Jadi, apa yang akan saya ceritakan selama satu bulan di bulan Januari 2017 kemarin? Akan ada 8 hal utama yang berkesan bagi saya di setiap bulan. Kok 8? Ya, karena saya suka angka 8. Saya lahir di tanggal 8, jadi saya merasa hokinya di angka itu. Jadi, inilah 8 hal yang saya sukai di bulan Januari tahun 2017:
Nih, blog yang sengaja kubuat untuk saling berbagi cerita ttg dunia yang kujalani, ttg hidup yg begitu uniknya, ttg apapun yang berhasil mengusik perhatianku untuk segera kurangkai dalam kata-kata sehingga mengalir sebuah kisah yang menarik...
Selasa, Januari 31, 2017
Januari 2017: Awal Tahun Yang Menyenangkan
Jadi, apa yang akan saya ceritakan selama satu bulan di bulan Januari 2017 kemarin? Akan ada 8 hal utama yang berkesan bagi saya di setiap bulan. Kok 8? Ya, karena saya suka angka 8. Saya lahir di tanggal 8, jadi saya merasa hokinya di angka itu. Jadi, inilah 8 hal yang saya sukai di bulan Januari tahun 2017:
Jumat, Januari 20, 2017
Selasa, Desember 20, 2016
Menyambut Harbolnas Dengan Menjadi Narasumber Publika - TVRI Sumsel
Jam tangan saya masih menunjukkan pukul 08.00 WIB ketika handphone saya berdering dari nomor asing. Saya yang sudah berada di Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka pagi itu, masih juga sibuk dengan materi borang jurusan yang deadline hari ini. Lima belas menit kemudian, dering telepon itu berbunyi lagi. Sepertinya penting, kalau orang kembali menelfon dengan jeda wajar 15 menit seperti saat ini. Saya pun mengangkatnya, “Hallo?”
“Hallo, assalamualaikum, Nita?”
“Iya, waalaikumsalam. Ini siapa yaa?”
“Nita, ini Mbak Rika – TVRI.”
Weeeh... Ada apa ya, tumben Mbak Rika menelfon. “Eh, Mbak Rika... Apa kabar, Mbak? Ada yang bisa dibantu?”
“Nita, Mbak mau undang untuk acara Publika sore ini. Kita mau angkat tema tentang Harbolnas. Nita nanti bicara dari aspek media mewakili akademisi. Nanti ada Yan, dia mengangkat dari sisi konsumen.”
Wah, tawaran luar biasa ini, saya harus ambil kesempatan yang mesti gak akan datang dua kali. Dan tentu saja, saya langsung menyanggupinya. Meski ketika Mbak Rika mengatakan saya harus sudah berada di TVRI Sumsel pada pukul 15.30 WIB karena syuting live untuk acara Publika itu berlangsung di pukul 16.00-17.00 WIB.
“Hallo, assalamualaikum, Nita?”
“Iya, waalaikumsalam. Ini siapa yaa?”
“Nita, ini Mbak Rika – TVRI.”
Weeeh... Ada apa ya, tumben Mbak Rika menelfon. “Eh, Mbak Rika... Apa kabar, Mbak? Ada yang bisa dibantu?”
“Nita, Mbak mau undang untuk acara Publika sore ini. Kita mau angkat tema tentang Harbolnas. Nita nanti bicara dari aspek media mewakili akademisi. Nanti ada Yan, dia mengangkat dari sisi konsumen.”
Wah, tawaran luar biasa ini, saya harus ambil kesempatan yang mesti gak akan datang dua kali. Dan tentu saja, saya langsung menyanggupinya. Meski ketika Mbak Rika mengatakan saya harus sudah berada di TVRI Sumsel pada pukul 15.30 WIB karena syuting live untuk acara Publika itu berlangsung di pukul 16.00-17.00 WIB.
Minggu, November 27, 2016
Beautea Time With Moz5 OPI Mall Palembang
“Mbak Nita, hari Sabtu depan bisa ikut ke Moz5? Ada event blogger di sana siang?”
“Moz5 itu salon muslimah yang di Palembang Square itu kan Mbak Rita?”
“Iya, tapi ini buka lagi di OPI Mall. Mbak Nita bisa dateng?”
“Oya, bisa Mbak. Jadwal ngajar saya cuma pagi kalo Sabtu.”
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Saya yang lagi butuh observasi tempat salon untuk perawatan tubuh diberikan undangan untuk datang di acaranya Salon Moz5 OPI Mall Palembang, Sabtu, 26 November 2016, pukul 13.00-17.30 WIB yang bertajuk "Beautea Time With Moz5 OPI Mall Palembang". Undangan kali ini muncul melalui Mbak Rita Asmaraningsih, yang sama-sama anggota Blogger Perempuan Palembang.
---
“Moz5 itu salon muslimah yang di Palembang Square itu kan Mbak Rita?”
“Iya, tapi ini buka lagi di OPI Mall. Mbak Nita bisa dateng?”
“Oya, bisa Mbak. Jadwal ngajar saya cuma pagi kalo Sabtu.”
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Saya yang lagi butuh observasi tempat salon untuk perawatan tubuh diberikan undangan untuk datang di acaranya Salon Moz5 OPI Mall Palembang, Sabtu, 26 November 2016, pukul 13.00-17.30 WIB yang bertajuk "Beautea Time With Moz5 OPI Mall Palembang". Undangan kali ini muncul melalui Mbak Rita Asmaraningsih, yang sama-sama anggota Blogger Perempuan Palembang.
---
Senin, Oktober 17, 2016
Melestarikan Budaya Makan Pempek di Ajang Pempek Festival Palembang Icon
Oleh Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A
Penulis Buku “Pempek Palembang”, Dosen dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang
Setiap kita yang menyatakan diri bagian dari masyarakat tertentu, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan apa yang menjadi budaya di tengah masyarakat yang kita diami, baik material culture maupun immaterial culture. Seperti yang terjadi dalam Pempek Festival yang dilaksanakan di Palembang Icon, Kamis-Minggu, 13-16 Oktober 2016. Secara tidak sadar, orang-orang yang terlibat di dalamnya sudah mengambil bagian tanggung jawab itu: melestarikan budaya makan pempek.
Sebagai penulis Buku Pempek Palembang (2014) dan sekaligus pengamat budaya untuk aspek kuliner di Kota Palembang, selama 4 hari berada di event tersebut, saya sadar bahwa banyak orang yang masih memiliki kepedulian yang sangat tinggi untuk mencoba memperjelas identitas yang mereka miliki. Ada banyak rasa sangsi apakah suatu event akan berhasil atau tidak, namun di event yang juga dihadiri oleh Bapak Gubenur Sumatera Selatan, Ir. H. Alex Noerdin di hari pertamanya itu benar-benar menyedot masyarakat Palembang maupun non Palembang untuk hadir di dalamnya.
Penulis Buku “Pempek Palembang”, Dosen dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang
Setiap kita yang menyatakan diri bagian dari masyarakat tertentu, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan apa yang menjadi budaya di tengah masyarakat yang kita diami, baik material culture maupun immaterial culture. Seperti yang terjadi dalam Pempek Festival yang dilaksanakan di Palembang Icon, Kamis-Minggu, 13-16 Oktober 2016. Secara tidak sadar, orang-orang yang terlibat di dalamnya sudah mengambil bagian tanggung jawab itu: melestarikan budaya makan pempek.
Sebagai penulis Buku Pempek Palembang (2014) dan sekaligus pengamat budaya untuk aspek kuliner di Kota Palembang, selama 4 hari berada di event tersebut, saya sadar bahwa banyak orang yang masih memiliki kepedulian yang sangat tinggi untuk mencoba memperjelas identitas yang mereka miliki. Ada banyak rasa sangsi apakah suatu event akan berhasil atau tidak, namun di event yang juga dihadiri oleh Bapak Gubenur Sumatera Selatan, Ir. H. Alex Noerdin di hari pertamanya itu benar-benar menyedot masyarakat Palembang maupun non Palembang untuk hadir di dalamnya.
Kamis, September 22, 2016
ASUS ROG STRIX GL502VS Luar Biasa: Ketika Gamers Sejati Menemukan Belahan Hidupnya
Because I believe that the truth is far more important than the facts. (Advent Jose)
Saya suka kalimat ini. Kalimat yang muncul di slide terakhir presentasi produk ASUS ROG GL502VS yang dilakukan hari ini, Kamis, 22 September 2016 di Hotel Aryaduta Palembang yang disampaikan oleh Mas Jose. Bahwa kita percaya kebenaran itu lebih penting dari kenyataan. Dan kebenarannya yang saya juga saya peroleh hari ini adalah bahwa untuk bisa menikmati kenyamanan yang totalitas maka kita butuh alat untuk menyeimbangkan keinginan itu. Dan itu juga menjawab kegelisahan saya dua bulan terakhir ini.
Saya suka kalimat ini. Kalimat yang muncul di slide terakhir presentasi produk ASUS ROG GL502VS yang dilakukan hari ini, Kamis, 22 September 2016 di Hotel Aryaduta Palembang yang disampaikan oleh Mas Jose. Bahwa kita percaya kebenaran itu lebih penting dari kenyataan. Dan kebenarannya yang saya juga saya peroleh hari ini adalah bahwa untuk bisa menikmati kenyamanan yang totalitas maka kita butuh alat untuk menyeimbangkan keinginan itu. Dan itu juga menjawab kegelisahan saya dua bulan terakhir ini.
Minggu, September 18, 2016
Belajar Membuat Pempek Bersama Kompasiana Palembang
Beruntung saya bisa ikut Pelatihan Membuat Pempek Bersama Kompasiana Palembang (Kompal) pada hari Sabtu, 28 Agustus 2016 pukul 14.00-19.00 WIB lalu. Ceritanya saya diundang sebagai narasumber, terutama diminta untuk menerangkan tentang sejarah pempek. Iya, hal ini lantaran saya sudah menulis Buku Pempek Palembang (2014). Awalnya juga diminta sebagai pelatih untuk membuat pempek. Hahaha, tapi dari awal saya sudah bilang, “Wah, bukan bidang saya, Mbak Elly. Saya ini peneliti bukan chef,” ujar saya waktu diminta sama makminnya Kompal satu bulan yang lalu.
Langganan:
Postingan (Atom)





