Hari ini, Sabtu, 12 Mei 2018, kegiatan saya sangat padat. Dari pukul 08.00 WIB saya sudah harus berada di Gedung 8 Kampus
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka. Iya, kampus yang berada di Jl. Swadaya Sekip Ujung Palembang ini masih menyelenggarakan sidang skripsi periode 1 tahun 2018 di hari ke-4 juga untuk keempat jurusan bidang S1-nya. Selain Jurusan Ilmu Komunikasi yang saya bidangi, juga ada Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Kesejahteraan Sosial dan Jurusan Politik.
Seperti 3 hari sebelumnya, hari ini, lagi-lagi saya harus kena telfon dulu oleh Deby Chyntia, pihak BAAK kampus yang menjadi panitia pelaksanaan sidang skripsi. Iya, bukan hal yang patut dicontoh memang, meski keterlambatan yang paling lama saya lakukan itu adalah 15 menit. Masih sempatlah untuk tetap melaksanakan sidang skripsi mahasiswa yang masing-masing berdurasi 1 jam. Tapi yah itu tadi, dering panggilan dari Debby pernah sampai 6 kali menghiasi
smart phone saya yang terpaksa tidak saya angkat karena sedang berjuang untuk melesat cepat di tengah macetnya Kota Palembang saat ini.
“Maaf Deb, tadi sudah berusaha lebih pagi berangkatnya, tapi tetap aja kena macet di jalan,” ujar saya ketika tiba dan Deby sudah menunggu di depan pintu Gedung 8. Yah, begini nih, resiko tinggal di kawasan perkotaan yang sedang macet-macetnya karena pembangunan di mana-mana. Terlebih kalau pagi, saya harus mengantar sekolah putri kesayangan saya dulu, Fafa, yang sekarang duduk di kelas 1 SD Muhammadiyah Palembang. Tambah tidak bisa bergerak cepat karena saya menggunakan alat transportasi mobil untuk kemana-mana. Ingin sih, pakai motor, tapi kadang
personal image selain sebagai dosen yang juga sebagai Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka ini yang membuat saya kembali berpikir.