GARIS-GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI
IKATAN ALUMNI SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG
(IA+17 Palembang)
A. VISI
Mewujudkan ikatan alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang dan memberikan kontribusi penting bagi perkembangan pendidikan Indonesia.
B. MISI
1. Berorientasi pada terjalinnya tali silaturahmi yang erat antar alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang.
2. Menjadi mitra sejajar dengan pihak SMA Plus Negeri 17 Palembang dalam membentuk sumber daya manusia yang kritis, kreatif, profesional, berakhlaq dan bermoral.
3. Melaksanakan manajemen terbuka sehingga menjadikan organisasi yang efektif, efisien dan handal.
4. Memberi kontribusi positif pada masyarakat umumnya dan keluarga besar SMA Plus Negeri 17 Palembang khususnya.
C. NILAI-NILAI
◙ Kebersamaan : Setiap langkah organisasi selalu mengutamakan kepentingan bersama Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang dan setiap anggota sadar sebagai bagian dari keluarga besar Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang.
◙ Manfaat : Setiap langkah organisasi harus memberikan manfaat kepada anggota, almamater ataupun masyarakat umum secara luas.
◙ Responsif : Organisasi berjalan atas dasar kebutuhan dan harapan anggota, menghormati gagasan anggota, mendorong partisipasi anggota dan memberikan komitmen kepada anggota.
D. SASARAN
1. Terjalinnya komunikasi yang efektif dan bermanfaat antar anggota IA+17 Palembang.
2. Terciptanya kontribusi yang penting bagi pengembangan IA+17 Palembang dan pendidikan di Indonesia.
E. STRATEGI
1. Mengkoordinasikan persebaran anggota IA+17 Palembang.
2. Menciptakan media komunikasi yang efektif bagi para anggota.
3. Menyelenggarakan forum-forum IA+17 Palembang dalam rangka meningkatkan profesionalisme anggota pada umumnya.
4. Memantapkan peranan IA+17 Palembang dalam wacana pendidikan nasional.
Disahkan di :
Kota : Palembang
Tanggal : 10 November 2004
Oleh :
Ketua Sidang (Henderi)
Anggota 1 (Muhammad Setyadi)
Anggota 2 (Dedi Purwanto)
*) Ditetapkan dalam Musyawarah Nasional I IA+17 Palembang, Selasa-Kamis/9-11 November 2004, bertempat di Ruang Serba Guna SMA Plus Negeri 17 Palembang.
Nih, blog yang sengaja kubuat untuk saling berbagi cerita ttg dunia yang kujalani, ttg hidup yg begitu uniknya, ttg apapun yang berhasil mengusik perhatianku untuk segera kurangkai dalam kata-kata sehingga mengalir sebuah kisah yang menarik...
Selasa, Juli 14, 2009
Jumat, Juli 10, 2009
Meretas Mimpi yang Terkunci
Semua manusia punya masa lalu. Sebagian disembunyikan, sebagian lagi dikeluarkan bahkan diblow-up. Saat kegagalan ada, saat kesedihan menghampiri, saat keburukan yang muncul, manusia berusaha membelenggu diri bahwa itu bukanlah bagian dari hidupnya. Semua sisi negatif itu berada di luar, sisi eksternal yang tak berhak bahkan hanya untuk meresap.
Sesosok tua pun berujar, sudah sewajarnya. Sudah sewajarnya manusia bangga dengan kesuksesan dan mengubur sisi gelap dirinya. Well, karena begitulah yang kulihat akhir-akhir ini. Lihat sosok-sosok manusia yang saat ini rajin berseliweran di media massa, SBY, Michael Jackson, Antasari Azhar, Manohara... Semua menonjolkan sisi positif, namun di pihak lawan, semua meracaunya dengan sisi negatif. Aku sendiri, lebih memilih untuk menjejali pikiranku dengan hal-hal yang positif. Biarlah yang negatif menjadi bagian pihak lain yang akan sedikit demi sedikit mengurangi aura kebahagiaan di senyum yang akan ia tawarkan kepada dunia.
Saat ini, di tengah serbuan cacian dan teriakan kebencian, senyum itu selalu menjadi penawar. Banyak peristiwa yang berusaha mengguncang, membuatku terdiam, namun aku percaya, saat tarikan nafas paling panjang telah terhembus, dan bibirku tertarik ke atas untuk tersenyum, maka semuanya akan baik-baik saja.
Hari demi hari telah berlalu. Sangat menyenangkan bila ada mimpi yang akan dikejar. Namun, bila kini semua mimpi itu hilang? Hidup terasa sangat datar. Tak ada yang menjadi alasan untuk terus berlari dengan kencang. Kini, hanya berjalan pelan, sambil sesekali melepaskan pandangan yang juga pelan... Ritme suara hidupku tak penuh warna lagi, semua menjadi berwarna biru.
Hanya ada satu alasan yang membuatku terus bertahan. Aroma udara itu. Aroma pertemuan dan memaafkan. Sama seperti beberapa waktu lalu, saat dunia sedikit berbaik hati, untuk mempertemukanku kembali dengan seorang teman lama. Ada sisi gelap yang menyelimuti lingkunganku saat itu, saat aku mengenal dia. Namun, sisi gelap itu dibiarkan menjadi masa lalu. Ia tak mengingatnya. Ia hanya menanyakan kabar, dan apa pekerjaanku sekarang.
Mimpi dan mimpi... Begitu banyak mimpi, namun begitu banyak alasan pula yang membuatnya hanya selalu menjadi mimpi. Dunia, sedikit banyak, aku ingin berterima kasih atas apa yang kujalani saat ini, yang kumiliki saat ini. Sungguh, aku berbahagia atas itu... Namun, sesosok tua itu pun berujar, manusia takkan pernah merasa terpuaskan atas apa yang ada. Dan jujur pula kukatakan aku butuh sebuah mimpi lagi yang membuatku merasa hidup ini penuh warna.
Satu mimpi saja... tentang harapan. Jangan biarkan aku menjadi layaknya mumi yang bisa tersenyum namun tak mengerti kepada apa dan siapa senyum itu kutujukan... Aku ingin satu saja mimpiku bisa terbangun, tak hanya terkunci dalam alam bawah sadarku. Sampai kutemukan satu alasan yang benar-benar bisa menyadarkanku tentang pentingnya mengejar mimpiku yang malu untuk kuraih, aku hanya ingin bisa bernafas normal. Tak pendek-pendek, dan tersengal. Tuhan... Bisakah Kau ciptakan lagi keajaiban untukku, sebuah jalan, untuk takdir, agar mimpi itu tak hanya sekedar mimpi...
Sabtu, Juli 04, 2009
Pengen ke Singapore...

Pengen ke Singapore... Hee... Tau nih, beberapa hari terakhir ngebet banget pengen ke luar negeri. Mungkin udah dari dulu sih. Kalo abis nonton film barat, mesti mikir, kapan ya aku bisa ke sana? Pengen ke Liverpool, tempat pemain bola favoritku dulu bercokol, Michael Owen. Ato pengen ke USA, negaranya film Sex in the City maen. Apalagi kalo sekarang suka nonton tayangan Wara-Wirinya si Adul & Komeng. Deuh, bikin jealous aja...
Masih suka membangun sikap feodalisme, kayaknya gak mungkin aku ke luar negeri. Itu kan kerjaannya orang-orang kaya, ato kalo gak orang-orang pinter yang sekalian sekolah di luar negeri bisa jalan-jalan di negara itu. Tapi... anggapan itu berubah, apalagi setelah melihat orang-orang sekitarku yang biasa-biasa aja kayak aku (hee... kurang-lebih), ternyata bisa tuh ke luar negeri. Minimal ke Singapore dan Malaysia. Ini, bukan urusan jadi TKI, bok! Murni cuma mo travelling... :)
Nah, suatu ketika, aku yang emang kerjanya suka nyari-nyari berita tentang pendidikan di koran langganan kantorku, Sumatera Ekspress menemukan iklan undian Tiket Gratis ke Singapore "The Great Singapore Sale 2009". Undian ini berlangsung sejak tanggal 4 Juni - 4 Juli 2009. Jadinya, aku pun mengubek-ubek koleksi koran kantorku sejak tanggal 4 Juni hingga berakhirnya pemasangan tiket itu di tanggal 30 Juni 2009. Selain itu, kadang orang rumah juga suka beli koran ini, jadinya digunting juga deh... Hee... Sampai akhir pengumpulan, koleksi tiket yang akan kukirim itu sebanyak 19 tiket senilai $50 dan 11 tiket senilai $10. Jadi, totalnya senilai $1.060. Semoga ada yang nyangkut, deh... Jadi, bisa menang! Hee... Amin, amin, amin!

Sebenernya, cerita tentang ikut undian ini gak berhenti sampe selesainya tiket terkumpul. Tapi juga, ada cerita ketika aku harus membuat paspor di Kantor Imigrasi Palembang. Wah, jadi rada tengsin nih, harus bagi-bagi cerita tentang hasrat aku pengen ke Singapore. Hue'e'e... Ya, jadi, bermodal informasi gimana caranya bikin paspor dari Mbah Google, trus nanya alamat Kantor Imigrasi Palembang ke Bu Juni (temen sekantor yang udah punya paspor), pergilah aku ke Jakabaring. Itu pun perginya, karena sekalian ada takziyah orang tua tentor di Plaju. Jadi pulangnya, disempetin ke Kantor Imigrasi karena searah.
Sungguh, wanti punya wanti, pengennya lurus-lurus aja bikin paspornya. Tapi apa dikata, karena tiket harus dikirimkan paling lambat hari ini, Sabtu, 4 Juli 2009, aku yang baru ngurus hari Rabu, 1 Juli 2009, terpaksa gak lurus-lurus banget. Hahaha... Udah ah, aku gak mo cerita detil, tapi selama 3 hari, waktuku emang bolak-balik ngurus tuh paspor. Ini nih, detilnya:
Hari pertama: Dateng, beli form, kumpul form+fotokopi kartu keluarga+fotokopi ktp+fotokopi akta kelahiran+surat rekomendasi dari kantor, kasih duit pembuatan paspor
Hari kedua: Dateng, foto, cap 10 jari, wawancara dikit, tanda tangan paspor
Hari ketiga: Dateng, ambil paspor, disuruh fotokopi lembar pertama & belakang, kumpulin fotokopian tsb, pulang!
Nah, jadi seluruh persyaratan sudah lengkap! Ada nomor paspor dan ada nomor NPWP (kalo ini mah, udah bikin dari dulu... hee...). Hari ini, aku mengantarkan langsung 30 tiketku yang sudah terbungkus amplop coklat itu ke Sumatera Ekspress. Sempet panas dingin lho... Hahaha, lebay... Yaah, setiap orang boleh berharap kan? Aku tahu, mungkin sebagian dari kalian bahkan udah ada yang bolak-balik ke luar negeri. Jadi, hasrat pengennya gak lagi sebesar aku. Hee...
Well, kata orang, kalo emang pengen sesuatu, berbuatlah sesuatu, jangan hanya bermimpi. Jadi, walau cuma ikut undian, tapi ini adalah salah satu cara untuk berbuat sesuatu. Kalo gak menang juga gak pa-pa... Manusia kan bisanya berusaha, menang-gaknya tergantung Yang Di Atas. Tapi, kalo bisa sih menang... Hahaha... Ya udah, deh! Singapore, nantikan aku yeee.... Chayooo!!!!
Rabu, Juni 10, 2009
Customer Relations Management
Disingkat dengan CRM. Strategi bisnis yang hasilnya diharapkan akan mengoptimalkan tingkat keuntungan pendapatan dan kepuasan pelanggan. Hal ini dilakukan dengan cara mengorganisasikan segmen-segmen pelanggan, mengarahkan organisasi agar berorientasi kepada kepuasan pelanggan dan mengimplementasikan proses bisnis yang berfokus kepada pelanggan.Penerapan CRM hanya akan optimal jika dibantu dengan teknologi. Sebab, dengan bantuan teknologi maka CRM akan meningkatkan pengetahuan yang mendalam tentang pelanggan, meningkatkan akses bagi pelanggan, menciptakan interaksi dengan pelanggan yang lebih efektif dan integrasi melalui seluruh saluran (channels) serta fungsi-fungsi internal (back office) perusahaan. Tanpa teknologi yang tepat, solusi CRM tidak akan optimal.
Jumat, Juni 05, 2009
8 Logo Nama "NITA"
Nama merupakan anugerah dari orang tua buat kita. Apapun namanya, harusnya kita syukuri. Namun ada banyak cerita, bila nama yang sudah diberikan itu kita ganti. Contohnya tidak perlu jauh-jauh, adik kandung saya sendiri, yang sekarang bernama Dian Novita Sari, dulunya bernama Dian Siti Hardiyati. Lucunya, dia sendiri yang mengganti namanya ketika ia sudah berusia 2 tahun. Ceritanya, dia baru sembuh dari sakit. Bangun tidur, langsung lapor ke ibu minta ganti nama. Coz, dia paling sebel kalo kita panggil Siti. Hehehe... Jadilah, bapak kemudian mengurus pergantian namanya di akte kelahiran.
Nah, kalau aku sendiri, jujur aja, seneng sekali dikasih nama ini oleh orang tuaku: "Sumarni Bayu Anita". Coz, setahu aku, cuma aku satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia ini yang memiliki nama itu. Kalau dipisah satu-satu emang banyak, tapi kalau 3 nama itu digabung, aku yakin cuma aku yang punya. Hee... Jadi, karena namaku terdiri dari 3 kata, aku punya banyak alternatif untuk panggilan nama. Bisa Marnie, Nita, Bayu atau bahkan SBA. SBA sendiri sudah jadi inisial namaku sebelum slogan SBY muncul dimana-mana lho... :)
Nah, secara orang yang suka iseng di dunia maya, gak sengaja kemarin mencoba mencari gambar logo-logo yang menggunakan nama Nita. Wow, ternyata cukup banyak juga... Aku juga nyari dengan nama SBA sih dan lebih banyak hasilnya, tapi aku lebih memilih untuk mempublikasikan yang Nita aja. Hee...
Oya, aku belum cerita ya, kenapa orang tuaku memberikan aku nama Sumarni Bayu Anita. Nah, ceritanya itu kepanjangan lho... Jadi Sumarni itu adalah Su = Sukur Abu Syahid (nama bapakku), Mar = Maret (aku lahir di bulan ini), dan Ni = Niswani (nama ibuku). Kemudian Bayu, secara makna itu artinya angin. Namun secara huruf lagi, Ba = Bandung, jadi ketika aku lahir, bapakku yang tentara lagi ditugaskan belajar di Bandung. Nah, barulah yang Anita, bener-bener dikasih untukku. Jadi namaku adalah Anita. Hahaha... Tuh, histori my mom ketika kutanya... Aku nanyanya pas aku masih SD, entah kalo sekarang ditanya lagi, jawabannya masih sama atau tidak.
Tidak hanya ketika SD, sampai kerja saat ini pun, kadang ejekan melalui nama kerap kali terjadi. Terlebih di namaku yang diawali dengan kata "Sumarni". Yups, aku sadar sih, tuh nama terdengar Javanish banget, dan Javanishnya tempoe doeloe banget... Dan parahnya, kalau di cerita sinetron atau cerpen, lebih banyak jadi nama-nama warga kelas dua, yaa sejenis pembokat, penjual sayur, dll. Nah... itu tuh, yang suka jadi bahan lucu-lucuan, atau bahkan ngeledek beneran untuk aku...
Awalnya, emang suka sensi sendiri dipanggil Sumarni. Dulu pas SD dan SMP emang dipanggil lengkap: Sumarni. Coz, guru kan suka manggil sesuai absen. Tapi waktu SMA, mencoba agak kerenan dikit... Jadi, "Marnie". Hehehe... Nah, pas kuliah, baik D3 maupun S1, nama panggilanku sama dengan panggilan rumah: Nita. Nah, barulah kayaknya aku menjadi diriku sendiri. Huekekek....
Well, alhasil sekarang, kalo ada yang kembali manggil aku dengan sebutan Sumarni, dia mesti aku panggil balik dengan sebutan paling "village" dari namanya. Hahaha... Jadi misal nama panggilannya Okta, eh nama aslinya Oktriyani. Pas dia manggil aku "Sumarni", kupanggil baliklah ia "Oktriyani". Cuma kadang, lucu-lucuan itu suka menyebar... Ah, gimana yaa caranya menyadarkan orang-orang itu kalau meski hanya nama panggilan, namun itu sangat berarti buat kita... :)
Kamis, Juni 04, 2009
My Enneagram is "Petualang"

Barusan, aku ikutan kuis Enneagram di Facebook, dan inilah kutipan hasilnya:
Sumarni ikuti kuis Enneagram, 9 Tipe Kepribadian Manusia. Yang Manakah Kamu? dan hasilnya adalah Petualang
Wow! Pengetahuan baru nih... Sebenarnya apa sih Enneagram itu? Ada artikelnya nih... :)
Apa Enneagram?
Enneagram (kadang-kadang disebut juga Enneagon) adalah gambar/pola geometris bersudut sembilan. Istilah ini berasal dari Bahasa Yunani - ennea (sembilan) and grammos (sesuatu yang ditulis atau digambar).
Gambar/pola Enneagram digunakan untuk beragam tujuan di dalam sejumlah sistem ajaran. Pada akhir-akhir ini pola tersebut menjadi lebih dikenal karena penggunaannya dalam apa yang sering disebut dengan Enneagram Kepribadian (Enneagram of Personality). Asal-usul historisnya masih diperdebatkan tetapi kemungkinan berasal dari tradisi Sufi.
Dalam geometri, sebuah enneagram adalah sebuah polygon bintang biasa bersisi sembilan, menggunakan titik yang sama dengan enneagon biasa tapi dihubungkan dengan jalur-jalur tertentu.f
Pola tersebut memiliki dua bentuk: {9/2} dan {9/4} menghubungkan setiap titik ke-2 dan ke-4 secara berturutan. Ada juga pola bintang , {9/3}, yang terbuat dari titik-titik enneagon biasa tapi merupakan gabungan tiga segitiga sama sisi.
Pemakaian enneagram di masa modern seringkali dikaitkan dengan Georges Ivanovich Gurdjieff (c. 1870-1949) yang terkenal dengan ajaran tradisinya yaitu "Jalan Keempat/Fourth Way". Tulisan-tulisan Gurdjieff mensugestikan perkembangan ajaran ini di Republik Rakyat Cina sebelum kemudian dikenal oleh para Sufi dengan penggambarannya tentang para darwis/dervish Asia Tengah yang mempelajari teori Tiongkok kuno tentang Sembilan Lipatan/Ninefoldedness (Kisah Beelzebub pada Cucunya,” Bab 41).
Pola Enneagram seperti yang dipresentasikan dalam tradisi "Jalan Keempat" mewakili dua hukum kosmik fundamental: kombinasi (disebut dengan Hukum Tiga/Law of Three atau Triads) dan proses (disebut dengan Hukum Tujuh/Law of Seven atau proses). Kombinasi berarti kejadian atau kekuatan yang bergabung menciptakan kejadian baru. Sedangkan 'hukum proses' mengatur tentang bagaimana sesuatu bisa terjadi.
Garis perkembangan ajaran Jalan Keempat dikembangkan dari tulisan-tulisan para murid Gurdjieff - terutama P.D. Ouspensky, Maurice Nicoll, J.G. Bennett dan Rodney Collin. Mereka mengembangkan ide-ide Gurdjieff dan meninggalkan kepentingan mereka sendiri. Banyak kepustakaan yang diabdikan untuk tradisi Gurdjieff-Ouspensky.
Kepribadian manusia dalam sistem enneagram, terbagi menjadi 9 tipe. Renee Baron dan Elizabeth Wagele, lewat buku yang berjudul enneagram, berusaha untuk menjelaskan kesembilan tipe tersebut agar lebih mudah dimengerti.Kesembilan tipe kepribadian tersebut adalah :
Tipe 1 PERFEKSIONIS
Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
Tipe 2 PENOLONG
Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.
Tipe 3 PENGEJAR PRESTASI
Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
Tipe 4 ROMANTIS
Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.
Tipe 5 PENGAMAT
Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.
Tipe 6 PENCEMAS
Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.
Tipe 7 PETUALANG
Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.
Tipe 8 PEJUANG
Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
Tipe 9 PENDAMAI
Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.
Kamis, Mei 28, 2009
Ruangan Panas Otak Encer
Kerja itu dunia yang keras. Itu yang aku denger dari orang-orang yang udah kerja. Jadi, kalo udah mutusin untuk kerja, harus siap-siap aja dengan segala resiko dan pengorbanannya... Tapi... apakah juga harus dengan berkorban dehidrasi terus setiap hari... Hm...
Curhat yee... Hm... Well, sejak Senin (25/5) kemaren, aku bener-bener reposisi dari tempat aku kerja sebelumnya. Sekarang diriku sudah jadi... mm... yups, kalo gak salah namanya Staf Marketing & Promosi. Seperti yang kubilang, adaptasi lagi, tapi... sebenarnya masih mirip-mirip dengan kerjaan di posisi sebelumnya.Nah, yang bikin harus ekstra jaga kondisi badan:
1) Kantorku di lantai 4, dan tidak ada lift... Ups, ah... Terus melangkah, olahraga gratis. Hehehe...
2) Gara-gara di lantai 4, jadi paling dekat dengan matahari. Jadi walau udah ada sejumlah unit Ac teteeep aja puanaaass.... Jadi, setiap hari mesti bawa kipas manual, biar gak terlalu terasa panasnya...
Nah, kalo panas-panas begini, dehidrasi makin parah kadarnya. Maksud hati pengen menghemat untuk beli rumah (huakakak!) malah ketagihan beli es campur terus tiap hari... Lumayan, melegakan tenggorokan... Tapi, kantong jadi jebol. Hee...Nih, beneran lho... Bahkan sekali beli gak cukup 1 bungkus... "Saya minum 2!!!" Hee... Cuma sayangnya, di dekat tempatku (kantor/rumah), gak ada es yang 4 gambarnya aku tampilkan di artikel ini... Hik, hik, ngileeerrrr....... :P
Well, semoga Kota Palembang sedikit bersahabat di esok hari. Lebih mengurangi durasi panasnya... Jadi, kita jadi lebih bisa menikmati hidup... Hue'e'e... Ato, kalo ada yang mo nyediain es campur gratis di kantor setiap jam 2 siang... Wah, betapa menyenangkan hidup ini... Hee...
Langganan:
Postingan (Atom)