Tampilkan postingan dengan label Nita Banget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nita Banget. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 14, 2018

Review Mizzu Blush Me Up : Rosy Tint 802

Siapa yang tidak mau tampil fresh dan terlihat cantik dalam setiap moment? Saya juga ingin tampil lebih muda setiap saat. Maka ketika ada teman instagram @anitashiva88 yang pangling melihat foto saya dengan mengatakan, “Kayak usia 25-an Mbak Nita.” Saya jadi tersenyum sumringah. Padahal usia tetap berjalan tentunya. Rahasia utamanya hanya di perawatan kulit wajah dan penggunaan make up yang tepat.

Bagi saya make up memang harus dilakukan sebelum keluar rumah untuk beraktivitas. Namun, make up yang ringan itu adalah pilihan utama. Terlebih karena make up yang berlebihan justru akan menyebabkan lebih mudah terpapar jerawat. Cara mudah untuk bersimulasi dengan tampilan wajah yang lebih ceria adalah dengan penggunaan blush on.

Sabtu, Mei 26, 2018

All New Ertiga, Mobil Impian Keluarga Indonesia

Saya bahagia, hari ini, Sabtu, 26 Mei 2018, bisa hadir di Atrium Palembang Indah Mall (PIM) untuk menyaksikan Grand Launching All New Ertiga Palembang dengan tagline The New Face of Urban MPV. Rasa grand launching itu semakin menyeruak ketika selimut hitam yang membungkus 3 mobil All New Ertiga yang berwarna Merah, Silver dan Putih secara berbarengan dibuka. Pembukaan selimut itu dilakukan oleh pihak Suzuki Sumatera Selatan (Thamrin Group) dari PT. Nusa Sarana Citra Bakti yang beralamat di Suzuki Kamboja Jl. Mayor Santoso No. 31-38 Palembang – Sumatera Selatan 30121 di hadapan semua undangan, media, dan para pengunjung Palembang Indah Mall yang ada di sana.

Saya ke sana tidak sendirian. Bersama putri kesayangan saya yang masih duduk di kelas 1 SD, Fafa, kami berdua berangkat dari rumah menuju PIM pada pukul 15.45 WIB. Mengendarai Suzuki Karimun Wagon Blue Lagoon yang saya beli di akhir tahun 2014 lalu di Suzuki Kamboja, kami pun melintasi jalanan Palembang yang sangat padat. Alhasil, sempat terjebak macet dari depan Palembang Square hingga lampu merah Simpang DPRD karena sedang ada pembangunan LRT yang dipersiapkan untuk menyambut Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Minggu, Mei 06, 2018

Senangnya Menggunakan Softlens X2 Bio Glaze

Mata adalah jendela hati. Melalui mata kita bisa melihat segala hal yang indah di hadapan kita. Melihat bunga, makanan, gedung yang tinggi, atau apapun itu yang membuat kita bersyukur memiliki panca indra utama ini. Buat orang Indonesia, mata, yang dalam hal ini bagian irisnya, rata-rata berwarna hitam atau coklat tua. Kadang, keinginan untuk mencoba iris warna lain tentu menghinggapi untuk tampil beda, termasuk saya.

Ketika mendapatkan kesempatan mencoba softlens X2 Bio Glaze dari Exoticon, saya langsung tertarik. Hal ini karena saya pikir, kapan lagi bisa tampil beda, meski kekhawatiran yang kemudian hinggap adalah, “Ah, nanti mata saya cepat kering.” Atau “Aduh, bahaya gak yaa pakai softlens lama-lama?” ikut melanda.

Selasa, September 20, 2011

Menjadi MC Kembali...

Akhirnya, setelah hampir setahun lebih vakum di dunia ke-MC-an... #Hahaha, kata-katanya gak kuat banget yak?! Hihihi...# Maka pada kesempatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2011, Kamis (15/9) di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta, saya dipercaya oleh teman-teman Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) UGM menjadi MC bersama satu rekan HMP UGM yang lain, Afik Hardanto, S.Si di acara tersebut.

Jujur aja, keputusan menjadi MC di acara PMB Pascasarjana UGM kali ini emang mendadak dangdut. Awalnya panitia ingin menggunakan penyiar salah satu radio swasta di Yogyakarta. Tapi, hitung punya hitung, ternyata dana yang dikelola panitia sangat mepet. Terlebih, kita (para panitia PMB) lebih setuju untuk menganggarkan dana yang ada untuk pembelian seragam panitia ketimbang membayar MC. Hahaha! Emang lumayan banget lho anggaran dana untuk 1 MC tersebut bisa untuk membeli 10 seragam batik yang kita beli di Pasar Beringharjo... Huhuhu!

Namun, dilema kemudian muncul. Oke, dana untuk MC kita alihkan untuk beli seragam. Lalu, siapa yang mo jadi MC gratisan? “Yaa, suruh anak HMP UGM ajaaa,” jawabku. “Siapa, Mbak yang mau?” tanya Ajeng yang waktu itu ikut heboh memutuskan beli seragam panitia atau bayar MC yang menuntut ada bayaran sebagai kinerja profesional mereka. “Mbak Nita mau?!” kejar Ajeng lagi yang kalo di HMP UGM menjabat sebagai Ketua Bidang Kewirausahaan. “Aku? Hehehe...” jawabku kemudian ketawa-ketawa aja.

Selasa, Oktober 13, 2009

Koleksi Sepatu Nita

Hm… Koleksi sepatu? Sebenernya gak gitu-gitu amat sih… Nih, beli sepatu juga berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan untuk koleksi. Kan ada tuh artis yang koleksi sepatunya sampe ratusan bahkan ribuan pasang. Aku gak sebanyak itu lah (mode on: malu-malu, hehehe...).
Tapi kemaren Minggu (11/10), pulang dari kondangan tempat mamang (paman) di kawasan Kertapati – Palembang, aku ma Dewi adikku sempet mampir ke PIM (Palembang Indah Mall) kembali untuk beli sepasang sepatu. Nah, kalo aku kasih referensi beli sepatu itu bagusnya di Icon99 – PIM atau di Idaman – PS (Palembang Square). Kenapa? Tentu ada alasan menarik untuk itu:

Icon99 – PIM
Toko sepatu Icon99 adanya di lantai 3 PIM.Eh, 2 apa 3 ya? Hehehe.... Aku suka beli di sana karena modelnya unik-unik. Gak terlalu aneh kayak Gosh, tapi modelnya jarang ada di pasaran. Harganya pun pas banget di kantong, paling berkisar Rp 119.000,- Aku sukanya beli yang harganya segitu! Apalagi sekarang di Icon99 berlaku diskon 10% untuk pemegang YMC (Yamaha Member Card). Kebetulan, aku kan membernya... Nah, di bawah ini 3 sepatu yang pernah aku beli di Icon99. Modelnya agak besar di depan, jadi pas banget dengan bentuk kaki aku yang rada lebar. Hohoho...

(My favorite shoes. Nih, semua beli di Icon99. Yang item teplek & penuh kancing di bawah, itu yang baru aku beli Minggu kemaren. Kalo yang coklat, itu dibeliin suamiku. Hee... Kalo yang item atas, tuh, udah lama banget, tapi sayang sekali kalo mo dibuang. Hee...)

Idaman – PS
Dulu, jarang-jarang beli di toko ini, abis harganya emang rada mahal. Tapi, pas mo nyari barang-barang hantaran pas nikah dulu, jadinya toko ini termasuk salah satu yang dijajah. Hehehe... Akhirnya beli satu, sepatu khusus untuk ke kantor. Ternyata harga sesuai kualitas. Udah hampir 5 bulan pake, tuh sepatu gak rusak. Paling tergores gara-gara aku harus nyetir motor. Oya, satu lagi sepatu dari toko ini merupakan pemberian salah seorang sahabat untuk hadiah pernikahanku. Sama awetnya! Fotonya? Ada tuh di bawah.

(Dua koleksi sepatu kerjaku yang belinya di Toko Sepatu Idaman - PS. Yups, haknya mesti tinggi. Nyesuaiin ma tinggi badan. Hehehe...)

Lain-lain
Nah, kalo selain dari dua toko itu, jelas banyak alasan. Pertama harga lebih murah. Jadi, iseng aja kalo pas jalan lihat ada sepatu lumayan unik, trus beli. Ato kedua, karena kado dari orang. Oya, ada satu toko lagi yang juga suka jadi referensi. Yups, Toko Sepatu Buccheri – PS. Nih, mesti selalu ngasih diskon antara 30 % sampe 70 % hampir di sepanjang tahun. Jadi, jatuh-jatuhnya harga sepatu itu Rp 120.000,- kurang lebih.

(Nih, koleksi sepatuku yang laen... Modelnya macem-macem. Jadi, bisa milih hari ini pake apa, besok pake apa... Kalo punya sepatu, kalo belum rusak beneeer, belom mo dibuang biasanya. Hehehe...)

Sepatu emang jadi salah satu kebutuhan sandang selain baju. Jadi, gak bisa dianggap gak penting. Walau, pas beli jelas ada beberapa prinsip dasar yang gak bisa dilupain: yups, harus bagus, berkualitas, dan harganya terjangkau. Hehehe... Ya iyalah, dimana-mana juga gitu, yak? Hee... (sba)

Jumat, Juni 05, 2009

8 Logo Nama "NITA"

Nama merupakan anugerah dari orang tua buat kita. Apapun namanya, harusnya kita syukuri. Namun ada banyak cerita, bila nama yang sudah diberikan itu kita ganti. Contohnya tidak perlu jauh-jauh, adik kandung saya sendiri, yang sekarang bernama Dian Novita Sari, dulunya bernama Dian Siti Hardiyati. Lucunya, dia sendiri yang mengganti namanya ketika ia sudah berusia 2 tahun. Ceritanya, dia baru sembuh dari sakit. Bangun tidur, langsung lapor ke ibu minta ganti nama. Coz, dia paling sebel kalo kita panggil Siti. Hehehe... Jadilah, bapak kemudian mengurus pergantian namanya di akte kelahiran.
Nah, kalau aku sendiri, jujur aja, seneng sekali dikasih nama ini oleh orang tuaku: "Sumarni Bayu Anita". Coz, setahu aku, cuma aku satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia ini yang memiliki nama itu. Kalau dipisah satu-satu emang banyak, tapi kalau 3 nama itu digabung, aku yakin cuma aku yang punya. Hee... Jadi, karena namaku terdiri dari 3 kata, aku punya banyak alternatif untuk panggilan nama. Bisa Marnie, Nita, Bayu atau bahkan SBA. SBA sendiri sudah jadi inisial namaku sebelum slogan SBY muncul dimana-mana lho... :)
Namun, dari sekian banyak panggilan nama itu, aku paling nyaman bila dipanggil "Nita". Nita sendiri panggilanku di rumah. Suatu ketika, aku menemukan buku tentang Numerologi, jadi nama kita itu bisa dihitung dan memiliki makna tersendiri. Ketika namaku dihitung, wow, secara keseluruhan maknanya cukup bagus. Lalu, aku juga mhitung nama panggilannya. Ternyata dibanding yang lain-lain, Nita memiliki hoki lebih banyak. Jadi... itu alasannya kenapa aku lebih memilih dipanggil Nita.
Nah, secara orang yang suka iseng di dunia maya, gak sengaja kemarin mencoba mencari gambar logo-logo yang menggunakan nama Nita. Wow, ternyata cukup banyak juga... Aku juga nyari dengan nama SBA sih dan lebih banyak hasilnya, tapi aku lebih memilih untuk mempublikasikan yang Nita aja. Hee...
Oya, aku belum cerita ya, kenapa orang tuaku memberikan aku nama Sumarni Bayu Anita. Nah, ceritanya itu kepanjangan lho... Jadi Sumarni itu adalah Su = Sukur Abu Syahid (nama bapakku), Mar = Maret (aku lahir di bulan ini), dan Ni = Niswani (nama ibuku). Kemudian Bayu, secara makna itu artinya angin. Namun secara huruf lagi, Ba = Bandung, jadi ketika aku lahir, bapakku yang tentara lagi ditugaskan belajar di Bandung. Nah, barulah yang Anita, bener-bener dikasih untukku. Jadi namaku adalah Anita. Hahaha... Tuh, histori my mom ketika kutanya... Aku nanyanya pas aku masih SD, entah kalo sekarang ditanya lagi, jawabannya masih sama atau tidak.
Tidak hanya ketika SD, sampai kerja saat ini pun, kadang ejekan melalui nama kerap kali terjadi. Terlebih di namaku yang diawali dengan kata "Sumarni". Yups, aku sadar sih, tuh nama terdengar Javanish banget, dan Javanishnya tempoe doeloe banget... Dan parahnya, kalau di cerita sinetron atau cerpen, lebih banyak jadi nama-nama warga kelas dua, yaa sejenis pembokat, penjual sayur, dll. Nah... itu tuh, yang suka jadi bahan lucu-lucuan, atau bahkan ngeledek beneran untuk aku...
Awalnya, emang suka sensi sendiri dipanggil Sumarni. Dulu pas SD dan SMP emang dipanggil lengkap: Sumarni. Coz, guru kan suka manggil sesuai absen. Tapi waktu SMA, mencoba agak kerenan dikit... Jadi, "Marnie". Hehehe... Nah, pas kuliah, baik D3 maupun S1, nama panggilanku sama dengan panggilan rumah: Nita. Nah, barulah kayaknya aku menjadi diriku sendiri. Huekekek....
Well, alhasil sekarang, kalo ada yang kembali manggil aku dengan sebutan Sumarni, dia mesti aku panggil balik dengan sebutan paling "village" dari namanya. Hahaha... Jadi misal nama panggilannya Okta, eh nama aslinya Oktriyani. Pas dia manggil aku "Sumarni", kupanggil baliklah ia "Oktriyani". Cuma kadang, lucu-lucuan itu suka menyebar... Ah, gimana yaa caranya menyadarkan orang-orang itu kalau meski hanya nama panggilan, namun itu sangat berarti buat kita... :)

Kamis, Juni 04, 2009

My Enneagram is "Petualang"




















Barusan, aku ikutan kuis Enneagram di Facebook, dan inilah kutipan hasilnya:

Sumarni ikuti kuis Enneagram, 9 Tipe Kepribadian Manusia. Yang Manakah Kamu? dan hasilnya adalah Petualang
"Energik, penuh vitalitas, aktif dan optimis. Orang-orang bertipe ini ingin memberi sumbangsih bagi dunia. Mereka menyembunyikan emosi-emosi yang tidak menyenangkan, termasuk rasa takut. Keunggulan : menyenangkan, spontan, imajinatif, produktif, antusias, gesit, yakin, memesona, dan selalu ingin tahu. Kejelekan : narsistik, impulsif, tidak fokus, memberontak, tidak disiplin, posesif, maniak, merusak-diri, dan berubah-ubah. Cara bergaul dengan saya : Berikan saya persahabatan, kasih sayang dan kebebasan. Bekerjasamalah dengan saya untuk merangsang obrolan dan canda tawa. Hargailah visi hebat saya dan dengarkan cerita saya. Jangan berusaha mengubah gaya saya. Terima saya apa adanya. Bertanggungjawablah atas dirimu sendiri. Saya tidak suka orang yang mengikuti dan bergantung pada orang lain. Jangan katakan apa yang harus saya lakukan."

Wow! Pengetahuan baru nih... Sebenarnya apa sih Enneagram itu? Ada artikelnya nih... :)

Apa Enneagram?
Enneagram (kadang-kadang disebut juga Enneagon) adalah gambar/pola geometris bersudut sembilan. Istilah ini berasal dari Bahasa Yunani - ennea (sembilan) and grammos (sesuatu yang ditulis atau digambar).
Gambar/pola Enneagram digunakan untuk beragam tujuan di dalam sejumlah sistem ajaran. Pada akhir-akhir ini pola tersebut menjadi lebih dikenal karena penggunaannya dalam apa yang sering disebut dengan Enneagram Kepribadian (Enneagram of Personality). Asal-usul historisnya masih diperdebatkan tetapi kemungkinan berasal dari tradisi Sufi.
Dalam geometri, sebuah enneagram adalah sebuah polygon bintang biasa bersisi sembilan, menggunakan titik yang sama dengan enneagon biasa tapi dihubungkan dengan jalur-jalur tertentu.f
Pola tersebut memiliki dua bentuk: {9/2} dan {9/4} menghubungkan setiap titik ke-2 dan ke-4 secara berturutan. Ada juga pola bintang , {9/3}, yang terbuat dari titik-titik enneagon biasa tapi merupakan gabungan tiga segitiga sama sisi.
Pemakaian enneagram di masa modern seringkali dikaitkan dengan Georges Ivanovich Gurdjieff (c. 1870-1949) yang terkenal dengan ajaran tradisinya yaitu "Jalan Keempat/Fourth Way". Tulisan-tulisan Gurdjieff mensugestikan perkembangan ajaran ini di Republik Rakyat Cina sebelum kemudian dikenal oleh para Sufi dengan penggambarannya tentang para darwis/dervish Asia Tengah yang mempelajari teori Tiongkok kuno tentang Sembilan Lipatan/Ninefoldedness (Kisah Beelzebub pada Cucunya,” Bab 41).
Pola Enneagram seperti yang dipresentasikan dalam tradisi "Jalan Keempat" mewakili dua hukum kosmik fundamental: kombinasi (disebut dengan Hukum Tiga/Law of Three atau Triads) dan proses (disebut dengan Hukum Tujuh/Law of Seven atau proses). Kombinasi berarti kejadian atau kekuatan yang bergabung menciptakan kejadian baru. Sedangkan 'hukum proses' mengatur tentang bagaimana sesuatu bisa terjadi.
Garis perkembangan ajaran Jalan Keempat dikembangkan dari tulisan-tulisan para murid Gurdjieff - terutama P.D. Ouspensky, Maurice Nicoll, J.G. Bennett dan Rodney Collin. Mereka mengembangkan ide-ide Gurdjieff dan meninggalkan kepentingan mereka sendiri. Banyak kepustakaan yang diabdikan untuk tradisi Gurdjieff-Ouspensky.
Kepribadian manusia dalam sistem enneagram, terbagi menjadi 9 tipe. Renee Baron dan Elizabeth Wagele, lewat buku yang berjudul enneagram, berusaha untuk menjelaskan kesembilan tipe tersebut agar lebih mudah dimengerti.
Kesembilan tipe kepribadian tersebut adalah :
Tipe 1 PERFEKSIONIS
Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
Tipe 2 PENOLONG
Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.
Tipe 3 PENGEJAR PRESTASI
Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
Tipe 4 ROMANTIS
Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.
Tipe 5 PENGAMAT
Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.
Tipe 6 PENCEMAS
Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.
Tipe 7 PETUALANG
Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.
Tipe 8 PEJUANG
Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
Tipe 9 PENDAMAI
Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.

Jumat, April 24, 2009

Yang Paling Menarik Saat Ini

Apa sih yang paling menarik buatku saat ini? Selain tentang rencana pernikahanku 9 Mei 2009 nanti...
Hohoho... Ternyata banyak hal yang saat ini sering berseliweran di kepalaku... Empat diantaranya, yaitu...

1) Siapa RI1 2009-2014?
Wow! JK mencalonkan diri sebagai RI1 yaa? Mau apa saudagar ini menjadi presiden? Urusan Lumpur Sidoarjo aja belum bisa terselesaikan... Pembaharuan sistem kontrak kerja melalui outsourching yang ia cetuskan jelas banyak merugikan tenaga kerja negeri ini. Yang di kepalanya jelas memenangkan para pengusaha... Lalu sekarang, ia mencoba mengajukan diri sebagai orang yang akan membela seluruh kepentingan rakyat di negeri ini?
But... kayaknya menarik juga untuk jadi bahan perbincangan di warung kopi tentang pertarungan politik menjadi RI1. Semua orang memang belum bisa memastikan siapa yang bakal terpilih. Walau, mereka pasti sudah punya pilihan masing-masing. Yang berharap menang, ingin menyembunyikan pilihannya, agar tak banyak sumpah serapah yang beredar. Sabar, dan tunggu saja tanggal mainnya...
Aku sendiri selalu berdoa, semoga SBY tetap menjadi presiden Indonesia, siapapun wakil presidennya!

2) Jason Statham di Transporter 3
Kemaren abis nonton film Transporter 3. Gila, body Jason Statham itu keren banget yee... Hohoho! *Nih, mo nikah, masih mikirin body cowok lain...* Tapi, waktu aku cerita sama Mas Rudy juga, dia mendukung kok, nih aktor emang cowok banget...
Kalo untuk filmnya sendiri, hm, kerenlah... Tapi, aku gak suka pemeran ceweknya. Jelek! Body sih yahut, tapi wajah dan kulitnya penuh bintik-bintik. Menjijikkan! Hehehe...
Banyak adegan yang bikin salut. Apalagi pas mobilnya mendarat di atas kereta api! Wow! Pokoknya film Transporter selalu keren, baik yang 1, 2, ato 3... Sip kabeh... Hehehe!

3) Isu My Position after Married...
Woo... Ternyata pernikahan tidak hanya mempengaruhi status, tapi juga masalah pekerjaan. Jelas, untuk menghadapi pernikahan nanti, aku akan ambil cuti selama 2 minggu dari kantor. Alhamdulillah, udah dari awal-awal mengajukan cuti, pihak HRD PT. Gema Sukses Cemerlang, tempat kini aku bernaung sudah kasih acc. Thank you, Mbak Nia... :)
Nah, yang kini ikut terfikirkan adalah isu posisi kerjaku setelah menikah. Emang... emang... semua akan kembali pada laporanku pasca nikah. Secara Mas Rudy saat ini kan kerjanya di Jakarta, bukan di Palembang sepertiku. Jadi, akan ada banyak pertimbangan yang akan terjadi nanti.
Kalau dulu, sebelum isu ini ditawarkan, aku inginnya tetap di Palembang sebagai Kepala Outlet Super Bimbel GSC Sudirman. Yaah... pernikahan jarak jauh terpaksa dijalani. Namun... tiba-tiba ada tawaran baru yang patut aku pertimbangkan lagi karena tampaknya menarik. Entahlah... Masih belum bisa menentukan apa yang harus kupilih... Yang A, B, atau C... Hee...

4) Ketemu Teman Lama di Facebook Nah, ini yang paling menarik buatku saat ini kalo main di dunia maya, selain hobiku untuk nulis di dua blog: blog pribadi (blog ini) dan blog kantor. Yups, beredar di facebook. Awal-awalnya sempet sentimen sih... Hahaha, gara-gara ada yang bilang kalo setiap kali ada orang yang masukin foto lewat facebook, maka yang bikin nih situs dapet duit. Trus duitnya dipake buat Israel beli senjata untuk menghancurkan Palestina. Makanya, sempet parno, dan bilang "Aku gak maen fesbuk-fesbukan!" Hahaha, tapi ternyata sekarang, aku malah gak bisa jauh dari facebook.
Gimana gak, lewat ini, aku bisa ketemu ma temen-temen TK, SD, SMP, SMA, kuliah pas di D3, trus kuliah pas S1, trus pas di organisasi/tempat magang yang pernah aku ikutin dulu. Seru banget deh... Hehehe...
Trus, bisa ikut kuis-kuis gokil. Paling kalo hasilnya jelek, gak aku publikasiin. Huahaha... Oya, kalo mo cari aku di facebook, bisa ke search nama lengkapku atau emailku di sumarnibayuanita@yahoo.com

Senin, Maret 16, 2009

Dunia Pendidikanku

(Fotoku di kelas 6 SD Muhammadiyah 14 Palembang. Aku yang mana hayoo??? Hehehe...)

Sudah lama aku ingin menulis tentang ini, "Dunia Pendidikanku". Tentang dimana aku mengenyam pendidikan hingga saat ini, pendidikanlah yang mengubah namaku menjadi lebih panjang: Sumarni Bayu Anita, S.Sos.
Aku dilahirkan di sebuah kota administratif Sumatera Selatan, Prabumulih, 25 tahun yang lalu. Di sana tempat almarhum bapakku ditugaskan karena ia seorang TNI-AD. Tak lama menetap di sana, setelah sebelumnya sempat di Lahat, kami sekeluarga pun pindah ke Sekojo, Palembang. Kami tinggal di asrama tentara, dan memang selalu begitu.
Baru ketika bapak dipindahkan lagi ke Korem 044/GAPO Palembang dan kami pun tinggal di asramanya, aku baru sekolah. Merasakan dunia pendidikan untuk yang pertama kalinya.
Pertama kali sekolah, aku masuk kelas 0 Besar TK Aisyiyah Bustanul Anfal 4 Balayudha. Hanya jalan kaki dari rumah. Tentu saja, selalu diantar dan dijemput oleh ibu. Pernah suatu ketika ibu lupa menjemputku. Yeah, bisa ditebak, aku menangis sejadi-jadinya di TK itu... Hehehe!
Lalu, SD langsung ke sebelah TK itu juga, apalagi kalo bukan SD Muhammadiyah 14 Palembang. Aku banyak bertemu guru-guru luar biasa di sini, seperti Pak Wardan - Wali Kelas 1 & 2, Bu Rosdiana - Wali Kelas 3, Bu Bainur - Wali Kelas 4 & 5 (sekarang Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 14 Palembang), Pak Zakaria - Wali Kelas 6 (sekarang Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 10 Palembang). Di SD juga aku udah tahu cinta monyet lho! Hahaha! Tapi di SD juga aku dapet kenangan pahit, dan untunglah sekarang aku sudah gak jadi anak SD lagi. Hee...
Tahu yaa, kenapa ketika SD aku sering berantem, SD juga karena sering rangking 1, jadi tempat temen-temen nyontek, kalo gak dikasih tahu, mereka jadi gak suka padaku. Huh... Tapi, untung ada sahabatku Rizka. Jadi, aku bisa ngobrol sama dia!(Fotoku di SMPN 19 Palembang. Itu aku lagi memenangkan Lomba Menggambar Tingkat SMP se-Kota Palembang. Kalo gak salah lombanya di SMPN 1 Palembang)

SMPku adalah SMP Negeri 19 Palembang. Saat itu yang menjadi wali kelasku adalah Bu Restu (Kelas Unggulan I.5), Bu Jumainah (Kelas Unggulan II.2), dan Bu Misnarti (Kelas III.2). SMP adalah masa-masa aku getol di kegiatan Pramuka. Sering ikut kemah, dan sempat menjadi Pemimpin Regu Putri Inti SMPN 19 Palembang. Nama reguku dulu: Lili. Kalau putranya: Cobra. Hohoho... Seru banget pokoknya! Pas SMP langganan jadi ketua kelas dan pemimpin upacara bendera. Fiuh, kelihatan banget ya bakat leaders-nya? Nih, masa-masa SMP-lah saatnya aku dilatih terus untuk memimpin. Kalo SD kemarin, paling dikuatin di segi akademisnya aja, kalo SMP, ekskulnya juga jalan.
Masa akhir SMP adalah masa terindah. Coz, tanpa disangka-sangka, aku menjadi peringkat NEM tertinggi di SMP-ku. Saat itu, NEM-ku 47,58. Pokoknya, mengalahkan 2 kandidat siswi kelas lain yang langganan juara umum. Wih, seneng banget deh, pokoknya! Rasanya ini adalah sebuah tonggak paling bersejarah dalam hidupku. Iya, karena masalahnya, pas di caturwulan duanya (dulu sistem cawu bukan semester), nilaiku merosot. Bahkan aku kalah oleh sahabatku sendiri yang selalu belajar bareng. Fiuh, di akhir cerita, ternyata happy ending. Puas banget!
(Foto bersama teman-teman kelas unggulan I.5 dan Kepsek SMU Plus Negeri 17 Palembang, Bu Wien Sukarsi)

Lepas dari SMP, aku pun masuk SMU Unggul Negeri 17 Palembang. Dulu namanya itu, baru kemudian berganti menjadi SMU Plus Negeri 17 Palembang. Aku masuk di Angkatan 3, dan ini adalah angkatan pertama yang menyandang predikat "plus". Coz, untuk masuknya, kami diseleksi berdasarkan NEM. Jadi waktu itu, NEM terendah adalah 42,50. Awal masuk, kami sudah digembleng dengan masa orientasi selama 10 hari yang dibina oleh para tentara Korem 044/GAPO. Gila-gilaan deh, pokoknya!
Aku banyak mendapatkan pembelajaran dari sekolah ini. Aku juga akrab dengan Kepala Sekolahnya, Ibu Dra. Wien Sukarsi. Abis, sering kena marah sih... Hahaha! Gak ding, kan dulu aku pengen banget bikin majalah sekolah, tapi Bu Wien agak kurang percaya dengan itu. Akhirnya, dengan cerita yang cukup dramatis (huekekek!), majalah sekolah SMU Plus Negeri 17 Palembang itu pun terbit! Namanya Marella 17 (Majalah Realis Andalan 17). Tuh, pernah diplesetin dengan berbagai nama lho... Tapi, yah, untung semangat itu tetap ada! Dan akhirnya, majalah itu pun jadi! Nah, itu momen terbesar dalam hidupku! I love Marella 17... Semoga majalah ini masih terus eksis sampai sekarang. Ayo, crew Marella 17, semangat!!! Hee...
Di SMA, juga aktif di OSIS, Kirana 17 (Kelompok Ilmiah Remaja Andalan 17), Rohis 17, Jurnalistik 17. Pengalaman seru lainnya pas SMA, yaa pas jadi Finalis LPIR 2001. Coz, aku selama 10 hari bisa jalan-jalan gratis ke Jakarta, berkumpul dengan teman-teman SMA seluruh Indonesia. Aku bisa dapet pengalaman ikut upacara 17-an di Istana Negara, ke gedung MPR, ke kantor menteri Depdikbud, Dufan, LIPI, dll. Andai bisa terulang lagi... Hee!
(UGM terkenal dengan minggu pagi boulevard-nya. Nih, aku abis jalan-jalan minggu pagi, dan mampir di Masjid Kampus UGM yang view-nya oke punya!)

Sama seperti hidup yang ada siang dan malam, begitu pula hidupku. Kegagalan itu juga pernah aku alami. Apa? Yups, aku gak tembus SPMB. Dulu, emang punya alasan, ya karena emang gak fokus ikut SPMB. Maunya itu awalnya masuk STPDN. Huahaha! Nih, sebenarnya almarhum bokap yang pengen banget! Tapi u know, aku mengundurkan diri di tengah-tengah tes kesehatan berlangsung. Hee... Aku gak mau ikut tes yang satu itu... Ogah banget! Ya udah, pas di rumah, bilangnya gak lulus karena kurang tinggi. Huahaha!
Tes SPMB tetap ikut, tapi yups, gak masuk! Sempet nangis lho, seharian di kamar! Nyokap sampe ngeri liat kondisi aku saat itu. Nih, anak kok begini??? Jadi, pas semangat kembali ada, esok hari setelah aku tahu gagal SPMB, aku mengajak ibuku untuk ke Yogya! "Bu, kata temenku (Mbak Irrin) di UGM masih ada bukaan untuk program D3-nya. Aku ambil itu aja, Bu! Ayo, kita berangkat! Aku gak mau di Palembang!"
Dan lucunya, besoknya, kami langsung berangkat naik mobil pribadi. Hee... Aku sempet ambil bimbel khusus belajar soal-soal tes masuk D3 UGM. Akhirnya, aku lulus D3 Public Relations UGM, juga lulus di S1 Hubungan Internasional UMY. Tapi, aku lebih memilih yang D3 PR UGM-nya... Hee! Masih mikir branded! :)
Masuk di angkatan 2002, lulus di tahun 2005 dengan nilai cumlaude (3,62). Bangga juga, gak sia-sia perjuangan selama ini. Hee... Aku sempet magang di Badan Tenaga Nuklir Nasional di Jakarta, dan di Fortune PR juga di Jakarta. Selama kuliah di UGM, aku aktif di Koperasi "Kopma UGM" dan di Pusat Studi Ekonomi Pancasila UGM (Sekolah Ekonomi Rakyat). Di sini, aku lebih mengenal idealisme ekonomis! Kenal dengan almarhum Prof. Mubyarto, sang pencetus Ekonomi Pancasila, Revrisond Baswir, dll.
(Foto dengan cah VISI UNS, sesaat sebelum mo berangkat Diklat Jurnalistik di Tawangmangu.)

Nah, ini yang terakhir untuk saat ini. Hee... Pengennya lanjut S2. Pengen!!! Hahaha! Tapi, pengennya ke LN, kayak Australia gitu... Sambil mo ngelancarin bahasa Inggris. Hehehe! Yups, ini Dunia Pendidikanku setelah D3, yakni S1 Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Solo. Aku memang merasa D3 tidak cukup, jadi harus langsung lanjut S1. Motivasi awalnya, lucu, hahaha, aku pengen diundanganku nanti, bukan Sumarni Bayu Anita, A.Md tapi Sumarni Bayu Anita, S.Sos. Hahaha! Gak banget deh, alasannya, yaa...
Kuliah di sini dapet kelas sore sampe malem. Lingkungan kampusnya bener-bener untuk belajar. Beda dengan UGM, yang sisip sedikit bisa langsung ngeceng ke sana-sini. Hohoho! Di sini aku aktif di Lembaga Pers Mahasiswa VISI FISIP UNS. Jadinya, kembali belajar tentang lay out, desain majalah, editing, leadership, dll.
Pas kuliah S1 ini juga, aku sempet magang di TRANS7, tepatnya di divisi kreatif program Empat Mata. Yups, berharga banget, jadi tahu gimana rasanya kerja di stasiun TV. Fiuh, asli capek! Hahaha... Tapi, mungkin menyenangkan juga karena selalu ada yang baru. Kerjanya jadi gak monoton, itu-itu aja... Trus, bisa ketemu artis trusss... Hehehe! Gara-gara magang di TV, koleksi foto bareng artisku tambah banyak. Hee... Tapi, sebenernya, magang di TRANS7, tetap untuk menyelesaikan skripsiku saat itu yang berjudul "Talk Show Komedi di Televisi".
Well, thats my story about my education. Aku lulus UNS sebenernya Desember 2007, tapi baru bisa ikut wisudanya pas di hari ulang tahunku yang ke-24, 8 Maret 2008. Walau IPK-ku juga 3,62, tapi aku gak dapet gelar Cumlaude! Hik, hik, hik, katanya karena udah lebih dari 4 taon kuliahnya, jadi gak lulus spesifikasi untuk dapet gelar itu. Ya udahlah, gak pa-pa... Hee!
Dan sekarang, I'm here now! Lulus UNS, langsung hijrah lagi ke kampung halaman: Palembang! I miss my family... Trus, akhirnya, dapet kerjaan di bidang education juga... Hohoho... Well, maju terus Pendidikan Indonesia! Semangat!!! Hehehe!

Senin, Februari 02, 2009

Coba-coba Koleksi Koin

(Koin tampak belakang)
(Koin tampak depan)
Awalnya, cuma iseng, mengumpulkan koin-koin uang di dalam sebuah dompet boneka berbentuk bulat. Mungkin, itu kulakukan sejak aku duduk di bangku SMP. Beberapa koin hasil nemu di jalan, hehehe, kayak koin Rp 5,- Beberapa koin lagi, hasil pemberian temanku, terutama koin-koin dari luar negeri, seperti Australia dan Malaysia.
Jumlah koleksi koinku memang gak seberapa banyaknya. Gak seperti koleksi perangko atau filateli yang sempat kugandrungi ketika duduk di bangku SMP hingga SMA. Namun, dari koleksi kecil-kecilan itu, membuatku terinspirasi untuk mempergunakannya sebagai simbol uang mas kawin kalo aku menikah nanti. Hehehe...
Jadi, rencananya, angka nominal mas kawin nanti tidak usah terlalu besar. Kayaknya bakal 6 digit saja, mengikuti tanggalan masehi. Jadi, misalnya tanggal 32 bulan 13 tahun 2009, jadi nominalnya Rp 321.309,- Why... Coz uang tersebut akan diabadikan, gak akan dipergunakan sebagai alat tukar, tapi ia menjadi barang koleksi yang akan selalu disimpan. Hee...
Nah, kembali ke koin, yah, itu... Kalo lihat angka tadi kan, mana ada sekarang uang nominal Rp 9,- Jadinya, aku harus berburu koin-koin lama lagi. Untuk koin Rp 5,- aku sudah punya, tapi untuk sisanya yang Rp 4,- masih mo dicari.
Sebenarnya udah mo dapet sih, belum dibeli aja. Kalo di Palembang kan agak mudah nyarinya. Yups, di mana lagi kalo gak di emperan toko sepanjang Pasar 16 yang paling dekat dengan Jembatan Ampera. Harganya rata-rata Rp 20.000,- s/d Rp 25.000,- Itu untuk yang nominal Rp 1,- dan Rp 2,- Hohoho... Lucu-lucuan juga, yaa... 1 rupiah bisa bernilai 20.000 kali lipatnya.
Nah,, diabadikan di sini, pengennya dikristalin, tapi kalo gak memungkinkan, paling dibingkai. Pokoknya harus yang unik! Iya gak sih? Kalo pembaca gimana? Mo dikayakgimanain uang mas kawin kamu? Gak lucu kan, kalo cuma dipake lagi buat beli sayur bayam. Hehehe....

Rabu, Januari 21, 2009

Home Sweet Home

(Sangkar burung merpatinya Juju Mawan. Kasihan, sekarang tinggal satu burungnya, coz yang satu lagi tewas dimakan sesuatu. Hiii...)
(Kost 10 pintu di samping rumah. Bikin suasana rumah makin rame aja.... :))
(Rumahku istanaku...)(Kijang hitam kesayangan Bapak tetap setia menemani kemana pun kami pergi. Hee...)

Yups... Home sweet home. Artinya, gimanapun bentuk dan rupa rumah kita, itu pasti istana terindah buat kita. Kalo aku, selain rumah, room sweet room lebih utama lagi...
Sempat 5 tahun lebih meninggalkan rumah untuk kuliah di Pulau Jawa. Kalo pulang, hanya ketika lebaran Idul Fitri atau karena event yang benar-benar mendesak harus pulang, kayak ketika Yuk Empit nikah, atau ketika ibu harus operasi kista.
Kini, setelah selesai kuliah, ada perasaan berat untuk meninggalkan Kota Pempek ini. Makanya, aku lebih memilih kerja di Palembang. Dan akhirnya, PT. Gema Sukses Cemerlang dengan nama dagang Super Bimbel GSC resmi mengikatku sebagai karyawan tetapnya. Hee...
Btw, rumah ini asli desain orang tuaku lho... Sebelumnya, kami tinggal di Komplek Korem 044/GAPO Palembang. Secara my father kan TNI-AD, jadi tinggalnya di asrama terus. Sampe akhirnya dapet surat "pengusiran" dari komplek, jadilah bapakku (Alm.) nyari tanah dan hutang sana-sini untuk membangun rumah. Rumah ini gak langsung jadi begini, tapi bertahap. Awalnya gak bertingkat, lalu ditingkat. Awalnya gak ada kanopi, lalu dipasang kanopi. Awalnya gak berdiri kost-kostan di sebelahnya, lalu berdiri. Dulu itu kebun pisang sama kandang ayam dengan ukuran yang cukup besar lho... Jadi, dulu pas SMP, aku bertugas menyapu dan mengepel teras yang penuh kotoran ayam peliharaan bokap. Ampun deh baunya... Hehehe!
Sekarang sih udah enak, gak ada ayam lagi... Tapi, sayang, Bapak gak cukup lama menikmati rumah yang ia bangun. Kini, bener-bener rumah itu menjadi warisan tak terhingga bernilainya buat akku dan keluarga. Thanks, pap...
So, home sweet home? Iya, banget....

Selasa, Januari 20, 2009

NPWP Nita

Ehem, ehem! Akhirnya, aku juga bisa mengatakan, "Aku punya NPWP, lho..." Yups, itu betul! Sejak tanggal 10 Januari 2009, namaku terdaftar sebagai salah satu pemilik NPWP (Nomor Pengguna Wajib Pajak) di KPP Pratama Ilir Barat Palembang.
Kenapa punya? Ya, pengen aja menjadi warga negara yang baik. Hohoho! Kebetulan ada temen yang mo bantu nemenin ke KPP, ya udah, hayooo.... (Siapa ya??? Hehehe!)
Ngurusnya gak sulit kok. Aku cuma bawa 3 berkas, yaitu:
1. Fotokopi KTP
2. Surat Keterangan dari Kelurahan tentang domisili
3. Surat Keterangan dari kantor kalo terdata sebagai karyawan
Nah, nih cerita aku waktu mengurusnya!
Yang nomor 1, gampang kali ya, cuma ke warung fotokopi trus difotokopi KTPnya. Kalo yang nomor 2, aku harus ke Kantor Kelurahan Srijaya, Sukarami, Palembang. Nah, disini, aku ditanya-tanyain dulu, buat apa bikin surat keterangan? Lugas, aku jawab untuk bikin NPWP. Ditanya lagi, ada surat pengantar dari RT ato RW gak? Yaelah, buat apa coba? Nah, mulailah aku bikin alasan biar apa yang aku mau dapat hari itu juga. Aku bilang, temenku yang mau nemenin aku bikin NPWP itu buru-buru mo ke Jakarta, jadi harus hari ini udah jadi. Padahal, emang sih, mo hari apa aja tetap aja gratis. Hee!
Akhirnya si petugas kelurahan minta tanda lunas PBB. Yaelah, mana ngerti aku? Yang ngurus itu kan nyokap. Untungnya ada petugas yang kenal dengan keluargaku, dan untungnya juga ternyata berkas PBB rumahku masih tertinggal di kelurahan tersebut. Yups, surat keterangan itu pun jadi. Dan uang sebesar Rp 10.000,- keluar sebagai ucapan terima kasih. (Ini uang apa ya sebenarnya namanya? Hee...)
Untuk berkas nomor 3, hehehe, yah aku bikin sendiri, secara gak ada yang lebih tinggi jabatannya di GSC Sudirman. Seharusnya minta ke franchisor sih, tapi ah, ribet banget... Dan untungnya berkas-berkasku semuanya diterima oleh petugas pajak di KPP Pratama Ilir Barat. Waktu diterima, dicatet, trus dikasih print kertas yang tercantum kapan kartu NPWP-ku bisa diambil. Abis itu? Yah, pulang... Sebentar kok, gak sampe 10 menit. Pas masuk ruangan, yah, kayak di bank, ngambil nomor antrian dulu. Oya, pas ngasih tau kalo kita mo bikin NPWP, ntar petugas yang ngasih nomor antrian juga akan ngasih form 2 halaman untuk kita isi.
Tanggal 15 Januari 2009, aku kembali ke KPP bersama temanku tadi (Oke-oke, namanya Tomi. Oke-oke lagi, dia kan anak Pajak STAN, jadi dia semua yang kuminta untuk bantu ngurus dan ngambil. Hehehe...)
Dan walaupun dia masih suka nanya-nanya reseh:
1. Ngapain sih bikin NPWP?
2. Yah, kartunya cuma laminating gak kayak ATM seperti punyaku, dll
Aku tetap gak peduli. Hue'e'e... Kata orang sih, aku idealis. Jadi kalo udah tahu itu harus dilakukan, yah dilakukan. Hm... Tadi baca artikel bagus yang ngupas tentang apa itu NPWP. Enak banget sih, kalo langsung copy paste aja ke blogku tapi... Jangan ah... Ini aja, aku kasih tahu linknya yah.... Kalo mo tau apa kegunaan NPWP bisa buka di :
1. www.pajak.go.id
2. nurfika.blogdetik.com (Artikel: Kenapa Harus Punya NPWP?)

Sabtu, Januari 03, 2009

Malam Tahun Baru

Malam tahun baruku dilewati dengan seluruh keluarga, ada ibu, Dewi, Dian, Rudy, Juju, Iman dan Windry. Jam 22.30 teng, kami baru beranjak menuju lantai 2 rumah untuk membakar sate. Ada sosis, bakso dan daging ayam. Juju, Rudy dan Iman menjadi tukang sate dadakan untuk malam ini.
Awalnya, mereka membakar tungku di dekat jemuran. Lokasi yang langsung beratapkan langit sehingga asap bisa langsung menyeruak menembus awan. Sesekali suara kembang api membahana di telinga. Kiri-kanan langit pun terlihat kembang api yang dinyalakan orang untuk menyambut tahun baru 2009. Kami memang tidak menyalakan kembang api. Hee, ngeliat aja punya orang udah cukup menyenangkan kayaknya. Dan itu memang benar.
Hmf... Tiba-tiba rintik hujan menggoda, ia seolah berbisik, hujan deras akan segera turun. Para tukang sate dadakan pun segera memindahkan tungku dan beberapa sate ayam yang tengah dibakar ke atas teras rumah yang memiliki atap plafon. Dengan beralaskan tikar, mereka pun membakar seluruh sate di sana. Kadang, hujan yang deras ikut-ikutkan memeriah pembakaran sate dengan memercikan sejumlah air ke tubuh mereka yang membakar, dan kami yang menonton proses pembakaran itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 23.45 WIB saat seluruh sate sudah matang. Tak usah ditunggu lama, prosesi makan sate pun segera dilaksanakan dan berlangsung singkat. Semua perut kenyang, dan mata pun bisa sambil menikmati film Harry Potter yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi. Hm... Tahun baru yang cukup menyenangkan. Terlebih lagi ada Rudy di sisiku. Hee...
Aku tidak terlalu banyak meminta untuk tahun baru kali ini. Aku cuma berharap, aku bisa jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun kemarin. Baik dari segi karir, mimpi, jodoh, dan lain-lain. Well, happy new year 2009, yaa.... Tetap semangat!!!

Jumat, Desember 19, 2008

Manusia Kreatif

Siapa sih manusia kreatif itu? Kenapa dia bisa dikatakan kreatif? Aku sendiri tidak tahu pasti, kriteria yang harus dipenuhi untuk dikatakan sebagai manusia kreatif. Tapi entah kenapa, ketika terpilih menjadi Peserta Didik Terkreatif SMU Plus Negeri 17 Palembang Tahun 2002 kemarin aku begitu bangga. Aku senang, terpilih untuk kategori itu. Jauh lebih senang, daripada harus terpilih di kategori-kategori yang lain, seperti teramah, terpintar, teralim, dsb.
Kalau aku boleh menjabarkan, mungkin aku menerima penghargaan itu karena beberapa karyaku sukses mengharumkan nama sekolah. Hee... Boleh dong, bangga atas perjuangan yang telah kita lakukan! Yups, pertama, sejak sukses menjadi pendekorasi panggung ketika acara perpisahan siswa kelas tiga di angkatan pertama, aku terus dipercaya menjadi ketua sekaligus pendesainer utama sebagian besar dekorasi panggung di sekolahku. Beragam tema sudah dimunculkan. Beragam acara terus didukung oleh tim dekorasi. Makanya, ketimbang belajar kimia atau fisika, aku lebih memilih ke aula untuk berkutat dengan pernak-pernik dekorasi.
Kedua, aku penggiat jurnalistik di sekolah. Entah, tanpa disuruh, aku terus mengupayakan koran dinding dan majalah dinding sekolah selalu eksis. Bahkan, aku meminta bantuan guru (Pak Usman = Bahasa Inggris dan Bu Aini = Bahasa Indonesia) untuk memaksa siswa mengumpulkan kording yang berkualitas. Cos, kording tersebut akan mempengaruhi penilaian di dua mata pelajaran itu.
Ketiga, aku selalu aktif dalam lomba menggambar. Mungkin sudah lebih dari 5 kejuaraan menggambar aku ikuti dan menang, meski tidak selalu juara 1. Keempat, aku sukses menerbitkan sebuah majalah sekolah di SMU Plus Negeri 17 Palembang dengan nama Marella 17. Hm... ternyata, kalo dihitung-hitung, lumayan juga yaa, kontribusiku dulu untuk sekolah. Belum lagi, keaktifan di OSIS, KIR, dll. Seru juga...
Sekarang, setelah di GSC, kekreatifan itu kembali kutuangkan ke beberapa program di outletku. Salah satunya adalah pembuatan Origami On The Wall GSC Sudirman. Program ini mengajak siswa-siswa di outletku untuk menulis di sebuah origami dan menempelkan sebuah foto mereka di sana. Lalu dikumpul, dan dipasang di atas barisan kertas kado lucu dengan sebuah gambar maskot GSC Sudirman hasil karyaku sendiri. Gimana bagus gak? Hee...
Besok-besok, pengen berkreasi lagi... Jadi, yang dulu ngasih aku penghargaan peserta didik terkreatif gak akan pernah menyesal sampai dengan sekarang. Hehehe!

Rabu, Desember 17, 2008

Lemari Terkeren di Dunia

Hahaha... Judulnya gak lebay banget kan? Iya, sih, cos menurutku ini emang lemari terkeren di dunia. Why? Pertama, karena multifungsi, bisa taruh pakaian, komputer, alat make up, koleksi kaset, koleksi buku dan kumpulan kuliah, trus hiasan-hiasan penghargaan juga bisa, plus ada cerminnya... Nah kedua, bahannya berkualitas, liat sendiri kan, kokoh banget gitu! Trus, ketiga, warnanya putih. Jarang ada kan, lemari warnanya putih. Jadi kalo taruh barang-barang yang penuh warna, kontras warnanya keliatan banget!
Nih lemari, sebenernya terinspirasi dari lemari kostku yang di Solo dulu. Bentuknya aja, tapi gak bahan dan warnanya. Wih, jauh banget... Apalagi, lemariku di kostku suka jamuran. Tahu tuh, salah kostnya, apa salah kondisi cuaca Solonya. Jadi kamarku tuh, selalu lembab! Bayangkan, selama 2 tahun aku harus bertahan dengan kelembaban. Pernah sekali, kasurku jadi gatal-gatal kalo dipake karena udah lama terkunci. Pas, aku mudik ke Palembang tuh, jadi kan kamar ditutup rapat. Udah apek, lembab lagi. Yah untungnya, ada kamar kosong, jadi kutukar aja tempat tidurku dengan tempat tidur di kamar kosong itu...
Oya, kembali ke lemari yah... Jadi, nih lemari hasil ideku. Yang bikin orang lain lah, yang bayar juga ibuku. Huekekek! Tapi, sekarang kan ditaruh di kamarku... Seru kan, kalo isi kamar adalah barang-barang yang bener-bener kita suka untuk memilikinya... Hee...

I Love Nyuci

Suka cuci baju? Nah, aku suka... Cos, masa baju kotor mau dijual? Ya, dicucilah... Nih, mulai rajin nyuci baju sendiri sejak SMP lho... Hahaha! (Padahal, apa sih istimewanya cuci baju?) Yah, bagi aku sih nyuci baju tuh istimewa karena kalo abis nyuci baju, aku pasti merasa udah kerja keras banget! Hohoho! Apalagi pas zamannya ngekost, baik di Yogya ato di Solo kemaren. Temen-temen pada enteng aja ke laundry. Tapi aku mah ogah, pemborosan!
Jadinya kadang hari Minggu adalah Hari Mencuci Nasional! Nih, foto-foto pas aku melakukan ritualisasi mencuci di kost Solo. Namanya Kost Putri Srikandi. Jadi, kalo nyuci, bisa milih, deket dapur atau di atas, dekat dak air. Aku seringnya di atas. Nyuci sambil bawa hpku yang sederhana (yang sekarang hilang entah kemana) Nokia 6030. Untungnya nih hp bisa radio, jadi sambil nyuci yah denger radio. Lagu-lagunya rada gak jelas, tapi yang penting gak sunyi-sunyi amat.
Oya, aku mo nunjukkin, kalo ternyata, hal sederhana bisa menciptakan hal yang luar biasa. Coba aja liat bumbungan busa sabun detergen yang kubuat! Keren kan? Hahaha... Nih, gak bakal bisa lho, kalo kamu nyuci make mesin cuci. Tapi... yah, kalo sekarang sih, aku emang nyucinya pake mesin cuci. Paling, pas mbilas, baru pake baskom. Hup, hah! Hup, hah.... Hee...
Nyuci... Suka aja, dong.... :)

Jumat, Desember 12, 2008

Motor MIO-ku

Hey... Nih, aku mo ceritain ttg motor MIO kesayanganku yaa... Hehehe! Nih, belinya karena terpaksa. Why? Iya, cos sejak aku kerja (dulu) di GSC Patal, aku harus nyiapin duit setidaknya Rp 12.500 sehari untuk ongkos angkot. Pikir-pikir, kalo naek motor, bakal hemat banyak nih! Bisa-bisa 3 hari baru abis Rp 10.000. Ya udah, mulailah proyek membujuk Bapak (alm). "Pak, beliin Nita motor yaaa..." Hahaha, padahal yang pengen MIO tuh adekku, Dian. Tapi karena yang bener-bener lagi butuh aku, jadi dengan segera tuh motor direalisasi.
Awalnya, pengen warna putih. Tapi ditolak keras oleh Bapak, "Gak usah, ntar cepet kotor!" Ya udah, ganti hitam. Tapi ditunggu-tunggu, tuh motor gak juga tersedia. Kan sistemnya mesen dulu di CV. Thamrin, pusatnya jual-beli Yamaha kalo di Palembang. Akhirnya, jadilah MIO dengan warna biru.
Pas dateng, aku sempet nyoba 3 kali keliling wilayah Mandi Api. Hahaha, sekali pas mau belok, hampir mo nabrak motor juga, yang bawa ibu-ibu. Masih inget banget, tuh ibu teriak gini, "Cak mano nyetir motornyooo???" (Gimana nyetir motornya). Aku gak sempet turun buat minta maaf, udah nervous duluan, untung gak bener-bener ketabrak, jadi aku terus melaju. Hee...
Ya udah, mulailah membawa motor ke kantor. Asli deh, awal-awal make, masih takut-takut. Gimana gak, trauma masa lalu. Ciyeee.... Iya, jadi dulu pas SMA, aku sempet punya motor, F1ZR. Motor cowok banget tuh! Udah berat, pake kopling lagi. Jadi dulu tuh, baru 3 kali bawa motor ke sekolah, pulang sekolah aku nabrak anak SMP yang lagi jalan. Tangan tuh anak retak gitu deh... Udah, lama gak bawa, pengen nyoba lagi. Kelilinglah di kawasan Mandi Api, eh... malah akunya yang nabrak angkot pas mo belok. Dan akunya yang keseleo tangannya. Hee, tersiksa banget, diurut gitu ma tukang urut tulang, sakit bangeet!!!
Ya udah, abis itu gak pernah naek motor lagi. Pas kuliah juga jarang banget nyentuh tuh kendaraan bermotor roda dua.
Nah, baru sekarang, bulan Mei '08 kemaren beli MIO. Kenapa MIO? Pertama, aku gak mau berurusan dengan "gigi", kedua, mau motor yang ringan! Pas kan?
Puas? Lumayan... Tuh motor, kutempel sticker alumunium bertuliskan "NITA". Hee... Yups, tuh MIO-nya Nita lho... Hehehe....

Rabu, Desember 10, 2008

Tentang Duniaku

"Tahukah kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari..." (Pramoedya Ananta Toer)

Hidupku sangat istimewa. Hari-harinya selalu dipenuhi oleh cinta dan rasa mandiri yang luar biasa. Aku tidak akan pernah mengeluhkan apa yang telah kumiliki saat ini. Semua perjuangan yang telah kulakukan di hari kemarin, telah mengantarkan aku ke sosok Nee-tha saat ini. Dan kuyakini segala perjuanganku saat ini akan mengantarkan aku ke sosok Nee-tha di masa depan.
Aku selalu haus dengan ilmu, segala hal yang menarik jiwaku, sebisa mungkin akan kucicipi untuk kupelajari. Semuanya akan menjadi bekal diri menuju kematangan yang sesungguhnya. Bila dulu aku sangat takut menjadi dewasa, saat keputusan harus dibarengi dengan tanggung jawab. Kini, sedikit demi sedikit aku merasa aku telah mampu mengikis semua ketakutan itu. Tak ada yang tak mungkin dalam hidup ini. Karena itu aku sangat percaya bahwa aku pasti akan meraih semua impianku!
Kini, dihadapanku telah berdiri beberapa pintu yang kan mengantarkanku ke masa depan itu. Pintu cinta, pintu karier, pintu perkuliahan, pintu pengabdian, pintu keluarga, dan pintu yang ku tak tahu apa lagi isinya. Kini, aku hanya harus memilih. Semua pastilah memiliki konsekuensi sendiri-sendiri.
Di sini aku telah mempunyai apa yang kuinginkan di masa lalu. Cinta, komunitas, kepercayaan, juga kebebasan. Namun, bukan manusia namanya bila ia harus berhenti. Manusia selalu ingin tahu, apa yang akan terjadi pada dirinya di esok hari. Begitu pula diriku. Tak ada yang bisa memastikan apa jadinya kita esok hari, maka kita harus mencari jawaban itu sendiri.
Terlalu simpel, bukanlah aku. Terlalu rumit, rasanya juga tidak. Yang aku ingin adalah mencoba mengaplikasikan semua kemampuan diri ini. Menulis... menulis.. dan menulis... Kata-kata Pramoedya Ananta Toer di atas sungguh membangkitkan geloraku untuk terus menulis. Meski kuakui, rasa MALAS itu seolah membelenggu diri dalam berkarya. Yang ada hanya ide-ide dan ide, tanpa ada langkah-langkah yang akan membuatnya nyata. Hahaha... aku hanya ingin berubah!
Berubah menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi!

posted by greensoul at 20.30 am/29 december 2004

Sabtu, Desember 06, 2008

Kata Ramalan Tentang Nita

Nih, kemaren aku ngeramal di sebuah situs, dengan cara masukin tanggal lahir dan ngisi-ngisi sejumlah pertanyaan, tapi sayangnya aku lupa nyatet apa nama situsnya. Jadi, gak bisa bagi-bagi info buat temen-temen deh, kalo mo nyoba ngeramal juga. Pcaya banget sih, jangan, cuma buat seru-seruan aja... Hehehe! Jadi, kata ramalan itu, kayak gini nih karakterku, karakater seorang Nita. Hohoho...

Keinginan batin:
Pribadi ini memiliki motivasi yang tinggi dalam hal pertemanan, perasaan, dan cinta. Bermurah hati untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain. Perhatian yang besar terhadap orang lain membuatnya menjadi orang yang simpatik dan murah hati dengan kesensitifan dan sifat pemaafnya. Potensi ini bisa berbalik arah apabila tidak meluangkan banyak waktu untuk bergaul dengan lingkungan. Potensi besar ini apabila tidak terkelola dengan baik akan menjerumuskan kepada sifat selfish dan ingin menjadi pusat perhatian.
Mimpi terpendam:
Mengharapkan perhatiannya dapat tercurah pada anak-anak dan pasangannya. Ia senang apabila dirinya menjadi pusat dari kesuksesan sebuah keluarga.
Jalan hidup:
Sangat manusiawi dan realistis. Memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan idealis. Selalu ingin menolong, bijak, seimbang, dan penuh pengertian. Dengan pengertian yang tinggi ini, mudah untuk menghilangkan segala macam jarak dan hambatan psikologis lainnya. Rumah, keluarga, dan sahabat adalah yang terpenting. Namun ketika semua sudah melampaui batas, ada juga keinginan untuk tidak terlalu menjadi "budak" orang lain. Keinginan ini dapat menyiksa sehingga keharmonisan dengan orang sekitar akan dapat terganggu.
Ekpresi:
Mementingkan rasa tanggung jawab, cinta, dan keseimbangan dalam hidup. Sangat berhati-hati sehingga ia dapat memperbaiki situasi-situasi yang menggangu keharmonisan hubungan dengan orang lain. Ia juga mudah memberikan pertolongan dan memberikan apa saja yang dibutuhkan orang lain. Walaupun dirinya memiiliki kreativitas dan bakat artistik yang patut diperhitungkan, Namun perhatiannya lebih banyak tercurah pada kepentingan orang banyak. Perhatiannya ini menjadi sulit dibedakan antara menolong atau mengintervensi. Juga dapat mengorbankan diri (atau bahkan orang-orang yang dicintai) untuk kepentingan orang lain.
Tes Kemampuan Psikis:
Anda lebih suka menggunakan kemampuan di luar kemampuan psikis. Walaupun begitu, meski jarang, anda begitu intuitif dan memiliki "feel" yang bagus. Anda lebih merupakan orang yang tidak perduli terhadap nonsense. Anda lebih percaya kerja keras dalam mencapai sesuatu.
Tes Personalitas:
Berjiwa lepas, Playful, riang Kamu suka kehidupan yang bebas dan spontan. Dan kamu berusaha sepenuhnya menikmati, dengan motto : "Hidup cuma satu kali". Suka penasaran dan terbuka terhadap hal baru adalah juga sifat kamu. Gak ada yang paling menyebalkan selain terkungkung aturan. Kamu mengalami perubahan cepat di lingkungan dan selalu gemar mendapat kejutan-kejutan.
Tes Kecenderungan Untuk Selingkuh:
Kamu tipe yang gak bisa selingkuh dunia akhirat. Kamu gak punya pilihan lain selain menjadi pasangan yang setia. Sekalipun secara terpaksa berselingkuh, kamu akan merasakan suasana yang penuh intimidasi.
Tes Profil Psikologi Anda:
Orang lain menilai kamu: segar, menarik, humoris dan praktis. Kamu selalu menjadi pusat perhatian tp kamu tidak gr-an. Mereka juga menilai kamu sebagai orang yang yang baik, penolong, penuh pengertian dan mau menyenangkan hati orang.
Tes Umur Psikologis Anda:
Kamu bermental orang usia 35 tahun Kelakuan kamu berada pada usia 20-an. Tapi kamu sudah tidak lagi melakukan hal-hal konyol buat umur itu. Sehingga secara mental kamu lebih terasa dewasa. Kamu tidak mau lagi buang waktu dan selalu serius. Bisa jadi kamu sering dianggap kaku oleh beberapa orang.
Tes Kecenderungan Berpikir Maskulin/Feminin:
Anda adalah seorang wanita dengan kecenderungan berpikir Maskulin. Hal ini dapat berarti bahwa anda : Logis. Analitis. Cenderung untuk bergantung pada rasio dan analisa eksak. Berkecenderungan untuk disiplin dan terstruktur. Dapat memproyeksikan hasil dari data statistik.***

Rabu, Desember 03, 2008

10 Makanan Terfavorit Nita

Sampe hari ini, berikut 10 makanan terfavoritku yang gak akan pernah kulupa tentang betapa enaknya makanan-makanan tersebut ketika harus lumer di mulut. Hm… Yummy…
1) Roti Blueberrycheese. Dijualnya di Baker Bakery, di Simpang Patal Palembang. Harganya Rp 6.500/buah. Kejunya gila-gilaan banget! Campuran dengan susu dan rasa selai blueberry yang asem manis bikin ketagihan. Asli! Suka belinya kalo pas jam makan siang kalo sedang berada di GSC Patal. 2) Ayam Bakar Bu Darmo. Dijualnya di lesehan depat STSI Solo. Harganya Rp 7.000/porsi. Ayamnya gede, empuk, gurih dan manis. Sambalnya pedas yang maknyos banget! Suka belinya pas makan malem bareng temen-temen di Kost Srikandi dulu pas masih kul di UNS Solo.
3) Kebab Amor. Dijualnya di belakang UNS. Nih, sebenarnya punya usahanya temenku juga di UNS. Namanya Roma, kebalikan Amor. Harganya cuma Rp 2.500/kebab yang mini. Kalo yang big Rp 5.000/kebab. Wih, murah banget kan? Enak lagi… gak kayak kebab yang difranchise-in itu, udah mahal, kecil, kadang rasanya asal bahan-bahannya dicampur aja…
4) Steak Moen-Moen. Aku suka yang tenderloin, satu paket dengan teh botol, harganya Rp 9.000/paket. Dulu suka belinya di SGM (Solo Grand Mall). Rasanya emang enak banget. Ada kayak kejunya, tapi kejunya khas banget. Cuma sayangnya, kadang kalo lagi rame pengunjungnya, potongan dagingnya suka mengecil. Hehehe!
5) Pizza Hut (semua outlet) & Papa Rons Pizza (just outlet yang di Solo). Ya, ya, ya, nih makanan harganya cukup mahal. Kalo aku paling suka beli paketan, jadi lebih murah. Kayak PH-kan ada Sensasi Delight-nya. Semua rasa pizza aku suka, tapi kalo mo dipaksa jawab, aku sukanya sederhana aja, yang Beef Corn Pizza.
6) Ayam Goreng Tulang Lunak “Bengawan Solo”. Nih, adanya di pinggir sungai Bengawan Solo. Harganya relatif murah, cuma Rp 7.000/porsi. Asli, semua bagian ayam bisa dimakan. Di Yogya juga ada, namanya Ayam Goreng Nitnit, dulu dekat sekali dengan kostku. Tapi sayangnya, ukuran ayamnya kecil-kecil. Hehehe.
7) Mie Ayam Pak Larto. Nih, mie ayam terenak tapi murah yang pernah aku makan. Cuma Rp 3.000/mangkok. Kalau mo tambahan bakso ama ati ayam juga bisa, tapi harganya juga nambah. Oya, adanya di belakang UNS. Kalo di Palembang, yang enak tuh Mie Ayam “French” di depan Pulau Mas. Tapi, sekarang paling udah mahal lagi. Terakhir aku maem pas SMA sih. Hee…
8) Gado-gado “Selada” Simpang Patal. Nah, ini yang terenak! Yang jual cowok, tapi rasa gado-gadonya eksklusif dengan harga Rp 5.000/piring. Ada campuran selada, kentang, lontong, tahu, tomat, dll. Suka banget ma bumbu kacangnya yang berwarna coklat muda. Jadi terkesan bersih. Oya, kalo di Solo, paling enak itu gado-gado “Bu Warni” di arah Jebres. Murah juga, cuma Rp 2.700/piring. Bumbunya haluuuusss banget!
9) Roti Bakar Keju “Wayhitam”. Nih, trend roti bakar bandung emang baru setahunan ini di Palembang. Setelah nyoba beberapa tempat, ternyata yang paling enak itu roti bakar bandung yang suka mangkal di depan SDN di Wayhitam. Harganya standar Rp 12.000,- untuk pilihan spesial keju. Tapi yang bikin beda, yang jual gak pelit-pelit untuk memberikan banyak taburan keju dan olesan susu kental manis. Ugh, nikmat banget pokoknya!
Btw, aku juga suka martabak keju! Yang paling enak itu martabak keju yang jualan di samping Holland Bakery Palembang. Harganya emang lebih mahal tapi sebanding dengan kualitas martabak yang diberikan. Hm…
10) Sate “Bank Buana” Solo. Yups! Serius… Nih, sate emang enak. Kita bisa milih, ayam aja, atau ayam telur, atau ayam ati. Semua ada 10 tusuk setiap porsi plus dengan lontongnya. Kalo dulu setahuku harganya Rp 8.000/porsi untuk ayam aja.
Well, sebenernya masih banyak lagi sih makanan yang aku suka. Secara orangnya suka makan! Hahaha! Tapi yang 10 itu aja dulu yah, ntar kalo ada lagi, kutulis yang part2, part3-nya deh. Hehehe… Met maem ya…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...