Kamis, Januari 20, 2011

Perspektif Marshall McLuhan Mengenai Komunikasi Massa

Oleh Sumarni Bayu Anita, S.Sos

Marshall McLuhan, media-guru dari University of Toronto, telah memberikan perspektif berarti mengenai komunikasi massa dalam dua bukunya, The Gutenberg Galaxy: The Making of Typographic Man (1962) dan Understanding Media: The Extensions of Man (1964). Dalam dua buku itu, ia meramalkan bahwa peralihan teknologi dari era teknologi mekanik ke era teknologi elektronik akan membawa peralihan pula pada fungsi teknologi sebagai perpanjangan badan manusia dalam ruang, menuju perpanjangan sistem syaraf.

Awalnya, McLuhan mengatakan bahwa the medium is the mass-age. Media adalah era massa. Maksudnya adalah bahwa saat ini kita hidup di era yang unik dalam sejarah peradaban manusia, yaitu era media massa. Terutama lagi, pada era media elektronik seperti sekarang ini. Media pada hakikatnya telah benar-benar mempengaruhi cara berpikir, merasakan, dan bertingkah laku manusia itu sendiri. Kita saat ini berada pada era revolusi, yaitu revolusi masyarakat menjadi massa, oleh karena kehadiran media massa tadi.

Dalam bukunya The Gutenberg Galaxy: The Making of Typographic Man (1962), McLuhan memetakan sejarah kehidupan manusia ke dalam tiga periode: a tribal age (era suku atau purba), a print age (era cetak), dan electronic age (era elektronik). Menurutnya, transisi antar periode tadi tidaklah bersifat bersifat gradual atau evolusif, akan tetapi lebih disebabkan oleh penemuan teknologi komunikasi.



The Tribal Age. Menurut McLuhan, pada era purba atau era suku zaman dahulu, manusia hanya mengandalkan indera pendengaran dalam berkomunikasi. Komunikasi pada era itu hanya mendasarkan diri pada narasi, cerita, dongeng tuturan, dan sejenisnya. Jadi, telinga adalah “raja” ketika itu, “hearing is believing”, dan kemampuan visual manusia belum banyak diandalkan dalam komunikasi. Kehidupan ini, menurut McLuhan, membuahkan perilaku ketergantungan yang tinggi satu sama lain atau tidak individualis sehingga antar pribadi memiliki akar kuat pada lingkungan sosial, termasuk nilai-nilai yang dianut. Namun, era primitif ini kemudian tergusur dengan ditemukannya alfabet atau huruf.

The Print Age. Pada masa ini manusia telah masuk dalam tradisi menulis (The Age of Literacy) yang kemudian berkembang menjadi tradisi print/cetak atau era Gutenberg seiring dengan penemuan mesin cetak. Sejak ditemukannya mesin cetak, menjadikan alfabet semakin menyebarluas ke penjuru dunia. Kekuatan kata-kata melalui mesin cetak tersebut semakin merajalela. Penggunaan media cetak ini berimplikasi untuk menjauhkan individu dari suara, sentuhan, serta respons secara langsung dan pada akhirnya memunculkan sifat-sifat introspektif, rasional, serta individualis. Selain itu juga pada masa ini manusia mulai menumbuhkan pengetahuan, termasuk konsep individu, simbol kelompok, konsep bermasyarakat, konsep bernegara, dan lain-lain.

The Electronic Age. Era ini juga menandai ditemukannya berbagai macam alat atau teknologi komunikasi, seperti telegram, telepon, radio, film, televisi, fax, VCR, komputer, dan internet. Munculnya era kontemporer dengan revolusi teknologi informasi ini membuat sebagian besar tatanan kehidupan dunia, seperti sosial, politik, ekonomi, seni dan budaya berubah drastis. Mcluhan, lebih lanjut menerangkan era ini dalam bukunya yang cukup spektakuler,  Understanding Media: The Extensions of Man (1964). Di buku itu, McLuhan menyebutkan, bahwa dengan ditemukannya media canggih, dunia menjadi seperti “global village” yang dalam istilah populer sekarang ini disebut sebagai era globalisme. Era ini mampu membawa manusia mampu untuk bersentuhan dengan manusia yang lainnya, kapan saja, di mana saja, seketika itu juga.

Inti dari teori McLuhan adalah “determinisme teknologi”. Maksudnya adalah penemuan atau perkembangan teknologi komunikasi itulah yang sebenarnya yang mengubah kebudayaan manusia. Jika Karl Marx berasumsi bahwa sejarah ditentukan oleh kekuatan produksi, maka menurut McLuhan eksistensi manusia ditentukan oleh perubahan mode komunikasi. Kalau mau kita lihat saat ini tidak ada satu segi kehidupan manusia pun yang tidak bersinggungan dengan apa yang namanya media massa. Mulai dari ruang keluarga, dapur, sekolah, kantor, pertemanan, bahkan agama, semuanya berkaitan dengan media massa. Hampir-hampir tidak pernah kita bisa membebaskan diri dari media massa dalam kehidupan kita sehari-hari.

McLuhan juga menyebutkan bahwa media massa adalah ekstensi atau perpanjangan dari inderawi manusia (extention of man). Media tidak hanya memperpanjang jangkauan kita terhadap suatu tempat, peristiwa, informasi, tapi juga menjadikan hidup kita lebih efisien. Lebih dari itu media juga membantu kita dalam menafsirkan tentang kehidupan kita.

Jika awalnya, McLuhan mengatakan bahwa the medium is the mass-age. Kemudian, McLuhan sendiri mengembangkannya menjadi: “Medium is the message.” Dalam perspektif McLuhan, media itu sendiri lebih penting daripada isi pesan yang disampaikan oleh media tersebut. Misalnya, mungkin isi tayangan di televisi memang penting atau menarik, akan tetapi sebenarnya kehadiran televisi di ruang keluarga tersebut menjadi jauh lebih penting lagi. Televisi, dengan kehadirannya saja sudah menjadi penting, bukan lagi tentang isi pesannnya. Kehadiran media massa telah lebih banyak mengubah kehidupan manusia, lebih dari apa isi pesan yang mereka sampaikan.

Dilema yang kemudian muncul seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi adalah bahwa manusia semakin didominasi oleh teknologi komunikasi yang diciptakannya sendiri. Teknologi komunikasi bukannya dikontrol oleh manusia namun justru kebalikannya, kita yang dikontrol oleh mereka. Sebagai contoh, betapa gelisahnya kita kalau sampai terlewat satu episode sinetron kesayangan yang biasanya kita tonton tiap hari. Atau mungkin kalau kita sudah lebih dari seminggu tidak membuka halaman Facebook di internet. Satu hari saja tidak menonton televisi mungkin kita akan merasa betapa kita telah ketinggalan berapa banyak informasi hari itu.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa perspektif Marshall McLuhan mengenai Komunikasi Massa bertitik berat pada saling terpengaruhnya antara perkembangan teknologi komunikasi dengan manusia atau dalam hal ini masyarakat atau massanya itu sendiri. Perlu dipahami bahwa pada akhirnya, kehadiran media massa, dan segala kemajuan teknologi komunikasi yang lainnya, seharusnya menjadikan kehidupan manusia lebih baik. Namun ketika yang terjadi justru sebaliknya, kita menjadi didominasi oleh media massa dan teknologi komunikasi yang semakin pesat tersebut, maka ini menjadi sebuah ironi.

Daftar Pustaka:
“Determinisme Teknologi Marshall McLuhan”. [Artikel]. http://komunikasi-indonesia.org/?p=1333. (diakses tanggal 1 Oktober 2010)
“Marshall McLuhan dalam The Gutenberg Galaxy: The Making of Typographic Man (1962) dan Understanding Media: The Extensions of Man (1964)”. [Artikel]. http://gitapratiwie.wordpress.com/2009/05/07/marshall-mcluhan-dalam-the-gutenberg-galaxy-the-making-of-typographic-man-1962-dan-understanding-media-the-extensions-of-man-1964/. (diakses tanggal 1 Oktober 2010)
McLuhan, Marshall. 1962. The Gutenberg Galaxy; The Making of Typographic Man.
McLuhan, Marshall. 1999. Understanding Media; The Extension of Man. London: The MIT Press.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...