Sabtu, Maret 28, 2009

I Love This Movie: The Kite Runner

1) Identitas Singkat Film
Pemeran The Kite Runner : 
- Khalid Abdalla (Amir Dewasa)
- Atossa Leoni (Soraya)
- Shaun Toub (Rahim Kahn)
- Zekeria Ebrahimi (Amir Kecil)
- Ahmad Khan Mahmodzada (Hassan Kecil) 
Sutradara : Marc Forster 
Durasi : 2 jam 25 menit 
Distributor : Paramount Vantage 
Tanggal Rilis : 14 Desember 2007 (US), Februari 2008 (Indonesia)

2) Alur Cerita Film yang Menarik
I love this movie!!! Aku paling suka lihat aktingnya si Hassan kecil (Ahmad Khan Mahmodzada), sang peraih "Best Young Actor" di ajang anugerah film versi Critics Choice Award. The Kite Runner adalah sebuah film produksi Paramout Picture yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Khaled Hosseini. Film ini sendiri diproduksi tahun 2007 yang lalu. Sementara novel aslinya terbit tahun 2003. Untuk novelnya yang berada dalam Bahasa Indonesia, penerbit Mizan sudah menerbitkannya tahun 2008. Tapi harganya cukup mahal sih, Rp 63.000,-

(Adegan Hassan Kecil ketika mendapatkan hadiah ulang tahun dari tuannya, sebuah layang-layang)

Film ini dimulai dari adegan kota pinggiran Amerika yang didiami oleh para imigran Afganistan. Amir dewasa yang tinggal di Amerika itu tiba-tiba mendapat telfon dari rekan ayahnya di Afganistan. Negara asalnya, yang ia tinggalkan bertahun-tahun. Usai adegan telfon itu, barulah film bergerak mundur, yakni bercerita tentang masa kecil Amir dan sahabat kentalnya, Hassan. Diceritakan bila Amir adalah anak seorang politikus di Afganistan, dan Hassan adalah anak pembantu di rumah Amir. Namun, persahabatan mereka sangat kental. Perlombaan layang-layang menjadi ajang tahunan menjadi bukti betapa kompaknya persahabatan mereka. Apalagi ketika mereka memenangkan perlombaan tersebut. Adegan dimana layangan melayang-layang di udara sangat fantastis. Sangat artistik kalau aku boleh membandingkannya dengan anak-anak yang main di dekat rumahku. Hee... Mereka hampir seperti menari! Seru banget!
  
(Adegan ketika Hassan dengan jelas dapat menentukan kemana layangan akan jatuh ke tanah)

Namun sayang, persahabatan itu tidak berlangsung lama. Ketika Hassan berjanji untuk membawakan layangan yang berhasil diputus Amir dari lawannya, Hassan dihadang oleh 3 orang anak berandalan. Aku benci banget adegan ini! Hik, hik, hik, habis, bikin mataku jadi banjir. Walau gak diberikan adegan yang vulgar, meski itu sebuah hal yang vulgar... *apa ini? hehehe!* Tapi adegan darah menetes di tanah itu cukup menggambarkan semuanya. Sumpah deh, pengen aku tinju aja rasanya muka Amir itu. Bukannya nolongin, tapi dia pura-pura gak tahu ketika Hassan memberikan layangan yang dengan hal paling rendah itu ia pertahankan. Amir pun malah ingin Hassan yang pergi dari kehidupannya karena tidak kuat menahan rasa bersalah. Gak salah-salah, Hassan ia fitnah dengan menaruh jam tangannya di kamar Hassan.
  
(Hassan kiri yang memegang ketapel. Ia sangat mahir menggunakan ketapel, dengan ketapellah ia melindungi Amir dari gerombolan berandalan. Di adegan lain, nanti Sohrab, anak Hassan, juga akan menolong Amir dari kelompok garis keras Afganistan) 

Cerita di film ini memang mengalir dengan bagusnya. Tapi, aku emang terbuai dengan adegan ketika mereka masih kecil, bukan ketika mereka sudah besar dan didewasakan oleh waktu. Ketika kecil, Amir yang bercita-cita ingin menjadi penulis selalu membacakan karyanya kepada Hassan. Dan itu adalah hal yang terbaik! Sebuah ajaran tentang pendidikan. Meski Hassan tidak mengikuti sekolah formal, tapi dengan tekadnya ingin menulis surat untuk Amir, ia pun belajar membaca dan menulis. Kesalahan Amir ia tebus ketika ia sudah dewasa. Karena peperangan di Afganistan, maka ketika kecil mereka pun terpisah. Amir mengungsi ke Amerika bersama ayahnya. Dan Hassan tetap di Afganistan. Oya, sebelumnya ada adegan Hassan pergi dari rumah Amir. Dan ini pun kembali menguras air mataku. :)
  
(Adegan ketika Hassan dan Amir tengah bersiap-siap menuju arena perlombaan layang-layang) 

3) Nilai Pesan Film yang Berharga
Lalu, film pun kembali ke masa kini. Sebuah telfon dari Afganistan untuk Amir yang menyuruhnya kembali ke Afganistan. Demi menebus kesalahannya, ia pun pergi menemui sang paman yang sebenarnya rekan kerja ayahnya. Di usia yang tua, sang rekan ayah Amir itu menceritakan bila Hassan sudah meninggal. Dan ternyata terungkap bahwa Hassan sebenarnya adalah adik tiri Amir. Hassan sudah menikah dan mempunyai anak bernama Sohrab. Namun kini, Sohrab tengah ditawan oleh kelompok garis keras di Afganistan. Singkat cerita, Amir berhasil menemukan Sohrab. Dan ia pun membawa anak Hassan yang sudah menjadi bulan-bulanan para anggota kelompok garis keras itu ke Amerika untuk tinggal bersama Amir dan istrinya. Awalnya, Sohrab lebih banyak bersikap diam. Namun, ketika mereka ada di lapangan dan bermain layang-layang, Amir pun bisa memecahkan kebekuan suasana di antara mereka dengan menceritakan kembali tentang Hassan yang sangat mahir bermain layang-layang. "Untukmu, aku akan mengejarnya 1000 kali," ujar Amir menirukan perkataan Hassan, ketika ia mengejar layang-layang yang sudah berhasil diputus oleh Sohrab.

33 komentar:

Nurhasanah mengatakan...

Terima kasih bu anita blognya sangat menarik

Susilayanti mengatakan...

Menarik sekali filmnya, terima kasih bu Nita☺️

Desy Wulandari Pardede mengatakan...

terimakasih, bu Anita, blognya sangat menarik. penjelasan tentang film juga menarik.

Anissa mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
ryan jhonika fikri mengatakan...

menarik sekali bu anita cerita filmnya

Unknown mengatakan...

Wahh menarik sekali filmnya bu, bisa jadi referensi film yang bakal ditonton nih, terima kasih bu

Trie Ev LEstari Martha mengatakan...

cerita dari filmnya bagus banget..sdah keliatan dari cerita singkat yang ibu tulis bahwa film ini memang manarik untuk di tonton..refenrensi film yang sangat bagus bu..

Unknown mengatakan...

filmnya sepertinya sangat menarik untuk ditonton,bisa memberikan pengajaran arti sebuah persahabatan. terimakasih bu

Nopi susanti mengatakan...

Mantap Kren skli jd tertarik untk mnntn film ny๐Ÿ˜

Tia Widia Ayu mengatakan...

Keren banget ini๐Ÿ˜

Saili mengatakan...

Mantqb

Maulina Mayuri mengatakan...

Keren bgt buuu๐Ÿ˜

Krisna Syahputra mengatakan...

penasaran sama film nya ๐Ÿ‘

Unknown mengatakan...

Rekomendasi Film yang menarik

sta.suciyanti mengatakan...

film dan juga blognya sangat menarik sekalii...

Ari Muliya Riski mengatakan...

Rekomendasi blog terbaik��

Bujang_Doddy mengatakan...

Terima Kasih Untuk artikelnya Bu , Jadi Tertarik Menonton Filmnya .

Aulia martia sari mengatakan...

Mantap buk, keren sekali artikelnya jadi tertarik menonton film ini

Sierra alfadilla mengatakan...

keren sekali bu anita, terimakasih ya buu saya jadi tertarik menonton filmnya nih..

Muhammad Ferary Alif mengatakan...

terimakasih ibu, sangat bagus sekali untuk dijadikan referensi dalam menulis blog.

Dzul mengatakan...

Terima kasih bu sudah menjadikan refrensi dalam membuat blog

Anonim mengatakan...

Keren banget ini buu๐Ÿ˜

yulandari mengatakan...

Keren banget bu , sudah menjadikan refrensi dan semangat untuk kami

M.Zulfikar mengatakan...

Keren Bu menjadi referensi baca dehh ๐Ÿ‘

Unknown mengatakan...

Wahh nice

Unknown mengatakan...

Makasih

Romi Syaiful Amar mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Romi Syaiful AMAr mengatakan...

baik bu

AL FIKRI ASMAULLAH AKIP mengatakan...

Bagus sekali buk

Sri hastutik story mengatakan...

Wah menarik sekali bu filmya

Ibrahim Ali Hidayat mengatakan...

wah artikel yang sangat menarik buu

Putri celia nonreg mengatakan...

Film nya menarik nihh,referensi list tontonan saya nambah lg deh ๐Ÿ˜๐Ÿ˜„ terimakasih bu anita ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Agustini Misdawati mengatakan...

Mantap bu keren sekali film nya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...