Tampilkan postingan dengan label Cerita Malam Ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Malam Ini. Tampilkan semua postingan

Minggu, November 04, 2018

Berkenalan Lebih Dekat Dengan Sun Life Financial

Awal bulan ini menjadi awal bulan yang cerah. Kenapa tidak, pada hari Kamis, 1 November 2018 lalu, saya bersama teman-teman Blogger Palembang lainnya diundang oleh Sun Life Financial untuk mengikuti Kopdar Blogger Bersama Sun Life Financial #WakafPastiKiniNanti di Logo House Palembang, pukul 10.00-13.00 WIB. Kami menggunakan dress code smart casual dengan nuansa warna kuning, sehingga akhir bulan ini benar-benar menjadi tambah cerah.

Saya hadir agak telat ke lokasi. Hihihi, maafkanlah, Kamis masih hari yang padat buat saya. Saya masih harus mengajar di kelas Teori Komunikasi Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka. Bahkan saya datang lebih pagi ke kampus hari itu karena sebagai Ketua Jurusan, saya diminta untuk memberikan kata sambutan dalam Musyawarah Anggota HIMAKOM STISIPOL Candradimuka Tahun 2018.

Rabu, Maret 08, 2017

Thank You Allah SWT, Saya Bisa 3 Kali Tiup Lilin Hari Ini

Saatnya saya bersyukur. Bisa tetap sehat di usia cantik, di angka cantik, 33 tahun. Hari ini, Rabu, 8 Maret 2017, saya merayakan itu. Bersama orang-orang yang saya kasihi dan mengasihi saya. Ucapan selamat datang dari berbagai sosial media, BBM, Whats App, Facebook, Instagram, Line, maupun langsung menjabat tangan, sun pipi kanan dan kiri. Hehe..

Malam-malam sudah ada yang kasih selamat di BBM, thank you untuk Herlin Chaniago, alumni tempat saya mengabdi di Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Mulai pagi datang, sosial media tidak berhenti memberitahukan bahwa ada yang mengucapkan selamat ulang tahun dengan doa-doa indah yang tentu saya amini semua.

Rabu, Februari 05, 2014

Bulan, Mentari dan Aku (Cerita Malam Ini #4)

Malam yang dingin, Bulan… Kau masih di situ? Sendirian, seperti biasa. Ya, aku tahu. Sama sepertiku, sendirian. Mungkin juga kesepian. Dan miris, melihat bintang-bintang itu asyik berkelap-kelip ke sesama mereka. Sedangkan kita, tetap sendirian. Sok tegar, mencoba untuk menerangi malam dengan kesempurnaan yang kita punya.

Apa yang kau cari, Bulan? Senyum Mentari pagi yang selalu kau sambut dengan mengunci diri di balik belahan bumi yang lain? Apa yang kau nantikan, Bulan? Tatapan Mentari senja yang tak urung berlari saat kau berani menampakkan diri. Sulitkah untuk menemui pujaan hatimu? Satu-satunya itu?

Kau tanya sejuta mengapa kepada pencipta-Mu yang kau rasa begitu lucu dalam menggariskan takdir. Bahwa kau sudah berani mencintai namun selalu kondisi membuatmu kembali menahan diri, tak ingin memaksakan gegap gempita rasa sayang yang begitu merekah di hatimu. Kau mencintainya. Kau ingin selalu ada di sampingnya. Menemaninya. Menatap kasihnya yang semakin lama semakin dalam. Tak peduli tentang jarak yang memisahkan, kau tetap menyayanginya. Dia pilihanmu. Sejatimu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...