Rabu, Maret 27, 2013

Hidup Ini Indah

Katakan padaku tentang waktu. Bagiku waktu adalah harta yang paling berharga. Tuhan saja menyampaikan betapa pentingnya waktu dalam QS Al Asr (Masa): 1-3. Orang-orang yang menyadari betapa pentingnya waktu tentu akan mengisi setiap waktunya dengan hal-hal yang berguna, baik untuk kebutuhan spiritualnya, sosialnya, maupun pengembangan dirinya pribadi dari berbagai aspek. Yang jelas, dia akan merasa sangat rugi jika waktu yang ia miliki hanya digunakan untuk meratapi masa lalu, untuk tidur dan bermalas-malasan, atau untuk melakukan hal-hal yang tidak jelas manfaatnya.

Dan seperti itulah juga prinsip yang sekarang saya gunakan untuk menjalani hidup yang begitu indah namun singkat ini. Kita tidak tahu kenikmatan akherat, meski ada ungkapan “Jika jari telunjukmu kamu celupkan ke laut dan kamu angkat, maka air di jarimu itu adalah kenikmatan dunia, dan air yang tersisa di laut adalah kenikmatan akherat.” Iya, senikmat-nikmatnya hidup di akherat, tapi kita tidak pernah tahu tentang masa itu. Masa yang kita jalani sekarang adalah masa dunia. Jadi, jalanilah, nikmatilah, mau pedihnya, senangnya, betenya, lucunya, semuanya...

Jumat, Maret 15, 2013

8 Maret 2013 = 29 Tahun

Saya tidak akan pernah malu untuk mengakui berapa usia yang sekarang tengah saya lalui. Jika sebagian besar orang menghapuskan atau menyembunyikan tahun kelahiran di berbagai data profil sosial media mereka, tapi tidak dengan saya. Saya pikir juga buat apa ditutup-tutupi, toh itu hanya simbol pengingat kapan kita lahir. Makin tua belum berarti juga makin dewasa, bahkan banyak orang yang sebaliknya.

Bagi saya pribadi, ulang tahun memang moment spesial untuk kembali merevisi komitmen dalam menjalani kehidupan ini. Mengintropeksi diri sendiri atas setiap hal-hal yang dianggap sebagai kegagalan atau justru titik tolak untuk menyambut hari yang lebih cerah lagi. Kenapa tidak bukan??

Selasa, Maret 12, 2013

Call For Paper Pertamaku

Menjadi dosen itu ternyata sangat luar biasa. This is my world, this is my choice. Bagi saya, punya cita-cita jadi dosen itu tidak muncul sejak kecil. Jika harus ditanyapun, saya sebenarnya juga bingung sejak kapan keinginan menjadi dosen itu ada. Namun, sekarang, saat dunia perdosenan sudah diselami dan berenang-renang di tepiannya, wow, rasanya sangat menyenangkan! Iya, sekarang, masih bisa bilang masih di posisi tepi, belum ke tengah. Namun, jelas akan segera menuju ke sana. Mengikuti call for paper adalah salah satu langkah untuk terus memahaminya. Benar, saat sudah memilih, maka totalitaslah di dalamnya, Insya Allah kamu akan mencintai apapun yang kamu lakukan.

Call for paper bidang Ilmu Komunikasi yang pertama kali kuikuti ini kebetulan diadakan di Kota Palembang, my city. Kebetulan juga di salah satu tempatku mengajar, yakni Universitas Bina Darma (UBD). Namun jelas, saya menulis paper tetap atas nama STISIPOL Candradimuka karena saya sudah menjadi dosen tetap di sana. Adapun berita tentang pelaksanaan call for paper ini sendiri sudah sejak tahun 2012 saya peroleh dari Rahma Santi Zinaida, teman sesama dosen UBD. Di samping juga dari sisi lain, kami sama-sama tergabung dalam calon kepengurusan ASPIKOM Sumatera Selatan yang akan di-launching bersamaan dengan pelaksanaan call for paper yang di Palembang itu.

Selasa, Maret 05, 2013

Suami Nikah Diam-Diam

Pengantar Nita:
Karena satu dan lain hal, saya lagi tidak sempat merangkaikan kata-kata untuk meng-update blog saya yang sangat saya cintai ini. Namun, saya ingin sekali memasukkan artikel dari Tabloid NOVA ini karena temanya yang sangat sensitif untuk dibaca sekaligus menjadi koleksi tulisan dalam blog ini. Jelas, saya tampilkan link sumbernya. Mo baca juga? Monggo dihaturi...

Ibu Nursyahbani yang terhormat, 

Saya menikah 1999 dan mempunyai seorang anak berusia 3 tahun. Pertengahan tahun 2002, saya baru tahu bahwa suami saya ternyata mempunyai perempuan lain, sebut saja A. Bahkan sudah punya anak berumur 6 bulan. Saya pernah menanyakan status perkawinan mereka, dan suami bilang sudah menikah di depan penghulu dan mempunyai surat nikah. Yang ingin saya tanyakan: 

Selasa, Februari 05, 2013

Curhat di Suatu Malam

Malam ini begitu sendu. Sekarang pukul 22.30 WIB, dan mataku enggan tertutup. Sedikit bercerita, semoga bisa melegakan isi hati ini. Kau juga ingin tahu kenapa aku tak jua bisa tertidur?

Yah, aku senantiasa berusaha untuk menyukuri hidupku. Berusaha untuk tidak pernah menyesali langkah yang sudah kuambil. Berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk buah hati tersayangku, Fafa. Berusaha untuk tenggelam dalam kesibukanku di dunia kerja agar tak selalu teringat dengan masa laluku.

Tapi, kau tahu, ternyata aku ini hanya seorang manusia biasa. Semua orang yang mengenalku, selalu mengatakan aku hebat, kuat, tangguh. Tapi, aku sendiri tidak tahu, aku merasa tak ada yang hebat, kuat, ataupun tangguh. Aku biasa-biasa saja. Aku hanya menjalani hidup, mengalir, seperti yang Tuhan inginkan untuk kujalani.

Minggu, Januari 27, 2013

Smart G: Wadah Terbaik Para Alumni Lepass - Sriwijaya Post

Sabtu, 19 Januari 2013 lalu merupakan hari yang bersejarah untuk para alumni Lembaran Pelajar Sumatera Selatan atau yang biasa disingkat sebagai Lepass – Sriwijaya Post. Bagaimana tidak bersejarah, hari itu dikukuhkan sebagai hari berdirinya Smart G (Lepass in Maturity Character and to Generations), sebuah wadah terbaik untuk terus menjalin aspirasi dan mengikat tali kekeluargaan yang lebih erat antar sesama alumni Lepass – Sriwijaya Post.

Lepass sendiri merupakan nama organisasi yang beranggotakan 11-14 orang siswa SMA se-Kota Palembang yang tergabung sebagai wartawan pelajar dan bernaung di bawah payung salah satu surat kabar terbesar Sumatera Selatan, Harian Umum Sriwijaya Post. Periodeisasi keanggotaan mereka dibatasi 1 hingga 2 tahun. Jika sudah lulus SMA otomatis tidak bisa lagi menjadi wartawan Lepass.

Lepass sendiri berdiri pada tahun 1994 (Angkatan 1), dan kini di tahun 2013 tengah dipegang oleh Lepass Angkatan 18 dan tengah mendidik Capass (Calon Lepass) Angkatan 19. Ketika pertama berdiri, HU Sriwijaya Post masih bertempat di Jl. Kapten A. Rivai, belum pindah ke Jl. Basuki Rahmat seperti sekarang. Saya sendiri tergabung dalam Lepass Angkatan 6 dan 7, tepatnya ketika saya masih menjadi siswi SMU Plus Negeri 17 Palembang tahun 1999.

Selasa, Januari 22, 2013

Water Fun OPI, Pulau Kemaro & Gelora Sriwijaya

Jalan-jalan dan menikmati hidup. Menulis dan berbagi cerita. Itulah yang aku lakukan sekarang. Berusaha untuk menikmati hidup. Dan aku menikmatinya. Kata-kata filosofis itu memang senantiasa hadir menemani sela-sela kepenatan menjalani hari.

Bersama anakku tersayang, Fafa, kami terus berpetualang. Tertawa bersama. Walau tak jarang Fafa juga harus melihatku menangis. Hehe.. Cuma anak itu emang sangat pintar. Suatu malam, tidak ada hujan tidak ada apa-apa, lampu kamar sudah dimatikan, dia mendekati aku dan sengaja tidur di atas perutku. “Mamaaa sayaaank,” ujarnya, lalu memelukku dan tertidur di sana.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...