Selasa, Januari 31, 2017

Januari 2017: Awal Tahun Yang Menyenangkan

Mulai bulan ini, setiap akhir bulan saya mau mulai menulis tentang rangkuman kegiatan menarik yang saya lakukan selama satu bulan itu. Syukur-syukur saya bisa flash back ke belakang karena banyak sekali kegiatan yang sayang sekali jika tidak terdokumentasikan. Bagi saya blog kadang menjadi media dokumentasi pribadi. Kegiatan menulis blog yang sudah dimulai sejak tahun 2008 lalu ini ikut menjadi pengingat bahwa saya terus bertumbuh. Cerita hidup itu selalu ada dan kadang menarik untuk diceritakan. Bagi saya juga hidup adalah kesempatan satu kali yang tidak bisa terulang lagi. Jadi meski ada peristiwa yang mungkin buruk, namun dengan sedikit mengubah sudut pandang, dia bisa menjadi baik.

Jadi, apa yang akan saya ceritakan selama satu bulan di bulan Januari 2017 kemarin? Akan ada 8 hal utama yang berkesan bagi saya di setiap bulan. Kok 8? Ya, karena saya suka angka 8. Saya lahir di tanggal 8, jadi saya merasa hokinya di angka itu. Jadi, inilah 8 hal yang saya sukai di bulan Januari tahun 2017:

Selasa, Desember 20, 2016

Menyambut Harbolnas Dengan Menjadi Narasumber Publika - TVRI Sumsel

Jam tangan saya masih menunjukkan pukul 08.00 WIB ketika handphone saya berdering dari nomor asing. Saya yang sudah berada di Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka pagi itu, masih juga sibuk dengan materi borang jurusan yang deadline hari ini. Lima belas menit kemudian, dering telepon itu berbunyi lagi. Sepertinya penting, kalau orang kembali menelfon dengan jeda wajar 15 menit seperti saat ini. Saya pun mengangkatnya, “Hallo?”

“Hallo, assalamualaikum, Nita?”
“Iya, waalaikumsalam. Ini siapa yaa?”
“Nita, ini Mbak Rika – TVRI.”
Weeeh... Ada apa ya, tumben Mbak Rika menelfon. “Eh, Mbak Rika... Apa kabar, Mbak? Ada yang bisa dibantu?”
“Nita, Mbak mau undang untuk acara Publika sore ini. Kita mau angkat tema tentang Harbolnas. Nita nanti bicara dari aspek media mewakili akademisi. Nanti ada Yan, dia mengangkat dari sisi konsumen.”
Wah, tawaran luar biasa ini, saya harus ambil kesempatan yang mesti gak akan datang dua kali. Dan tentu saja, saya langsung menyanggupinya. Meski ketika Mbak Rika mengatakan saya harus sudah berada di TVRI Sumsel pada pukul 15.30 WIB karena syuting live untuk acara Publika itu berlangsung di pukul 16.00-17.00 WIB.

Minggu, November 27, 2016

Beautea Time With Moz5 OPI Mall Palembang

“Mbak Nita, hari Sabtu depan bisa ikut ke Moz5? Ada event blogger di sana siang?”
“Moz5 itu salon muslimah yang di Palembang Square itu kan Mbak Rita?”
“Iya, tapi ini buka lagi di OPI Mall. Mbak Nita bisa dateng?”
“Oya, bisa Mbak. Jadwal ngajar saya cuma pagi kalo Sabtu.”

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Saya yang lagi butuh observasi tempat salon untuk perawatan tubuh diberikan undangan untuk datang di acaranya Salon Moz5 OPI Mall Palembang, Sabtu, 26 November 2016, pukul 13.00-17.30 WIB yang bertajuk "Beautea Time With Moz5 OPI Mall Palembang". Undangan kali ini muncul melalui Mbak Rita Asmaraningsih, yang sama-sama anggota Blogger Perempuan Palembang.
---

Senin, Oktober 17, 2016

Melestarikan Budaya Makan Pempek di Ajang Pempek Festival Palembang Icon

Oleh Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A
Penulis Buku “Pempek Palembang”, Dosen dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang

Setiap kita yang menyatakan diri bagian dari masyarakat tertentu, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan apa yang menjadi budaya di tengah masyarakat yang kita diami, baik material culture maupun immaterial culture. Seperti yang terjadi dalam Pempek Festival yang dilaksanakan di Palembang Icon, Kamis-Minggu, 13-16 Oktober 2016. Secara tidak sadar, orang-orang yang terlibat di dalamnya sudah mengambil bagian tanggung jawab itu: melestarikan budaya makan pempek.

Sebagai penulis Buku Pempek Palembang (2014) dan sekaligus pengamat budaya untuk aspek kuliner di Kota Palembang, selama 4 hari berada di event tersebut, saya sadar bahwa banyak orang yang masih memiliki kepedulian yang sangat tinggi untuk mencoba memperjelas identitas yang mereka miliki. Ada banyak rasa sangsi apakah suatu event akan berhasil atau tidak, namun di event yang juga dihadiri oleh Bapak Gubenur Sumatera Selatan, Ir. H. Alex Noerdin di hari pertamanya itu benar-benar menyedot masyarakat Palembang maupun non Palembang untuk hadir di dalamnya.

Kamis, September 22, 2016

ASUS ROG STRIX GL502VS Luar Biasa: Ketika Gamers Sejati Menemukan Belahan Hidupnya

Because I believe that the truth is far more important than the facts. (Advent Jose)

Saya suka kalimat ini. Kalimat yang muncul di slide terakhir presentasi produk ASUS ROG GL502VS yang dilakukan hari ini, Kamis, 22 September 2016 di Hotel Aryaduta Palembang yang disampaikan oleh Mas Jose. Bahwa kita percaya kebenaran itu lebih penting dari kenyataan. Dan kebenarannya yang saya juga saya peroleh hari ini adalah bahwa untuk bisa menikmati kenyamanan yang totalitas maka kita butuh alat untuk menyeimbangkan keinginan itu. Dan itu juga menjawab kegelisahan saya dua bulan terakhir ini.

Minggu, September 18, 2016

Belajar Membuat Pempek Bersama Kompasiana Palembang

Kalo ngomongin orang Palembang, mesti semua suka makan pempek. Yang gak suka patut dipertanyakan identitasnya. :D Nah, tapi gak semuanya bisa buat pempek. Mungkin ikut resep yang beredar di buku-buku resep juga bisa. Tapi untuk bisa membuat pempek dan cuko yang enak itu ternyata ada tekniknya.

Beruntung saya bisa ikut Pelatihan Membuat Pempek Bersama Kompasiana Palembang (Kompal) pada hari Sabtu, 28 Agustus 2016 pukul 14.00-19.00 WIB lalu. Ceritanya saya diundang sebagai narasumber, terutama diminta untuk menerangkan tentang sejarah pempek. Iya, hal ini lantaran saya sudah menulis Buku Pempek Palembang (2014). Awalnya juga diminta sebagai pelatih untuk membuat pempek. Hahaha, tapi dari awal saya sudah bilang, “Wah, bukan bidang saya, Mbak Elly. Saya ini peneliti bukan chef,” ujar saya waktu diminta sama makminnya Kompal satu bulan yang lalu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...