Tampilkan postingan dengan label GSC Nita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GSC Nita. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 14, 2010

Terima Kasih GSC (14 April 2008 – 14 April 2010)

Hari ini tepat 2 tahun sudah aku di Super Bimbel GSC. Artinya, kontrak kerjaku sudah ditunaikan dan aku berhak untuk kembali memilih. Keputusan untuk tidak memperpanjang kinerja adalah sebuah pilihan. Keputusan untuk saling mengucapkan terima kasih itu juga adalah sebuah pilihan. Benar, ada rasa sentimentil menyeruak saat keputusan itu benar-benar diambil. Namun, setiap kali rasa itu muncul, aku tetap berusaha untuk tersenyum.

”ALL IZZ WELL”. Kata sakti dari film ”3 Idiots” ini tampaknya cukup membantu. Tuhan, teman, suami, keluarga, Nita... semua akan baik-baik saja. Ini hanya masalah pintu. Saat satu pintu tertutup, akan selalu ada pintu lain yang terbuka. Terlepas apa alasanku untuk tidak memperpanjang, ada banyak alasan yang wajar bila pada akhirnya aku harus mengucapkan terima kasih kepada Super Bimbel GSC.

Kamis, Maret 04, 2010

GSC Jerman Day: Nora, Solaria & Inul Vizta

Gak tau nih, sekarang tiap harinya pengen entry tulisan aja di blog. Apa karena bulan Maret yaa? Yups, this is my month. Yups again, looks my name suMARni bayu anita. Nah, kata MAR-nya itu diambil dari bulan Maret. That’s my mom said to me. Jadi, karena aku lahir di bulan ketiga masehi ini, aku diberi nama sumarni. Kalo sekali denger sih, rada males nyebutnya, coz Javanish banget! Jadi, kalo untuk panggilan dari sederetan namaku itu, aku lebih memilih untuk dipanggil Nita. Cuma aku tetep menghargai pemberian nama orang tuaku, kok... *pasang muka serius*

Nah, kali ini aku mo cerita lagi lah... Coz lagi seneng-senengnya bagi-bagi pengalaman tentang apa yang kujalani di hari-hariku yang indah. *timpuk pke donat... hehehe!* Jadi sekarang, aku mo cerita tentang Jalan-jalan GSC Jerman pada Jumat, 27 Februari 2010 kemaren. Yuks, mariii....

Acara ini buat aku boleh dibilang sebagai event nostagila... eh, nostalgia! Hee... Iya, cos bisa membuatku seolah kembali ke masa-masa ketika aku masih bergabung di komunitas GSC Sudirman, tepatnya ketika aku masih menjabat sebagai Kepala Outlet Super Bimbel GSC Sudirman bulan September 2008 – Mei 2009 lalu. Kalo sekarang, meski masih di naungan GSC, aku sudah pindah posisi di bagian Operasional PT. Gema Sukses Cemerlangnya.

Selasa, November 17, 2009

Pembelajaran 10 Hari di Prabumulih


Hidup ini adalah pembelajaran. Aku bisa belajar banyak hal setiap harinya, hal-hal kecil yang mungkin selama ini diremehkan. Ternyata, begitu menarik untuk kucermati dan kupahami makna di baliknya. Pembelajaran-pembelajaran itu yang kini membuatku semakin menghargai waktu yang berlalu dalam hidupku. Waktu yang kadang terasa begitu cepat berlalu.
Hari ini, Senin, 16 November 2009, akhirnya aku kembali pulang ke Palembang. Sebelumnya, selama 10 hari, sejak tanggal 5 November 2009, aku ditugaskan ke GSC Prabumulih untuk membantu persiapan dan pelaksanaan event Try Out Super Akbar GSC Prabumulih yang jatuh pada hari Minggu, 15 November 2009.
Hidup memang bukan cuma tentang tawanya. Hidup penuh dengan tantangan. Masalah-masalah yang muncullah yang membuat adanya solusi-solusi untuk mengatasinya. Bila tidak ada masalah, jelas tak akan pernah ada solusi. Aku belajar untuk itu, untuk cepat mencari solusi, memilih dan segera melakukan aksinya.

(Ket. foto: 1) Suasana Try Out Super Akbar GSC Prabumulih, Minggu/15 November 2009; 2) Juara Terbaik SD mendapatkan sebuah handphone dari GSC; 3) Berbagai hadiah untuk para juara dan doorprize bagi seluruh peserta TO; 4) Mbak Rita & Fanny di ruang CSO; 5) Novita dengan mesin OMR-nya; 6) Suasana di luar gedung GSC menjelang TO sesi pagi; 7) Suasana TO di Aula GSC Prabumulih; 8) Bergaya dikit nih sama adek-adek yang tengah serius... Hehehe...; 9) Outlet GSC Prabumulih di Jl. Jend. Sudirman Prabumulih)

Namun, masalah dan solusi itu hanya salah satu bagian pembelajaran. Masih banyak pembelajaran lain yang kuperoleh. Satu hal yang paling kusukai, yakni: aku suka acara makan malam di kota kelahiranku ini.
Ya, wisata kuliner menjadi nomor wahid untuk kegiatan paling favoritku. Hal ini juga yang kadangkala membuat aku dan suamiku berdebat panjang. Masalahnya, dia lebih suka bila aku menghabiskan uang untuk membeli pakaian atau apapun yang katanya, ujung-ujungnya tidak akan berakhir di toilet. Hee...
Mungkin suamiku benar, tapi makan malam di Prabumulih tidak hanya tentang mengisi perut yang lapar. Tapi juga tentang ekstravaganza setelah seharian berkutat di outlet mengurus kerjaan. Dia pasti juga sudah tahu karakterku yang selalu ingin mencoba hal-hal yang baru, dan yang suka jenuh bila hanya tenggelam di kolam yang sama dalam jangka waktu yang lama.
Kota Prabumulih ternyata cukup unik! Keunikan itu ditemukan saat wisata kuliner itu kulakukan. Pertama, di sini, setiap warung pecel lelenya selalu menyediakan hidangan pembuka, yakni kuah soto. Kayak sup aja kali ya??? Selama di Palembang, maupun Yogya atau kota-kota lain, aku belum pernah ketemu yang seperti ini. Jadi, para pembeli makanan di warung pecel lele itu, selama menunggu pesanan makanannya jadi, mereka akan mendapat kuah soto komplit dengan rajangan kubis, seledri dan bawang goreng. Minusnya, tanpa suwiran daging ayam! Hehehe... ya iyalah, kalo ada, namanya mesen soto ayam!
Kedua, kalo kita beli ayam bakar Soponyono di Prabumulih, sebaiknya dibawa pulang aja. Karena, kalo makan di tempat, kita akan dikenakan pajak 10%. Lumayan juga kan, cuma biaya untuk pinjem piring sama numpang duduk aja dikenakan pajak 10%! Tapi, aku juga harus mengakui sih, sayur asem di sini enak banget! Seger! Tapi, kalo di Palembang bisa dapet gratis, di sini harus bayar! Seporsinya Rp 4.000,- Huhuhu...
Ketiga, Prabumulih miskin toko bakery! Aku cuma menemukan satu toko bakery, namanya aku lupa... Hee... Yang jelas, selain bakery, di sini juga jualan buah. Aku sempat beli puding kiwi dan cheese cake dengan harga rata-rata @ Rp 6.500,- Tapi, aku kecewa ma cheese cakenya! Menurutku, itu gak ada bedanya dengan bolu biasa warna kuning dengan taburan keju. Mana yang rencananya buat sarapan pagi, eh baru satu jam ditinggalin di kamar, kue itu pun sudah dirubungin semut merah... Ugh... terpaksa dimakan malam itu juga! Hehehe...

(Wisata kuliner di Prabumulih, maknyusss.... Hee....)

Well, selain satu warung yang sempat aku maem dengan menu ayam shanghai tanpa tulang, aku suka semua tempat makan yang pernah aku mampiri di Prabumulih. Aku suka sate kambing kecap ”Tiga Saudara”, pindang tulang ”Lombok Ijo”, cumi-cumi saos ”Pecel Lele 1”, ayam goreng sambal pedas ”Pecel Lele 2”, bubur ayam (yang lewat di depan outlet GSC), ayam bakar ”Soponyono”, dan yups, pesta duren di Pasar Prabumulih.
Untuk semua keriuhan makan malam yang menyenangkan itu, layak untuk kuucapkan salam luar biasa untuk semua teman-teman yang saat ini masih berada di GSC Prabumulih. Ada Fikri, Fanny, Mbak Rita, dan Ade. Tetap semangat teman, mereka membutuhkanmu!

Rabu, Agustus 12, 2009

Cerita Senja Dari Belitang

(Bergaya sebentar di Tugu Belitang, Jl. Jend. Sudirman BK 10, Gumawang - Belitang. Tugu kebanggaan warga Belitang nih...)

Selalu ada semangat untuk mencoba hal baru, pengalaman baru. Selama bekerja di Super Bimbel GSC, mungkin ini kesempatan pertamaku untuk tugas luar kota. But, fiuh... untung gak lama-lama. Bisa berabe kalo lama... Aku ingin tetap di area Palembang untuk saat ini. Well, kisah bermula ketika niat para petinggi Super Bimbel GSC untuk membuka cabang baru di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Nama Belitang pun muncul di briefing pertama.
Belitang sebenarnya bukan ibukota kabupaten. Ia sebuah kecamatan di Kabupaten OKU Timur. Namun, dari data GSC, banyak siswa asal Belitang yang tanpa promosi ke sana, ternyata banyak yang ikut bimbel program intensif SNMPTN di GSC Palembang. Kali pertama survey ke sana, kita pergi rombongan, jadi aku sendiri lebih suka membayangkannya sebagai jalan-jalan. Hee... Walau kita emang langsung kerja, lobi beberapa sekolah, mencari gedung calon outlet GSC, dll.
Ada event awalan yang dilakukan sebelum benar-benar membuka cabang baru. Yups, kita mengadakan Try Out Super Akbar Ujian Nasional GSC 2010.

(Rumah Makan Tapak Kata di Desa Sukabumi. Kami makan pindang tulang di sini, harga 1 porsi Rp 15.000,- Oya, rumah makan ini berdiri tepat di pinggir Sungai Komering)

Try out sendiri berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Belitang, hari Minggu, tanggal 9 Agustus 2009. Ada dua sesi, sesi 1 untuk 6 SD dan 9 SMP, dan sesi 2 untuk 12 SMA. Nah, aku dan Happy (rekan sekerjaku) ditugaskan berangkat terlebih dahulu ke Belitang untuk memastikan tempat, memastikan outlet, dan menarik kwitansi pendaftaran try out.
Tugasku emang gampang-gampang susah. Kalo gak mo dibilang, sedikit tapi banyak... Banyak tapi dibawa seneng aja. Hehehe... Jadi, aku berangkat ke Belitang bersama Happy pada hari Rabu/5 Agustus 2009. Kami naik travel APV Arena hitam yang sudah kami pesan sehari sebelumnya di pangkal proyek (Jembatan Ampera). Oya, ongkos travel Palembang-Belitang Rp 60.000,- dan untuk itu kami pun minta jemput dari Km. 5.

(Mmm... Yummy! Ini nih, sate kambing Warung Bu Rita yang ada di Belitang. Enak banget lho! Satu porsi harganya Rp 16.000,- Coba di Palembang juga ada ya....)

Perjalananku menuju Belitang dan kembali lagi ke Palembang alhamdulillah berjalan lancar. Kami tiba di Belitang itu pukul 1 siang. Langsung check in di Hotel Tiara kamar nomor 102. Ini hotel paling bagus di Belitang lho... Kalo gak salah, di Belitang cuma ada 3 hotel, Hotel Tiara, Hotel Indra Puri dan Hotel Lolyta (BK 9). Kalo Hotel Lolyta itu kejauhan dari wilayah yang akan kami kitari. Nah, kalo Hotel Indra Puri, katanya agak gak aman. Jadi, pilihan satu-satunya hanya Hotel Tiara. Kita ambil Kamar Deluxe (ada tv dan kamar mandi dalam) yang harga per malamnya Rp 150.000,-
Fasilitas di hotel ini lumayan kok! Gratis sarapan pagi, milih: nasi goreng atau mie goreng dan teh atau kopi. Trus, tiap pagi kamar dibersihin, dan akan ada 2 botol Aqua. Oya, juga ada tv. Tapi sayangnya, kita cuma bisa nonton 4 saluran tv: Indosiar, Metro TV, TPI, dan Anteve. Ampun deh... Padahal tayangan-tayangan favorit aku ada di Trans Corp. Tapi, yaa... Untung masih bisa nonton Take Me Out dan Take Him Out. Hee...

(Hotel Tiara tampak depan. Kiri-kanannya ada pohon mangga yang menggoda untuk diambil buahnya. Hehehe...)

Hari-hari di Belitang disibukkan dengan berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di Belitang. Karena jumlahnya cukup banyak, sekitar 20 sekolah, jadinya aku bagi wilayah kerja dengan Happy. Aku kebagian ngurus ke sekolah : SMAN 1, MAN, SMA LPB, SMA PGRI, SMA Muhammadiyah, SMPN 2, SMP LPB, SMP Muhammadiyah, MTSN, dan SDN 4. Usai menarik semua kwitansi, aku yang juga bawa laptop, bertugas merekap ulang semua data itu. Lumayan... 600 lebih data... :)
Tugas kami tak berhenti hanya di situ. Kami juga harus memastikan tempat try out dan lobi outlet. Untungnya, semua berjalan lancar sesuai harapan. Tempat dan sarana kursi sudah dipastikan, begitu pula dengan rencana gedung yang akan disewa untuk dijadikan outlet Super Bimbel GSC Belitang. We are super girls... Hohoho!

(Suasana kamar penuh kenangan. Kalo udah di kamar, aku lebih suka buka laptop ketimbang nonton tv. Itu Happy yang tengah sibuk ngitung-ngitung kwitansi.)

Kalau malam sudah tiba, saatnya buat kami cari makan. Tempat makan di Belitang emang terbatas, secara kita kemana-mana juga gak ada kendaraan. Untuk ke sekolah-sekolah, kita harus sewa ojek. Jasa angkutan umumnya gak ada. Ampun dah... Nah, kalo naik ojek, untuk satu tujuan lokasi yang nyatanya cukup dekat, kita akan ditarik Rp 5.000,- Weleh-weleh...
Oya, kembali ke tempat makan... Jadi selama di Belitang, aku mencatat ada 2 tempat makan enak: Warung Sate Bu Rita dan Lesehan Ayam Bakar Jama-Jama. Nih, ayam bakar yang lumayan banget, harganya juga pas di kantong, satu porsi Rp 7.000,- Oya, nih yang jual juga penuh gaya lho. Hehehe... Iya, abis pada pake kaos seragam warna abu-abu atau hijau. Yang jual cowok semua... Ah, buat Happy aja lah.... Hee...

(I love this life: with my laptop dan keripik emping manis pedas... Klop banget!)

Kalo lagi sendirian di kota orang kayak gini, orang yang selalu kuhubungi cuma satu. Ya, siapa lagi kalo bukan suami tercinta... Obrolan kita gak berat-berat, kalo gak mo dikategorikan ngalor ngidul, asal ketawa! Hehehe...
Oya, gara-gara di Belitang, kondisi badanku juga tambah keluar kontrol. Ampun dah.... berat badanku over weight! Jadinya kalo liat fotoku mesti langsung aku hapus. Tembem banget pipinya... badannya... Apalagi di Belitang ketemu keripik emping manis pedas... Enak banget! Aku sampe beli 3 bungkus (1/2 kilo dengan harga Rp 9.000,-/bungkus) untuk ngemil. Hee... Godaan yang begitu beratnya.... :P

(Wajib diet lagi pasca pulang dari Belitang!!! Hee... Nih, foto di resepsionis hotel, abis beli kaos khas Belitang)

Orang-orang di Belitang baik-baik, kok! Mungkin cuma ada 1 sekolah yang kurang membuka untuk GSC. Ntar juga nyesel sendiri... Hehehe... Selain itu, semuanya welcome. Siswa-siswanya juga antusias. Pengalaman pelaksanaan try out sendiri juga menunjukkan itu. Kami senang sekali dengan pengalaman itu. Capek sih, capek, tapi puas. Ingat ketika di sesi 1 harus mengawas siswa kelas 6 SD. Gila, semua pada belum ngerti cara penggunaan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Jadinya, kita harus menerangkan satu persatu.
Siswa yang try out lebih disiplin kalo dibandingkan dengan siswa di Palembang. Pada cepet ngerti untuk diam, ketika diingatkan harus mengerjakannya sendiri-sendiri. Sehingga ketika hasil try out diumumkan, kita tahu, itu murni hasil kerja mereka sendiri-sendiri.

(Suasana try out di Aula SMAN 1 Belitang)

Sempat tar-tir ketika try out dilaksanakan, hehehe... Iya, masalahnya Belitang mati lampu di hari Minggu itu. Untung SMAN 1 Belitang ada genzet. tapi, genzet sempat bermasalah, sampai-sampai kita harus lakukan plan B. Fiuh, untungnya Tuhan masih sayang sama kita-kita. Jam 5 tepat, genzet kembali hidup. Jadi, kita bisa segera memeriksa hasil try out dengan menggunakan OMR. Seminar pun bisa berjalan sempurna, karena laptop dan infocus pun bisa kembali berfungsi. Rombongan GSC yang baru datang hari Sabtu, pulang duluan ketika try out usai dilaksanakan. Yee... dateng paling lambat, pulang paling cepat. Hehehe... :)
Malam menjelang hari Senin, aku sendiri masih disibukkan dengan mem-burning CD kosong untuk diisi dengan hasil try out dan materi seminar. Untuk besoknya akan dikirimkan kembali ke seluruh sekolah yang telah menjadi tempat pendaftaran Try Out Super Akbar Ujian Nasional GSC 2010 di Belitang.

(Para jawara TO Super Akbar UN GSC 2010 di Belitang)

Ketika akhirnya bisa kembali ke rumah, aku dan Happy berangkat dari Belitang pada hari Senin/10 Agustus 2009 pukul 12 siang. Sama, kami naik travel lagi seharga Rp 60.000,- tapi kali ini naik Kijang warna abu-abu. Sempet sewot sama sopirnya. Cos, janjinya satu baris kursi hanya diisi 3 orang, tapi ketika ada penumpang di jalan, ia ajak juga. Jadinya, berempat tuh... Tapi, walau akhirnya, jadi ngobrol-ngobrol juga dengan penumpang yang baru naik itu, juga dengan sopirnya... Hee...
Untuk perjalanan ke Palembang ini, kami tidak berhenti di rumah makan. Jadi bisa sampai di rumah pukul 5 sore. Aku langsung mandi dan tidur. Hahaha... I love you, my bad room....

(Saat senja bersama GSC'ers di halaman Aula SMAN 1 Belitang)

Kalo besok-besok lagi disuruh keluar kota, kayaknya gak ada salahnya dicoba. Tapi, emang sih... lebih enak kalo rombongan. Seru!!! Paling menghindar itu kalo harus sendirian, ato ditugaskan untuk lebih dari 1 minggu.... :P
Well, lagi-lagi aku suka pengalaman hidupku. Hidup memang seperti mimpi, hari ini di sini, besok di sana. Cuma, aku selalu berharap, di manapun aku berada, aku bisa bahagia. Hee.... :)

Kamis, Mei 28, 2009

Ruangan Panas Otak Encer

Hahaha... Bener gak sih ungkapan itu? "Ruangan panas otak encer..." Yaelah, gak tau juga, cos itu yang aku rasain sejak kembali dari dunia mimpi (2 minggu cuti nikah, hee...) dan kembali kerja.
Kerja itu dunia yang keras. Itu yang aku denger dari orang-orang yang udah kerja. Jadi, kalo udah mutusin untuk kerja, harus siap-siap aja dengan segala resiko dan pengorbanannya... Tapi... apakah juga harus dengan berkorban dehidrasi terus setiap hari... Hm...
Curhat yee... Hm... Well, sejak Senin (25/5) kemaren, aku bener-bener reposisi dari tempat aku kerja sebelumnya. Sekarang diriku sudah jadi... mm... yups, kalo gak salah namanya Staf Marketing & Promosi. Seperti yang kubilang, adaptasi lagi, tapi... sebenarnya masih mirip-mirip dengan kerjaan di posisi sebelumnya.
Nah, yang bikin harus ekstra jaga kondisi badan:
1) Kantorku di lantai 4, dan tidak ada lift... Ups, ah... Terus melangkah, olahraga gratis. Hehehe...
2) Gara-gara di lantai 4, jadi paling dekat dengan matahari. Jadi walau udah ada sejumlah unit Ac teteeep aja puanaaass.... Jadi, setiap hari mesti bawa kipas manual, biar gak terlalu terasa panasnya...
Nah, kalo panas-panas begini, dehidrasi makin parah kadarnya. Maksud hati pengen menghemat untuk beli rumah (huakakak!) malah ketagihan beli es campur terus tiap hari... Lumayan, melegakan tenggorokan... Tapi, kantong jadi jebol. Hee...
Nih, beneran lho... Bahkan sekali beli gak cukup 1 bungkus... "Saya minum 2!!!" Hee... Cuma sayangnya, di dekat tempatku (kantor/rumah), gak ada es yang 4 gambarnya aku tampilkan di artikel ini... Hik, hik, ngileeerrrr....... :P
Well, semoga Kota Palembang sedikit bersahabat di esok hari. Lebih mengurangi durasi panasnya... Jadi, kita jadi lebih bisa menikmati hidup... Hue'e'e... Ato, kalo ada yang mo nyediain es campur gratis di kantor setiap jam 2 siang... Wah, betapa menyenangkan hidup ini... Hee...

Kamis, Maret 12, 2009

My Great Office: GSC Sudirman



Nih, percobaan pertama masukin video di blog. Moga-moga aja sukses... Hee...
Nih, video pas GSC Sudirman sedang sibuk-sibuknya menerima pendaftaran TO (Try Out Super Serbu) dan pendaftaran TAB (Tahun Ajaran Baru) 2009/2010. Jadinya, seru banget deh... Hehehe! Siswa-siswiku emang pada lucu-lucu. Ada aja tingkahnya...
Love u all... :)

Sabtu, Februari 28, 2009

Pangeran GSC-ku

Pangeran GSC-ku, Rakha. Tak perlu menggunakan banyak kata, betapa sayangnya aku dengan keponakanku satu ini. Dia begitu lucu dan menggemaskan. Saat pulang kerja, ada dia di rumah, seluruh beban yang kurasakan seolah hilang.
Lihat-lihat, dia begitu mendukungku... Waktu kupakaikan Pin GSC yang selalu kupakai kalau kerja, Rakha pun terlihat asyik menarik-narik pin itu. Sekarang Rakha udah di Bangko - Jambi lagi, ikut orang tuanya. Kapan Rakha maen ke Palembang lagi? Pas bulan Mei ya, ganteng yaaa?

Senin, Februari 09, 2009

Tentang Hari yang Sibuk

"Berani kerja, berani capek!" Slogan sebuah iklan mutivitamin itu kadang membuatku merenung. Itu benar. Pilihan untuk bekerja adalah murni dari diri ini, resiko tentang capek adalah konsekuensi pilihan itu. Hari ini, GSC begitu ramai. Banyak siswa dalam yang kembali mendaftarkan diri menjadi siswa GSC karena memang diberikan harga promo. Hal itu, yang menjadi salah satu sebab outlet menjadi agak sibuk. Aku sendiri, masih sering mobile ke sekolah-sekolah yang sukses dititipi pendaftaran TO. Hari ini saja, aku ke SMP Muhammadiyah 10 dan SMP Negeri 3 Palembang.
Sebenarnya, kalau mau dibandingkan saat aku magang di TRANS7 kemarin, kerja di GSC tergolong standard. Dulu, pas di TRANS7, paling cepat jam 9 malam baru pulang. Pernah baru pulang kost jam 2 pagi. Dan itu adalah hal biasa di sana. Kerjanya, udah mulai jam 9 pagi lho...
Kalo di GSC, datang jam 8 pagi pulang jam 6 sore. Tapi, yah itu tadi, sampe ke rumah, mandi trus langsung tidur. Ya ya ya, aku kecapekan... :)
Untungnya ada Rakha di rumah sekarang, jadi itu adalah penghibur saat bisa melihat tawanya. Hahaha! Gigi masih belum tumbuh semua, tapi tawanya sudah keras sekali.
Fiuh... Lagi-lagi, migrenku kumat. Udah berapa pil Decolgen saja yang kuminum untuk bulan ini. Ada mungkin 2 hari sekali. Ketergantungan obat deh kayaknya, coz dibawa tidur juga tetap aja masih nyut-nyutan...
Taraf mikir emang agak tinggi. Coz selain mikirin kerjaan, baca buku tambahan tetap dilakonin. Secara, hobi mbaca. Pengennya sih nulis juga... Tapi, dari hari ke hari, tuh keinginan cuma sebatas keinginan aja... Semua selalu terhenti di garapan perencanaan. Ato, paling banter udah 35 persen pengerjaan lalu terhenti.
Tapi, bersyukur juga udah punya blog... Jadi, bisa curhat di blog. Kali-kali aja, ada yang baca trus ngasih koment. Kadang Rudi kan juga suka baca... Inov juga (sesama temen blog yang aktif di partai, hm...), Hilal juga... Siapa lagi yaa???
Well, sebenarnya gak mau ngisi blog, isinya cuma ngeluh... Tapi, bener deh... Nih, migren bikin pikiran maunya gitu... Hehehe!

Selasa, Januari 06, 2009

Nigo Hari Kakek Mbak Mirda

Jumat, 2 Januari 2008 lalu aku pergi ke rumah neneknya Mbak Mirda, staff keuangan PT. GSC untuk menghadiri acara "Nigo Hari" kakeknya Mbak Mirda berpulang ke rahmatullah. Iya, jadi kalo di sini (Palembang), kalo ada yang meninggal dunia, pasti ada acara yasinan pada pasca almarhum meninggal, yakni pas 3 hari, 7 hari, 40 hari. Kalo 100 hari dan 1000 hari agak jarang yang ngadain.
"Nigo Hari" berarti tiga hari. Jadi, aku ke sana untuk acara yasinan di hari ketiga. Karena gak direncanain jadi aku gak bisa full mengikuti acara. Aku datang sambil nganter Mbak Mirda. Kami berangkat bareng dari GSC Patal menuju Pusri jam 5 sore. Sesampai di sana, aku disuguhi segelas air putih dan 3 buah kue kojo. Aku ambil satu, rasanya lumayan.
Aku juga gak tahu, kenapa aku sulit sekali menolak untuk hadir kalau diundang orang, acara apapun. Baik pernikahan, syukuran, atau yasinan. Kalau aku ada waktu, ada kesempatan, aku pasti mengusahakan untuk datang. Aku hanya merasa ini saatnya aku menabung silahturahmi, karena suatu saat pasti ada saja manfaatnya. Tapi, sungguh kok, semua ini semata-mata karena Allah SWT. Yah, mumpung masih diberi kenikmatan sehat, jadi gak ada salahnya bersilahturahmi kan?
Aku pulang jam 6.30 malam, usai sholat Magrib. Emang gak bisa sampe selesai, abis jarak rumah kakek Mbak Mirda dan rumahku kan lumayan jauh. Well, semoga tetap tabah menghadapi cobaan ini ya, Mbak Mirda... Allah pasti sayang kita, kok!

Selasa, Desember 23, 2008

Saatnya Bagi Brosur

Fiuh... Akhirnya, tugasku selesai juga... Nitipin sejumlah brosur ke sekolah-sekolah. Ini nih, tugas paling spesial kalo kamu jadi Kepala Outlet (KO) di Super Bimbel GSC. Kamu harus menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di sekitar wilayah outletmu untuk terus menambah jumlah siswa yang masuk GSC. Jadi, seorang KO itu bertindaknya macem-macem, jadi marketing, jadi PR, jadi penanggung jawab, dll. Kalo udah bagi brosur kayak gini, saatnya jadi marketing!!!
Untuk bagi rapot kali ini, Super Bimbel GSC Sudirman meminta stok brosur sebanyak 17.756 ekslempar dari pihak franchisor. Buanyak banget ya? Nih, untuk dititipin ke 20 sekolah yang ada di sekitar outlet GSC Sudirman. Apa aja? Ini nih...
1. SDN 40
2. SDN 41
3. SMPN 3
4. MTSN 1
5. MIN 1
6. SD Muhammadiyah 6
7. SD Muhammadiyah 14
8. SMA Muhammadiyah 1
9. SMP Muhammadiyah 4
10. SMPN 19
11. SMA Ethika
12. SMP Muhammadiyah 10
13. MTSN 2
14. SMAN 11
15. SD Izzudin
16. SMP Izzudin
17. SMPN 33
18. SMAN 3
19. MAN 2
20. SD Methodist 1
Nah, itu 20 sekolah yang udah bekerja sama baik dengan GSC untuk menyisipkan brosur GSC di dalam rapot peserta didiknya. Sebagai souvenir, GSC pun memberikan kalender 2009 untuk seluruh wali kelas, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah.
Tapi, ada juga sekolah yang cukup riskan kalo dititipin, jadi harus disebar pas hari bagi rapot. Kayak SD Baptis, SMAN 1, SMA Methodist 1, SMP Xaverius 1, dan SMAN 2. Yang nyebar, itu jadi bagian tugas mulia untuk para tentor.
Capek? Wah, macem-macem... Ada yang nerimanya biasa-biasa aja. Ada yang kesenangan dapet kalender dan kartu perdana AS. Tapi... ada juga yang sok prosedural! Ya udahlah, ikutin aja, yang penting bisa masuk. Hee...
Nah, hari ini (23/12) bakal hari terakhir ngenet di GSC, sebelum libur panjang selama 6 hari. Buat seluruh siswa yang bagi rapot tanggal 24 sama 27 nanti, semoga nilainya bagus-bagus semua yaa... Kalo belum puas dengan nilainya. Ayo, gabung aja dengan Super Bimbel GSC Cabang Sudirman, Si Pencetak Generasi Berprestasi. Ditunggu yaa... :)

Jumat, Desember 19, 2008

Baliho UN GSC Baru

Menyambut semester 2, GSC pun siap-siap dengan program marketing baru. Kali ini, kita sedang fokus untuk program Ujian Nasional (UN). Makanya, sebuah baliho besar kemudian dipasang di gedung GSC agar bisa dilihat orang ketika melintasinya.
Dalam seminggu, GSC memberikan waktu belajar sebanyak 3 kali, Senin-Rabu-Jumat atau Selasa-Kamis-Sabtu selama 1,5 jam. Di luar hari belajar, sebenarnya siswa tetap diperbolehkan datang untuk diskusi atau yang biasa kami sebut "Tenja", singkatan dari Tentor Jaga. Di GSC, kita juga memberikan pelayanan internet gratis, kuis setiap hari, dan rapot bulanan.
Well, sebenernya aku mo cerita ttg siapa yang masang tuh baliho. Yups, para OB dan security! Untung mereka adalah para lelaki yang gagah perkasa. Jadi, seru-seru aja lihat mereka naek-naek gedung dan pohon, demi terpasangnya baliho tersebut. Dan, akhirnya, baliho pun terpasang.
Pas mau pulang, Pak Wahyu, security, bertanya padaku, "Gimana, Mbak Nita, balihonya? Dicek dulu." Berlarilah aku ke depan, dan melihatnya. "Wow..." Aku cuma mengangguk-angguk puas atas kinerja mereka. Yeah, semoga dengan adanya baliho ini, siswa pun jadi lebih tertarik untuk daftar. Tapi, kalo baca baliho aja belum cukup. Masuk dong ke dalam... Para adm-ku pasti dengan senang hati menerangkan. Hee...

Rabu, Desember 17, 2008

Ketika Tes Tentor

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, ketika aku dan Kepala Operasional Outlet (KOO)-ku tiba di Super Bimbel GSC Patal untuk menjadi penilai ketika tes kenaikan golongan tentor GSC Sudirman dilakukan. Yah, semua harus kembali ke pusat, kalau ingin melakukan kenaikan golongan. Aku sih termasuk golongan staf, bukan tentor, jadi untuk masalah kenaikan golongan disesuaiin dengan masa kerja dan prestasi kerja.
Selama hampir 9 bulan bergabung di PT. Gema Sukses Cemerlang, dengan merk dagang Super Bimbel GSC, aku sudah beberapa kali menjadi penilai tes. Awalnya sih, bingung juga, ttg apa yang harus kunilai. Jangan-jangan, aku gak obyektif lagi... Masalahnya, aku gak berlatar belakang tentor atau dari pengajar. Aku masuk GSC langsung terjun di Team Leaders, kemudian ditunjuk sebagai Kepala Outlet (KO). Yang jelas, para penilai tes diberi form yang harus diisi, meliputi: Isi Motivasi, Penguasaan Kelas, Teknik Penulisan, Sikap Penampilan, dan Intonasi Suara. Nilai minimal 50, maksimal 80. Untuk lulus, total nilai harus lebih dari 400.
Jadi dulu kalo lagi nilai, aku mbayangin guru paling favorit di sekolah. Jadi, setidaknya, orang yang kunilai harus mendekati karakteristik guru tersebut. Simpel, dia harus smart, jadi kalau siswa nanya, dia gak balik nanya. Trus, friendly, banyak bahan humor, jadi orang belajar gak ngantuk. Trus... Banyak juga sih!
Intinya, belajar tuh harus dibawa nyenengin. Tentor-tentor GSC mesti gitu, tuh... Nah, jadi kemaren pas tes tentor, aku kembali jadi pengetes. Bukan karena aku bagian HRD, tapi karena aku KO. jadi, kalo di GSC, KO juga punya tanggung jawab untuk mengontrol kualitas tentor. Masalahnya, tuh tentor kan tentor di outletku, Super Bimbel GSC Sudirman, jadi harus ikut berperan serta.
Pernah juga pelit kasih nilai, apalagi kalo liat si tentor gugupan, lupa-lupa materi, trus kaku. Emang, kalo aku disuruh maju, mungkin aku juga 11-12, gugup dkk. Tapi kan jelas, itu bukan kerjaan aku. Wajar dong... Hm, tapi, gak kok, rata-rata tentor-tentorku bagus. Suka dikasih tahu, paling kalo ada yang bandel, cuma segelintir orang. Dan bandelnya gak susah-susah amat.
Ya udah, selagi bisa kasih gede, itu pasti karena tuh tentor oke banget! Kalo kecil, yaa itu maunya si tentor sendiri... Hehehe!

Senin, Desember 01, 2008

Yuks Kerja, Bu...

"Hallo... Selamat pagi. GSC Sudirman. Dengan Nita. Ada yang bisa dibantu?"
Yups, tuh kata-kata yang jadi kalimat pembuka dari bibirku yang merah (kik, kik, kik) kalau menerima telefon di kantorku. Yups, kantorku. Aku lebih suka menyebutnya kantor ketimbang outlet, apalagi ruko. Hehehe...
Aku sudah bekerja di sini sejak April 2008 yang lalu. Berawal dari melamar sebagai Team Leaders, jadilah aku sebagai Kepala Outlet sampai dengan sekarang. Untuk masalah kerja, aku sih udah ngerasa enjoy. Klienku sangat beragam, dari segi usia terutama. Liat aja, dari siswa kelas 4 SD sampe 3 SMA. Trus, ditambah lagi dengan ortu mereka, ditambah lagi dengan pihak2 sekolah yang ada di sekitar kantorku. Hm, selama 7 bulan menjalani profesi ini, aku jadi tahu seluk-beluk dunia bimbel, lebih universal lagi dunia pendidikan...
Kadang kalo denger temen-temen pada keren-keren tuh tempat kerjanya, di Dirjen Pajak, di Pertamina, di Pusri, di Pripot Papua (eh, bener gak sih tulisannya begini?? Ah, tau deh, serius aku lupa...) ato dimana gitu... "Wah, keren yaa???" hatiku berujar. Tapi, kalo terus kupikir, ah, tempat kerjaku juga keren... Why? Nih, aku sebut alasannya:
1) Nih, bimbel asli kotaku, yang punya mimpi untuk ada di seluruh Indonesia. Di Palembang, Super Bimbel GSC udah jadi bimbel terbesar. Umurnya sih baru 9 taon, tapi gebrakannya bener-bener patut diacungin jempol.
2) Nih, untuk training SDM-nya oke punya lho! Aku aja udah mengikuti 20 kali training, gratis. Baik yang diadain oleh School of Life, hotel-hotel berbintang, ato dari GSCnya sendiri.
3) Rekan-rekan kerjanya welcome. Walau yang namanya kerja pasti ada aja problemnya, tapi kita semua bisa saling memahami peran masing-masing... (Good...)
Yups, tuh dia! Yah, setidaknya aku bisa memberikan karya terbaikku di sini. Gak tau sampe kapan. Sampe kontrak kerja berakhir ato sampe apa... Yang jelas, aku pengen banyak belajar dari GSC. Kan mimpiku, aku pengen jadi pengusaha sejati. Makanya, waktu heboh PNS buka, kayaknya gak terlalu kebakaran jenggot untuk mengikuti setiap tahap seleksi masuknya... Hohoho

Sumarni Bayu Anita, S.Sos

Kepala Outlet GSC Sudirman

Jl. Jend. Sudirman No. 3262 Km. 3,5 Palembang. Telp. 0711-352232 Website: http://www.super-bimbelgsc.com/


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...