lebih dari itu.
Yups, saya ditawarkan untuk menjadi narasumber utama di program televisi “Obrolan Kito” yang tayang live selama 1 jam dari pukul 16.00 – 17.00 WIB di SKY TV Palembang saat tengah menemani mahasiswa melakukan kuliah luar kampus di sana. Kami datang ke SKY TV memang sore hari, sekitar pukul 3 sore. Mata kuliah Media Relations yang mempelajari bagaimana hubungan antara pihak perusahaan dengan pihak media membuat saya kemudian memilih SKY TV sebagai tempat tujuan. Selain memang karena ternyata ada mahasiswi saya, Melly, yang kerja di sana, jadi tentu lebih mempermudah urusan untuk bisa ke sana. Hee…
Yups, saya ditawarkan untuk menjadi narasumber utama di program televisi “Obrolan Kito” yang tayang live selama 1 jam dari pukul 16.00 – 17.00 WIB di SKY TV Palembang saat tengah menemani mahasiswa melakukan kuliah luar kampus di sana. Kami datang ke SKY TV memang sore hari, sekitar pukul 3 sore. Mata kuliah Media Relations yang mempelajari bagaimana hubungan antara pihak perusahaan dengan pihak media membuat saya kemudian memilih SKY TV sebagai tempat tujuan. Selain memang karena ternyata ada mahasiswi saya, Melly, yang kerja di sana, jadi tentu lebih mempermudah urusan untuk bisa ke sana. Hee…
Jumat, Desember 20, 2013
Kunjungan Industri ke Pabrik Teh Botol Sosro
Hallo Sosroooo…. Hihihi! Yups, walau persiapannya dadakan tapi, thanks God cerita Kunjungan Industri ke Pabrik Teh Botol Sosro bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Bina Darma (UBD) Palembang berjalan dengan lancar, Rabu, 18 Desember 2013. Kunjungan yang diikuti oleh sekitar 75 orang ini terdiri dari mahasiswa semester III, V, dan VII. Sedangkan yang semester I-nya sendiri kebetulan harus menghadapi mid semester di hari yang sama. Jadi gak bisa ikutan. Sayang sih, sebenernya. Hee…
Ide untuk melakukan kunjungan ini sendiri muncul tak sengaja saat perkuliahan Strategi Pemasaran Produk, Kamis, 12 Desember 2013. Saya yang selesai menilai seluruh mahasiswa tampil presentasi untuk memahami apa itu 4P (Product, Price, Place, Promotion), STP (Segmentasi, Targeting, Positioning), dan analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threats) yang disertai dengan menilai usaha pemasaran produk tersebut terhadap 3 kompetitor terkuatnya kemudian memberikan tawaran untuk melakukan kunjungan ke perusahaan langsung. Hal ini agar mahasiswa lebih memahami apa yang mereka pelajari. Ternyata sambutan mahasiswa sangat antusias. Yups, gayung pun bersambut!
Ide untuk melakukan kunjungan ini sendiri muncul tak sengaja saat perkuliahan Strategi Pemasaran Produk, Kamis, 12 Desember 2013. Saya yang selesai menilai seluruh mahasiswa tampil presentasi untuk memahami apa itu 4P (Product, Price, Place, Promotion), STP (Segmentasi, Targeting, Positioning), dan analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threats) yang disertai dengan menilai usaha pemasaran produk tersebut terhadap 3 kompetitor terkuatnya kemudian memberikan tawaran untuk melakukan kunjungan ke perusahaan langsung. Hal ini agar mahasiswa lebih memahami apa yang mereka pelajari. Ternyata sambutan mahasiswa sangat antusias. Yups, gayung pun bersambut!
Minggu, Desember 15, 2013
Yudisium STISIPOL Candradimuka Periode II TA 2012-2013
Kembali bertugas sebagai pembaca nama-nama para peserta yudisium di STISIPOL Candradimuka. Sebenarnya ini kali ketiga yudisium mahasiswa S1 di sini yang saya ikuti selama saya bekerja di sini, yang dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Desember 2013. Namun, seingat saya, yang kedua, saya gak ikut, lantaran harus ke luar kota. Kalo gak salah, berbarengan saat saya mengikuti call for paper ke Bali. Hee…
Finally, ikut lagi. Padahal, ada event juga sebenarnya, kegiatan ASPIKOM di Serang. Hm, tapi gak dikasih izin sama Bu Ketua, “Nitaaa… Kamu itu sekjur, ikut yudisium ajalah…” Hehe… Ya udah, namanya juga anak buah, ikut apa kata atasan ajaaaah… Toh, ada yang menjadi perwakilan yang lain, dan memaaaang… Ini menjadi moment yudisium pertama, untuk struktur jurusan yang baru. Yups, kali ini saya mendampingi Bapak Budi Santoso, S.Sos, M.Comn selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka yang baru.
Finally, ikut lagi. Padahal, ada event juga sebenarnya, kegiatan ASPIKOM di Serang. Hm, tapi gak dikasih izin sama Bu Ketua, “Nitaaa… Kamu itu sekjur, ikut yudisium ajalah…” Hehe… Ya udah, namanya juga anak buah, ikut apa kata atasan ajaaaah… Toh, ada yang menjadi perwakilan yang lain, dan memaaaang… Ini menjadi moment yudisium pertama, untuk struktur jurusan yang baru. Yups, kali ini saya mendampingi Bapak Budi Santoso, S.Sos, M.Comn selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka yang baru.
Sabtu, Desember 14, 2013
IMA Marketeers Forum Kota Palembang
Ini sebuah komunitas yang bagus. Sangat bagus! Namanya IMA Marketeers Forum yang dibangun oleh Majalah Marketeers untuk membentuk sebuah community yang saling belajar tentang dunia pemasaran. Saya tidak tahu apakah di kota lain sudah ada, tapi saya sendiri tergabung dalam komunitas IMA Marketeers Forum yang ada di Kota Palembang sejak pertemuannya yang pertama, Kamis, 31 Oktober 2013 lalu di Hotel Arista Palembang.
Di pertemuan yang pertama, tampil sebagai pembicara atau anggota yang sharing strategi pemasarannya adalah dari Telkom Indonesia. Kita yang dateng, cukup senang mendapatkan goodie bag berupa jam dinding dan seminar kit dari Telkom Indonesia. Saya sendiri hadir mewakili pihak akademisi, karena di dalam komunitas ini mengumpulkan mereka-mereka yang concern dengan dunia marketing, baik dari pihak praktisi seperti BUMN dan pihak swasta, juga pihak akademisi, seperti saya. Hee…
Di pertemuan yang pertama, tampil sebagai pembicara atau anggota yang sharing strategi pemasarannya adalah dari Telkom Indonesia. Kita yang dateng, cukup senang mendapatkan goodie bag berupa jam dinding dan seminar kit dari Telkom Indonesia. Saya sendiri hadir mewakili pihak akademisi, karena di dalam komunitas ini mengumpulkan mereka-mereka yang concern dengan dunia marketing, baik dari pihak praktisi seperti BUMN dan pihak swasta, juga pihak akademisi, seperti saya. Hee…
Rabu, Desember 11, 2013
A Celebration of Life with Loreal & Nova
Minggu yang cerah untuk berbaju merah. Yups, hari Minggu, 1 Desember 2013 lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk hadir di acaraanya Loreal dan Tabloid Nova. Acara yang diadakan di Hotel Aston Palembang itu digelar dengan tajuk “A Celebration of Life”. Hadir sebagai bintang utama di acara ini adalah Maudy Koesnaedy sebagai brand ambassador Loreal dan Dave Hendrik sebagai MC acara.
Undangan saya dapatkan dari rekan sesama dosen di Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma, Rahma Santi Zinaida. Sebenarnya ada 20 undangan yang awalnya ia tawarkan, namun karena saat terima undangan pertama itu saya sedang sibuk call for paper, jadinya baru detik-detik hari terakhir bisa mengkonfirmasi. Alhasil, Santi bilang, undangan tinggal 5. Well, it’s okey, Santi, tetep saya ambil… Hihihi..
Undangan saya dapatkan dari rekan sesama dosen di Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma, Rahma Santi Zinaida. Sebenarnya ada 20 undangan yang awalnya ia tawarkan, namun karena saat terima undangan pertama itu saya sedang sibuk call for paper, jadinya baru detik-detik hari terakhir bisa mengkonfirmasi. Alhasil, Santi bilang, undangan tinggal 5. Well, it’s okey, Santi, tetep saya ambil… Hihihi..
Langganan:
Postingan (Atom)











