Jumat, Juni 05, 2009

8 Logo Nama "NITA"

Nama merupakan anugerah dari orang tua buat kita. Apapun namanya, harusnya kita syukuri. Namun ada banyak cerita, bila nama yang sudah diberikan itu kita ganti. Contohnya tidak perlu jauh-jauh, adik kandung saya sendiri, yang sekarang bernama Dian Novita Sari, dulunya bernama Dian Siti Hardiyati. Lucunya, dia sendiri yang mengganti namanya ketika ia sudah berusia 2 tahun. Ceritanya, dia baru sembuh dari sakit. Bangun tidur, langsung lapor ke ibu minta ganti nama. Coz, dia paling sebel kalo kita panggil Siti. Hehehe... Jadilah, bapak kemudian mengurus pergantian namanya di akte kelahiran.
Nah, kalau aku sendiri, jujur aja, seneng sekali dikasih nama ini oleh orang tuaku: "Sumarni Bayu Anita". Coz, setahu aku, cuma aku satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia ini yang memiliki nama itu. Kalau dipisah satu-satu emang banyak, tapi kalau 3 nama itu digabung, aku yakin cuma aku yang punya. Hee... Jadi, karena namaku terdiri dari 3 kata, aku punya banyak alternatif untuk panggilan nama. Bisa Marnie, Nita, Bayu atau bahkan SBA. SBA sendiri sudah jadi inisial namaku sebelum slogan SBY muncul dimana-mana lho... :)
Namun, dari sekian banyak panggilan nama itu, aku paling nyaman bila dipanggil "Nita". Nita sendiri panggilanku di rumah. Suatu ketika, aku menemukan buku tentang Numerologi, jadi nama kita itu bisa dihitung dan memiliki makna tersendiri. Ketika namaku dihitung, wow, secara keseluruhan maknanya cukup bagus. Lalu, aku juga mhitung nama panggilannya. Ternyata dibanding yang lain-lain, Nita memiliki hoki lebih banyak. Jadi... itu alasannya kenapa aku lebih memilih dipanggil Nita.
Nah, secara orang yang suka iseng di dunia maya, gak sengaja kemarin mencoba mencari gambar logo-logo yang menggunakan nama Nita. Wow, ternyata cukup banyak juga... Aku juga nyari dengan nama SBA sih dan lebih banyak hasilnya, tapi aku lebih memilih untuk mempublikasikan yang Nita aja. Hee...
Oya, aku belum cerita ya, kenapa orang tuaku memberikan aku nama Sumarni Bayu Anita. Nah, ceritanya itu kepanjangan lho... Jadi Sumarni itu adalah Su = Sukur Abu Syahid (nama bapakku), Mar = Maret (aku lahir di bulan ini), dan Ni = Niswani (nama ibuku). Kemudian Bayu, secara makna itu artinya angin. Namun secara huruf lagi, Ba = Bandung, jadi ketika aku lahir, bapakku yang tentara lagi ditugaskan belajar di Bandung. Nah, barulah yang Anita, bener-bener dikasih untukku. Jadi namaku adalah Anita. Hahaha... Tuh, histori my mom ketika kutanya... Aku nanyanya pas aku masih SD, entah kalo sekarang ditanya lagi, jawabannya masih sama atau tidak.
Tidak hanya ketika SD, sampai kerja saat ini pun, kadang ejekan melalui nama kerap kali terjadi. Terlebih di namaku yang diawali dengan kata "Sumarni". Yups, aku sadar sih, tuh nama terdengar Javanish banget, dan Javanishnya tempoe doeloe banget... Dan parahnya, kalau di cerita sinetron atau cerpen, lebih banyak jadi nama-nama warga kelas dua, yaa sejenis pembokat, penjual sayur, dll. Nah... itu tuh, yang suka jadi bahan lucu-lucuan, atau bahkan ngeledek beneran untuk aku...
Awalnya, emang suka sensi sendiri dipanggil Sumarni. Dulu pas SD dan SMP emang dipanggil lengkap: Sumarni. Coz, guru kan suka manggil sesuai absen. Tapi waktu SMA, mencoba agak kerenan dikit... Jadi, "Marnie". Hehehe... Nah, pas kuliah, baik D3 maupun S1, nama panggilanku sama dengan panggilan rumah: Nita. Nah, barulah kayaknya aku menjadi diriku sendiri. Huekekek....
Well, alhasil sekarang, kalo ada yang kembali manggil aku dengan sebutan Sumarni, dia mesti aku panggil balik dengan sebutan paling "village" dari namanya. Hahaha... Jadi misal nama panggilannya Okta, eh nama aslinya Oktriyani. Pas dia manggil aku "Sumarni", kupanggil baliklah ia "Oktriyani". Cuma kadang, lucu-lucuan itu suka menyebar... Ah, gimana yaa caranya menyadarkan orang-orang itu kalau meski hanya nama panggilan, namun itu sangat berarti buat kita... :)

Kamis, Juni 04, 2009

My Enneagram is "Petualang"




















Barusan, aku ikutan kuis Enneagram di Facebook, dan inilah kutipan hasilnya:

Sumarni ikuti kuis Enneagram, 9 Tipe Kepribadian Manusia. Yang Manakah Kamu? dan hasilnya adalah Petualang
"Energik, penuh vitalitas, aktif dan optimis. Orang-orang bertipe ini ingin memberi sumbangsih bagi dunia. Mereka menyembunyikan emosi-emosi yang tidak menyenangkan, termasuk rasa takut. Keunggulan : menyenangkan, spontan, imajinatif, produktif, antusias, gesit, yakin, memesona, dan selalu ingin tahu. Kejelekan : narsistik, impulsif, tidak fokus, memberontak, tidak disiplin, posesif, maniak, merusak-diri, dan berubah-ubah. Cara bergaul dengan saya : Berikan saya persahabatan, kasih sayang dan kebebasan. Bekerjasamalah dengan saya untuk merangsang obrolan dan canda tawa. Hargailah visi hebat saya dan dengarkan cerita saya. Jangan berusaha mengubah gaya saya. Terima saya apa adanya. Bertanggungjawablah atas dirimu sendiri. Saya tidak suka orang yang mengikuti dan bergantung pada orang lain. Jangan katakan apa yang harus saya lakukan."

Wow! Pengetahuan baru nih... Sebenarnya apa sih Enneagram itu? Ada artikelnya nih... :)

Apa Enneagram?
Enneagram (kadang-kadang disebut juga Enneagon) adalah gambar/pola geometris bersudut sembilan. Istilah ini berasal dari Bahasa Yunani - ennea (sembilan) and grammos (sesuatu yang ditulis atau digambar).
Gambar/pola Enneagram digunakan untuk beragam tujuan di dalam sejumlah sistem ajaran. Pada akhir-akhir ini pola tersebut menjadi lebih dikenal karena penggunaannya dalam apa yang sering disebut dengan Enneagram Kepribadian (Enneagram of Personality). Asal-usul historisnya masih diperdebatkan tetapi kemungkinan berasal dari tradisi Sufi.
Dalam geometri, sebuah enneagram adalah sebuah polygon bintang biasa bersisi sembilan, menggunakan titik yang sama dengan enneagon biasa tapi dihubungkan dengan jalur-jalur tertentu.f
Pola tersebut memiliki dua bentuk: {9/2} dan {9/4} menghubungkan setiap titik ke-2 dan ke-4 secara berturutan. Ada juga pola bintang , {9/3}, yang terbuat dari titik-titik enneagon biasa tapi merupakan gabungan tiga segitiga sama sisi.
Pemakaian enneagram di masa modern seringkali dikaitkan dengan Georges Ivanovich Gurdjieff (c. 1870-1949) yang terkenal dengan ajaran tradisinya yaitu "Jalan Keempat/Fourth Way". Tulisan-tulisan Gurdjieff mensugestikan perkembangan ajaran ini di Republik Rakyat Cina sebelum kemudian dikenal oleh para Sufi dengan penggambarannya tentang para darwis/dervish Asia Tengah yang mempelajari teori Tiongkok kuno tentang Sembilan Lipatan/Ninefoldedness (Kisah Beelzebub pada Cucunya,” Bab 41).
Pola Enneagram seperti yang dipresentasikan dalam tradisi "Jalan Keempat" mewakili dua hukum kosmik fundamental: kombinasi (disebut dengan Hukum Tiga/Law of Three atau Triads) dan proses (disebut dengan Hukum Tujuh/Law of Seven atau proses). Kombinasi berarti kejadian atau kekuatan yang bergabung menciptakan kejadian baru. Sedangkan 'hukum proses' mengatur tentang bagaimana sesuatu bisa terjadi.
Garis perkembangan ajaran Jalan Keempat dikembangkan dari tulisan-tulisan para murid Gurdjieff - terutama P.D. Ouspensky, Maurice Nicoll, J.G. Bennett dan Rodney Collin. Mereka mengembangkan ide-ide Gurdjieff dan meninggalkan kepentingan mereka sendiri. Banyak kepustakaan yang diabdikan untuk tradisi Gurdjieff-Ouspensky.
Kepribadian manusia dalam sistem enneagram, terbagi menjadi 9 tipe. Renee Baron dan Elizabeth Wagele, lewat buku yang berjudul enneagram, berusaha untuk menjelaskan kesembilan tipe tersebut agar lebih mudah dimengerti.
Kesembilan tipe kepribadian tersebut adalah :
Tipe 1 PERFEKSIONIS
Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
Tipe 2 PENOLONG
Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.
Tipe 3 PENGEJAR PRESTASI
Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
Tipe 4 ROMANTIS
Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.
Tipe 5 PENGAMAT
Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.
Tipe 6 PENCEMAS
Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.
Tipe 7 PETUALANG
Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.
Tipe 8 PEJUANG
Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
Tipe 9 PENDAMAI
Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.

Kamis, Mei 28, 2009

Ruangan Panas Otak Encer

Hahaha... Bener gak sih ungkapan itu? "Ruangan panas otak encer..." Yaelah, gak tau juga, cos itu yang aku rasain sejak kembali dari dunia mimpi (2 minggu cuti nikah, hee...) dan kembali kerja.
Kerja itu dunia yang keras. Itu yang aku denger dari orang-orang yang udah kerja. Jadi, kalo udah mutusin untuk kerja, harus siap-siap aja dengan segala resiko dan pengorbanannya... Tapi... apakah juga harus dengan berkorban dehidrasi terus setiap hari... Hm...
Curhat yee... Hm... Well, sejak Senin (25/5) kemaren, aku bener-bener reposisi dari tempat aku kerja sebelumnya. Sekarang diriku sudah jadi... mm... yups, kalo gak salah namanya Staf Marketing & Promosi. Seperti yang kubilang, adaptasi lagi, tapi... sebenarnya masih mirip-mirip dengan kerjaan di posisi sebelumnya.
Nah, yang bikin harus ekstra jaga kondisi badan:
1) Kantorku di lantai 4, dan tidak ada lift... Ups, ah... Terus melangkah, olahraga gratis. Hehehe...
2) Gara-gara di lantai 4, jadi paling dekat dengan matahari. Jadi walau udah ada sejumlah unit Ac teteeep aja puanaaass.... Jadi, setiap hari mesti bawa kipas manual, biar gak terlalu terasa panasnya...
Nah, kalo panas-panas begini, dehidrasi makin parah kadarnya. Maksud hati pengen menghemat untuk beli rumah (huakakak!) malah ketagihan beli es campur terus tiap hari... Lumayan, melegakan tenggorokan... Tapi, kantong jadi jebol. Hee...
Nih, beneran lho... Bahkan sekali beli gak cukup 1 bungkus... "Saya minum 2!!!" Hee... Cuma sayangnya, di dekat tempatku (kantor/rumah), gak ada es yang 4 gambarnya aku tampilkan di artikel ini... Hik, hik, ngileeerrrr....... :P
Well, semoga Kota Palembang sedikit bersahabat di esok hari. Lebih mengurangi durasi panasnya... Jadi, kita jadi lebih bisa menikmati hidup... Hue'e'e... Ato, kalo ada yang mo nyediain es campur gratis di kantor setiap jam 2 siang... Wah, betapa menyenangkan hidup ini... Hee...

Jumat, Mei 01, 2009

Berharap dan Kecewa

Mungkin orang - orang yang pesimis akan berkata..,
"Jangan berharap, maka kamu takkan kecewa."
Dan sebagian orang yang optimis akan berkata..,
"Berharaplah terus, dan jangan pernah kecewa."

Namun aku pikir,
berharap dan kecewa adalah dua hal yang berbeda.
berharap adalah sesuatu yang bisa dikendalikan awalnya,
sementara kecewa adalah sesuatu yang bisa dikendalikan akhirnya.

Mungkin yang paling benar adalah,
"Tidak perlu berharap dan tidak perlu kecewa."
Dengan demikian kakiku tetap berpijak di atas tanah..
dan segala yang ada akan tetap ada,
sementara segala yang tiada tak perlu diadakan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tidak perlu berharap dan tidak perlu kecewa..
Yang ada dan tiada, tak perlu mesti ada.

(viliaciputra.multiply.com)

Bagus ya kata-katanya? Sangat menarik untukku saat ini kalo kamu tidak tengah sependapat denganku. Tentang berharap dan kecewa.
Mungkin, aku tidak perlu cerita detil. Namun setidaknya kamu sudah tahu sedikit banyak bahwa aku tengah begitu... Aku tengah berharap dan kecewa. Lalu, haruskah aku berharap lagi? Untuk kemudian menjadi keledai yang jatuh dilubang yang sama: kecewa.
Baik, tidak akan ada orang yang paling mengerti dirimu selain dirimu sendiri. Tentang harapanmu, tentang yang kau sukai dan tidak kau sukai, tentang ancaman yang kau rasa tengah menghantuimu... Atau tentang apapun, yang jelas itu masih berkaitan dengan dirimu. Yah, hanya kamu sendiri yang tahu... Kalaupun kamu memutuskan untuk berbagi dengan orang lain, kamu tetap akan menyembunyikan sedikit tentang kebenaran itu sehingga semuanya tetap menjadi misterius...
Wahai dunia... Aku hanya menjalani hidupmu. Selagi masih bisa bertahan, maka aku akan bertahan. Karena seorang Nita pun bukanlah seorang malaikat yang mampu menerima kekecewaan. Tak pernah diriku diajarkan untuk pasrah selagi aku bisa mendapatkan yang terbaik untuk hidupku. Bila harus melepaskan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu adalah hal paling baik untuk dilakukan, seperti masa-masa lalu yang telah mendewasakan aku, maka aku akan memilih itu... Jelas, dan tidak akan ada penawaran lagi. Itu sudah harga mati...

Jumat, April 24, 2009

Yang Paling Menarik Saat Ini

Apa sih yang paling menarik buatku saat ini? Selain tentang rencana pernikahanku 9 Mei 2009 nanti...
Hohoho... Ternyata banyak hal yang saat ini sering berseliweran di kepalaku... Empat diantaranya, yaitu...

1) Siapa RI1 2009-2014?
Wow! JK mencalonkan diri sebagai RI1 yaa? Mau apa saudagar ini menjadi presiden? Urusan Lumpur Sidoarjo aja belum bisa terselesaikan... Pembaharuan sistem kontrak kerja melalui outsourching yang ia cetuskan jelas banyak merugikan tenaga kerja negeri ini. Yang di kepalanya jelas memenangkan para pengusaha... Lalu sekarang, ia mencoba mengajukan diri sebagai orang yang akan membela seluruh kepentingan rakyat di negeri ini?
But... kayaknya menarik juga untuk jadi bahan perbincangan di warung kopi tentang pertarungan politik menjadi RI1. Semua orang memang belum bisa memastikan siapa yang bakal terpilih. Walau, mereka pasti sudah punya pilihan masing-masing. Yang berharap menang, ingin menyembunyikan pilihannya, agar tak banyak sumpah serapah yang beredar. Sabar, dan tunggu saja tanggal mainnya...
Aku sendiri selalu berdoa, semoga SBY tetap menjadi presiden Indonesia, siapapun wakil presidennya!

2) Jason Statham di Transporter 3
Kemaren abis nonton film Transporter 3. Gila, body Jason Statham itu keren banget yee... Hohoho! *Nih, mo nikah, masih mikirin body cowok lain...* Tapi, waktu aku cerita sama Mas Rudy juga, dia mendukung kok, nih aktor emang cowok banget...
Kalo untuk filmnya sendiri, hm, kerenlah... Tapi, aku gak suka pemeran ceweknya. Jelek! Body sih yahut, tapi wajah dan kulitnya penuh bintik-bintik. Menjijikkan! Hehehe...
Banyak adegan yang bikin salut. Apalagi pas mobilnya mendarat di atas kereta api! Wow! Pokoknya film Transporter selalu keren, baik yang 1, 2, ato 3... Sip kabeh... Hehehe!

3) Isu My Position after Married...
Woo... Ternyata pernikahan tidak hanya mempengaruhi status, tapi juga masalah pekerjaan. Jelas, untuk menghadapi pernikahan nanti, aku akan ambil cuti selama 2 minggu dari kantor. Alhamdulillah, udah dari awal-awal mengajukan cuti, pihak HRD PT. Gema Sukses Cemerlang, tempat kini aku bernaung sudah kasih acc. Thank you, Mbak Nia... :)
Nah, yang kini ikut terfikirkan adalah isu posisi kerjaku setelah menikah. Emang... emang... semua akan kembali pada laporanku pasca nikah. Secara Mas Rudy saat ini kan kerjanya di Jakarta, bukan di Palembang sepertiku. Jadi, akan ada banyak pertimbangan yang akan terjadi nanti.
Kalau dulu, sebelum isu ini ditawarkan, aku inginnya tetap di Palembang sebagai Kepala Outlet Super Bimbel GSC Sudirman. Yaah... pernikahan jarak jauh terpaksa dijalani. Namun... tiba-tiba ada tawaran baru yang patut aku pertimbangkan lagi karena tampaknya menarik. Entahlah... Masih belum bisa menentukan apa yang harus kupilih... Yang A, B, atau C... Hee...

4) Ketemu Teman Lama di Facebook Nah, ini yang paling menarik buatku saat ini kalo main di dunia maya, selain hobiku untuk nulis di dua blog: blog pribadi (blog ini) dan blog kantor. Yups, beredar di facebook. Awal-awalnya sempet sentimen sih... Hahaha, gara-gara ada yang bilang kalo setiap kali ada orang yang masukin foto lewat facebook, maka yang bikin nih situs dapet duit. Trus duitnya dipake buat Israel beli senjata untuk menghancurkan Palestina. Makanya, sempet parno, dan bilang "Aku gak maen fesbuk-fesbukan!" Hahaha, tapi ternyata sekarang, aku malah gak bisa jauh dari facebook.
Gimana gak, lewat ini, aku bisa ketemu ma temen-temen TK, SD, SMP, SMA, kuliah pas di D3, trus kuliah pas S1, trus pas di organisasi/tempat magang yang pernah aku ikutin dulu. Seru banget deh... Hehehe...
Trus, bisa ikut kuis-kuis gokil. Paling kalo hasilnya jelek, gak aku publikasiin. Huahaha... Oya, kalo mo cari aku di facebook, bisa ke search nama lengkapku atau emailku di sumarnibayuanita@yahoo.com

Sabtu, April 11, 2009

Saatnya Ikut Pemilu Legislatif 2009

(Di sini ada Ketua TPS, Pak Tri, dan wakilnya, Pak Syaiful di RT 26 Kelurahan Srijaya Palembang, tempatku memilih)

Tak seperti pemilu-pemilu sebelumnya, kali ini TPS (Tempat Pemungutan Suara) tepat dibangun di depan rumahku. Listrik untuk lampu dan sound system aja pake stop kontak rumahku. Tapi, seru juga jadinya. Coz, pas tanggal 9 April 2009, pas di hari pencontrengan, aku tinggal melangkah beberapa langkah aja untuk mencapai TPS.(Tuh, liat, ibuku yang pake baju ungu lagi nunggu dipanggil. Hehehe, padahal nih nunggunya tepat dari depan halaman rumahku. :))
(Bilik suara di TPS-ku ada 4. Nih, pas aku milih, kan barengan sama ibu dan Dewi, jadinya bisa saling ngobrol gitu. Tapi, tenang aja, kita milihnya beda kok! Sesuai pilihan hati masing-masing. Hee)

Di rumahku, yang menjadi DPT (Daftar Pemilu Tetap) ada 3 orang, yakni aku, ibuku, dan adikku Dewi. Kalo adikku Dian, dia kan masih kelas 3 SMP, jadi belum ikut milih. Kalo Juju, nah, nih anak baru golput. Coz, secara baru hijrah dari Jakarta. Kemaren sih, bikin KTP ikut KK-nya saudara yang di Kertapati, jadinya gak jelas gitu statusnya. Hee...
(Liat-liat, aku bener-bener milih kan. Nih, aku yang lagi megang 4 kertas suara yang siap aku contreng. Hohoho!)

Kalo di tempatku, alhamdulillah, pemilu legislatifnya berjalan lancar. Gimana gak lancar, dari jam 6 pagi, tuh TPS udah ribut aja, woro-woro warga di RT-ku untuk segera datang ke TPS. Aku sendiri keluar rumah jam 8.30 WIB. Tuh, udah abis mandi ma ngebungkusin tambahan souvenir untuk panitia pernikahanku nanti. Hee...
(Ada 4 kotak, ada untuk DPR Kota, DPR Sumsel, DPD, dan DPR RI)

Kesadaran untuk ikut pemilu sebenarnya udah ada sejak aku emang udah boleh milih. Sejak pemilu tahun 2004 kemaren udah ikutan. Jadi, nih aku gak pernah golput lho... Ikut terus! Baik untuk Pilkada apalagi untuk Pemilu kayak gini. Pilihanku? Wah, emang kalo partai, konsisten, sama kayak tahun 2004 kemaren. Nah, untuk orang-orang di partai, yang satu, pernah lihat dia sosialisasi di arisan keluarga, yang 3 lainnya, aku akuin deh, tebak-tebak buah manggis.
(Wah, tuh liat keriuhan suasana TPSnya. Dan, di belakangnya, ada rumahku. Sering-sering aja buka TPS depan rumah kayak gini. Kan enak, gak usah jauh-jauh jalannya.)

Hee... Tebak-tebak sih gak terlalu, kalo yang calon DPD pernah liat iklannya di Pal TV. Bagus, cewek, muda, dan banyak turun ke masyarakat. Kalo calon DPR RI, yang tadi, pernah liat dia kampanye langsung di arisan keluarga. Baru yang dua lainnya, aku milih berdasarkan tingkat pendidikannya. Hehehe... Aku milih, yang udah ada gelar S2 semua. Nih, sebuah bentuk penghargaan, kalo ngedapat gelar itu gak mudah. Juga, harapan kalo dia S2, setidaknya udah sering belajar tentang kondisi untuk dijadikan lebih baik. Hm...
(Hahaha, nih Ketua RW di tempatku, Pak Boyman, wong Ponorogo. Tampangnya syerem ya? Tapi orangnya baik dan bijaksana, kok!)

Ketika artikel ini aku posting, hasil quick qount udah banyak bermunculan di TV. Yups, agak lega juga dengan hasilnya. Partai Demokrat menang. Cuma agak menyayangkan juga sih, banyak saudara-saudara kita yang golput. Rudy aja golput! Coz, dia kan gak lagi di Yogya ketika pemilu. Padahal KTP-nya kan KTP Yogya. Tapi, kayaknya, dia emang gak terlalu peduli... T_T
Yah, biar sajalah, gak semua orang punya pemikiran yang sama. Sejauh ini, gak terlalu prinsipil banget, jadi masih bisa dimaklumi. Hue'e'e!
(Sembari nunggu, kita bisa lihat-lihat dulu daftar orang-orang yang bakal kita pilih)

Well, bagi yang kemarin juga ikut pemilu: selamat Anda sudah tepat dalam mengambil tindakan. Aku pikir, dengan menyuarakan aspirasi kita, kita jadi lebih bertanggung jawab dengan pilihan kita. Untuk kemudian, kita sama-sama mencari jalan terbaik untuk negara ini. Dan saya berharap, siapapun yang terpilih nanti, dia harus bisa menjaga amanah, jujur, dan terus memberikan gebrakan agar Indonesia dapat terus maju dalam mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga. Semangat!!!

Sabtu, April 04, 2009

Perpustakaan Daerah Sumatera Selatan

(Perpusda Sumsel tampak depan. Tempatnya asri dan teduh, meski sayang karena agak masuk dari jalan besar, jadi tidak terlalu kelihatan keberadaannya)

Dunia membaca merupakan dunia yang paling menarik. Dengan membaca, kita seolah memasuki dunia lain yang berbeda dari yang kita jalani saat ini. Membaca juga merupakan salah satu kegemaran saya, terlebih ketika kuliah dulu. Terang saja, karena ini merupakan kegiatan menyenangkan paling murah meriah.

Suka membaca bukan berarti sok jadi kutu buku. Kadang dulu, kalo lagi di kereta Prameks (Prambanan Ekspress) perjalanan dari Yogya-Solo atau Solo-Yogja, saya pasti harus membawa satu buah buku untuk saya baca. Lumayan, daripada ngeliatin orang tidur, kan mending baca. Entah baca buku bahan kuliah atau baca buku fiksi.

(Fasilitas "Free Hotspot Area" menjadi salah satu alasan banyak pengunjung yang datang ke Perpusda Sumsel)

Saya suka baca buku sejak kecil, dimulai dari mengkonsumsi Majalah Bobo milik tetangga. Baru kemudian berurusan dengan perpustakaan itu sejak duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Berikut ini nama-nama perpustakaan yang selalu dengan setia menemani saya dalam menjalani hobi melahap kata-kata, hee... :
  1. Perpustakaan Sekolah SMP Negeri 19 Palembang (1996-1999): Lupus, Detektif Tiga Serangkai, Lima Sekawan, dll
  2. Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan (1996-1999): Komik, buku cerita, dll. Lanjut lagi (23 Januari 2009-sekarang): Buku cerita, novel, buku-buku bisnis, buku-buku kepemimpinan, dll
  3. Perpustakaan Sekolah SMU Plus Negeri 17 Palembang (1999-2002): Majalah, buku cerita, dll
  4. Perpustakaan Fisipol UGM Yogyakarta (2002-2005), lanjut lagi sebagai anggota luar biasa (2007-2008): Buku-buku kuliah, dll
  5. UPT 2 UGM Yogyakarta: Buku kuliah, buku motivasi, dll
  6. Perpustakaan FISIP UNS Solo: Buku kuliah, skripsi, buku tentang komputer, dll
  7. Perpustakaan Pusat UNS Solo: Buku kuliah, skripsi, dll
(Mobil perpustakaan keliling Perpusda Sumsel. Kapan nih, keliling ke Super Bimbel GSC Sudirman? :))

Nah, beberapa waktu yang lalu, tepatnya 23 Januari 2009, saya kembali menjadi anggota Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang beralamat di Jl. Demang Lebar Daun 47 Palembang 30137 setelah vakum selama 10 tahun. Wow! Lama juga ya? Dulu, pernah menjadi anggota Perpusda Sumsel ketika masih SMP. Inget banget, kalo ke sana setiap pulang sekolah di hari Rabu. Dibela-belain banget, jalan kaki dari SMPN 19 sampai ke jalan besar (200 meter) untuk naik angkutan kota (angkot) Wayhitam-Talang Betutu. Nanti stop di persimpangan Jalan Way Hitam (Istana Gubernur Sumsel), trus jalan lagi sampe Perpusda Sumsel. Tuh, mungkin sampe 350 meter. Ntar kalo mo pulang ke rumah, jalan lagi dari Perpusda sampe persimpangan Jalan Way Hitam untuk kembali naik angkot Wayhitam-Talang Betutu. Habis itu stop di simpang jalan mo ke rumah, Jl. Mandi Api. Yups, benar! Jalan lagi sekitar 200 meter, baru kemudian sampe rumah! Jadi sekarang, bersyukur banget udah ada Mio Biruku yang bisa membawaku kemana-mana. Jadi gak perlu jalan kaki lagi, yang gara-gara itu bikin kakiku gede! Hahaha...

Oya, ada banyak hal yang berubah dari Perpusda Sumsel ketika aku kembali menjadi anggotanya 3 bulan yang lalu. Dulu ketika aku masih SMP, mereka masih pake sistem manual, alias tulis tangan kalo mo pinjam atau mengembalikan koleksi. Nah, sekarang, semuanya pake sistem komputerisasi. Meski sayang, mungkin cuma kartuku yang bermasalah, tapi code numberku selalu gak terbaca kalo dilaser. Alhasil, tetap ngetik ke komputer berapa nomor anggotanya. Hee!

(Waktu layanan Perpusda Sumsel, yakni Senin s/d Jumat 08.00 - 15.30 WIB, Sabtu 08.30 - 15.00 WIB, dan Istirahat Jumat 11.00 - 13.30 WIB)

Nah, kalo di perpusda, setiap kali pinjam kita bisa meminjam sebanyak 3 buah buku. Lama waktu pinjamnya adalah 1 minggu, dan bisa diperpanjang sebanyak 3 kali. Aku pernah telat, lho! Hohoho! Kena dendanya Rp 200,- per buku/hari. Untung cuma pinjam 1 buku waktu itu, dan cuma telat 1 hari. Jadi cuma kena denda Rp 200,- Tapi tetap pake kwitansi komputer lho ketika membayar denda yang cuma 200 perak itu. :)

Pengalaman ngilangin buku itu pernah ketika jadi anggota Perpustakaan Pusat UNS. Gak salah-salah, aku ngilangin novel Biru-nya Fira Basuki. Alhasil, aku harus mengganti buku dengan judul yang sama. Untung gak tambah diberatkan dengan keterlambatan pengembalian. Cukup adillah, ngilangin buku, yah gantinya juga buku yang diilangin. Untungnya juga masih dijual di pasaran, jadi masih bisa dibeli.

(Beberapa pengunjung Perpusda Sumsel yang memanfaatkan fasilitas free hotspot)

Selain perpustakaan, aku juga suka jadi anggota rental komik/novel/majalah. Maklumlah, kalo lagi gak ada budget untuk beli buku, meminjam buku itu bukan suatu hal yang salah kan? Hm, kapan ya, Palembang ada bazar buku kayak di Yogya dan di Solo? Pengen banget ada toko buku sejenis Toga Mas Yogya di Palembang ini. Tuh toko buku mo franchisee gak sih? Kalo iya, aku mau jadi franchiseenya! Hahaha! Pasti bakal rame, deh! Orang Palembang kan, walau emang doyan belanja baju ma makan, tapi mereka juga suka baca buku lho! Like me... Hue'e'e...
Well, gimana dengan kamu, suka ke perpustakaan juga gak???

Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Jl. Demang Lebar Daun 47 Palembang 30137
Telp. 0711-357175, Faks. 0711-317342
Email: banpustaka@yahoo.com, Website: www.banpustaka.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...