Minggu, Oktober 09, 2011

Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern (EODIM)

Kajiannya menggabungkan pandangan sosiologi, antropologi, ekonomi, ilmu politik, agama, sejarah dan sastra untuk menjelaskan perubahan realitas kehidupan kaum muslimin. Ensiklopedi ini ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Jumlah : 6 Jilid

Subyek yang terekam:
Sejarah dan Geografi, Aliran Pemikiran, Ritual Praktik Keagamaan, Hukum Islam, Teologi, Filsafat, Ideologi, Politik, Ekonomi, Budaya dan Masyarakat, Kajian Islam, Lembaga Organisasi dan Gerakan Islam, Mistisme, Ajaran Islam, dan Biografi.

Buku ini merupakan ensiklopedi terbaru yang mengupas wajah Islam di zaman modern. Perjalanan Islam sejak abad ke-18 sampai saat ini menjadi tema pokoknya. Wajah Islam ketika berhadapan dengan kolonialisme dan imperialisme tertuang secara unik dengan gabungan pandangan sosiologi, psikologi, antropologi, ekonomi, politik dan agama, sejarah serta sastra. Dengan gabungan tadi, perubahan realitas kehidupan ummat Islam dijelaskan secara komprehensif.

Sabtu, Oktober 08, 2011

Menjadi Book Advisor Mizan Dian Semesta

Alhamdulillah... Akhirnya punya kegiatan lain selain kuliah di S2 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada. Temen-temen tahu gak, gara-gara ikutan jadi Book Advisornya Mizan Dian Semesta (MDS), waktu mo ngisi kolom pekerjaan di form tabungan investasiku di salah satu bank BUMN di kawasan UGM, Selasa (4/10) kemaren, aku gak jadi cuma berstatus mahasiswa tapi menjadi “pengusaha mandiri”. Eeelah, ternyata menjadi marketing via on-line itu udah diakui juga sebagai suatu pekerjaan yaa... #Angguk-angguk...#

Menjadi Book Advisor Mizan Dian Semesta ini, awalnya karena liat-liat web milik temen SMA dulu, namanya Cipta Atsahlantusay, tapi aku manggilnya Cecep. Cuma baca sekali lewat, menarik, tapi gak diseriusin. Sampe kemudian bener-bener ditawari sama Cecep jadi lirik-lirik deh... Hee!

Awalnya cuma ditawari produk. Kan kebetulan aku emang nyari bahan bacaan untuk Fafa. Aku pengen membiasakan membaca untuk anakku sejak dini. Tapi pengennya lagi, buku itu gak sekedar buku cerita aja, tapi yang juga menanamkan nilai moral dan kalo bisa yang Islami. Pucuk dicinta ulampun tiba. Lagi nyari-nyari gitu, datanglah si Cecep tadi. Iya, datangnya sih gak ketok pintu trus muncul di depan rumah. Teknologi telah mengubah segalanya... Via facebook, via email, via web, semua bisa dicari tahu. Ujung-ujungnya, gak cuma beli produk, akupun memutuskan untuk ikutan menjadi Book Advisornya Mizan Dian Semesta seperti si Cecep. Coz, kalo ditimbang-timbang hal itu Insya Allah akan lebih banyak mendatangkan manfaat untukku. Amiiin...

Minggu, Oktober 02, 2011

Icip-icip Cokelat Choco ‘Klik!

Kalo kemarin nyoba cokelat tradisional Yogyakarta, Cokelat Roso. Sekarang, nyoba lagi yang merknya Choco ‘Klik! Iyeeeh, lagi-lagi karena ada promo DealKeren. Hehehe...

Oya, sebelum cerita tentang pengalamanku icip-icip cokelat yang outletnya berada di Ambarukmo Plaza Lt. 3 Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta Telp: (0274) 510824 ini, beberapa waktu yang lalu ada pengunjung blogku yang nanya gimana cara memanfaatkan voucher DealKeren? Gimana cara beli vouchernya? Hm... Mungkin ini pertanyaan yang sama untukku waktu pertama kali tahu tentang DealKeren. Tapi makin ke sini, rasanya ada yang kurang kalau dalam seminggu belum memanfaatkan voucher DealKeren. Hee...

Singkatnya, kita belajar shopping online melalui DealKeren. Pesan produk/jasa melalui internet, bayar pake transfer ATM, mencetak bukti pembelian sendiri via DealKeren, dan langsung bisa menukarkan bukti (voucher) tersebut ke outlet atau tempat yang sudah kita pilih tersebut. Adapun hal lebih dari semua hal baru tersebut adalah kita bisa dapet harga yang lebih menarik ketimbang belanja secara konvensional. Tapi memang, penawaran itu ada masa berlakunya, ada gilirannya, ada ketentuannya. Namun semua “kerepotan” (repot karena kita belum terbiasa, tapi kalo udah terbiasa yaa... gak repot lagi), senilai dengan keuntungan yang kita dapat.

Kamis, September 22, 2011

Welcome To Tesis!

Yuhuuu!!! Akhirnya, setelah liburan panjang semester 2 plus liburan lebaran, hari ini, Kamis, 22 September 2011, pukul 09.00-10.30 WIB, aku bersama temen-temen Kajian Budaya dan Media (KBM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Angkatan 2010 mulai kuliah lagi! Lama banget deh, liburnyaaa... Ada kali yaa 2 bulan lebih... Huhuhu!

Well, kalo aku, semester 3 ini cuma ambil 1 mata kuliah aja! Yak betul, nama mata kuliahnya Seminar Proposal sebanyak 4 SKS. Udah, itu doang... Kalo nilai di semester 1 kemaren udah dapet nilai minimal B ya udah... Gak pake acara ulang-mengulang... Coz, semester ini emang pengen fokus ngerjain tesis! #Tesis... tesis... tesis!!! Hehehe...

“Welcome To Tesis!!!” Kata-kata inilah yang kupilih untuk mengawali tulisan di buku kuliahku. Sembari mendengarkan dosen pengampu mata kuliah ini, Prof. Dr. Suhartono W. Pranoto, memberikan warming up kepada kita-kita, tanganku tak henti menulis. Yah, walau sekedar nasehat yang lazim di dengar, tapi aku yakin, kata-kata sang profesor hari ini akan memberikan tambahan semangat untukku untuk segera berjibaku dengan tesis. Hee...

Selasa, September 20, 2011

Menjadi MC Kembali...

Akhirnya, setelah hampir setahun lebih vakum di dunia ke-MC-an... #Hahaha, kata-katanya gak kuat banget yak?! Hihihi...# Maka pada kesempatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2011, Kamis (15/9) di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta, saya dipercaya oleh teman-teman Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) UGM menjadi MC bersama satu rekan HMP UGM yang lain, Afik Hardanto, S.Si di acara tersebut.

Jujur aja, keputusan menjadi MC di acara PMB Pascasarjana UGM kali ini emang mendadak dangdut. Awalnya panitia ingin menggunakan penyiar salah satu radio swasta di Yogyakarta. Tapi, hitung punya hitung, ternyata dana yang dikelola panitia sangat mepet. Terlebih, kita (para panitia PMB) lebih setuju untuk menganggarkan dana yang ada untuk pembelian seragam panitia ketimbang membayar MC. Hahaha! Emang lumayan banget lho anggaran dana untuk 1 MC tersebut bisa untuk membeli 10 seragam batik yang kita beli di Pasar Beringharjo... Huhuhu!

Namun, dilema kemudian muncul. Oke, dana untuk MC kita alihkan untuk beli seragam. Lalu, siapa yang mo jadi MC gratisan? “Yaa, suruh anak HMP UGM ajaaa,” jawabku. “Siapa, Mbak yang mau?” tanya Ajeng yang waktu itu ikut heboh memutuskan beli seragam panitia atau bayar MC yang menuntut ada bayaran sebagai kinerja profesional mereka. “Mbak Nita mau?!” kejar Ajeng lagi yang kalo di HMP UGM menjabat sebagai Ketua Bidang Kewirausahaan. “Aku? Hehehe...” jawabku kemudian ketawa-ketawa aja.

Jumat, September 16, 2011

Pengalaman Totok Wajah di W & W Spa and Rejuvenating Centre

“Weeh... Udah mo jam 1, ya!” ujar saya tersentak sambil melihat jam tangan.

Tak terasa dua jam sudah berlalu, sejak saya iseng reservasi untuk melakukan perawatan totok wajah di W & W Spa and Rejuvenating Centre. Reservasi itu saya lakukan via telefon hari Senin, 12 September 2011, pukul 10.00 WIB, disela-sela kesibukan saya mempersiapkan kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2011 di sekre Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) UGM. Tak pelak, saya langsung ngacir usai izin sama teman-teman yang lain. Sembari memasang sarung tangan dan masker pelindung, saya pun berujar, “Saya pergi dulu sebentar yaa... Ada urusan dikit! Ntar, saya balik lagi ke sekre, kok untuk ikutan rapat!” 

Yah, demi urusan perawatan wajah, urusan organisasi jadi dianaktirikan sementara. Hehehe! Seperti biasa, menjajal totok wajah di W & W Spa and Rejuvenating Centre ini pun karena ada tawaran diskon dari DealKeren. Bayangin, nih diskonnya 80% untuk totok wajah senilai Rp 35.000,-, udah gitu ada diskon tambahan 20% credit reward. Jadi berapa angka akhir? Rp 5.600,-!!! Lumayan.. lumayan... Nah, untuk itu saya ambil dua voucher. Lho, kok cuma dua? Abis, pilihannya cuma dua: totok wajah sama totok V. Saya mah ogah ambil totok V... Yah, rada trauma abis prosesi melahirkan kemaren. Jadi, untuk urusan itu, mending saya urus sendiri lah... Hohoho! Apaan cobaaa... Trus, alasan kedua, jaraknya dari rumah emang rada jauh...

Sabtu, September 10, 2011

Aprikot Cheese Cake Ala Chef Nita

Hehehe... Ala Chef Nita. Jadi geli sendiri bacanya. Wong baru belajar masak ini! Hihihi... Tapi gak pa-pa lah, nih emang Aprikot Cheese Cake ala my self dan u knows, pertama bikin rasanya emang langsung nendang gitu. Bikin ketagihan, deh! Hee...

Resep awalnya aku dapet dari hasil berburu resep di internet waktu mo masak-masak kue untuk lebaran kemarin. Bolehlah, aku jujur juga klo nih resep, aslinya bernama Strawberry Cheese Cake. Tapi, kemudian aku modifikasi sana-sini, terutama untuk topping. Coz pertama aku gak terlalu suka strawberry. Dan kedua, kalo denger kata-kata Cheese Cake aku ekspektasinya ma Cheese Cake originalnya Bread Talk yang toppingnya warna kuning mengkilat gitu. Jadi, pas liat resep lain yang toppingnya make selai aprikot, alhasil, aku lebih memilih itu.

Gak nyangka bisa bikin juga, sebuah kue yang selama ini harus kubeli dengan merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk sepotongnya. Bisa cek sendiri di gerai-gerai kue! Hee... Trus, nih bisa bikin beberapa porsi dari bahan yang tersedia coz kemaren belinya langsung banyak. Whoo... blom bosen deh, pokoknya mo berapa kali aja! Yups, I like Cheese Cake banget dah... Hee!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...