Senin, Desember 07, 2009

Kalo Lagi Jutek...


Kalo lagi jutek, pasti aku tidak peduli dengan apapun. Lebih memilih untuk diam. Kemarin, aku malah seharian di kamar, tidur. Kalopun keluar, itu hanya untuk makan. Jadinya, aktivitasku cuma makan-tidur-dan bernyawa.
Sore, aku kembali terbangun dari tidur. Suasana habis hujan terasa lembab di udara. Aku memilih untuk ke halaman depan. Berjalan tanpa alasan kaki dan menuju gundukan batu-batu putih. Kulihat satu batu yang ukurannya berbeda dengan yang lain, ukurannya terlalu besar. Kuputuskan untuk mengambil batu itu, membawanya ke kamar.
Di kamar, lagi-lagi hanya mampu membuatku menyandarkan tubuh di tempat tidur. Sesekali mengubah posisi untuk memperhatikan barang-barang yang tergeletak di lantai. Mataku kembali kosong. Seirama dengan hatiku. Tak tahu apa yang benar-benar ingin kulakukan kini.
Terasa bahwa hidup begitu membosankannya. Kutahu ini hanya masalah mental, bukan momentnya. Andaikan aku mau mengubahnya, dalam sekejap pasti juga bisa... Tapi entahlah, serasa kesepian itu begitu menarik untuk kurasakan saat ini...
Hidup memang bukan hanya tentang kesenangan, tapi juga tentang lara. Saat seperti itu, yang kumau hanya senyuman yang lembut. Mengertilah aku, jangan egois padaku... Tak takutkah, kau akan kehilanganku?
Tak mau lagi berujar. Mungkin file ini pun suatu waktu akan kuhapus untuk menghilangkan jejak kehampaan. See u day, see u in happy time...

Selasa, November 17, 2009

Pembelajaran 10 Hari di Prabumulih


Hidup ini adalah pembelajaran. Aku bisa belajar banyak hal setiap harinya, hal-hal kecil yang mungkin selama ini diremehkan. Ternyata, begitu menarik untuk kucermati dan kupahami makna di baliknya. Pembelajaran-pembelajaran itu yang kini membuatku semakin menghargai waktu yang berlalu dalam hidupku. Waktu yang kadang terasa begitu cepat berlalu.
Hari ini, Senin, 16 November 2009, akhirnya aku kembali pulang ke Palembang. Sebelumnya, selama 10 hari, sejak tanggal 5 November 2009, aku ditugaskan ke GSC Prabumulih untuk membantu persiapan dan pelaksanaan event Try Out Super Akbar GSC Prabumulih yang jatuh pada hari Minggu, 15 November 2009.
Hidup memang bukan cuma tentang tawanya. Hidup penuh dengan tantangan. Masalah-masalah yang muncullah yang membuat adanya solusi-solusi untuk mengatasinya. Bila tidak ada masalah, jelas tak akan pernah ada solusi. Aku belajar untuk itu, untuk cepat mencari solusi, memilih dan segera melakukan aksinya.

(Ket. foto: 1) Suasana Try Out Super Akbar GSC Prabumulih, Minggu/15 November 2009; 2) Juara Terbaik SD mendapatkan sebuah handphone dari GSC; 3) Berbagai hadiah untuk para juara dan doorprize bagi seluruh peserta TO; 4) Mbak Rita & Fanny di ruang CSO; 5) Novita dengan mesin OMR-nya; 6) Suasana di luar gedung GSC menjelang TO sesi pagi; 7) Suasana TO di Aula GSC Prabumulih; 8) Bergaya dikit nih sama adek-adek yang tengah serius... Hehehe...; 9) Outlet GSC Prabumulih di Jl. Jend. Sudirman Prabumulih)

Namun, masalah dan solusi itu hanya salah satu bagian pembelajaran. Masih banyak pembelajaran lain yang kuperoleh. Satu hal yang paling kusukai, yakni: aku suka acara makan malam di kota kelahiranku ini.
Ya, wisata kuliner menjadi nomor wahid untuk kegiatan paling favoritku. Hal ini juga yang kadangkala membuat aku dan suamiku berdebat panjang. Masalahnya, dia lebih suka bila aku menghabiskan uang untuk membeli pakaian atau apapun yang katanya, ujung-ujungnya tidak akan berakhir di toilet. Hee...
Mungkin suamiku benar, tapi makan malam di Prabumulih tidak hanya tentang mengisi perut yang lapar. Tapi juga tentang ekstravaganza setelah seharian berkutat di outlet mengurus kerjaan. Dia pasti juga sudah tahu karakterku yang selalu ingin mencoba hal-hal yang baru, dan yang suka jenuh bila hanya tenggelam di kolam yang sama dalam jangka waktu yang lama.
Kota Prabumulih ternyata cukup unik! Keunikan itu ditemukan saat wisata kuliner itu kulakukan. Pertama, di sini, setiap warung pecel lelenya selalu menyediakan hidangan pembuka, yakni kuah soto. Kayak sup aja kali ya??? Selama di Palembang, maupun Yogya atau kota-kota lain, aku belum pernah ketemu yang seperti ini. Jadi, para pembeli makanan di warung pecel lele itu, selama menunggu pesanan makanannya jadi, mereka akan mendapat kuah soto komplit dengan rajangan kubis, seledri dan bawang goreng. Minusnya, tanpa suwiran daging ayam! Hehehe... ya iyalah, kalo ada, namanya mesen soto ayam!
Kedua, kalo kita beli ayam bakar Soponyono di Prabumulih, sebaiknya dibawa pulang aja. Karena, kalo makan di tempat, kita akan dikenakan pajak 10%. Lumayan juga kan, cuma biaya untuk pinjem piring sama numpang duduk aja dikenakan pajak 10%! Tapi, aku juga harus mengakui sih, sayur asem di sini enak banget! Seger! Tapi, kalo di Palembang bisa dapet gratis, di sini harus bayar! Seporsinya Rp 4.000,- Huhuhu...
Ketiga, Prabumulih miskin toko bakery! Aku cuma menemukan satu toko bakery, namanya aku lupa... Hee... Yang jelas, selain bakery, di sini juga jualan buah. Aku sempat beli puding kiwi dan cheese cake dengan harga rata-rata @ Rp 6.500,- Tapi, aku kecewa ma cheese cakenya! Menurutku, itu gak ada bedanya dengan bolu biasa warna kuning dengan taburan keju. Mana yang rencananya buat sarapan pagi, eh baru satu jam ditinggalin di kamar, kue itu pun sudah dirubungin semut merah... Ugh... terpaksa dimakan malam itu juga! Hehehe...

(Wisata kuliner di Prabumulih, maknyusss.... Hee....)

Well, selain satu warung yang sempat aku maem dengan menu ayam shanghai tanpa tulang, aku suka semua tempat makan yang pernah aku mampiri di Prabumulih. Aku suka sate kambing kecap ”Tiga Saudara”, pindang tulang ”Lombok Ijo”, cumi-cumi saos ”Pecel Lele 1”, ayam goreng sambal pedas ”Pecel Lele 2”, bubur ayam (yang lewat di depan outlet GSC), ayam bakar ”Soponyono”, dan yups, pesta duren di Pasar Prabumulih.
Untuk semua keriuhan makan malam yang menyenangkan itu, layak untuk kuucapkan salam luar biasa untuk semua teman-teman yang saat ini masih berada di GSC Prabumulih. Ada Fikri, Fanny, Mbak Rita, dan Ade. Tetap semangat teman, mereka membutuhkanmu!

Rabu, Oktober 14, 2009

Lady Gaga vs Miyabi


Lady Gaga vs Miyabi? Menarik sekali untuk membandingkan keduanya. Dua-duanya sama-sama cantik, muda, dan eksotis. Namun yang patut kuacungkan jempol untuk keduanya adalah keberanian mereka untuk tampil eksentrik di panggung media. Mungkin akan ada banyak nama lain yang memiliki profesi yang sama dengan mereka. Namun nyatanya, mereka lah yang paling banyak menarik perhatian orang, baik yang pro maupun yang kontra.

Lady Gaga


Aku tahu pertama kali tentang Lady Gaga dari koran langgananku di rumah, Kompas, bulan September kemarin. Di sana diberitakan bahwa kala itu banyak sekali orang-orang yang mendownload lagu-lagu Lady Gaga. Penasaran, di kantor aku pun sibuk mencari lagu-lagunya melalui situs http://www.4shared.com/. Ada 7 lagu yang ku download saat itu, kayak Poker Face, Love Game dan Paparazzi. Awalnya denger biasa aja, tapi setelah diulang-ulang ternyata bagus juga, energik! Esoknya, cari lagi, tapi kali ini video klip dalam bentuk 3gp-nya. Wow, aku suka video klipnya! Apalagi yang Poker Face. Unik banget!
Lady Gaga memiliki nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta. Ia lahir di Yonkers, New York pada tanggal 28 Maret 1986. Ia menulis lagu untuk Interscope Records, selain itu ia sendiri juga menyanyi. Mula-mulanya ia menyanyi di klub-klub di kota New York. Lagu keduanya, yang bertitel "Poker Face" berhasil menjadi posisi pertama di Billboard Hot 100 selama satu minggu. Lagu keduanya ini memiliki kesuksesan yang lebih tinggi dibanding lagu sebelumnya, dan mendapatkan posisi puncak di 25 negara di dunia. Banyak yang bilang, dia adalah Lady Pop Music pengganti Britney Spears. Woo…

Miyabi

Nah, kalo ini mah udah tahu sejak kuliah S1 dulu di Solo. Jadi, udah lama, sekitar tahun 2005. Pas tahu mah, biasa aja. Yang jelas, wajahnya emang baby face. Walau di beberapa foto lain, dia terlihat cukup dewasa. Pas tahu, dia bakal ke Indonesia untuk syuting film ”Menculik Miyabi”, aku sempet terkejut. Masalahnya, dulu ada temenku yang bilang kalo Miyabi udah meninggal karena AIDS. Yaelah, ternyata Miyabi masih sehat wal afiat tho?
Miyabi yang memiliki nama asli Maria Ozawa ini dilahirkan di Hokkaido, Jepang pada 8 Januari 1986 (gak beda jauh sama Lady Gaga ya, umurnya?). Ia bertinggi badan 1,62 meter dan berat 48 kg. Perjalanan karirnya di dunia film porno dimulai dari B-Open, sebuah agen artis terkenal di Jepang. Lalu di bulan Oktober 2005, Miyabi dikontrak oleh S1, sebuah Production House film dewasa Jepang. Di perusahaan inilah, Miyabi pertama kali membintangi "New Face", video porno yang membuat namanya melesat dan terkenal seperti sekarang ini. Di S1, Miyabi membintangi satu judul setiap bulannya sampai Februari 2007. Judul-judul video Miyabi sempat menjuarai kompetisi penjualan terbanyak film-film porno se-Jepang. Ampun, dah! :)

Dari keduanya sebenarnya kita bisa belajar banyak. Aku sendiri, belajar tentang pilihan hidup. Iya, jadi, apa yang terjadi pada kehidupan dua wanita muda ini adalah pilihan hidup mereka sendiri. Untuk menilai baik dan buruk, aku memilih untuk tidak memilih. Berdasarkan moral dan agama, jelas opsi baik tidak untuk kelakuan mereka. Namun, bila berdasarkan kemanusiaan, aku sih tetap menghargai pilihan hidup mereka. Kadang nurani kita sendiri yang mampu menjawab, sekeras apa kita ingin menghujat mereka sehingga kita akan dinilai sebagai sang pembela kebenaran? Aku sendiri ketika menulis ini, memilih untuk tidak membela siapa-siapa. Untuk kali ini, bolehlah kalo aku mo dibilang golput! Huhuhu...
Aku pikir hidup yang mereka jalani justru lebih keras dari apa yang kita lihat. Okelah, tubuh mereka bisa menutupi kekelaman jiwa-jiwa itu. Orang boleh saja syirik dengan tubuh mereka, tapi aku sih percaya, sebagai manusia biasa mereka justru lebih banyak menginginkan hal yang biasa-biasa saja. Nyatanya, mereka terlanjur tercipta di dunia yang demikian. Menjadi icon-icon dunia hiburan yang terus dimanipulasi sebagai bentuk perlawanan dari apa yang sudah menjadi kebiasaan. Dan andaikan waktu bisa diputar balik pun, kita tentunya akan kehilangan contoh tentang nilai-nilai kehidupan yang terdiri dari estetika-estetika yang begitu beragam.
Well, ini hanya sebuah tulisan yang juga biasa-biasa aja. Satu kata yang ingin kutulis sebagai penutup, "Andaikan semua bunga di taman itu berwarna kuning, sungguh betapa tidak menariknya. So, di luar keterbatasan kita untuk menghukum pilihan hidup dan karakter seseorang lebih baik kembalilah memperbaiki diri kita sendiri dulu." Hm, kayaknya itu jauh lebih bernilai untuk dilakukan. Ya gak? Hee... Peace!!! (sba)

Selasa, Oktober 13, 2009

Kerennya Film The Curious Case Of Benjamin Button


Huhuhu! Setelah sekian lama gak nonton film, akhirnya kemaren nyempetin mampir ke Video Ezzy dan pinjem 4 film new release. Salah satunya, ya, film ini: “The Curious Case Of Benjamin Button”. Sebelumnya, aku gak pernah tahu film ini gimana. Gak pernah baca resensinya, maupun direferensi orang yang udah nonton. Aku pilih karena liat covernya bagus, huhuhu... Dan pemain utamanya adalah Brad Pitt. Dan... ada bintang-bintang di cover itu yang kayaknya menunjukkan nih film telah menjuarai sesuatu.
Dan ternyata... Nih, film bener-bener menawarkan cerita yang beda dengan film lain-lainnya. Aku hampir percaya, kalo cerita ini bener-bener ada yang kemudian difilmkan. Gaya berceritanya emang rada mirip dengan film Titanic, yups ada seorang wanita tua yang menceritakan masa lalunya. Tapi... masa lalu wanita ini aku jamin gak kalah keren dengan film Titanic.
Ada 3 vcd yang akan membawamu ke dunia Benjamin Button sehingga waktu 166 menitmu serasa hanyut ke alam imajinasi yang spektakuler. Film yang memenangkan berbagai award dan nominasi, diantaranya 5 penghargaan Golden Globe, 8 dari Broadcast Film Critics, 3 dari National Board of Review, 2 Satellite Awards, 2 dari Graham Burt and Tom Reta serta menjadi -Won Best Art Director- dari perkumpulan pengkritik film Washington DC ini bergenre film fiksi ilmiah romantis.


Tokoh utama di film ini adalah Benjamin Button yang diperankan oleh Brad Pitt dan Daisy yang diperankan oleh Cate Blanchett. Film ini diangkat dari cerita pendek dengan judul yang sama yang terbit pada tahun 1921 karya F. Scott Fitzgerald yang mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang Benjamin Button di New Orleans Louisiana yang mempunyai perkembangan fisik terbalik dari manusia normal. Dari tua manjadi muda.
Film hasil besutan sutradara David Fincher ini, terus berjalan maju-mundur antara cerita sang nenek dengan gambaran masa lalunya. Awalnya, film ini bercerita tentang seorang pembuat jam yang sengaja membuat arah jarum jamnya berjalan mundur. Sang pembuat jam seolah ingin mengembalikan waktu yang sudah terlewat. Tak lama, lahirlah Benjamin Button di masa berakhirnya Perang Dunia I tahun 1918.
Kehidupan Benjamin cukup berliku, setiap kisah hidupnya dibuat detil, terutama tentang kisah percintaannya dengan Deasy. Film ini diceritakan dari sebuah buku harian yang dimiliki oleh Daisy tua yang terbaring di rumah sakit menjalang datangnya badai angin topan Katrina pada tahun 2005 yang kemudian dibacakan oleh anak perempuannya Caroline. Dari buku harian tersebut hadir cerita tentang Benjamin Button.


Benjamin Button lahir dengan tampilan fisik menyerupai orang yang berumur 80 tahun dengan kulit berkerut-kerut. Karena fisiknya yang tidak normal tersebut, maka ayahnya yang seorang pengusaha perusahaan kancing ”The Button Button’s” kemudian berencana untuk membuangnya, namun kemudian menaruhnya di tangga sebuah rumah jompo dengan meninggalkan uang sebanyak 18 dollar.
Di rumah jompo tersebut Benjamin diangkat anak dan diasuh oleh Queenie yang bekerja di panti jompo tersebut. Benjamin tumbuh menjadi anak yang mempunyai penampilan seperti orang jompo dan kemudian bertemu dengan Daisy kecil, cucu seorang penghuni rumah jompo tersebut. Ketika dewasa, Deasy kemudian menjadi penari balet di New York, sedangkan Benjamin menjadi pekerja di sebuah kapal.
Dalam perkembangan hidupnya, Benjamin menjadi semakin muda secara fisik ketika umurnya sudah semakin tua. Akhir cerita dikisahkan bagaimana Daisy menjadi semakin tua dan menjadi nenek-nenek sedangkan Benjamin menjadi semakin muda seperti anak kecil namun mengalami pikun. Akhirnya Benjamin tua menjadi bayi lagi yang kemudian meninggal dalam pelukan hangat Daisy.
Kisah ini, merupakan cara Deasy untuk memberitahu Carolina bahwa Benjamin Button adalah ayah kandungnya. Sebuah kisah yang sangat menyentuh hati. Aku sendiri sempet menangis di salah satu adegan di vcd 3. Well, silahkan tonton kisah yang menarik ini. Banyak sekali pembelajaran yang akan kamu peroleh seusai menontonnya. Dijamin! (sba)

Koleksi Sepatu Nita

Hm… Koleksi sepatu? Sebenernya gak gitu-gitu amat sih… Nih, beli sepatu juga berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan untuk koleksi. Kan ada tuh artis yang koleksi sepatunya sampe ratusan bahkan ribuan pasang. Aku gak sebanyak itu lah (mode on: malu-malu, hehehe...).
Tapi kemaren Minggu (11/10), pulang dari kondangan tempat mamang (paman) di kawasan Kertapati – Palembang, aku ma Dewi adikku sempet mampir ke PIM (Palembang Indah Mall) kembali untuk beli sepasang sepatu. Nah, kalo aku kasih referensi beli sepatu itu bagusnya di Icon99 – PIM atau di Idaman – PS (Palembang Square). Kenapa? Tentu ada alasan menarik untuk itu:

Icon99 – PIM
Toko sepatu Icon99 adanya di lantai 3 PIM.Eh, 2 apa 3 ya? Hehehe.... Aku suka beli di sana karena modelnya unik-unik. Gak terlalu aneh kayak Gosh, tapi modelnya jarang ada di pasaran. Harganya pun pas banget di kantong, paling berkisar Rp 119.000,- Aku sukanya beli yang harganya segitu! Apalagi sekarang di Icon99 berlaku diskon 10% untuk pemegang YMC (Yamaha Member Card). Kebetulan, aku kan membernya... Nah, di bawah ini 3 sepatu yang pernah aku beli di Icon99. Modelnya agak besar di depan, jadi pas banget dengan bentuk kaki aku yang rada lebar. Hohoho...

(My favorite shoes. Nih, semua beli di Icon99. Yang item teplek & penuh kancing di bawah, itu yang baru aku beli Minggu kemaren. Kalo yang coklat, itu dibeliin suamiku. Hee... Kalo yang item atas, tuh, udah lama banget, tapi sayang sekali kalo mo dibuang. Hee...)

Idaman – PS
Dulu, jarang-jarang beli di toko ini, abis harganya emang rada mahal. Tapi, pas mo nyari barang-barang hantaran pas nikah dulu, jadinya toko ini termasuk salah satu yang dijajah. Hehehe... Akhirnya beli satu, sepatu khusus untuk ke kantor. Ternyata harga sesuai kualitas. Udah hampir 5 bulan pake, tuh sepatu gak rusak. Paling tergores gara-gara aku harus nyetir motor. Oya, satu lagi sepatu dari toko ini merupakan pemberian salah seorang sahabat untuk hadiah pernikahanku. Sama awetnya! Fotonya? Ada tuh di bawah.

(Dua koleksi sepatu kerjaku yang belinya di Toko Sepatu Idaman - PS. Yups, haknya mesti tinggi. Nyesuaiin ma tinggi badan. Hehehe...)

Lain-lain
Nah, kalo selain dari dua toko itu, jelas banyak alasan. Pertama harga lebih murah. Jadi, iseng aja kalo pas jalan lihat ada sepatu lumayan unik, trus beli. Ato kedua, karena kado dari orang. Oya, ada satu toko lagi yang juga suka jadi referensi. Yups, Toko Sepatu Buccheri – PS. Nih, mesti selalu ngasih diskon antara 30 % sampe 70 % hampir di sepanjang tahun. Jadi, jatuh-jatuhnya harga sepatu itu Rp 120.000,- kurang lebih.

(Nih, koleksi sepatuku yang laen... Modelnya macem-macem. Jadi, bisa milih hari ini pake apa, besok pake apa... Kalo punya sepatu, kalo belum rusak beneeer, belom mo dibuang biasanya. Hehehe...)

Sepatu emang jadi salah satu kebutuhan sandang selain baju. Jadi, gak bisa dianggap gak penting. Walau, pas beli jelas ada beberapa prinsip dasar yang gak bisa dilupain: yups, harus bagus, berkualitas, dan harganya terjangkau. Hehehe... Ya iyalah, dimana-mana juga gitu, yak? Hee... (sba)

Jumat, Oktober 09, 2009

Pesta Blogger 2009 di Palembang

(With Mr. Anthony, blogger asal Australia. Kika: aku, Mr. Anthony, Widya & Dewi)

Gak dinyana, mengikuti Pesta Blogger 2009 memberikan banyak dampak positif buatku. Selain ada beberapa hal yang bikin sedih. Yak, aku kehilangan pin US Ambassy yang baru saja aku dapatkan semalam dari doorprize ketika ikut di acara malam Meet & Greet Blogger Palembang di Restoran Riverside.

(Gak jadi nyesel gak jadi pulang duluan... Hehehe! Apalagi pas ngeliat makanan mulai disajikan di meja... Hm... Ada ikan gurame tepung, ikan tenggiri bakar, ayam goreng... :))

Ngomong-ngomong aku baru pertama kali ini lho, ke resto ini. Ternyata emang bener-bener keren, apalagi kalo malem! Lampu-lampu di Jembatan Ampera bener-bener menggoda mata melihatnya. Hee...

(Aku ketika Workshop Pengenalan & Pembuatan Blog Pesta Blogger 2009, di Aula Telkom Sudirman Lt. 4 Palembang)

Ikut acara ini banyak deg-degannya. Harus pake strategi si pitung segala, biar bisa ikut kedua-duanya... Hehehe! Semoga bisa termaafkan dengan tekad kuat, maksud aku baik kok! Hehehe... Kalo gak ngerti maksudnya, yo wess... Gak usah diperpanjang. :P

(Indahnya Jembatan Ampera dari Restoran Riverside)

Ketimbang workshopnya, jelas aku suka meet & greetnya. Kenapa? Coz, aku dapet buanyaaak hadiah... Hohoho! Walau sedihnya, ya itu tadi... Hadiah yang paling aku suka: PIN US AMBASSY ternyata hilang. Entah tercecer di mana. Andai ada orang yang berbaik hati mengembalikannya padaku.... Woooh... Gimana mo balikin? Wong gak ada namanya di sono. Hik, hik, hik!

(Berfoto bersama pembicara Blogshop, sang nonadita.com)

Hm, ada ajang di mana aku harus buang jauh rasa maluku ke sungai musi yang paling dalam. Yups, acara pecah telok. Awalnya iseng aja, sih... Coba-coba! Eh, ternyata tahan banting juga! Hehehe... Sama MC-nya yang jayus, aku yang seharusnya udah lulus dari awal, sengaja dilama-lamain dikerjain. (Biar Tuhan yang membalas, huahaha!!!) Di sana, aku memilih untuk bernyanyi sambil memperkenalkan diri: nama, ttl, alamat, kerjaan, status. Deuh, gara-gara itu, suaraku jadi habis beneran. Akibatnya, pas sosialisasi GSC tadi pagi di SMAN 3 Palembang, suaraku bener-bener parah. Hee...

(Iklan Sumatera Ekspress yang mampu menjadi media sangat berguna... Hee...)

Oya, pas acara pra kelulusan itu, aku sempet dikasih teka-teki yang aku harus jawab. Pertanyaannya: "Apa persamaan air susu ibu sama air mineral?" Haa, yang jelas aku belum pernah mendengar pertanyaan ini sebelumnya. Tapi, aku memilih untuk menjawab: "Sama-sama dari sumber yang terpercaya". Dan, surpriseee aku dapet tepukan dari semua yang datang malam itu. Sueneengnya.... :)

(Kata sambutan dari US Embassy. Pake transletter tuh... So far i can understood-lah... Hehehe)

Akhirnya, resmilah aku menjadi member Komunitas Blogger Wongkito Palembang. Ditandai dengan disematkannya Pin Kelulusan Pecah Telok oleh Jafis, humasnya wongkito.net. Thanks yaaa.... Nih, bener-bener sebuah langkah maju untuk mimpiku berikutnya! :)

(With Dian, my sister di acara Meet & Greet. "Yuk Nita, kapan pulangnya, besok aku ulangan..." Hehehe... Kita pulang jam 22.30 malem, bok!)

Well, thanks for Dewi, Ketik & Dian yang udah mo ikutan di acara Pesta Blogger 2009. Gak nyesel kan? Hehehe... Juga buat Mbak Nike yang udah ngajak kita ngobrol-ngobrol... Juga buat Tedi & Juju yang udah nungguin di BKB semaleman... Hahaha.... Sukses buat Pesta Blogger 2009 deh! Oya, kalo mo liat hasil praktek blogku pas acara workshop, bisa di http://misscantik.dagdigdug.com

Senin, September 14, 2009

Selamat Idul Fitri 1430 H

Bentar lagi lebaran, nih... Ancang-ancang buat ngucapin duluan, sebelum ntar cukup lama gak menyentuh jaringan internet karena harus berlayar ke Yogyakarta. (Yaaa... internet gratisan dari kantor, sih... Hehehe...)
So, dari lubuk hati yang paling dalam, saya atas nama pribadi, mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1430 H
Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir & Batin

Palembang, 14 September 2009

Sumarni Bayu Anita, S.Sos
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...