Rabu, Desember 16, 2009

Ketika Tahun 2010 Sudah Di Depan Mata



Sebuah judul tulisan yang kubaca di headline Kompas hari ini, Rabu/16 Desember 2009. Menggugah aku untuk memberanikan diri membuat resolusi tahun 2010. Awalnya takut, tak berani menulis. Segan untuk kecewa lagi. Namun, sudahlah... Terlalu pusing melihat raut orang-orang yang tanpa senyum di sini. Seolah mereka adalah pemaham segenap masalah, padahal yang kutangkap tak ada ide yang menarik. Hanya dikte dan dikte.

Well, apa resolusiku tahun ini? Aku ingin perubahan. Kurasa aku hanya akan stagnan dan kemudian mati rasa bila terus begini. Tak masalah mereka menutup mata atas apa yang telah kulakukan. Mengecap manisnya prestasi yang pernah kuukir. Hh sudahlah, tak perlu tepuk tangan, aku pun tidak membutuhkannya. Aku hanya ingin hidup baru yang nyata karena ada hal yang harus kukejar.

Hidup memang terus berjalan, saat satu mimpi telah terpenuhi, akan muncul mimpi yang lain. Melihat mimpi-mimpi masa lalu, senang sekali bisa mendapatkannya kini. Sebut saja, aku telah menikah, sudah bisa bekerja dengan mendapatkannya sendiri, sudah berani naik motor bahkan sudah bisa ngebut (hehehe...), sudah bisa bantu adikku lulus SMP dan masuk SMA favorit, sudah punya tabungan untuk segera memulai usaha sendiri.

Senin, Desember 07, 2009

Kalo Lagi Jutek...


Kalo lagi jutek, pasti aku tidak peduli dengan apapun. Lebih memilih untuk diam. Kemarin, aku malah seharian di kamar, tidur. Kalopun keluar, itu hanya untuk makan. Jadinya, aktivitasku cuma makan-tidur-dan bernyawa.
Sore, aku kembali terbangun dari tidur. Suasana habis hujan terasa lembab di udara. Aku memilih untuk ke halaman depan. Berjalan tanpa alasan kaki dan menuju gundukan batu-batu putih. Kulihat satu batu yang ukurannya berbeda dengan yang lain, ukurannya terlalu besar. Kuputuskan untuk mengambil batu itu, membawanya ke kamar.
Di kamar, lagi-lagi hanya mampu membuatku menyandarkan tubuh di tempat tidur. Sesekali mengubah posisi untuk memperhatikan barang-barang yang tergeletak di lantai. Mataku kembali kosong. Seirama dengan hatiku. Tak tahu apa yang benar-benar ingin kulakukan kini.
Terasa bahwa hidup begitu membosankannya. Kutahu ini hanya masalah mental, bukan momentnya. Andaikan aku mau mengubahnya, dalam sekejap pasti juga bisa... Tapi entahlah, serasa kesepian itu begitu menarik untuk kurasakan saat ini...
Hidup memang bukan hanya tentang kesenangan, tapi juga tentang lara. Saat seperti itu, yang kumau hanya senyuman yang lembut. Mengertilah aku, jangan egois padaku... Tak takutkah, kau akan kehilanganku?
Tak mau lagi berujar. Mungkin file ini pun suatu waktu akan kuhapus untuk menghilangkan jejak kehampaan. See u day, see u in happy time...

Selasa, November 17, 2009

Pembelajaran 10 Hari di Prabumulih


Hidup ini adalah pembelajaran. Aku bisa belajar banyak hal setiap harinya, hal-hal kecil yang mungkin selama ini diremehkan. Ternyata, begitu menarik untuk kucermati dan kupahami makna di baliknya. Pembelajaran-pembelajaran itu yang kini membuatku semakin menghargai waktu yang berlalu dalam hidupku. Waktu yang kadang terasa begitu cepat berlalu.
Hari ini, Senin, 16 November 2009, akhirnya aku kembali pulang ke Palembang. Sebelumnya, selama 10 hari, sejak tanggal 5 November 2009, aku ditugaskan ke GSC Prabumulih untuk membantu persiapan dan pelaksanaan event Try Out Super Akbar GSC Prabumulih yang jatuh pada hari Minggu, 15 November 2009.
Hidup memang bukan cuma tentang tawanya. Hidup penuh dengan tantangan. Masalah-masalah yang muncullah yang membuat adanya solusi-solusi untuk mengatasinya. Bila tidak ada masalah, jelas tak akan pernah ada solusi. Aku belajar untuk itu, untuk cepat mencari solusi, memilih dan segera melakukan aksinya.

(Ket. foto: 1) Suasana Try Out Super Akbar GSC Prabumulih, Minggu/15 November 2009; 2) Juara Terbaik SD mendapatkan sebuah handphone dari GSC; 3) Berbagai hadiah untuk para juara dan doorprize bagi seluruh peserta TO; 4) Mbak Rita & Fanny di ruang CSO; 5) Novita dengan mesin OMR-nya; 6) Suasana di luar gedung GSC menjelang TO sesi pagi; 7) Suasana TO di Aula GSC Prabumulih; 8) Bergaya dikit nih sama adek-adek yang tengah serius... Hehehe...; 9) Outlet GSC Prabumulih di Jl. Jend. Sudirman Prabumulih)

Namun, masalah dan solusi itu hanya salah satu bagian pembelajaran. Masih banyak pembelajaran lain yang kuperoleh. Satu hal yang paling kusukai, yakni: aku suka acara makan malam di kota kelahiranku ini.
Ya, wisata kuliner menjadi nomor wahid untuk kegiatan paling favoritku. Hal ini juga yang kadangkala membuat aku dan suamiku berdebat panjang. Masalahnya, dia lebih suka bila aku menghabiskan uang untuk membeli pakaian atau apapun yang katanya, ujung-ujungnya tidak akan berakhir di toilet. Hee...
Mungkin suamiku benar, tapi makan malam di Prabumulih tidak hanya tentang mengisi perut yang lapar. Tapi juga tentang ekstravaganza setelah seharian berkutat di outlet mengurus kerjaan. Dia pasti juga sudah tahu karakterku yang selalu ingin mencoba hal-hal yang baru, dan yang suka jenuh bila hanya tenggelam di kolam yang sama dalam jangka waktu yang lama.
Kota Prabumulih ternyata cukup unik! Keunikan itu ditemukan saat wisata kuliner itu kulakukan. Pertama, di sini, setiap warung pecel lelenya selalu menyediakan hidangan pembuka, yakni kuah soto. Kayak sup aja kali ya??? Selama di Palembang, maupun Yogya atau kota-kota lain, aku belum pernah ketemu yang seperti ini. Jadi, para pembeli makanan di warung pecel lele itu, selama menunggu pesanan makanannya jadi, mereka akan mendapat kuah soto komplit dengan rajangan kubis, seledri dan bawang goreng. Minusnya, tanpa suwiran daging ayam! Hehehe... ya iyalah, kalo ada, namanya mesen soto ayam!
Kedua, kalo kita beli ayam bakar Soponyono di Prabumulih, sebaiknya dibawa pulang aja. Karena, kalo makan di tempat, kita akan dikenakan pajak 10%. Lumayan juga kan, cuma biaya untuk pinjem piring sama numpang duduk aja dikenakan pajak 10%! Tapi, aku juga harus mengakui sih, sayur asem di sini enak banget! Seger! Tapi, kalo di Palembang bisa dapet gratis, di sini harus bayar! Seporsinya Rp 4.000,- Huhuhu...
Ketiga, Prabumulih miskin toko bakery! Aku cuma menemukan satu toko bakery, namanya aku lupa... Hee... Yang jelas, selain bakery, di sini juga jualan buah. Aku sempat beli puding kiwi dan cheese cake dengan harga rata-rata @ Rp 6.500,- Tapi, aku kecewa ma cheese cakenya! Menurutku, itu gak ada bedanya dengan bolu biasa warna kuning dengan taburan keju. Mana yang rencananya buat sarapan pagi, eh baru satu jam ditinggalin di kamar, kue itu pun sudah dirubungin semut merah... Ugh... terpaksa dimakan malam itu juga! Hehehe...

(Wisata kuliner di Prabumulih, maknyusss.... Hee....)

Well, selain satu warung yang sempat aku maem dengan menu ayam shanghai tanpa tulang, aku suka semua tempat makan yang pernah aku mampiri di Prabumulih. Aku suka sate kambing kecap ”Tiga Saudara”, pindang tulang ”Lombok Ijo”, cumi-cumi saos ”Pecel Lele 1”, ayam goreng sambal pedas ”Pecel Lele 2”, bubur ayam (yang lewat di depan outlet GSC), ayam bakar ”Soponyono”, dan yups, pesta duren di Pasar Prabumulih.
Untuk semua keriuhan makan malam yang menyenangkan itu, layak untuk kuucapkan salam luar biasa untuk semua teman-teman yang saat ini masih berada di GSC Prabumulih. Ada Fikri, Fanny, Mbak Rita, dan Ade. Tetap semangat teman, mereka membutuhkanmu!

Rabu, Oktober 14, 2009

Lady Gaga vs Miyabi


Lady Gaga vs Miyabi? Menarik sekali untuk membandingkan keduanya. Dua-duanya sama-sama cantik, muda, dan eksotis. Namun yang patut kuacungkan jempol untuk keduanya adalah keberanian mereka untuk tampil eksentrik di panggung media. Mungkin akan ada banyak nama lain yang memiliki profesi yang sama dengan mereka. Namun nyatanya, mereka lah yang paling banyak menarik perhatian orang, baik yang pro maupun yang kontra.

Lady Gaga


Aku tahu pertama kali tentang Lady Gaga dari koran langgananku di rumah, Kompas, bulan September kemarin. Di sana diberitakan bahwa kala itu banyak sekali orang-orang yang mendownload lagu-lagu Lady Gaga. Penasaran, di kantor aku pun sibuk mencari lagu-lagunya melalui situs http://www.4shared.com/. Ada 7 lagu yang ku download saat itu, kayak Poker Face, Love Game dan Paparazzi. Awalnya denger biasa aja, tapi setelah diulang-ulang ternyata bagus juga, energik! Esoknya, cari lagi, tapi kali ini video klip dalam bentuk 3gp-nya. Wow, aku suka video klipnya! Apalagi yang Poker Face. Unik banget!
Lady Gaga memiliki nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta. Ia lahir di Yonkers, New York pada tanggal 28 Maret 1986. Ia menulis lagu untuk Interscope Records, selain itu ia sendiri juga menyanyi. Mula-mulanya ia menyanyi di klub-klub di kota New York. Lagu keduanya, yang bertitel "Poker Face" berhasil menjadi posisi pertama di Billboard Hot 100 selama satu minggu. Lagu keduanya ini memiliki kesuksesan yang lebih tinggi dibanding lagu sebelumnya, dan mendapatkan posisi puncak di 25 negara di dunia. Banyak yang bilang, dia adalah Lady Pop Music pengganti Britney Spears. Woo…

Miyabi

Nah, kalo ini mah udah tahu sejak kuliah S1 dulu di Solo. Jadi, udah lama, sekitar tahun 2005. Pas tahu mah, biasa aja. Yang jelas, wajahnya emang baby face. Walau di beberapa foto lain, dia terlihat cukup dewasa. Pas tahu, dia bakal ke Indonesia untuk syuting film ”Menculik Miyabi”, aku sempet terkejut. Masalahnya, dulu ada temenku yang bilang kalo Miyabi udah meninggal karena AIDS. Yaelah, ternyata Miyabi masih sehat wal afiat tho?
Miyabi yang memiliki nama asli Maria Ozawa ini dilahirkan di Hokkaido, Jepang pada 8 Januari 1986 (gak beda jauh sama Lady Gaga ya, umurnya?). Ia bertinggi badan 1,62 meter dan berat 48 kg. Perjalanan karirnya di dunia film porno dimulai dari B-Open, sebuah agen artis terkenal di Jepang. Lalu di bulan Oktober 2005, Miyabi dikontrak oleh S1, sebuah Production House film dewasa Jepang. Di perusahaan inilah, Miyabi pertama kali membintangi "New Face", video porno yang membuat namanya melesat dan terkenal seperti sekarang ini. Di S1, Miyabi membintangi satu judul setiap bulannya sampai Februari 2007. Judul-judul video Miyabi sempat menjuarai kompetisi penjualan terbanyak film-film porno se-Jepang. Ampun, dah! :)

Dari keduanya sebenarnya kita bisa belajar banyak. Aku sendiri, belajar tentang pilihan hidup. Iya, jadi, apa yang terjadi pada kehidupan dua wanita muda ini adalah pilihan hidup mereka sendiri. Untuk menilai baik dan buruk, aku memilih untuk tidak memilih. Berdasarkan moral dan agama, jelas opsi baik tidak untuk kelakuan mereka. Namun, bila berdasarkan kemanusiaan, aku sih tetap menghargai pilihan hidup mereka. Kadang nurani kita sendiri yang mampu menjawab, sekeras apa kita ingin menghujat mereka sehingga kita akan dinilai sebagai sang pembela kebenaran? Aku sendiri ketika menulis ini, memilih untuk tidak membela siapa-siapa. Untuk kali ini, bolehlah kalo aku mo dibilang golput! Huhuhu...
Aku pikir hidup yang mereka jalani justru lebih keras dari apa yang kita lihat. Okelah, tubuh mereka bisa menutupi kekelaman jiwa-jiwa itu. Orang boleh saja syirik dengan tubuh mereka, tapi aku sih percaya, sebagai manusia biasa mereka justru lebih banyak menginginkan hal yang biasa-biasa saja. Nyatanya, mereka terlanjur tercipta di dunia yang demikian. Menjadi icon-icon dunia hiburan yang terus dimanipulasi sebagai bentuk perlawanan dari apa yang sudah menjadi kebiasaan. Dan andaikan waktu bisa diputar balik pun, kita tentunya akan kehilangan contoh tentang nilai-nilai kehidupan yang terdiri dari estetika-estetika yang begitu beragam.
Well, ini hanya sebuah tulisan yang juga biasa-biasa aja. Satu kata yang ingin kutulis sebagai penutup, "Andaikan semua bunga di taman itu berwarna kuning, sungguh betapa tidak menariknya. So, di luar keterbatasan kita untuk menghukum pilihan hidup dan karakter seseorang lebih baik kembalilah memperbaiki diri kita sendiri dulu." Hm, kayaknya itu jauh lebih bernilai untuk dilakukan. Ya gak? Hee... Peace!!! (sba)

Selasa, Oktober 13, 2009

Kerennya Film The Curious Case Of Benjamin Button


Huhuhu! Setelah sekian lama gak nonton film, akhirnya kemaren nyempetin mampir ke Video Ezzy dan pinjem 4 film new release. Salah satunya, ya, film ini: “The Curious Case Of Benjamin Button”. Sebelumnya, aku gak pernah tahu film ini gimana. Gak pernah baca resensinya, maupun direferensi orang yang udah nonton. Aku pilih karena liat covernya bagus, huhuhu... Dan pemain utamanya adalah Brad Pitt. Dan... ada bintang-bintang di cover itu yang kayaknya menunjukkan nih film telah menjuarai sesuatu.
Dan ternyata... Nih, film bener-bener menawarkan cerita yang beda dengan film lain-lainnya. Aku hampir percaya, kalo cerita ini bener-bener ada yang kemudian difilmkan. Gaya berceritanya emang rada mirip dengan film Titanic, yups ada seorang wanita tua yang menceritakan masa lalunya. Tapi... masa lalu wanita ini aku jamin gak kalah keren dengan film Titanic.
Ada 3 vcd yang akan membawamu ke dunia Benjamin Button sehingga waktu 166 menitmu serasa hanyut ke alam imajinasi yang spektakuler. Film yang memenangkan berbagai award dan nominasi, diantaranya 5 penghargaan Golden Globe, 8 dari Broadcast Film Critics, 3 dari National Board of Review, 2 Satellite Awards, 2 dari Graham Burt and Tom Reta serta menjadi -Won Best Art Director- dari perkumpulan pengkritik film Washington DC ini bergenre film fiksi ilmiah romantis.


Tokoh utama di film ini adalah Benjamin Button yang diperankan oleh Brad Pitt dan Daisy yang diperankan oleh Cate Blanchett. Film ini diangkat dari cerita pendek dengan judul yang sama yang terbit pada tahun 1921 karya F. Scott Fitzgerald yang mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang Benjamin Button di New Orleans Louisiana yang mempunyai perkembangan fisik terbalik dari manusia normal. Dari tua manjadi muda.
Film hasil besutan sutradara David Fincher ini, terus berjalan maju-mundur antara cerita sang nenek dengan gambaran masa lalunya. Awalnya, film ini bercerita tentang seorang pembuat jam yang sengaja membuat arah jarum jamnya berjalan mundur. Sang pembuat jam seolah ingin mengembalikan waktu yang sudah terlewat. Tak lama, lahirlah Benjamin Button di masa berakhirnya Perang Dunia I tahun 1918.
Kehidupan Benjamin cukup berliku, setiap kisah hidupnya dibuat detil, terutama tentang kisah percintaannya dengan Deasy. Film ini diceritakan dari sebuah buku harian yang dimiliki oleh Daisy tua yang terbaring di rumah sakit menjalang datangnya badai angin topan Katrina pada tahun 2005 yang kemudian dibacakan oleh anak perempuannya Caroline. Dari buku harian tersebut hadir cerita tentang Benjamin Button.


Benjamin Button lahir dengan tampilan fisik menyerupai orang yang berumur 80 tahun dengan kulit berkerut-kerut. Karena fisiknya yang tidak normal tersebut, maka ayahnya yang seorang pengusaha perusahaan kancing ”The Button Button’s” kemudian berencana untuk membuangnya, namun kemudian menaruhnya di tangga sebuah rumah jompo dengan meninggalkan uang sebanyak 18 dollar.
Di rumah jompo tersebut Benjamin diangkat anak dan diasuh oleh Queenie yang bekerja di panti jompo tersebut. Benjamin tumbuh menjadi anak yang mempunyai penampilan seperti orang jompo dan kemudian bertemu dengan Daisy kecil, cucu seorang penghuni rumah jompo tersebut. Ketika dewasa, Deasy kemudian menjadi penari balet di New York, sedangkan Benjamin menjadi pekerja di sebuah kapal.
Dalam perkembangan hidupnya, Benjamin menjadi semakin muda secara fisik ketika umurnya sudah semakin tua. Akhir cerita dikisahkan bagaimana Daisy menjadi semakin tua dan menjadi nenek-nenek sedangkan Benjamin menjadi semakin muda seperti anak kecil namun mengalami pikun. Akhirnya Benjamin tua menjadi bayi lagi yang kemudian meninggal dalam pelukan hangat Daisy.
Kisah ini, merupakan cara Deasy untuk memberitahu Carolina bahwa Benjamin Button adalah ayah kandungnya. Sebuah kisah yang sangat menyentuh hati. Aku sendiri sempet menangis di salah satu adegan di vcd 3. Well, silahkan tonton kisah yang menarik ini. Banyak sekali pembelajaran yang akan kamu peroleh seusai menontonnya. Dijamin! (sba)

Koleksi Sepatu Nita

Hm… Koleksi sepatu? Sebenernya gak gitu-gitu amat sih… Nih, beli sepatu juga berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan untuk koleksi. Kan ada tuh artis yang koleksi sepatunya sampe ratusan bahkan ribuan pasang. Aku gak sebanyak itu lah (mode on: malu-malu, hehehe...).
Tapi kemaren Minggu (11/10), pulang dari kondangan tempat mamang (paman) di kawasan Kertapati – Palembang, aku ma Dewi adikku sempet mampir ke PIM (Palembang Indah Mall) kembali untuk beli sepasang sepatu. Nah, kalo aku kasih referensi beli sepatu itu bagusnya di Icon99 – PIM atau di Idaman – PS (Palembang Square). Kenapa? Tentu ada alasan menarik untuk itu:

Icon99 – PIM
Toko sepatu Icon99 adanya di lantai 3 PIM.Eh, 2 apa 3 ya? Hehehe.... Aku suka beli di sana karena modelnya unik-unik. Gak terlalu aneh kayak Gosh, tapi modelnya jarang ada di pasaran. Harganya pun pas banget di kantong, paling berkisar Rp 119.000,- Aku sukanya beli yang harganya segitu! Apalagi sekarang di Icon99 berlaku diskon 10% untuk pemegang YMC (Yamaha Member Card). Kebetulan, aku kan membernya... Nah, di bawah ini 3 sepatu yang pernah aku beli di Icon99. Modelnya agak besar di depan, jadi pas banget dengan bentuk kaki aku yang rada lebar. Hohoho...

(My favorite shoes. Nih, semua beli di Icon99. Yang item teplek & penuh kancing di bawah, itu yang baru aku beli Minggu kemaren. Kalo yang coklat, itu dibeliin suamiku. Hee... Kalo yang item atas, tuh, udah lama banget, tapi sayang sekali kalo mo dibuang. Hee...)

Idaman – PS
Dulu, jarang-jarang beli di toko ini, abis harganya emang rada mahal. Tapi, pas mo nyari barang-barang hantaran pas nikah dulu, jadinya toko ini termasuk salah satu yang dijajah. Hehehe... Akhirnya beli satu, sepatu khusus untuk ke kantor. Ternyata harga sesuai kualitas. Udah hampir 5 bulan pake, tuh sepatu gak rusak. Paling tergores gara-gara aku harus nyetir motor. Oya, satu lagi sepatu dari toko ini merupakan pemberian salah seorang sahabat untuk hadiah pernikahanku. Sama awetnya! Fotonya? Ada tuh di bawah.

(Dua koleksi sepatu kerjaku yang belinya di Toko Sepatu Idaman - PS. Yups, haknya mesti tinggi. Nyesuaiin ma tinggi badan. Hehehe...)

Lain-lain
Nah, kalo selain dari dua toko itu, jelas banyak alasan. Pertama harga lebih murah. Jadi, iseng aja kalo pas jalan lihat ada sepatu lumayan unik, trus beli. Ato kedua, karena kado dari orang. Oya, ada satu toko lagi yang juga suka jadi referensi. Yups, Toko Sepatu Buccheri – PS. Nih, mesti selalu ngasih diskon antara 30 % sampe 70 % hampir di sepanjang tahun. Jadi, jatuh-jatuhnya harga sepatu itu Rp 120.000,- kurang lebih.

(Nih, koleksi sepatuku yang laen... Modelnya macem-macem. Jadi, bisa milih hari ini pake apa, besok pake apa... Kalo punya sepatu, kalo belum rusak beneeer, belom mo dibuang biasanya. Hehehe...)

Sepatu emang jadi salah satu kebutuhan sandang selain baju. Jadi, gak bisa dianggap gak penting. Walau, pas beli jelas ada beberapa prinsip dasar yang gak bisa dilupain: yups, harus bagus, berkualitas, dan harganya terjangkau. Hehehe... Ya iyalah, dimana-mana juga gitu, yak? Hee... (sba)

Jumat, Oktober 09, 2009

Pesta Blogger 2009 di Palembang

(With Mr. Anthony, blogger asal Australia. Kika: aku, Mr. Anthony, Widya & Dewi)

Gak dinyana, mengikuti Pesta Blogger 2009 memberikan banyak dampak positif buatku. Selain ada beberapa hal yang bikin sedih. Yak, aku kehilangan pin US Ambassy yang baru saja aku dapatkan semalam dari doorprize ketika ikut di acara malam Meet & Greet Blogger Palembang di Restoran Riverside.

(Gak jadi nyesel gak jadi pulang duluan... Hehehe! Apalagi pas ngeliat makanan mulai disajikan di meja... Hm... Ada ikan gurame tepung, ikan tenggiri bakar, ayam goreng... :))

Ngomong-ngomong aku baru pertama kali ini lho, ke resto ini. Ternyata emang bener-bener keren, apalagi kalo malem! Lampu-lampu di Jembatan Ampera bener-bener menggoda mata melihatnya. Hee...

(Aku ketika Workshop Pengenalan & Pembuatan Blog Pesta Blogger 2009, di Aula Telkom Sudirman Lt. 4 Palembang)

Ikut acara ini banyak deg-degannya. Harus pake strategi si pitung segala, biar bisa ikut kedua-duanya... Hehehe! Semoga bisa termaafkan dengan tekad kuat, maksud aku baik kok! Hehehe... Kalo gak ngerti maksudnya, yo wess... Gak usah diperpanjang. :P

(Indahnya Jembatan Ampera dari Restoran Riverside)

Ketimbang workshopnya, jelas aku suka meet & greetnya. Kenapa? Coz, aku dapet buanyaaak hadiah... Hohoho! Walau sedihnya, ya itu tadi... Hadiah yang paling aku suka: PIN US AMBASSY ternyata hilang. Entah tercecer di mana. Andai ada orang yang berbaik hati mengembalikannya padaku.... Woooh... Gimana mo balikin? Wong gak ada namanya di sono. Hik, hik, hik!

(Berfoto bersama pembicara Blogshop, sang nonadita.com)

Hm, ada ajang di mana aku harus buang jauh rasa maluku ke sungai musi yang paling dalam. Yups, acara pecah telok. Awalnya iseng aja, sih... Coba-coba! Eh, ternyata tahan banting juga! Hehehe... Sama MC-nya yang jayus, aku yang seharusnya udah lulus dari awal, sengaja dilama-lamain dikerjain. (Biar Tuhan yang membalas, huahaha!!!) Di sana, aku memilih untuk bernyanyi sambil memperkenalkan diri: nama, ttl, alamat, kerjaan, status. Deuh, gara-gara itu, suaraku jadi habis beneran. Akibatnya, pas sosialisasi GSC tadi pagi di SMAN 3 Palembang, suaraku bener-bener parah. Hee...

(Iklan Sumatera Ekspress yang mampu menjadi media sangat berguna... Hee...)

Oya, pas acara pra kelulusan itu, aku sempet dikasih teka-teki yang aku harus jawab. Pertanyaannya: "Apa persamaan air susu ibu sama air mineral?" Haa, yang jelas aku belum pernah mendengar pertanyaan ini sebelumnya. Tapi, aku memilih untuk menjawab: "Sama-sama dari sumber yang terpercaya". Dan, surpriseee aku dapet tepukan dari semua yang datang malam itu. Sueneengnya.... :)

(Kata sambutan dari US Embassy. Pake transletter tuh... So far i can understood-lah... Hehehe)

Akhirnya, resmilah aku menjadi member Komunitas Blogger Wongkito Palembang. Ditandai dengan disematkannya Pin Kelulusan Pecah Telok oleh Jafis, humasnya wongkito.net. Thanks yaaa.... Nih, bener-bener sebuah langkah maju untuk mimpiku berikutnya! :)

(With Dian, my sister di acara Meet & Greet. "Yuk Nita, kapan pulangnya, besok aku ulangan..." Hehehe... Kita pulang jam 22.30 malem, bok!)

Well, thanks for Dewi, Ketik & Dian yang udah mo ikutan di acara Pesta Blogger 2009. Gak nyesel kan? Hehehe... Juga buat Mbak Nike yang udah ngajak kita ngobrol-ngobrol... Juga buat Tedi & Juju yang udah nungguin di BKB semaleman... Hahaha.... Sukses buat Pesta Blogger 2009 deh! Oya, kalo mo liat hasil praktek blogku pas acara workshop, bisa di http://misscantik.dagdigdug.com

Senin, September 14, 2009

Selamat Idul Fitri 1430 H

Bentar lagi lebaran, nih... Ancang-ancang buat ngucapin duluan, sebelum ntar cukup lama gak menyentuh jaringan internet karena harus berlayar ke Yogyakarta. (Yaaa... internet gratisan dari kantor, sih... Hehehe...)
So, dari lubuk hati yang paling dalam, saya atas nama pribadi, mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1430 H
Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir & Batin

Palembang, 14 September 2009

Sumarni Bayu Anita, S.Sos

Rabu, Agustus 12, 2009

Cerita Senja Dari Belitang

(Bergaya sebentar di Tugu Belitang, Jl. Jend. Sudirman BK 10, Gumawang - Belitang. Tugu kebanggaan warga Belitang nih...)

Selalu ada semangat untuk mencoba hal baru, pengalaman baru. Selama bekerja di Super Bimbel GSC, mungkin ini kesempatan pertamaku untuk tugas luar kota. But, fiuh... untung gak lama-lama. Bisa berabe kalo lama... Aku ingin tetap di area Palembang untuk saat ini. Well, kisah bermula ketika niat para petinggi Super Bimbel GSC untuk membuka cabang baru di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Nama Belitang pun muncul di briefing pertama.
Belitang sebenarnya bukan ibukota kabupaten. Ia sebuah kecamatan di Kabupaten OKU Timur. Namun, dari data GSC, banyak siswa asal Belitang yang tanpa promosi ke sana, ternyata banyak yang ikut bimbel program intensif SNMPTN di GSC Palembang. Kali pertama survey ke sana, kita pergi rombongan, jadi aku sendiri lebih suka membayangkannya sebagai jalan-jalan. Hee... Walau kita emang langsung kerja, lobi beberapa sekolah, mencari gedung calon outlet GSC, dll.
Ada event awalan yang dilakukan sebelum benar-benar membuka cabang baru. Yups, kita mengadakan Try Out Super Akbar Ujian Nasional GSC 2010.

(Rumah Makan Tapak Kata di Desa Sukabumi. Kami makan pindang tulang di sini, harga 1 porsi Rp 15.000,- Oya, rumah makan ini berdiri tepat di pinggir Sungai Komering)

Try out sendiri berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Belitang, hari Minggu, tanggal 9 Agustus 2009. Ada dua sesi, sesi 1 untuk 6 SD dan 9 SMP, dan sesi 2 untuk 12 SMA. Nah, aku dan Happy (rekan sekerjaku) ditugaskan berangkat terlebih dahulu ke Belitang untuk memastikan tempat, memastikan outlet, dan menarik kwitansi pendaftaran try out.
Tugasku emang gampang-gampang susah. Kalo gak mo dibilang, sedikit tapi banyak... Banyak tapi dibawa seneng aja. Hehehe... Jadi, aku berangkat ke Belitang bersama Happy pada hari Rabu/5 Agustus 2009. Kami naik travel APV Arena hitam yang sudah kami pesan sehari sebelumnya di pangkal proyek (Jembatan Ampera). Oya, ongkos travel Palembang-Belitang Rp 60.000,- dan untuk itu kami pun minta jemput dari Km. 5.

(Mmm... Yummy! Ini nih, sate kambing Warung Bu Rita yang ada di Belitang. Enak banget lho! Satu porsi harganya Rp 16.000,- Coba di Palembang juga ada ya....)

Perjalananku menuju Belitang dan kembali lagi ke Palembang alhamdulillah berjalan lancar. Kami tiba di Belitang itu pukul 1 siang. Langsung check in di Hotel Tiara kamar nomor 102. Ini hotel paling bagus di Belitang lho... Kalo gak salah, di Belitang cuma ada 3 hotel, Hotel Tiara, Hotel Indra Puri dan Hotel Lolyta (BK 9). Kalo Hotel Lolyta itu kejauhan dari wilayah yang akan kami kitari. Nah, kalo Hotel Indra Puri, katanya agak gak aman. Jadi, pilihan satu-satunya hanya Hotel Tiara. Kita ambil Kamar Deluxe (ada tv dan kamar mandi dalam) yang harga per malamnya Rp 150.000,-
Fasilitas di hotel ini lumayan kok! Gratis sarapan pagi, milih: nasi goreng atau mie goreng dan teh atau kopi. Trus, tiap pagi kamar dibersihin, dan akan ada 2 botol Aqua. Oya, juga ada tv. Tapi sayangnya, kita cuma bisa nonton 4 saluran tv: Indosiar, Metro TV, TPI, dan Anteve. Ampun deh... Padahal tayangan-tayangan favorit aku ada di Trans Corp. Tapi, yaa... Untung masih bisa nonton Take Me Out dan Take Him Out. Hee...

(Hotel Tiara tampak depan. Kiri-kanannya ada pohon mangga yang menggoda untuk diambil buahnya. Hehehe...)

Hari-hari di Belitang disibukkan dengan berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di Belitang. Karena jumlahnya cukup banyak, sekitar 20 sekolah, jadinya aku bagi wilayah kerja dengan Happy. Aku kebagian ngurus ke sekolah : SMAN 1, MAN, SMA LPB, SMA PGRI, SMA Muhammadiyah, SMPN 2, SMP LPB, SMP Muhammadiyah, MTSN, dan SDN 4. Usai menarik semua kwitansi, aku yang juga bawa laptop, bertugas merekap ulang semua data itu. Lumayan... 600 lebih data... :)
Tugas kami tak berhenti hanya di situ. Kami juga harus memastikan tempat try out dan lobi outlet. Untungnya, semua berjalan lancar sesuai harapan. Tempat dan sarana kursi sudah dipastikan, begitu pula dengan rencana gedung yang akan disewa untuk dijadikan outlet Super Bimbel GSC Belitang. We are super girls... Hohoho!

(Suasana kamar penuh kenangan. Kalo udah di kamar, aku lebih suka buka laptop ketimbang nonton tv. Itu Happy yang tengah sibuk ngitung-ngitung kwitansi.)

Kalau malam sudah tiba, saatnya buat kami cari makan. Tempat makan di Belitang emang terbatas, secara kita kemana-mana juga gak ada kendaraan. Untuk ke sekolah-sekolah, kita harus sewa ojek. Jasa angkutan umumnya gak ada. Ampun dah... Nah, kalo naik ojek, untuk satu tujuan lokasi yang nyatanya cukup dekat, kita akan ditarik Rp 5.000,- Weleh-weleh...
Oya, kembali ke tempat makan... Jadi selama di Belitang, aku mencatat ada 2 tempat makan enak: Warung Sate Bu Rita dan Lesehan Ayam Bakar Jama-Jama. Nih, ayam bakar yang lumayan banget, harganya juga pas di kantong, satu porsi Rp 7.000,- Oya, nih yang jual juga penuh gaya lho. Hehehe... Iya, abis pada pake kaos seragam warna abu-abu atau hijau. Yang jual cowok semua... Ah, buat Happy aja lah.... Hee...

(I love this life: with my laptop dan keripik emping manis pedas... Klop banget!)

Kalo lagi sendirian di kota orang kayak gini, orang yang selalu kuhubungi cuma satu. Ya, siapa lagi kalo bukan suami tercinta... Obrolan kita gak berat-berat, kalo gak mo dikategorikan ngalor ngidul, asal ketawa! Hehehe...
Oya, gara-gara di Belitang, kondisi badanku juga tambah keluar kontrol. Ampun dah.... berat badanku over weight! Jadinya kalo liat fotoku mesti langsung aku hapus. Tembem banget pipinya... badannya... Apalagi di Belitang ketemu keripik emping manis pedas... Enak banget! Aku sampe beli 3 bungkus (1/2 kilo dengan harga Rp 9.000,-/bungkus) untuk ngemil. Hee... Godaan yang begitu beratnya.... :P

(Wajib diet lagi pasca pulang dari Belitang!!! Hee... Nih, foto di resepsionis hotel, abis beli kaos khas Belitang)

Orang-orang di Belitang baik-baik, kok! Mungkin cuma ada 1 sekolah yang kurang membuka untuk GSC. Ntar juga nyesel sendiri... Hehehe... Selain itu, semuanya welcome. Siswa-siswanya juga antusias. Pengalaman pelaksanaan try out sendiri juga menunjukkan itu. Kami senang sekali dengan pengalaman itu. Capek sih, capek, tapi puas. Ingat ketika di sesi 1 harus mengawas siswa kelas 6 SD. Gila, semua pada belum ngerti cara penggunaan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Jadinya, kita harus menerangkan satu persatu.
Siswa yang try out lebih disiplin kalo dibandingkan dengan siswa di Palembang. Pada cepet ngerti untuk diam, ketika diingatkan harus mengerjakannya sendiri-sendiri. Sehingga ketika hasil try out diumumkan, kita tahu, itu murni hasil kerja mereka sendiri-sendiri.

(Suasana try out di Aula SMAN 1 Belitang)

Sempat tar-tir ketika try out dilaksanakan, hehehe... Iya, masalahnya Belitang mati lampu di hari Minggu itu. Untung SMAN 1 Belitang ada genzet. tapi, genzet sempat bermasalah, sampai-sampai kita harus lakukan plan B. Fiuh, untungnya Tuhan masih sayang sama kita-kita. Jam 5 tepat, genzet kembali hidup. Jadi, kita bisa segera memeriksa hasil try out dengan menggunakan OMR. Seminar pun bisa berjalan sempurna, karena laptop dan infocus pun bisa kembali berfungsi. Rombongan GSC yang baru datang hari Sabtu, pulang duluan ketika try out usai dilaksanakan. Yee... dateng paling lambat, pulang paling cepat. Hehehe... :)
Malam menjelang hari Senin, aku sendiri masih disibukkan dengan mem-burning CD kosong untuk diisi dengan hasil try out dan materi seminar. Untuk besoknya akan dikirimkan kembali ke seluruh sekolah yang telah menjadi tempat pendaftaran Try Out Super Akbar Ujian Nasional GSC 2010 di Belitang.

(Para jawara TO Super Akbar UN GSC 2010 di Belitang)

Ketika akhirnya bisa kembali ke rumah, aku dan Happy berangkat dari Belitang pada hari Senin/10 Agustus 2009 pukul 12 siang. Sama, kami naik travel lagi seharga Rp 60.000,- tapi kali ini naik Kijang warna abu-abu. Sempet sewot sama sopirnya. Cos, janjinya satu baris kursi hanya diisi 3 orang, tapi ketika ada penumpang di jalan, ia ajak juga. Jadinya, berempat tuh... Tapi, walau akhirnya, jadi ngobrol-ngobrol juga dengan penumpang yang baru naik itu, juga dengan sopirnya... Hee...
Untuk perjalanan ke Palembang ini, kami tidak berhenti di rumah makan. Jadi bisa sampai di rumah pukul 5 sore. Aku langsung mandi dan tidur. Hahaha... I love you, my bad room....

(Saat senja bersama GSC'ers di halaman Aula SMAN 1 Belitang)

Kalo besok-besok lagi disuruh keluar kota, kayaknya gak ada salahnya dicoba. Tapi, emang sih... lebih enak kalo rombongan. Seru!!! Paling menghindar itu kalo harus sendirian, ato ditugaskan untuk lebih dari 1 minggu.... :P
Well, lagi-lagi aku suka pengalaman hidupku. Hidup memang seperti mimpi, hari ini di sini, besok di sana. Cuma, aku selalu berharap, di manapun aku berada, aku bisa bahagia. Hee.... :)

Rabu, Juli 22, 2009

Temenku di SMUN 17 Palembang Itu.....

PERMAINAN "MENGENAL TEMANMU"
HALAL BI HALAL ALUMNI SMUN 17 PALEMBANG ANGKATAN 3
Hilal House/Selasa, 16 Oktober 2007

Waah, pegelnya masukin artikel satu ini... Hehehe, tapi puas juga kalo udah bisa dibaca oleh semuanya. Nih, permainan "Mengenal Temanmu" ketika Reuni Alumni Angkatan 3 SMUN 17 Palembang diadakan. Hehehe... Aku gak mo nulis banyak-banyak untuk prakatanya. Pokoknya silahkan dibaca & dikoment aja sebanyak-banyaknya. Hee...

Pertanyaan:
1 = Siapa nama orang di sebelah kananmu?
2 = Ciri/karakter yang paling kamu ingat tentang dia?
3 = Kenangan/pengalaman apa yang paling kamu ingat tentang/dengan dia?
4 = Adakah hal yang harus dirubah darinya? Kalau ada apa?
5 = Berikan penilaianmu tentangnya!
6 = Profesi apa yang menurutmu paling cocok untuknya?

No. 1 2 3 4 5 6
  1. 1) Ummi Triana; 2) Tinggi, putih, cantik, agak cerewet; 3) Perpisahan di IPA 4, suka-duka bareng selama 1 kelas. Cukup perhatian sbg temen; 4) Cerewet; 5) Baek n enak diajak gosip. He2; 6) Penyiar
  2. 1) Nyunyun; 2) Pendiam, hitam manis, mesem2; 3) Apa ya??; 4) Putihkan kulit sedikit. Jangan mentang-mentang kerja di perusahaan semen, jadi ikut-ikutan kayak semen. He2…; 5) Kalo disuruh kasih range 1-10, nilainya 7,99999…; 6) Ya profesinya sekarang, di tempat semen…
  3. 1) Guguk; 2) Gilo betino; 3) Cari cewek: 4) Tidak; 5) Ok!; 6) Tim Pelacak!
  4. 1) Msy. Fadilah; 2) Kurus, tinggi, hitam manis; 3) Maen ke rumah Dilla; 4) Oh iya, gemukin badannya, ya Dil! Dikit aja tapi…; 5) Good… good… Dah temenan sejak SMP; 6) (Tidak diisi)
  5. 1) Kuncoro Kurniawan (Coro); 2) Jerawat paling gede se-17, dihidung pula; 3) Telat sholat Jumat gara-gara kebanyakan ngobrol, telatnya diliat satu kampung pula; 4) Kulitnya itu lho, diputihin dikit kek; 5) Awesome, greatest friend among; 6) Dokter cinta, hwakakak…!
  6. 1) Demon; 2) Seru & suka mengaum. Gak ada dia gak rame!; 3) Contekan, dia sebagai sumber jawaban Biologi; 4) (Tidak diisi); 5) Gak ada lo gak rame; 6) Guru TK, hahaha… Just kidding
  7. 1) Ewin; 2) Kurus, hitam pahit, ngawak, bonding (tapi dulu); 3) Ketika berganti rambut dari keriting jelek, ke lurus dak keruan. Pas ditanyo, "Win, bonding caknyo??" Dengan enteng dio jawab, "Idak, cuma ganti samphoo."; 4) Kalo gemukan dikit, siapo tau rejekinyo beda… He…; 5) Jadilah…; 6) Walaupun berat ngomongnyo tapi nak diomongi jugo… "Kontraktor"
  8. 1) Danil; 2) Kelakar, galak ngolake, hobby samo; 3) Minggat bareng; 4) Tinggike badan tu; 5) Best friend; 6) Pelawak
  9. 1) Aulia; 2) Galak ngota'i; 3) Hampir mati ketumbur mobil; 4) Rainyo; 5) 10 dari 10; 6) Preman
  10. 1) Rizky Boski; 2) Cool, gaya bos2. Agak chicken kalo deket cewek; 3) Dideketin cewek, malah ngejauh; 4) Ada, kurusin dikit badan tuch; 5) Dibalik ke"grogian"nyo deket cewek, dio tuch berhati lembut, perasa, sayang keluargo; 6) Tentara, pemilik perusahaan
  11. 1) Sari; 2) Lugu; 3) Teman ekskul; 4) Tidak ada; 5) (Tidak diisi); 6) Ibu RT
  12. 1) Indah Puspita; 2) Baek, pintar, gaul; 3) Cerita2 bareng, trus sampe aq mukanya merah/malu gara2…; 4) She's perfect enough; 5) (Tidak diisi); 6) Dah cocok kok sbg Bu Dokter
  13. 1) Maya; 2) Baik, supel, suaranya lucu; 3) Maya Ayam; 4) Gak ada. Mungkin kalo dah deket, baru tahu yang baik atau gaknya; 5) Rame; 6) Guru Bahasa Mandarin
  14. 1) Marisa Syamsi alias Bejo; 2) Lebos, manislah (sedikit), pipinya; 3) Marahan dengan Bejo; 4) Sedikit feminim; 5) Pelit, lucu, ribut, tapi temen sejati; 6) Dokter Gigi
  15. 1) Maipe; 2) Baik hati + rambut keritingnyo, murah senyum, dak pernah marah; 3) Pernah nari bareng sebelum Ipo pake jilbab; 4) Caknyo dak ado; 5) 9 (1 - 10); 6) Dokter (la ceto)
  16. 1) Chitra Anggraini; 2) Imut, manis, cool; 3) Seru-seruan nginep bareng, jalan bareng; 4) (Tidak diisi); 5) Cool, calm, smart, diam-diam menghanyutkan; 6) Dokter
  17. 1) Tina Saputra; 2) Always senyum karena orangnya ramah banget, supel; 3) Jalan-jalan di Yogya; 4) Tidak ada. Tetaplah menjadi Tina yang ceria; 5) Nilainya 80 aja, tapi 100 bwt aku; 6) Arsitek
  18. 1) Hadi; 2) Hadi dipanggil si Black karena skinnyo yang begitu. Orangnyo lucu & galak ngawaks; 3) Nongkrong di kantin bareng-bareng; 4) Badannyo dikurusin yo, Di…; 5) Hadi tuh baek, galak nyuci piring. Caknyo setia jugo dengan Gana; 6) Buka Restoran Pindang Pegagan
  19. 1) Fahd Badrun; 2) Baik, penurut, terkadang suka gak jelas gitu deh…; 3) (Tidak diisi); 4) Lebih taat ibadah ya; 5) Be a nice person; 6) Pe-eN-eS
  20. 1) Peni (Dwi Indira Setyorini); 2) Lucu, panikan, sedikit ceroboh tapi rajin; 3) Banyak banget, kan sudah bareng dari zigot sampe sekarang. Paling seru kalo liat orang lain bingung bedain kami; 4) Ada, jangan terlalu panik & kalo marah jangan meledak-ledak; 5) Peni baek, bisa menempatkan diri kapan harus jadi dewasa & kapan harus sedikit kekanakan; 6) Dokter kayaknya sudah cocok
  21. 1) Awang (Aditya Wirawan); 2) Spontan, lucu, pinter, sering nyeletuk yg tidak penting; 3) Seorang yang punya solidaritas tinggi, baek hati, rajin menabung; 4) Sifat kekanak2annyo; 5) 9,75; 6) Esmud (Eksekutif muda nan imud)
  22. 1) Arma; 2) Konyol, sok cool; 3) Nyari DVD one piece; 4) Jangan banyak nyantai, TA tu selesai ke la; 5) Enam; 6) Pekerja seni
  23. 1) Nurfanida Libriyanti; 2) Smart, grumble, strong, don't know n don't care; 3) Waktu ceramahin diriku tentang jilbab; 4) Ada. Harus lebih feminim & lemah lembut ajah; 5) A+; 6) Dokter kandungan
  24. 1) Adrian; 2) Monot, pinter (tapi hati2, diem2 ngabesin), pendiem kalo deket cewek; 3) Maen kelereng bareng abis dari ngaji; 4) Nothing; 5) Baek 6) Fiscus
  25. 1) Wahyudi; 2) Jenongnya; 3) Masa2 balek bareng pas panwis, masa2 traktiran (walau harus dipakso dulu); 4) Jenongnyo… Hehe… Bukan ding, tapi harus lebih bisa menentukan sikap. Jangan plin-plan; 5) Good man… tapi harus lebih dewasa; 6) Auditor
  26. 1) Adit; 2) Gak punya karakter; 3) Biliar bareng di Yk sama kenalan cewek; 4) Lebih jantan; 5) Gak punya nilai; 6) Penyanyi
  27. 1) Niswatil; 2) Minta traktiran terus; 3) Pas masa kuliah; 4) Rajin2 nraktir; 5) Just fine, one and only kemusi's girl; 6) Fiscus
  28. 1) Yoan; 2) Supel, baik hati, jahil; 3) Waktu saya menginap di rumahnya; 4) Tidak ada; 5) Ok!; 6) Manager
  29. 1) Irma; 2) Pendiam/pemalu, baik hati; 3) Setia kawan; 4) Tidak ada; 5) Ok!; 6) Dosen/pengajar
  30. 1) Ahmad Fajar Septian; 2) Anggota PKS, pake kacamata, besak + tinggi; 3) Katek kenangan; 4) Caknyo dak katek; 5) Fajar sudah ok! Dipikir anaknyo diem, dak taunyo malu-maluin; 6) Polisi
  31. 1) Hera; 2) Pendiem, gak begitu deket; 3) (Tidak diisi); 4) Jangan diem2; 5) Pendiem; 6) PNS done
  32. 1) Mardiana; 2) Baik, murah senyum, humoris; 3) Di kelas kami sering diskusi ttg pelajaran, memecahkan soal2 Matematika. Apolagi waktu di IPA 1; 4) Sampai sekarang… Mungkin dak ado yang perlu dirubah; 5) Mardi itu orangnya jujur, baek, manis, lucu, pokoke baek; 6) Sekarang sudah cocok
  33. 1) Yuhestia Rosalin; 2) Tomboy, baek, cuex, males, suka makan; 3) Thanks dah jadi tukang nganter kalo balek kemaleman. Thanks dah jadi guru minggat yang baek. He2; 4) Dak ado yang perlu dirubah, Yuhes yang sekarang sudah manis; 5) Dari 1 sd 1.000, tak kasih 999,99; 6) Jadi mak wong!
  34. 1) Ihsan; 2) Pendiem, gitaris; 3) Sering jadi pemain gitar di beberapa acara; 4) Jangan jalan dewek2, ayolah gabung; 5) Baek, asyik, tapi jarang melok acara kumpul2; 6) Presiden
  35. 1) Hilal; 2) Rame, aktif, ramah-tamah; 3) Waktu nginep semalam bersama di Bandung; 4) Tidak usah, sudah ok kok…; 5) Bagussssss…………..!; 6) Public Relation
  36. 1) Tommy; 2) Tinggi, item, idup, benar2 dak biso melafalkan abjad 18 dengan benar; 3) Always nyela aku; 4) Nope!; 5) No comment, perfect guy; 6) PNS (Udah kan)
  37. 1) Domok (Lia Amelia); 2) Bersemangat, ribut & ceria, pinter bahasa Inggris; 3) Waktu SMA suka ngobrol, ketawa-ketawa, belajar bareng, seru! Dulu Domok belum pake jilbab, pokoknyo Domok tu dulu cak Wong Jepang. Hehe.. Wong Jepang yang pinter debat English; 4) Gak ada; 5) Domok okelah…; 6) Reporter TV. Anggota Dewan juga kali ya
  38. 1) Junaidi; 2) Pernah tabrakan motor; 3) Itulah, kasihan; 4) Lebih baik lagi; 5) Loyal; 6) Broker
  39. 1) Tri Satriadi; 2) Pendiam, pemalu, putih, pipi mudah merah, bibir merah, Nicholas Saputra; 3) Waktu kelas II lagi semangat2nya; 4) Sifat pemalu; 5) Cowok ganteng yang pemalu, low profile. 8,5; 6) Buruh lepas
  40. 1) Ella Amalia; 2) Lucu tapi pemalu dikit, agak latah dikit, panikan; 3) Minggat bareng ke rumah Tri; 4) Yup, sifat agak latah dan cepet panikannya; 5) Orangnya baek, bisa diandalkan; 6) Ya berhubung dia koas, ya dokter dong
  41. 1) Desy Wulansari; 2) Cantik, pinter nari; 3) Sering nonton, makan jalan, nginep bareng, tahun baruan bareng; 4) (Tidak diisi); 5) Cantik, anggun, dewasa; 6) Dokter THT
  42. 1) Megawaty a.k.a Echa; 2) Ngomongnyo nyablak, punyo temen cowok > temen cewek; 3) Apo ye, lupo! Yang pasti dulu sekelas, tapi dak pulok deket nian; 4) Lebih feminim lagi; 5) Tipe yang beda dari aku, jadi teman bisa, tapi mungkin bukan yang dekat. Sepertinya bisa sukses, karena banyak kolega & pergaulannya cukup luas; 6) Yang berhubungan dengan banyak orang
  43. 1) Dian Febrini; 2) Kecil, putih, baek; 3) Bareng ke sekolah, walaupun cuma 1x tapi cukup berkesan krn kami hampir telat; 4) Gak ada; 5) Cabe rawit!!!; 6) Pemandu wisata, jelajah alam
  44. 1) Ratna; 2) Rambut panjang, pinter nari, ceweknyo Fajar; 3) Nari bareng; 4) Dulu sih gaya rambutnyo bae yang harus diubah tapi sekarang dak lagi. La sudah cantik nian!; 5) Nilainya A; 6) Ibu Rumah Tangga
  45. 1) Niki Asilva Perdana Simpati; 2) Imut, menggemaskan dan lucu. Kumisnyo dak tahan… Kacamatanya enak gila; 3) Muter2 nyari one piece (DVD), nyusahi aku sampe ngawani aku keliling Palembang. Maen PS di rumah dio (beladas), besok SPMB masih maen PS; 4) Jangan banyak nian nonton bokep, gantilah komputer tu (Core 2 duo); 5) Men betino aku tembak. Baek jugo. Pinter jugo. Pinter ngota'i wong baek ; 6) PNS
  46. 1) Marni (SBA); 2) Pekerja keras, komunikatif, mengerti seseorang; 3) Bersama membangun Marella 17. Temen curhat; 4) Lebih sabar menghadapi sesuatu; 5) Orang yang enak diajak berteman, open minded girl, cewek yang mempunyai pegangan dan kemauan yang kuat; 6) HR Manager

Jumat, Juli 17, 2009

Corner Tak Terlupakan di SMUN 17 Palembang

PERMAINAN "KEJUJURAN YANG TERTUNDA"
HALAL BI HALAL ALUMNI SMUN 17 PALEMBANG ANGKATAN 3
Hilal House/Selasa, 16 Oktober 2007

Nah, setelah kemaren udah posting hasil maen polling di reuni/halal bi halal ke-6 Alumni SMU Plus Negeri 17 Palembang Angkatan 3. Sekarang, saya mo publikasiin lagi tentang corner tak terlupakan di sekolah kita. Whoo, kalo saya analisis sih, nih tak terlupakan kebanyakan gara-gara cinta deh. Huahaha....
Walaupun, setahu saya juga, gaya pacaran angkatan 3 dulu jadul-jadul, yups, coz pacaran gak jauh bedanya dengan temen belajar sama temen jalan bareng pas pulang sekolah. Hayoo, ngaku, siapa aja dulu yang punya pacar biar bisa dianterin pulang? Hee... Secara SMUN 17 kan letaknya agak menjorok ke dalam. Cailah, bahasanya... Hehehe...
Oke, deh, biar gak tambah penasaran, coba cari, yang mana sih yang dulu kamu tulis pas disuruh nulis... Atau udah berubah lagi sekarang???4. Dimana corner/tempat yang paling mengesankan di SMU 17?

1 Di depan UKS
2 Tempat duduk di depan Ruang 1
3 Kantin
4 Belakang aula & kantin Mak'e
5 Kantin Kak Is, Kantin Mak'e
6 Kantin Mak'e
7 Kursi di depan kelas
8 Lapangan upacara tempat dijemur
9 Kantin Mak'e
10 WC pucuk
11 Kantin Kak Is
12 Under trees…
13 Kantin Mak'e yang lamo
14 Ruangan Bu Wien (Dingin + dak ado yang berani masuk)
15 Tangga di deket WC depan
16 Pojok depan mading
17 Kantin
18 Kantin Mak'e
19 Kantin Kak Is
20 Ruang makan
21 Kantin
22 Belakang aula tengah
23 Kantin Kak Is
24 Kantin
25 Aula
26 Ruang makan, kantin
27 Belakang aula
28 Kantin
29 Kantin
30 Di tempat makan
31 Warung Mak'e
32 Musholla
33 Lapangan tenis
34 Aula pucuk, lapangan tenis
35 Under trees, lapangan tenis
36 Kantin
37 Kantin sekolah, belakang aula
38 Lapangan basket, kantin Mak'e, musholla, perpus
39 Kantin
40 Kantin lah
41 Kantin, di bawah pohon
42 Kantin Mak'e
43 Under trees, kantin Mak'e, lapangan tenis
44 Di mana be
45 (Tidak diisi)
46 Bawah pohon beringin (T4 nunggu tebengan)
47 Under trees
48 Kantin Mak'e
49 Pohon besar di depan WC
50 Bawah pohon jarak
51 Corner! Caknyo lapangan upacara. Banyak kenangannyo sih
52 Kantin, musholla, perpus, aula, kelas (galo-galo)
53 Simpang tigo UKS
54 Kantin, lapangan tenis
55 Lapangan tenis

Kamis, Juli 16, 2009

Kata-kata Pamungkas SMUN 17 Palembang

PERMAINAN "KEJUJURAN YANG TERTUNDA"
HALAL BI HALAL ALUMNI SMUN 17 PALEMBANG ANGKATAN 3
Hilal House/Selasa, 16 Oktober 2007

Beberapa tahun yang lalu, wah, udah lama banget yaaa.... Hahaha, tahun 2007 sih, jadi, sekitar 2 tahun lalu. Ketika ajang reuni angkatan tiga diadakan untuk yang ke-6 kalinya, bener kan, kan yang ke-1 tahun 2002. Saya sempat mengedarkan 2 kertas yang bertajuk Permainan "Kejujuran yang Tertunda" dan Permainan "Mengenal Temanmu". Nah, sebagian berkas-berkas itu masih saya simpan. Dan kebetulan, kemarin ada waktu untuk merekap hasilnya. Lucu-lucu ternyata... Hehehe. Nah, sekarang, buat temen-temen seangkatanku maupun angkatan lain yang kiranya bakal sama jawabannya. Ini hasil untuk satu pertanyaan dari lima pertanyaan di Permainan "Kejujuran yang Tertunda".

Apa kata-kata yang paling kamu ingat ketika sekolah di SMU Plus Negeri 17 Palembang...
1. Benar-benar memalukan!
2. Hijau, hijau, hijau
3. Plus!
4. Anak keju
5. Keju - singkong!
6. Jegek
7. Kedisiplinan
8. Plus. Narkoba no, prestasi yes!
9. Plus
10. Benar… benar… memalukan
11. Benar2 memalukan dari Mak Wien
12. Lupo sudah!!!
13. Unggulan
14. ???
15. Singkong keju
16. Keju & singkong
17. SMU Plusss…
18. Anak keju
19. Singa betina
20. Aku angkatan ke-3 SMUN 17
21. Plus
22. Imtaq dan Iptek
23. Anak keju
24. (Tidak diisi)
25. Singa betina
26. Plus
27. SMU Plus N 17
28. Plus
29. Plus
30. Tempat yang paling indah
31. "Disiplin" kato Bu Wien
32. Jegex
33. SMU 17
34. Singa betina
35. Plus
36. Wien
37. Harus disiplin
38. SMU Plus Negeri 17 Palembang
39. Sekolah favorit (SMU Plus) di Palembang
40. Cake keju
41. Keju dan singkong
42. "Benar2 memalukan!" Bu Wien said
43. Mak Wien. Disiplin
44. Memalukan
45. Plus… plus… plus…! Ngga bgt deh!
46. Singa betina
47. Singkong keju
48. Disiplin
49. Plus…
50. Disiplin
51. Unggul. Selalu diomongke kapanpun, dimanapun, oleh siapapun, dan frekuensinyo sering nian
52. SMU Plus Negeri 17
53. Benar-benar memalukan!
54. Tidak ingat
55. Plus

*) Dari 55 kuesioner yang kembali ke panitia.

Program Kerja Pengurus Pusat IA+17 Palembang Periode 2004-2007

PROGRAM KERJA PENGURUS PUSAT PERIODE 2004 – 2007
IKATAN ALUMNI SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG
(IA+17 Palembang)

Program kerja Pengurus Pusat IA+17 Palembang Periode 2004–2007 meliputi :
1. Program Pemantapan dan Pengembangan Organisasi
a. Penyebarluasan AD/ART dan peraturan pedoman lainnya kepada seluruh anggota dan calon anggota;
b. Penjelasan secara luas tentang arti dan manfaat berhimpun dalam organisasi IA+17 Palembang;
c. Memantapkan operasionalisasi pengurus secara profesional dalam tugas dan sistem terbaik;
d. Memantapkan koordinasi anggota dalam satu wadah organisasi alumni yang kompak dan solid;
e. Mengoptimalkan iuran, pungutan atau pencarian dana-dana lain secara sah guna membiayai kepentingan gerak organisasi;
f. Pembangunan sekretariat beserta pengadaan fasilitasnya;
g. Penggalangan dana abadi untuk IA+17 Palembang.

2. Program Pengembangan Usaha
- Pembentukan badan usaha di bawah struktur kepengurusan IA+17 Palembang;
- Pembentukan jaringan usaha antar di bawah koordinasi IA+17 Palembang;
- Menyusun pedoman pembagian kesejahteraan tim personil yang terlibat dalam suatu badan usaha.

3. Program Pengembangan Profesi Dalam Bidang Pendidikan
- Meningkatkan peran IA+17 Palembang dalam pembangunan, terutama dalam bidang pendidikan dan pengelolaan manajemen kewirausahaan;
- Meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu sentral yang bergulir;
- Berperan aktif dalam memberikan masukan-masukan kepada penentu-penentu kebijakan baik pusat maupun daerah terutama memasuki era otonomi daerah;
- Aktif menyelenggarakan pertemuan-pertemuan ilmiah dengan skala daerah, regional, nasional dan internasional.

4. Program Pengabdian Masyarakat
a. Memberikan masukan-masukan perbaikan sistem pendidikan dan pengajaran (sistem pengajaran, kurikulum dan paradigma/filosofi pendidikan);
b. Membantu para mahasiswa yang memerlukan bantuan dalam menempuh studinya seperti dengan pemberian beasiswa;
c. Melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial lainnya secara periodik.

5. Program Pembinaan Anggota
- Pembentukan pusat informasi yang dapat menyentuh seluruh anggota IA+17 Palembang;
- Menyebarluaskan informasi tentang peluang kerja, pendidikan lanjutan, pelatihan dan sebagainya kepada para anggota yang membutuhkan;
- Melaksanakan kegiatan pulang kampus secara periodik untuk keakraban sesama anggota;
- Membuat pengaturan pembagian kesejahteraan kepada pengurus pusat, daerah dan cabang;
- Pembentukan bulletin atau jurnal yang terbit secara berkala dengan memuat segala aktivitas IA+17 Palembang dan informasi dari anggotanya.

Pengurus Pusat IA+17 Palembang 2004 - 2007
Ketua Umum : Henderi Gunadi (Angkatan 3)
Sekretaris Umum : Sumarni Bayu Anita (Angkatan 3)
Bendahara Umum : Nurfanida Librianty (Angkatan 3)

*Berdasarkan AD/ART, kami menyadari kepengurusan ini seharusnya sudah berakhir tahun 2007 kemarin. Namun pergantian belum bisa dilaksanakan karena sesuai AD/ART harus melalui Munas. Untuk itu, kami menghimbau perwakilan setiap angkatan untuk bisa bargabung dalam usaha kita bersama untuk melaksanakan Munas dalam waktu dekat. Dalam hal ini, kami serahkan ke Badan Pengurus Harian SMA Negeri 17 Palembang yang ada di Facebook. Kami sebagai pribadi, maupun sebagai pengurus terpilih sebelum diadakannya pemilihan kembali juga membuka diri untuk menerima kritik, saran membangun dalam membentuk keorganisasian solid bagi seluruh alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang. Terima kasih.

Selasa, Juli 14, 2009

Anggaran Rumah Tangga IA+17 Palembang

ANGGARAN RUMAH TANGGA
IKATAN ALUMNI SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG
(IA+17 Palembang)

BAB I. UMUM
Pasal 1
1. Anggaran Rumah Tangga adalah penjabaran lebih lanjut serta merupakan aturan pelaksanaan dari Anggaran Dasar dan dapat diubah oleh Musyawarah Nasional.
2. Ketentuan Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan ketentuan Anggaran Dasar.

BAB II. KEANGGOTAAN
Pasal 2
STATUS
a. Anggota Biasa adalah setiap lulusan SMA Plus Negeri 17 Palembang.
b. Anggota Luar Biasa adalah staf pengajar dan karyawan tetap di SMA Plus Negeri 17 Palembang minimal tiga tahun.
c. Anggota Kehormatan adalah mereka yang berjasa dan mempunyai andil dalam pengembangan pendidikan.
d. Status Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan diberikan oleh Pengurus Pusat melalui Surat Keputusan Pengurus Pusat IA+17 Palembang.

Pasal 3
PENERIMAAN ANGGOTA
- Pendaftaran dan penerimaan anggota biasa IA+17 Palembang dilaksanakan setiap saat pada pengurus pusat atau pengurus wilayah.
- Setiap alumni dianggap sah menjadi anggota biasa apabila telah mendaftarkan diri dan membayar uang pendaftaran dan iuran wajib tahunan.
- Apabila ayat 1 dan 2 sudah dipenuhi maka kepada anggota tersebut diberikan kartu anggota, yang berlaku seumur hidup.
- Bagi anggota kehormatan tidak berlaku ayat 2 dan 3.

Pasal 4
PEMBERHENTIAN ANGGOTA
Anggota berhenti dari keanggotaannya karena meninggal dunia.

Pasal 5
SANKSI-SANKSI ANGGOTA
1. Anggota biasa mendapat sanksi disebabkan :
- Melakukan pelanggaran berat yang merugikan nama baik organisasi.
- Berbuat sesuatu yang bertentangan dengan AD/ART dan peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh Musyawarah Nasional.
2. Sanksi yang diberikan kepada anggota biasa dalam bentuk :
a. Dicabut hak suara dan hak bicara.
b. Dicabut haknya untuk memilih dan dipilih.
3. Anggota yang diberikan sanksi berhak mendapatkan kesempatan membela diri dalam forum Musyawarah Nasional IA+17 Palembang atau forum yang sengaja dibentuk untuk maksud tersebut oleh Pengurus Pusat IA+17 Palembang.

BAB III. HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA
Pasal 6
HAK-HAK ANGGOTA
1. Setiap anggota biasa mempunyai hak sebagai berikut :
a. Mempunyai hak suara dalam setiap rapat yang diselenggarakan;
b. Mempunyai hak memilih dan dipilih;
c. Meminta penjelasan mengenai kebijaksanaan organisasi;
d. Menerima bantuan dari organisasi;
e. Mengikuti segala kegiatan organisasi.
2. Anggota luar biasa dan kehormatan mempunyai hak seperti yang diatur pada pasal 5 ayat 1, kecuali ayat 1.a dan 1.b.

Pasal 7
KEWAJIBAN ANGGOTA
Semua anggota mempunyai kewajiban sebagai berikut :
1. Mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, serta keputusan yang dihasilkan oleh Musyawarah Nasional dan Pengurus.
2. Mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi.

BAB IV. PERMUSYAWARATAN
Bagian I. Musyawarah Nasional
Pasal 8
STATUS
1. Musyawarah Nasional (Munas) merupakan musyawarah pengurus pusat, pengurus wilayah dan anggota IA+17 Palembang.
2. Munas memegang kekuasaan tertinggi organisasi.
3. Munas diselenggarakan 3 (tiga) tahun sekali.

Pasal 9
KEKUASAAN DAN WEWENANG
- Menetapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, peraturan-peraturan pokok organisasi dan program kerja organisasi.
- Memilih Pengurus Pusat berdasarkan musyawarah mufakat atau voting jika musyawarah mufakat tidak memungkinkan.
- Mengesahkan Pengurus Pusat terpilih.
- Membentuk dan atau menetapkan wilayah kepengurusan IA+17 Palembang untuk tingkat wilayah.

Pasal 10
TATA TERTIB
- Pengurus Pusat adalah penanggung jawab penyelenggaraan Munas.
- Peserta Munas terdiri dari Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah dan anggota IA+17 Palembang serta undangan Pengurus Pusat.
- Peserta Munas terdiri dari peserta penuh dan peserta peninjau.
- Peserta penuh adalah pengurus pusat, pengurus wilayah, serta anggota biasa.
- Peserta peninjau adalah anggota luar biasa dan anggota kehormatan IA+17 Palembang yang diundang oleh Pengurus Pusat.
- Peserta penuh mempunyai hak suara dan bicara, sedangkan peserta peninjau hanya mempunyai hak bicara.
- Setiap peserta penuh memiliki 1 hak suara.
- Pimpinan sidang dipilih dari peserta penuh Munas.
- Munas dapat dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah peserta yang ditentukan oleh Pengurus Pusat.
- Apabila ayat 9 tidak terpenuhi, maka Munas diundur selama 1 x 24 jam dan setelah itu dinyatakan sah.
- Setelah penilaian terhadap laporan pertanggungjawaban pengurus pusat oleh Munas, maka kepengurusan pusat dinyatakan demisioner.

Bagian II. Musyawarah Wilayah
Pasal 11
STATUS
- Musyawarah Wilayah (Muswil) merupakan musyawarah anggota wilayah.
- Muswil diselenggarakan setiap 1 (satu) tahun sekali.

Pasal 12
KEKUASAAN DAN WEWENANG
- Menetapkan program kerja wilayah.
- Memilih Pengurus Wilayah berdasarkan musyawarah mufakat atau voting jika musyawarah mufakat tidak memungkinkan.
- Mengesahkan Pengurus Wilayah terpilih.

Pasal 13
TATA TERTIB
1. Peserta Muswil terdiri dari pengurus wilayah, anggota wilayah dan undangan pengurus wilayah.
2. Pengurus wilayah adalah penanggungjawab penyelenggaraan Muswil.
3. Anggota mempunyai hak suara dan bicara, sedangkan undangan hanya mempunyai hak bicara.
4. Pimpinan sidang Muswil dipilih dari anggota wilayah.
5. Muswil dapat dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah anggota wilayah.
6. Apabila ayat 5 tidak terpenuhi, maka Muswil diundur selama 1 x 24 jam dan setelah itu dinyatakan sah.
7. Setelah penilaian terhadap laporan pertanggungjawaban pengurus daerah oleh Muswil, maka kepengurusan wilayah dinyatakan demisioner.

Bagian III. Musyawarah Luar Biasa
Pasal 14
STATUS
Dalam keadaan luar biasa dapat diselenggarakan Musyawarah Luar Biasa atas inisiatif suatu wilayah dengan persetujuan sekurang-kurangnya melebihi separuh jumlah wilayah yang ada dan mendapat dukungan melebihi separuh dari jumlah pengurus wilayah di seluruh Indonesia.

Bagian IV. Pengurus Pusat
Pasal 15
STATUS
1. Pengurus Pusat adalah Badan Kepemimpinan Tertinggi Organisasi.
2. Masa jabatan Pengurus Pusat adalah 3 (tiga) tahun terhitung sejak SK. Susunan Kepengurusan ditandatangani dan atau serah terima jabatan dari Pengurus Pusat sebelumnya.
3. Ketua Umum Pengurus Pusat hanya dapat dijabat 2 (dua) kali periode secara berturut-turut.

Pasal 16
PERSONALIA PENGURUS PUSAT
- Formasi Pengurus Pusat sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Bidang-Bidang.
- Persyaratan Pengurus Pusat adalah anggota biasa IA+17 Palembang, Warga Negara Indonesia yang mempunyai kepribadian yang baik, akhlaq dan moral yang baik, berprestasi, dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap IA+17 Palembang dan tidak terlibat partai/organisasi terlarang.
- Apabila Ketua Umum tidak dapat menjalankan tugasnya/nonaktif maka dapat dipilih Pejabat Sementara Ketua Umum oleh Rapat Pleno Pengurus Pusat, sampai terselenggaranya Munas.

Pasal 17
TUGAS DAN KEWAJIBAN
- Melaksanakan hasil-hasil ketetapan Munas.
- Mengumumkan kepada seluruh anggota segala keputusan dan perubahan yang berhubungan dengan organisasi.
- Pengurus Pusat bertanggungjawab kepada Munas.
- Pengurus Pusat yang baru dapat melaksanakan tugasnya setelah dilakukan serah terima jabatan dari Pengurus Pusat sebelumnya.
- Serah terima jabatan dengan segala asset organisasi yang ada dilaksanakan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah kepengurusan baru terbentuk.
- Apabila ayat 5 tidak dapat dilaksanakan maka pengurus baru dapat melaksanakan tugasnya sebagaimana hasil ketetapan Munas.
- Melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) setiap tahun kegiatan atau setidak-tidaknya 1 (satu) kali selama periode kepengurusan.
- Rakernas Pengurus Pusat merupakan wadah pengambilan keputusan tertinggi dalam kepengurusan Pusat.

Bagian V. Pengurus Wilayah
Pasal 18
STATUS
- Pengurus Wilayah (Pengwil) adalah pembantu dan pelaksana Pengurus Pusat di wilayah.
- Pengwil dibentuk untuk menkoordinir kesatuan organisasi yang dibentuk di daerah (propinsi, kota dan kabupaten) dan atau instansi swasta maupun pemerintah dimana terdapat alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang.
- Masa jabatan Pengwil adalah 1 (satu) tahun. Ketua Pengwil hanya dapat dijabat 2 (dua) kali periode secara berturut-turut.

Pasal 19
PERSONALIA PENGURUS WILAYAH
- Formasi Pengwil sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Bidang-Bidang.
- Persyaratan Pengurus Wilayah adalah anggota biasa IA+17 Palembang, Warga Negara Indonesia yang mempunyai kepribadian baik, akhlaq dan moral yang baik, berprestasi, dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap IA+17 Palembang dan tidak terlibat partai/organisasi terlarang.
- Apabila Ketua Pengwil tidak dapat menjalankan tugasnya/nonaktif maka dapat dipilih Pejabat Sementara Ketua oleh Rapat Pleno Pengwil, sampai terselenggaranya Munas.

Pasal 20
TUGAS DAN KEWAJIBAN
1. Melaksanakan dan mengembangkan kebijaksanaan Pengurus Pusat tentang berbagai masalah organisasi di wilayahnya.
2. Mewakili Pengurus Pusat dalam menyelesaikan tugas intern lingkungan koordinasi tanpa meninggalkan aspirasi wilayah.
3. Memberikan bimbingan, membina, mengkoordinir dan mengawasi kegiatan cabang dalam wilayah koordinasinya.
4. Menyampaikan laporan kerja kepengurusan minimal 1 (satu) tahun sekali kepada Pengurus Pusat.
5. Melaksanakan segala hal yang diputuskan dalam Muswil.
6. Memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Muswil dan bertanggungjawab kepada Pengurus Pusat.
7. Serah terima jabatan dengan segala asset kepengurusan wilayah yang ada dilaksanakan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah pengurusan terbentuk.
8. Apabila ayat 7 tidak dapat dilaksanakan maka pengurus baru dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan amanah Musyawarah Wilayah.

Bagian VI. Badan Pelengkap
Pasal 21
PEMBINA DAN PENASEHAT
- Pembina dan penasehat adalah anggota IA+17 Palembang yang memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman organisasi serta karena jabatan strukturalnya yang berhubungan langsung dengan IA+17 Palembang.
- Pembina dan penasehat adalah wadah konsultasi pelaksanaan ketetapan Munas.
- Jumlah anggota Pembina dan Penasehat ditetapkan oleh Pengurus Pusat IA+17 Palembang terpilih.

BAB VII. KEUANGAN DAN PERBENDAHARAAN
Pasal 22
- 30 (tiga puluh) persen dari jumlah penerimaan iuran anggota merupakan bagian Pengurus Pusat.
- 70 (tujuh puluh) persen dari jumlah penerimaan iuran anggota merupakan bagian Pengurus Wilayah.
- Mengenai prosedur penarikan iuran anggota akan diatur melalui pedoman tersendiri yang akan dikeluarkan oleh Pengurus Pusat dengan memperhatikan kondisi di daerah masing-masing.
- Pengaturan pembagian kesejahteraan terhadap pengurus dan anggota yang terkait diatur oleh pengurus pusat dengan kesepakatan pengurus wilayah.

Pasal 23
- Besarnya iuran wajib tahunan ditetapkan oleh Pengurus Pusat.
- Segala sesuatu yang menyangkut keuangan, baik uang keluar ataupun masuk, harus dibukukan dan disertai bukti-bukti sah serta dapat dipertanggungjawabkan.
- Setiap permohonan bantuan dan pemasukan keuangan yang diperoleh panitia, tim-tim dan bidang-bidang harus dilaporkan kepada Pengurus Pusat/Pengwil.
- Setiap tahun Pengurus Pusat dan Pengwil harus menyusun laporan keuangan dan dapat diaudit.

BAB VIII. PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 24
Perubahan Anggaran Rumah Tangga ini hanya dapat dilakukan oleh Munas.

BAB IX. ATURAN TAMBAHAN
Pasal 25
Setiap anggota IA+17 Palembang dianggap telah mengetahui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini setelah ditetapkan.

BAB X. PENUTUP
Pasal 26
Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku sejak tanggal disahkan.

Disahkan di :
Kota : Palembang
Tanggal : 11 November 2004
Oleh :
Ketua Sidang (Henderi)
Anggota 1 (Muhammad Setyadi)
Anggota 2 (Dedi Purwanto)

*) Dalam Musyawarah Nasional I IA+17 Palembang, Selasa-Kamis/9-11 November 2004, bertempat di Ruang Serba Guna SMA Plus Negeri 17 Palembang.

Anggaran Dasar IA+17 Palembang

ANGGARAN DASAR
IKATAN ALUMNI SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG
(IA+17 Palembang)

MUKADDIMAH
Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan dengan niat untuk ikut mengemban tanggung jawab sesuai dengan kemampuan profesional yang dimiliki, pada tanggal 10 November 2004, para Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang sepakat untuk membentuk dan mengembangkan organisasi IKATAN ALUMNI. Organisasi ini berpedoman pada Anggaran Dasar sebagai berikut :

BAB I. UMUM
Pasal 1
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN ORGANISASI
1. Organisasi ini bernama “Ikatan Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang” disingkat “IA+17 Palembang”.
2. IA+17 Palembang berkedudukan di SMA Plus Negeri 17 Palembang, Sumatera Selatan.

Pasal 2
WAKTU
IA+17 Palembang didirikan di Palembang tanggal 10 November 2004 untuk waktu yang tidak terbatas.

Pasal 3
ASAS
IA+17 Palembang berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pasal 4
TUJUAN
IA+17 Palembang bertujuan untuk :
- Mengkoordinir dan membina setiap bentuk kegiatan Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang di seluruh wilayah hukum Indonesia.
- Memotivasi Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang untuk mengembangkan segenap potensinya, baik akal, keilmuan, budaya yang bersifat kreatif dan aplikatif.
- Memberikan sumbangan pemikiran kepada SMA Plus Negeri 17 Palembang untuk peningkatan mutu pendidikan.
- Memupuk, membina persahabatan dan persaudaraan sesama Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang.
- Membangun jaringan serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan.
- Mengembangkan dan meningkatkan kepekaan, kepedulian, peranan dan solidaritas Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang terhadap almamater.

Pasal 5
SIFAT
1. IA+17 Palembang adalah satu-satunya wadah organisasi bagi Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang yang berwenang mengkoordinasi dan membina segala kegiatan Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang di seluruh wilayah hukum negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. IA+17 Palembang merupakan organisasi independen dan tidak menganut suatu aliran politik tertentu.
3. IA+17 Palembang adalah organisasi yang bersifat keilmuan dan kekeluargaan.

BAB II. LAMBANG
Pasal 6
LAMBANG ORGANISASI
Lambang organisasi IA+17 Palembang adalah sebagai berikut:

Pasal 7
ARTI DAN MAKNA LAMBANG
1. Tulisan IA+17 Palembang melambangkan identitas anggota perkumpulan yang merupakan Ikatan Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang.
2. Tanda Plus atau Tambah menunjukkan keseimbangan yang kokoh, keunggulan dan keprofesionalan organisasi dalam mendukung pembangunan nasional.
3. Warna hijau menyimbolkan SMA Plus Negeri 17 Palembang sebagai kampus hijau.
4. Warna hitam menyimbolkan tentang sifat kuat, elegan dan loyalitas terhadap almamater.

BAB III. KEANGGOTAAN
Pasal 8
KEANGGOTAAN
1. Keanggotaan IA+17 Palembang terdiri dari :
a. Anggota Biasa.
b. Anggota Luar Biasa.
c. Anggota Kehormatan.
2. Syarat-syarat keanggotaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
3. Hak dan kewajiban anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
4. Sifat keanggotaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB IV. ORGANISASI
Pasal 9
KELENGKAPAN ORGANISASI
IA+17 Palembang memiliki kelengkapan organisasi sebagai berikut :
- Musyawarah Nasional.
- Pengurus Pusat.
- Pengurus Wilayah.
- Rapat Kerja.
- Musyawarah Luar Biasa

Pasal 10
KEPENGURUSAN
- Pengurus Pusat berkedudukan di Palembang, Propinsi Sumatera Selatan.
- Pengurus Wilayah berkedudukan di Ibukota Propinsi yang bersangkutan dan untuk propinsi yang tidak mencapai anggota 10 orang maka dilakukan penggabungan dengan Pengurus Wilayah terdekat dengan propinsi tersebut.
- Pengurus Wilayah bertanggung jawab kepada Pengurus Pusat.

Pasal 11
MUSYAWARAH
1. Musyawarah Nasional (Munas) merupakan forum musyawarah untuk mengevaluasi kinerja Pengurus Pusat sebelumnya, memilih dan membentuk Pengurus Pusat baru serta menentukan arah kebijakan program organisasi.
2. Musyawarah Wilayah (Muswil) merupakan forum musyawarah untuk memilih dan membentuk pengurus wilayah sebagai pembantu pelaksana kebijakan pengurus pusat.
3. Musyawarah Luar Biasa dapat diselenggarakan pada kondisi tertentu dan diatur selengkapnya dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 12
KEUANGAN
Sumber keuangan dan kekayaan IA+17 Palembang diperoleh dari :
a. Iuran anggota.
b. Bantuan yang bersifat tidak mengikat.
c. Usaha-usaha yang sah dan tidak bertentangan dengan hukum dan tujuan IA+17 Palembang yang bersifat tidak mengikat.

BAB V. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 13
Anggaran Dasar IA+17 Palembang dapat diubah berdasarkan keputusan Musyawarah Nasional IA+17 Palembang yang diputuskan oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) suara dari jumlah peserta anggota yang hadir pada Musyawarah Nasional IA+17 Palembang bersangkutan.
BAB VI. LAIN-LAIN
Pasal 14
PEMBUBARAN ORGANISASI
Pembubaran IA+17 Palembang hanya dapat dilakukan oleh keputusan Musyawarah Nasional yang diadakan untuk maksud tersebut dan dihadiri oleh minimal 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota biasa dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) anggota yang hadir.

Pasal 15
PERATURAN PERALIHAN
1. Peraturan-peraturan dan kebijakan yang ada tetap berlaku selama belum diadakan perubahan dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar.
2. Hal-hal yang belum diatur dan ditetapkan dalam Anggaran Dasar ini, diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan atau Peraturan Organisasi.

Disahkan di :
Kota : Palembang
Tanggal : 10 November 2004
Oleh :
Ketua Sidang (Henderi)
Anggota 1 (Muhammad Setyadi)
Anggota 2 (Dedi Purwanto)

*) Dalam Musyawarah Nasional I IA+17 Palembang, Selasa-Kamis/9-11 November 2004, bertempat di Ruang Serba Guna SMA Plus Negeri 17 Palembang.

GBHO IA+17 Palembang

GARIS-GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI
IKATAN ALUMNI SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG
(IA+17 Palembang)

A. VISI
Mewujudkan ikatan alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang dan memberikan kontribusi penting bagi perkembangan pendidikan Indonesia.

B. MISI
1. Berorientasi pada terjalinnya tali silaturahmi yang erat antar alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang.
2. Menjadi mitra sejajar dengan pihak SMA Plus Negeri 17 Palembang dalam membentuk sumber daya manusia yang kritis, kreatif, profesional, berakhlaq dan bermoral.
3. Melaksanakan manajemen terbuka sehingga menjadikan organisasi yang efektif, efisien dan handal.
4. Memberi kontribusi positif pada masyarakat umumnya dan keluarga besar SMA Plus Negeri 17 Palembang khususnya.

C. NILAI-NILAI
◙ Kebersamaan : Setiap langkah organisasi selalu mengutamakan kepentingan bersama Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang dan setiap anggota sadar sebagai bagian dari keluarga besar Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang.
◙ Manfaat : Setiap langkah organisasi harus memberikan manfaat kepada anggota, almamater ataupun masyarakat umum secara luas.
◙ Responsif : Organisasi berjalan atas dasar kebutuhan dan harapan anggota, menghormati gagasan anggota, mendorong partisipasi anggota dan memberikan komitmen kepada anggota.

D. SASARAN
1. Terjalinnya komunikasi yang efektif dan bermanfaat antar anggota IA+17 Palembang.
2. Terciptanya kontribusi yang penting bagi pengembangan IA+17 Palembang dan pendidikan di Indonesia.

E. STRATEGI
1. Mengkoordinasikan persebaran anggota IA+17 Palembang.
2. Menciptakan media komunikasi yang efektif bagi para anggota.
3. Menyelenggarakan forum-forum IA+17 Palembang dalam rangka meningkatkan profesionalisme anggota pada umumnya.
4. Memantapkan peranan IA+17 Palembang dalam wacana pendidikan nasional.

Disahkan di :
Kota : Palembang
Tanggal : 10 November 2004
Oleh :
Ketua Sidang (Henderi)
Anggota 1 (Muhammad Setyadi)
Anggota 2 (Dedi Purwanto)

*) Ditetapkan dalam Musyawarah Nasional I IA+17 Palembang, Selasa-Kamis/9-11 November 2004, bertempat di Ruang Serba Guna SMA Plus Negeri 17 Palembang.

Jumat, Juli 10, 2009

Meretas Mimpi yang Terkunci

Semua manusia punya masa lalu. Sebagian disembunyikan, sebagian lagi dikeluarkan bahkan diblow-up. Saat kegagalan ada, saat kesedihan menghampiri, saat keburukan yang muncul, manusia berusaha membelenggu diri bahwa itu bukanlah bagian dari hidupnya. Semua sisi negatif itu berada di luar, sisi eksternal yang tak berhak bahkan hanya untuk meresap.
Sesosok tua pun berujar, sudah sewajarnya. Sudah sewajarnya manusia bangga dengan kesuksesan dan mengubur sisi gelap dirinya. Well, karena begitulah yang kulihat akhir-akhir ini. Lihat sosok-sosok manusia yang saat ini rajin berseliweran di media massa, SBY, Michael Jackson, Antasari Azhar, Manohara... Semua menonjolkan sisi positif, namun di pihak lawan, semua meracaunya dengan sisi negatif. Aku sendiri, lebih memilih untuk menjejali pikiranku dengan hal-hal yang positif. Biarlah yang negatif menjadi bagian pihak lain yang akan sedikit demi sedikit mengurangi aura kebahagiaan di senyum yang akan ia tawarkan kepada dunia.
Saat ini, di tengah serbuan cacian dan teriakan kebencian, senyum itu selalu menjadi penawar. Banyak peristiwa yang berusaha mengguncang, membuatku terdiam, namun aku percaya, saat tarikan nafas paling panjang telah terhembus, dan bibirku tertarik ke atas untuk tersenyum, maka semuanya akan baik-baik saja.
Hari demi hari telah berlalu. Sangat menyenangkan bila ada mimpi yang akan dikejar. Namun, bila kini semua mimpi itu hilang? Hidup terasa sangat datar. Tak ada yang menjadi alasan untuk terus berlari dengan kencang. Kini, hanya berjalan pelan, sambil sesekali melepaskan pandangan yang juga pelan... Ritme suara hidupku tak penuh warna lagi, semua menjadi berwarna biru.
Hanya ada satu alasan yang membuatku terus bertahan. Aroma udara itu. Aroma pertemuan dan memaafkan. Sama seperti beberapa waktu lalu, saat dunia sedikit berbaik hati, untuk mempertemukanku kembali dengan seorang teman lama. Ada sisi gelap yang menyelimuti lingkunganku saat itu, saat aku mengenal dia. Namun, sisi gelap itu dibiarkan menjadi masa lalu. Ia tak mengingatnya. Ia hanya menanyakan kabar, dan apa pekerjaanku sekarang.
Mimpi dan mimpi... Begitu banyak mimpi, namun begitu banyak alasan pula yang membuatnya hanya selalu menjadi mimpi. Dunia, sedikit banyak, aku ingin berterima kasih atas apa yang kujalani saat ini, yang kumiliki saat ini. Sungguh, aku berbahagia atas itu... Namun, sesosok tua itu pun berujar, manusia takkan pernah merasa terpuaskan atas apa yang ada. Dan jujur pula kukatakan aku butuh sebuah mimpi lagi yang membuatku merasa hidup ini penuh warna.
Satu mimpi saja... tentang harapan. Jangan biarkan aku menjadi layaknya mumi yang bisa tersenyum namun tak mengerti kepada apa dan siapa senyum itu kutujukan... Aku ingin satu saja mimpiku bisa terbangun, tak hanya terkunci dalam alam bawah sadarku. Sampai kutemukan satu alasan yang benar-benar bisa menyadarkanku tentang pentingnya mengejar mimpiku yang malu untuk kuraih, aku hanya ingin bisa bernafas normal. Tak pendek-pendek, dan tersengal. Tuhan... Bisakah Kau ciptakan lagi keajaiban untukku, sebuah jalan, untuk takdir, agar mimpi itu tak hanya sekedar mimpi...

Sabtu, Juli 04, 2009

Pengen ke Singapore...


Pengen ke Singapore... Hee... Tau nih, beberapa hari terakhir ngebet banget pengen ke luar negeri. Mungkin udah dari dulu sih. Kalo abis nonton film barat, mesti mikir, kapan ya aku bisa ke sana? Pengen ke Liverpool, tempat pemain bola favoritku dulu bercokol, Michael Owen. Ato pengen ke USA, negaranya film Sex in the City maen. Apalagi kalo sekarang suka nonton tayangan Wara-Wirinya si Adul & Komeng. Deuh, bikin jealous aja...
Masih suka membangun sikap feodalisme, kayaknya gak mungkin aku ke luar negeri. Itu kan kerjaannya orang-orang kaya, ato kalo gak orang-orang pinter yang sekalian sekolah di luar negeri bisa jalan-jalan di negara itu. Tapi... anggapan itu berubah, apalagi setelah melihat orang-orang sekitarku yang biasa-biasa aja kayak aku (hee... kurang-lebih), ternyata bisa tuh ke luar negeri. Minimal ke Singapore dan Malaysia. Ini, bukan urusan jadi TKI, bok! Murni cuma mo travelling... :)


Nah, suatu ketika, aku yang emang kerjanya suka nyari-nyari berita tentang pendidikan di koran langganan kantorku, Sumatera Ekspress menemukan iklan undian Tiket Gratis ke Singapore "The Great Singapore Sale 2009". Undian ini berlangsung sejak tanggal 4 Juni - 4 Juli 2009. Jadinya, aku pun mengubek-ubek koleksi koran kantorku sejak tanggal 4 Juni hingga berakhirnya pemasangan tiket itu di tanggal 30 Juni 2009. Selain itu, kadang orang rumah juga suka beli koran ini, jadinya digunting juga deh... Hee... Sampai akhir pengumpulan, koleksi tiket yang akan kukirim itu sebanyak 19 tiket senilai $50 dan 11 tiket senilai $10. Jadi, totalnya senilai $1.060. Semoga ada yang nyangkut, deh... Jadi, bisa menang! Hee... Amin, amin, amin!


Sebenernya, cerita tentang ikut undian ini gak berhenti sampe selesainya tiket terkumpul. Tapi juga, ada cerita ketika aku harus membuat paspor di Kantor Imigrasi Palembang. Wah, jadi rada tengsin nih, harus bagi-bagi cerita tentang hasrat aku pengen ke Singapore. Hue'e'e... Ya, jadi, bermodal informasi gimana caranya bikin paspor dari Mbah Google, trus nanya alamat Kantor Imigrasi Palembang ke Bu Juni (temen sekantor yang udah punya paspor), pergilah aku ke Jakabaring. Itu pun perginya, karena sekalian ada takziyah orang tua tentor di Plaju. Jadi pulangnya, disempetin ke Kantor Imigrasi karena searah.
Sungguh, wanti punya wanti, pengennya lurus-lurus aja bikin paspornya. Tapi apa dikata, karena tiket harus dikirimkan paling lambat hari ini, Sabtu, 4 Juli 2009, aku yang baru ngurus hari Rabu, 1 Juli 2009, terpaksa gak lurus-lurus banget. Hahaha... Udah ah, aku gak mo cerita detil, tapi selama 3 hari, waktuku emang bolak-balik ngurus tuh paspor. Ini nih, detilnya:
Hari pertama: Dateng, beli form, kumpul form+fotokopi kartu keluarga+fotokopi ktp+fotokopi akta kelahiran+surat rekomendasi dari kantor, kasih duit pembuatan paspor
Hari kedua: Dateng, foto, cap 10 jari, wawancara dikit, tanda tangan paspor
Hari ketiga: Dateng, ambil paspor, disuruh fotokopi lembar pertama & belakang, kumpulin fotokopian tsb, pulang!


Nah, jadi seluruh persyaratan sudah lengkap! Ada nomor paspor dan ada nomor NPWP (kalo ini mah, udah bikin dari dulu... hee...). Hari ini, aku mengantarkan langsung 30 tiketku yang sudah terbungkus amplop coklat itu ke Sumatera Ekspress. Sempet panas dingin lho... Hahaha, lebay... Yaah, setiap orang boleh berharap kan? Aku tahu, mungkin sebagian dari kalian bahkan udah ada yang bolak-balik ke luar negeri. Jadi, hasrat pengennya gak lagi sebesar aku. Hee...
Well, kata orang, kalo emang pengen sesuatu, berbuatlah sesuatu, jangan hanya bermimpi. Jadi, walau cuma ikut undian, tapi ini adalah salah satu cara untuk berbuat sesuatu. Kalo gak menang juga gak pa-pa... Manusia kan bisanya berusaha, menang-gaknya tergantung Yang Di Atas. Tapi, kalo bisa sih menang... Hahaha... Ya udah, deh! Singapore, nantikan aku yeee.... Chayooo!!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...