Pagi ini, pendar-pendar kantuk masih kurasakan di mataku. Sesekali geliat kecil kulakukan agar semangat itu masih tetap menempel di tubuhku untuk menemaniku beraktifitas hari ini. Satu, dua kali kesempatan, tiba-tiba senyum terkembang di bibirku. Hm, kenapa? Apa ada yang aneh. Bangun kesiangan, badan masih tak berdaya, namun senyum tiba-tiba muncul. Fiuh... aku ternyata masih bisa ingat penyebabnya. Ini karena mimpiku tadi malam. Mungkin bukan ketika malam. Karena biasanya mimpi yang mampu kuingat hanya mimpi menjelang bangun tidur.Yah... serasa aku kembali di masa sekolah. Masa SD. Saat ketakutan untuk menyapa orang yang kita taksir melanda. Namun di mimpi itu, sebuah momen, aku berani menyapanya dengan biasa. Bahkan memegang lengannya, lalu bicara seakan semuanya normal. Luar biasa. Aku pikir ini memang luar biasa. Ketakutan itu kulawan melalui mimpiku. Walau hanya melalui mimpi, aku sungguh berterima kasih atas malaikat mimpi yang menghadirkan bulir mimpi padaku tentang itu.



