Sabtu, Februari 19, 2011

My Great Vacations: Bali & Lombok 2011

Great! Akhirnya aku bisa menginjakkan kaki di Pulau Dewata. Sebuah tempat yang sangat aku inginkan untuk dikunjungi sejak merencanakan honeymoon dengan suamiku pada pertengahan tahun 2009 lalu. Namun keinginan itu selalu saja tertunda, hingga akhirnya saat kesempatan itu datang sekarang, of course, aku tidak akan melewatkannya begitu saja. Beruntungnya, ternyata tidak hanya Bali yang aku kunjungi, namun ditambah bonus Lombok! Aku pergi bersama kakak perempuanku, Yuk Empit dan anaknya yang super-duper lucu, Kaka yang berusia 2,5 tahun. Aku sendiri, pergi dengan ditemani calon dedek kecil dalam perutku yang kini berusia 7 bulan lebih. Makasih ya sayang ya, udah nemenin mama... Hm, kehamilan yang luar biasa, semoga begitu juga kelahirannya nanti. Amin...

Kami pergi melalui event Bali-Lombok Tour 2011 yang diadakan oleh KR Radio dan Gemini Tour Yogyakarta. Perjalanan yang ditempuh melalui jalan darat ini berlangsung pada tanggal 13-18 Februari 2011. Ada 44 peserta yang ikut dalam tour ini, dan dengan biaya Rp 1.250.000,- per orangnya, kami mendapatkan fasilitas 3 malam tidur di hotel, gratis masuk ke tempat-tempat wisata, dan 14 kali konsumsi. Aku sendiri tahu tentang informasi tour ini karena diiklankan di SKH Kedaulatan Rakyat. Lalu datang sendiri ke KR Radio untuk mendaftar dan akhirnya membayar biaya tour 4 hari sebelum keberangkatan.

Saat pergi, kami bertiga plus dedek di dalam perut (hee...) diantar oleh suamiku, Mas Rudy ke Purawisata Yogyakarta sebagai tempat berkumpul. Kebetulan saat itu dia tengah pulang ke Yogyakarta untuk ikut kontrol kehamilanku dan USG di malam sebelumnya, sambil mengurus masalah renovasi rumah yang akan aku tempati pasca kelahiran nanti. Mas Rudy sebenarnya cukup mengkhawatirkan kepergianku ini, namun karena dia tahu juga cukup sulit untuk melarangku memenuhi resolusiku yang tertunda itu, jadi tak henti-hentinya dia mewanti-wanti agar aku memperhatikan kondisiku. ”Kalau capek, istirahat ya, dek... Jangan dipaksain...” ujarnya berkali-kali, begitu pula saat sms atau telfon ketika aku tengah di Bali atau di Lombok. Hee, iya-iya, thanks my husband...



Namanya perjalanan, tentu semuanya melelahkan, namun semua itu juga terbayar dengan lokasi-lokasi pariwisata yang indah dan sukses kami kunjungi tanpa halangan yang berarti. Usai menyebrangi pelabuhan Ketapang, Jatim, akhirnya kami masuk ke pelabuhan Gilimanuk, Bali pada tanggal 14 Februari 2011 pukul 6.00 WITA. Perjalanan lalu menuju RM Pantai Soka, Tabanan, kami mandi dan sarapan pagi di sana. Usai makan, lalu berjalan lagi menuju Pantai Benoa. Selama di Bali kami ditemani guide lokal Bali, namanya Pak Putu. Banyak cerita tentang Bali yang ia sampaikan selama perjalanan. Begitu pula ketika menuju Pantai Benoa yang ada di kawasan Nusa Dua, Badung, ikut ditunjukkan lokasi lapangan tenis tempat si Gayus tertangkap basah tengah menonton. Namun, di Pantai Benoa yang kaya akan kegiatan olah raga air ini tidak bisa kumanfaatkan dengan maksimal. Yups, tahu diri dengan kondisi badan. Aku, Yuk Empit, dan Kaka lebih memilih untuk duduk di tepi pantai sambil menikmati makan siang dan es kelapa muda. Kaka sendiri sibuk main pasir di tempat yang teduh. Kondisi Pantai Benoa sedang panas-panasnya saat kami datang, namun yah, berbeda dengan Pantai Kuta, di sini tidak ada turis yang berjemur.

Usai dari Pantai Benoa, kami menuju Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran. Huff, huff, tenyata di sini, kami harus naik tebing karena lokasi patung-patungnya sendiri ada di bukit kapur. Selama perjalanan ke GWK, kita sempat melihat gedung rektorat Universitas Udayana. Hm, tempat GWK ini sendiri ternyata eksotik! Mirip-mirip kalau mau lihat patung Merlion ayah di Pulau Sentosa, Singapore. Ada tempat penjualan souvenirnya juga, tapi aku sendiri cuma beli gantungan kunci boneka GWK warna pink. Itu saja harganya Rp 27.500,- Mahal-mahal, euy!

Nah, abis dari GWK, kita baru ke Joger dan Pantai Kuta. Wih, Bali macet euy! Jadi, ketika sampai di pusat parkir, waktu sudah menunjukkan pukul 5 waktu Bali. Bus memang harus berhenti di pusat parkir, dan kita harus naik angkutan khusus untuk menuju Joger atau Pantai Kuta dengan biaya Rp 3.000,- sekali jalan. Padahal jaraknya sih deket-deket, tapi mungkin ini memang cara Bali untuk mendapatkan pendapatan daerahnya. Fiuh, sampai di Joger, baru kali ini belanja kayak dikejer setan! Hehehe, abis Joger sendiri tutup pukul 6! Jadi, kita hanya punya waktu setengah jam untuk belanja. Aku sendiri, asal desainnya bagus dan ukurannya cocok, langsung saja ambil. Coz, di kasirnya sendiri, harus pake lama nunggu aktivitas pembayaran. Yah, harus diakui di Joger inilah isi dompetku banyak terkuras. Tapi, gak pa-palah, untuk orang-orang tersayang, dan produk-produk Joger emang bagus-bagus, kok!

Nah, keluar dari Joger, waktu sudah pukul 6 lebih. Namun, kita tetap memutuskan untuk mengunjungi Pantai Kuta, tapi ya itu, gak bisa lihat apa-apa lagi. Pas mau kembali ke pusat parkir pun kita kebingungan karena shuttle bus kuning yang katanya mangkal di depan Hard Rock Cafe itu tidak ada. Akhirnya, rombongan yang tertinggal di kloter terakhir ini pun memutuskan untuk naik taksi kijang. Kita ”empel-empelan” di dalam taksi itu, namun jadinya seru juga sih! Kita jadi diajak sopirnya lewat jalan tikus di Legian, dan di sepanjang jalan yang dipenuhi oleh pub-pub dan hotel itu kita melihat para bule berseliweran. Kita juga melewati tugu peringatan bom Bali I.

Sampai di pusat parkir, langsung naik bus, dan kita pun menuju Hotel Nuansa Indah, Denpasar. Aku tentu sekamar sama Yuk Empit dan Kaka. Usai mandi, beres-beres barang, kita pun langsung memilih untuk istirahat. Hal ini karena esok pagi, jam 5, kita sudah harus siap-siap untuk berangkat lagi menuju Lombok. Pukul 5 pun terbangun, sarapan dulu di hotel, lalu rombongan pun kembali berangkat. Kami harus naik kapal lagi dari pelabuhan Padang Bai, Bali menuju pelabuhan Lembar, Lombok. Perjalanan laut menghabiskan waktu 4,5 jam. Cukup lama, namun kehadiran Kaka yang imut benar-benar membuat perjalanan tidak melelahkan. Kaka memang hebat!

Di Lombok, guide pun diambil alih oleh Losta Tour & Travel. Di hari Selasa, 15 Februari 2011 ini, kami mengunjungi tempat kerajinan gerabah Banyumulek, kemudian tempat kerajinan tenunan Sukarara, lalu ke wilayah masyarakat asli Lombok, yakni suku Sasak di Sade. Usai itu perjalanan pun menuju Pantai Tanjung An yang memiliki dua jenis pasir, ada yang halus dan ada yang pasirnya berukuran seperti merica. Wih, seru juga berjalan di pantai ini, kakinya ”mblesek-mblesek” ke pasir. Ada juga bukit karang yang bisa melihat keseluruhan pantai, tapi aku memutuskan untuk tidak naik karena tangga naiknya terlalu menjulang. Dari sini, perjalanan lalu menuju pusat grosir kaos Lombok. Semua pada borong, aku sendiri cuma beli 3 kaos, asal untuk aku sama suamiku aja, deh. Asal ada kenang-kenangannya juga dari Lombok! Nah, baru setelah dari sini kita makan makanan khas Lombok, yakni ayam taliwang dan plecing kangkung di RM 2M. Rasanya lumayanlah. Tapi harga teh manisnya terlalu mahal, Rp 5.000,- (beli sendiri karena tidak termasuk paket konsumsi tour) hanya untuk segelas teh manis? Coba direvisi lagi, deh!

Usai makan, kita pun menuju Hotel Puri Bunga yang ada di kawasan Pantai Senggigi. Wih, bagus, sih bagus hotelnya, kan bintang tiga. Namun lokasi kamarnya itu, yang mengharuskan kita naik beberapa anak tangga untuk mencapainya, jujur, bikin aku ngos-ngosan! Untung cuma 2 malam aku harus menjalani rutinitas ini. Hee...

Nah, di hari Rabu, 16 Februari 2011, aku baru menikmati puncak dari perjalanan tour ini. Yups, Gili Trawangan merupakan lokasi paling hebat dari semuanya. Di Lombok memang ada 3 pulau kecil yang super indah, namanya Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Namun yang paling bagus memang Gili Trawangan. Untuk mencapai pulau-pulau itu kita harus naik kapal motor yang ditempuh sekitar 30 menit dengan biaya per kapal Rp 500.000,- untuk 20 orang pulang-pergi. Jadinya, kita harus mengeluarkan kocek Rp 25.000,-/orang untuk bisa ke sana. Tapi, bener deh, ketika udah sampai ke sana, kita akan menemukan hal lain yang belum pernah kita lihat di tempat lain. Selain ada penangkaran penyu, kita bisa melihat cottage-cottage unik di sepanjang bibir pantai. Jumlah turis mancanegara pun banyak sekali, bahkan kalau kulihat jumlahnya lebih banyak dari WNI. Di sepanjang pantai, kita bisa melihat mereka berenang, berjemur, snorkling, bermain voli. Weeh, dan di sini juga aku bisa melihat sendiri kalau cerita-cerita tentang ”sumur” itu benar-benar ada. Hehehe!

Usai dari Gili Trawangan, rombongan menuju pemandian pengobatan Otak Kokok. Hm, lama di perjalanan aja, nih... Abis harus melewati 3 kabupaten, lho. Capeeek! Kaka sih, bisa langsung mandi-mandi, kalau aku cuma merendam kaki. Yah, kakiku emang membengkak selama perjalanan. Lucu banget liat ukurannya. Hee! Abis dari sini, kita masih sempat ke pusat oleh-oleh Lombok. Ada yang jual makanan khas lombok, termasuk madu dan susu kuda liar, hee... Trus, ada juga yang jual baju dan mutiara. Tapi, mutiara yang dijual di toko, mahal-mahal euy! Paling murah Rp 300.000,-, lainnya jutaan gitu. Jiaaah... Akhirnya, tetep beli perhiasan mutiara, tapi sama penjual di emperan toko. Hihihi!

Malamnya kembali tidur di Hotel Puri Bunga. Paginya, kita berangkat pukul 5 pagi menuju Bali. Akhirnya, setelah perjalanan yang cukup panjang, kita pun tiba di Pasar Seni Sukawati, Gianyar. Di sini, aku lebih memilih untuk membeli lukisan Bali untuk hiasan rumah baruku nanti (baru tapi lama, hehehe...), trus sendal sama kalung. Oya, pas di Lombok, sendalku putus, euy! Jadinya, harus beli sendal baru, deh! Usai belanja, waktu sudah pukul 4 sore. Seharusnya kita mau ke Tanah Lot, tapi kalau maksain ke sana juga, sampainya di sana malam, jadi, kita memutuskan untuk langsung pulang ke Yogyakarta. Sedihnya lagi, Kaka sakit selama perjalanan pulang. Dia muntah, trus badannya agak panas gitu. Cepet sembuh ya, Kaka sayang...

Akhirnya, setelah perjalanan panjang menuju pulang, Kaka dan Yuk Empit turun duluan di depan UNS Solo, pada hari Jumat, 18 Februari 2011. Aku sendiri turun di jembatan Gianti, Yogyakarta, untuk kemudian naik bus jalur 7 menuju kost yang ada di Jakal km 5,6 Yogyakarta. Fiuh, sesampainya di kost, badan rasanya remuk-redam, deh... Langsung mandi dan makan nasi. Tapi, gak malah langsung tidur, aku malah seru liat-liat foto selama perjalanan tour Bali-Lombok. Well, terima kasih Allah, telah memberikan kesehatan dan kesempatan, akhirnya aku bisa menuntaskan keinginanku untuk bisa menginjakkan kaki ke sana. Sekarang, aku sudah puas dan lega! Terima kasih juga untuk Yuk Empit dan Kaka yang udah nemenin, trus untuk Mas Rudy yang udah ngijinin, dan terakhir untuk my mom yang udah ngasih uang saku untuk jajan. Hihihi...

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...