Dalam rangka menyambut ulang tahun Kota Palembang yang ke-1332, Jurusan Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang akan menggelar acara Launching dan Bedah Buku Pempek Palembang, Pempek Wong Kito Galo! Pada hari Kamis, 5 Juni 2014 pukul 08.00-12.00 WIB di Aula Ismail Djalili, Lt.2, Gedung A, STISIPOL Candradimuka, Jl. Swadaya Sekip Ujung Palembang. Buku pertama yang akan mengupas Pempek Palembang dari sudut pandang ilmiah ini merupakan karya salah satu dosen Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka, Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A yang berjudul “Pempek Palembang Mendeskripsikan Identitas Wong Kito Dari Kuliner Kebanggaan Mereka”.
Akan hadir sebagai pembicara bedah buku, yakni H. Romi Herton (Walikota Palembang)*, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin (Budayawan Palembang), Hj. Nurhasanah (Owner Pempek Pak Raden), dan Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A (Penulis buku Pempek Palembang). Dengan dimoderatori Budi Santoso, S.Sos, M.Comn (Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka), acara ini mengundang 100 undangan dan 200 peserta yang dibuka untuk mahasiswa dan umum. Selain Launching dan Bedah Buku Pempek Palembang, pada hari yang sama juga akan diselenggarakan Penetapan Rencana Induk Penelitian (RIP) STISIPOL Candradimuka, Pemutaran Film Karya Mahasiswa, Bazar Buku, Pameran Kuliner Lokal, dan Pameran Periklanan Mahasiswa.
Nih, blog yang sengaja kubuat untuk saling berbagi cerita ttg dunia yang kujalani, ttg hidup yg begitu uniknya, ttg apapun yang berhasil mengusik perhatianku untuk segera kurangkai dalam kata-kata sehingga mengalir sebuah kisah yang menarik...
Sabtu, Mei 31, 2014
Rabu, Mei 28, 2014
Give Away Launching Buku Pempek Palembang
Dari pemahaman itu, launching buku karya Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A (Dosen Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka) yang berjudul “Pempek Palembang Mendeskripsikan Identitas Wong Kito Melalui Kuliner Kebanggaan Mereka” ini berangkat dari motivasi sebagai usaha untuk lebih memahami proses kebudayaan tersebut. Buku ini juga dapat menjadi buku ajar dalam mempelajari budaya lokal dan fenomena yang terjadi di ruang realitas tersebut, khususnya tentang bagaimana pembentukan interpretasi realitas: nilai budaya, bagaimana konstruksi identitas kelokalan, dan bagaimana memahami kebudayaan Palembang dari sudut pandang kuliner.
Senin, April 21, 2014
Ketika STISIPOL Candradimuka Menyerbu Bandung
Haha! Judulnya heboh sekali ya? Tapi, memang inilah yang terjadi. Kita, para struktural dan karyawan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL Candradimuka), seluruhnya pergi ke Bandung selama 4 hari 3 malam, tepatnya pada tanggal 18-21 April 2014 lalu. Tapi memang bukan untuk menyerbu dalam arti berperang, tapi menyerbu untuk shopping dan sejenisnya dalam rangkaian kegiatan Employee Gathering STISIPOL Candradimuka Tahun 2014.
Kurang lebih 50 peserta ikut dalam kegiatan ini, termasuk saya jelas, dan Fafaaaaa! Hihihi... Iya, setelah sempat ragu-ragu untuk mengajak Fafa atau tidak, akhirnya kembali diajak dan kembali lagi menjadikannya sebagai peserta tour termuda kali ini. Kegiatan ini sendiri dilakukan dalam rangka menjalin hubungan kekeluargaan yang erat dan hangat antar pengelola STISIPOL Candradimuka. Turut hadir Ketua STISIPOL Candradimuka, Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si beserta suami yang juga Ketua Yayasan Seni dan Ilmu Pengetahuan (YASIP), Yudi Dewanto, SE. Well, mau tau kemana aja kita selama di Bandung? Cekidooot!!
Kurang lebih 50 peserta ikut dalam kegiatan ini, termasuk saya jelas, dan Fafaaaaa! Hihihi... Iya, setelah sempat ragu-ragu untuk mengajak Fafa atau tidak, akhirnya kembali diajak dan kembali lagi menjadikannya sebagai peserta tour termuda kali ini. Kegiatan ini sendiri dilakukan dalam rangka menjalin hubungan kekeluargaan yang erat dan hangat antar pengelola STISIPOL Candradimuka. Turut hadir Ketua STISIPOL Candradimuka, Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si beserta suami yang juga Ketua Yayasan Seni dan Ilmu Pengetahuan (YASIP), Yudi Dewanto, SE. Well, mau tau kemana aja kita selama di Bandung? Cekidooot!!
Rabu, Maret 12, 2014
Seru-seruan Dengan Fafa di Singapore
Iya, kunjungan saya ke Singapore yang merupakan bagian dari kegiatan Konferensi Nasional dan Call For Paper Batam ini merupakan yang kedua, setelah yang pertama saya lakukan pada tahun 2010 lalu karena memenangkan sebuah kompetisi menulis blog yang dilakukan oleh simPATI. Tapi kali ini, saya mengajak Fafa ikut serta, meski harus ikut membayar sebesar 50 Dolar Singapore. Hoho!!
Selasa, Maret 11, 2014
Batam: Antara Call For Paper dan Mall
Mengunjungi Batam menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Hal ini karena saya memang belum pernah ke sana sebelumnya. Walhasil ketika ada tawaran call for paper yang diadakan oleh Universitas Mercu Buana, Aspikom Korwil Jabodetabek, Aspikom Korwil Riau, dan Puskombis dengan tema Komunikasi Politik: Menuju Demokrasi Indonesia Lebih Baik, saya lalu ikut. Kegiatan ini sendiri telah dilaksanakan di BCC Hotel Batam, 11 Maret 2014 lalu. Selain itu juga ada one day tour ke Singapore pada tanggal 12 Maret 2014. Nah, khusus untuk yang ke Singapore akan saya ceritakan di artikel yang lain yaa...
Petualangan ke Batam dan Singapore ini berlangsung selama 6 hari. Berangkat hari Minggu, 9 Maret 2014 dan pulang hari Kamis, 13 Maret 2014 yang keduanya menggunakan maskapai Citilink. Dari Palembang, selain saya yang mewakili Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka, juga ada Ema dan Santi yang keduanya adalah teman dosen di Fikom Universitas Bina Darma. Saya sebenarnya juga tidak sendiri perginya. Hee... Yaa, kali ini saya kembali mengajak sang buah hati, Aruni Shafa Qurniawan untuk berpetualang mengunjungi Batam dan Singapore.
Petualangan ke Batam dan Singapore ini berlangsung selama 6 hari. Berangkat hari Minggu, 9 Maret 2014 dan pulang hari Kamis, 13 Maret 2014 yang keduanya menggunakan maskapai Citilink. Dari Palembang, selain saya yang mewakili Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka, juga ada Ema dan Santi yang keduanya adalah teman dosen di Fikom Universitas Bina Darma. Saya sebenarnya juga tidak sendiri perginya. Hee... Yaa, kali ini saya kembali mengajak sang buah hati, Aruni Shafa Qurniawan untuk berpetualang mengunjungi Batam dan Singapore.
Sabtu, Maret 08, 2014
Ketika Angka 30 Itu Hadir
Rasanya sempat tidak bisa tidur menjelang pergantian usia tahun ini. Angka yang agak menyulitkan untuk menghadapinya, yaa... 30 tahun. Berarti 3 dekade sudah menjalani hidup. Berpetualang di dalamnya, mengurai derai air mata, menarik tawa kencang, termenung penuh kekosongan, atau bergerak semangat gegap gempita. Semua rasa itu seolah bercampur menjadi kumpulan manik-manik yang indah untuk dikalungkan pada leher kehidupan yang masih akan terus berjalan.
Tepat di hari Sabtu, 8 Maret 2014, usia 30 tahun itu mendatangi saya. Hari itu, aktivitas kerja masih setia menemani. Mengajar kelas weekend atau kelas non reguler di tempat saya mengabdi saat ini, di Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Hari itu dua kue ulang tahun istimewa diberikan kepada saya. Satu dari mahasiswa kelas non reguler Ilmu Komunikasi semester empat, dan satu lagi dari rekan-rekan sekerja di STISIPOL Candradimuka.
Tepat di hari Sabtu, 8 Maret 2014, usia 30 tahun itu mendatangi saya. Hari itu, aktivitas kerja masih setia menemani. Mengajar kelas weekend atau kelas non reguler di tempat saya mengabdi saat ini, di Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Hari itu dua kue ulang tahun istimewa diberikan kepada saya. Satu dari mahasiswa kelas non reguler Ilmu Komunikasi semester empat, dan satu lagi dari rekan-rekan sekerja di STISIPOL Candradimuka.
Rabu, Februari 05, 2014
Bulan, Mentari dan Aku (Cerita Malam Ini #4)
Apa yang kau cari, Bulan? Senyum Mentari pagi yang selalu kau sambut dengan mengunci diri di balik belahan bumi yang lain? Apa yang kau nantikan, Bulan? Tatapan Mentari senja yang tak urung berlari saat kau berani menampakkan diri. Sulitkah untuk menemui pujaan hatimu? Satu-satunya itu?
Kau tanya sejuta mengapa kepada pencipta-Mu yang kau rasa begitu lucu dalam menggariskan takdir. Bahwa kau sudah berani mencintai namun selalu kondisi membuatmu kembali menahan diri, tak ingin memaksakan gegap gempita rasa sayang yang begitu merekah di hatimu. Kau mencintainya. Kau ingin selalu ada di sampingnya. Menemaninya. Menatap kasihnya yang semakin lama semakin dalam. Tak peduli tentang jarak yang memisahkan, kau tetap menyayanginya. Dia pilihanmu. Sejatimu.
Langganan:
Postingan (Atom)






