Tampilkan postingan dengan label SMUN 17 Palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMUN 17 Palembang. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 03, 2014

Dies Natalis, Reuni Akbar dan IA+17 Palembang

Ini sebuah kisah yang tak bisa dibilang pendek. Ini juga bisa dikatakan sebagai sebuah perjalanan tentang mimpi. Ini cerita saya tentang pelaksanaan Dies Natalis ke-17 SMA Plus Negeri 17 Palembang dan Reuni Akbar Alumni Angkatan 1-15 SMA Plus Negeri 17 Palembang kemarin. Kamu mau tahu? Mari kita bercerita.

Saya dan IA+17 Palembang (Ikatan Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang) sudah berteman sangat lama. Saya ikut ada sejak dia lahir, bahkan boleh dikatakan penggagas kehadirannya. Boleh yaa, saya bilang begitu. Tidak bermaksud membanggakan andil saya di sini, tapi begitulah adanya.

Saya membesarkan nama IA+17 Palembang sejak tanggal 21 April 2004, yaa sejak sepuluh tahun yang lalu. Saat itu ada pertemuan perwakilan alumni tiap angkatan (I, II, III dan IV) dengan pihak SMA Plus Negeri 17 Palembang di Hotel Cakra Kembang Yogyakarta. Dalam pertemuan itu saya langsung ditunjuk sebagai Ketua Umum IA+17 Palembang Wilayah Yogyakarta.

Jumat, September 27, 2013

Reuni ke-11 Alumni Angkatan III SMU Plus Negeri 17 Palembang

Baru sempat sekarang menulis kenangan yang sesungguhnya begitu indah ini. Rasanya baru kemarin dilaksanakan, namun kalau harus melihat kalender, wih udah hampir satu bulan setengah berlalu. Bukan sok sibuk, bukan juga gak interest… Tapi yaaah, baru sempatnya sekarang aja menulis tentang reuni ke-11 angkatan III SMU Plus Negeri 17 Palembang yang tercinta.

Ini aja nulisnya di sela-sela mengikuti seminar. Hehehe.. Udah terlalu cerdas untuk fokus pada dua hal. Jadi sembari mendengarkan suara narasumber berbicara (mengulang secara lisan apa yang sudah ditulis di makalah yang sudah saya baca sejak awal datang), lebih baik sambil saya merangkaikan kata-kata tentang ini. *senyum manis*

Jumat, Oktober 26, 2012

Teman Sepanjang Masa

Selasa kemarin, 23 Oktober 2012, bener-bener hari yang menyenangkan. Kehadiran seorang teman, Thomas Al Anhar Siregar yang bekerja sebagai Blast Engineer/Supervisor PT. DAHANA (Persero) Divisi Tambang Umum II, Wilayah Kaltim membawa suasana riuh di antara kami sesama alumni angkatan III SMU Plus Negeri 17 Palembang yang berkesempatan untuk bertemu muka di Palembang. Gimana gak, orang yang seharusnya dijamu, eh, malah perantau dari Tenggarong ini yang menjamu kita semua.

Sepuluh tahun lepas dari status siswa SMA, tak jua melepaskan karakter persahabatan yang penuh dengan tawa dan canda. Saling memuji, saling mengkritik, dan saling memberikan support adalah hal-hal yang tidak bisa ditinggalkan. Oleh karena itu ketika 5 orang yang sama-sama tergabung dalam grup BB, SMU +17 Palembang ini bertemu, hancurlah dunia persilatan. Eh, serasa lupa sejenaklah dengan penatnya beban kehidupan.

Saya sendiri masih di STISIPOL Candradimuka, saat Thomas menelfon jika sudah di Kertapati. Alhasil, langsung meluncur ke Dapur Iga, dan bertemu dengan Thomas di sana setelah beberapa saat menunggu. Sembari menyantap menu makanan yang sudah di pesan, of course pesan iga pastinya, Agung Fitriady, “Bos” ADIRA dan Hadi Setiawan, PNS Pajak Bangka pun datang. Mereka langsung memesan menu dan menghabiskannya tanpa sisa. Hihihi... Saat semua makanan sudah habis, eh barulah Bu Dokter Desi Wulansari dateng.

Rabu, Juli 22, 2009

Temenku di SMUN 17 Palembang Itu.....

PERMAINAN "MENGENAL TEMANMU"
HALAL BI HALAL ALUMNI SMUN 17 PALEMBANG ANGKATAN 3
Hilal House/Selasa, 16 Oktober 2007

Waah, pegelnya masukin artikel satu ini... Hehehe, tapi puas juga kalo udah bisa dibaca oleh semuanya. Nih, permainan "Mengenal Temanmu" ketika Reuni Alumni Angkatan 3 SMUN 17 Palembang diadakan. Hehehe... Aku gak mo nulis banyak-banyak untuk prakatanya. Pokoknya silahkan dibaca & dikoment aja sebanyak-banyaknya. Hee...

Pertanyaan:
1 = Siapa nama orang di sebelah kananmu?
2 = Ciri/karakter yang paling kamu ingat tentang dia?
3 = Kenangan/pengalaman apa yang paling kamu ingat tentang/dengan dia?
4 = Adakah hal yang harus dirubah darinya? Kalau ada apa?
5 = Berikan penilaianmu tentangnya!
6 = Profesi apa yang menurutmu paling cocok untuknya?

No. 1 2 3 4 5 6
  1. 1) Ummi Triana; 2) Tinggi, putih, cantik, agak cerewet; 3) Perpisahan di IPA 4, suka-duka bareng selama 1 kelas. Cukup perhatian sbg temen; 4) Cerewet; 5) Baek n enak diajak gosip. He2; 6) Penyiar
  2. 1) Nyunyun; 2) Pendiam, hitam manis, mesem2; 3) Apa ya??; 4) Putihkan kulit sedikit. Jangan mentang-mentang kerja di perusahaan semen, jadi ikut-ikutan kayak semen. He2…; 5) Kalo disuruh kasih range 1-10, nilainya 7,99999…; 6) Ya profesinya sekarang, di tempat semen…
  3. 1) Guguk; 2) Gilo betino; 3) Cari cewek: 4) Tidak; 5) Ok!; 6) Tim Pelacak!
  4. 1) Msy. Fadilah; 2) Kurus, tinggi, hitam manis; 3) Maen ke rumah Dilla; 4) Oh iya, gemukin badannya, ya Dil! Dikit aja tapi…; 5) Good… good… Dah temenan sejak SMP; 6) (Tidak diisi)
  5. 1) Kuncoro Kurniawan (Coro); 2) Jerawat paling gede se-17, dihidung pula; 3) Telat sholat Jumat gara-gara kebanyakan ngobrol, telatnya diliat satu kampung pula; 4) Kulitnya itu lho, diputihin dikit kek; 5) Awesome, greatest friend among; 6) Dokter cinta, hwakakak…!
  6. 1) Demon; 2) Seru & suka mengaum. Gak ada dia gak rame!; 3) Contekan, dia sebagai sumber jawaban Biologi; 4) (Tidak diisi); 5) Gak ada lo gak rame; 6) Guru TK, hahaha… Just kidding
  7. 1) Ewin; 2) Kurus, hitam pahit, ngawak, bonding (tapi dulu); 3) Ketika berganti rambut dari keriting jelek, ke lurus dak keruan. Pas ditanyo, "Win, bonding caknyo??" Dengan enteng dio jawab, "Idak, cuma ganti samphoo."; 4) Kalo gemukan dikit, siapo tau rejekinyo beda… He…; 5) Jadilah…; 6) Walaupun berat ngomongnyo tapi nak diomongi jugo… "Kontraktor"
  8. 1) Danil; 2) Kelakar, galak ngolake, hobby samo; 3) Minggat bareng; 4) Tinggike badan tu; 5) Best friend; 6) Pelawak
  9. 1) Aulia; 2) Galak ngota'i; 3) Hampir mati ketumbur mobil; 4) Rainyo; 5) 10 dari 10; 6) Preman
  10. 1) Rizky Boski; 2) Cool, gaya bos2. Agak chicken kalo deket cewek; 3) Dideketin cewek, malah ngejauh; 4) Ada, kurusin dikit badan tuch; 5) Dibalik ke"grogian"nyo deket cewek, dio tuch berhati lembut, perasa, sayang keluargo; 6) Tentara, pemilik perusahaan
  11. 1) Sari; 2) Lugu; 3) Teman ekskul; 4) Tidak ada; 5) (Tidak diisi); 6) Ibu RT
  12. 1) Indah Puspita; 2) Baek, pintar, gaul; 3) Cerita2 bareng, trus sampe aq mukanya merah/malu gara2…; 4) She's perfect enough; 5) (Tidak diisi); 6) Dah cocok kok sbg Bu Dokter
  13. 1) Maya; 2) Baik, supel, suaranya lucu; 3) Maya Ayam; 4) Gak ada. Mungkin kalo dah deket, baru tahu yang baik atau gaknya; 5) Rame; 6) Guru Bahasa Mandarin
  14. 1) Marisa Syamsi alias Bejo; 2) Lebos, manislah (sedikit), pipinya; 3) Marahan dengan Bejo; 4) Sedikit feminim; 5) Pelit, lucu, ribut, tapi temen sejati; 6) Dokter Gigi
  15. 1) Maipe; 2) Baik hati + rambut keritingnyo, murah senyum, dak pernah marah; 3) Pernah nari bareng sebelum Ipo pake jilbab; 4) Caknyo dak ado; 5) 9 (1 - 10); 6) Dokter (la ceto)
  16. 1) Chitra Anggraini; 2) Imut, manis, cool; 3) Seru-seruan nginep bareng, jalan bareng; 4) (Tidak diisi); 5) Cool, calm, smart, diam-diam menghanyutkan; 6) Dokter
  17. 1) Tina Saputra; 2) Always senyum karena orangnya ramah banget, supel; 3) Jalan-jalan di Yogya; 4) Tidak ada. Tetaplah menjadi Tina yang ceria; 5) Nilainya 80 aja, tapi 100 bwt aku; 6) Arsitek
  18. 1) Hadi; 2) Hadi dipanggil si Black karena skinnyo yang begitu. Orangnyo lucu & galak ngawaks; 3) Nongkrong di kantin bareng-bareng; 4) Badannyo dikurusin yo, Di…; 5) Hadi tuh baek, galak nyuci piring. Caknyo setia jugo dengan Gana; 6) Buka Restoran Pindang Pegagan
  19. 1) Fahd Badrun; 2) Baik, penurut, terkadang suka gak jelas gitu deh…; 3) (Tidak diisi); 4) Lebih taat ibadah ya; 5) Be a nice person; 6) Pe-eN-eS
  20. 1) Peni (Dwi Indira Setyorini); 2) Lucu, panikan, sedikit ceroboh tapi rajin; 3) Banyak banget, kan sudah bareng dari zigot sampe sekarang. Paling seru kalo liat orang lain bingung bedain kami; 4) Ada, jangan terlalu panik & kalo marah jangan meledak-ledak; 5) Peni baek, bisa menempatkan diri kapan harus jadi dewasa & kapan harus sedikit kekanakan; 6) Dokter kayaknya sudah cocok
  21. 1) Awang (Aditya Wirawan); 2) Spontan, lucu, pinter, sering nyeletuk yg tidak penting; 3) Seorang yang punya solidaritas tinggi, baek hati, rajin menabung; 4) Sifat kekanak2annyo; 5) 9,75; 6) Esmud (Eksekutif muda nan imud)
  22. 1) Arma; 2) Konyol, sok cool; 3) Nyari DVD one piece; 4) Jangan banyak nyantai, TA tu selesai ke la; 5) Enam; 6) Pekerja seni
  23. 1) Nurfanida Libriyanti; 2) Smart, grumble, strong, don't know n don't care; 3) Waktu ceramahin diriku tentang jilbab; 4) Ada. Harus lebih feminim & lemah lembut ajah; 5) A+; 6) Dokter kandungan
  24. 1) Adrian; 2) Monot, pinter (tapi hati2, diem2 ngabesin), pendiem kalo deket cewek; 3) Maen kelereng bareng abis dari ngaji; 4) Nothing; 5) Baek 6) Fiscus
  25. 1) Wahyudi; 2) Jenongnya; 3) Masa2 balek bareng pas panwis, masa2 traktiran (walau harus dipakso dulu); 4) Jenongnyo… Hehe… Bukan ding, tapi harus lebih bisa menentukan sikap. Jangan plin-plan; 5) Good man… tapi harus lebih dewasa; 6) Auditor
  26. 1) Adit; 2) Gak punya karakter; 3) Biliar bareng di Yk sama kenalan cewek; 4) Lebih jantan; 5) Gak punya nilai; 6) Penyanyi
  27. 1) Niswatil; 2) Minta traktiran terus; 3) Pas masa kuliah; 4) Rajin2 nraktir; 5) Just fine, one and only kemusi's girl; 6) Fiscus
  28. 1) Yoan; 2) Supel, baik hati, jahil; 3) Waktu saya menginap di rumahnya; 4) Tidak ada; 5) Ok!; 6) Manager
  29. 1) Irma; 2) Pendiam/pemalu, baik hati; 3) Setia kawan; 4) Tidak ada; 5) Ok!; 6) Dosen/pengajar
  30. 1) Ahmad Fajar Septian; 2) Anggota PKS, pake kacamata, besak + tinggi; 3) Katek kenangan; 4) Caknyo dak katek; 5) Fajar sudah ok! Dipikir anaknyo diem, dak taunyo malu-maluin; 6) Polisi
  31. 1) Hera; 2) Pendiem, gak begitu deket; 3) (Tidak diisi); 4) Jangan diem2; 5) Pendiem; 6) PNS done
  32. 1) Mardiana; 2) Baik, murah senyum, humoris; 3) Di kelas kami sering diskusi ttg pelajaran, memecahkan soal2 Matematika. Apolagi waktu di IPA 1; 4) Sampai sekarang… Mungkin dak ado yang perlu dirubah; 5) Mardi itu orangnya jujur, baek, manis, lucu, pokoke baek; 6) Sekarang sudah cocok
  33. 1) Yuhestia Rosalin; 2) Tomboy, baek, cuex, males, suka makan; 3) Thanks dah jadi tukang nganter kalo balek kemaleman. Thanks dah jadi guru minggat yang baek. He2; 4) Dak ado yang perlu dirubah, Yuhes yang sekarang sudah manis; 5) Dari 1 sd 1.000, tak kasih 999,99; 6) Jadi mak wong!
  34. 1) Ihsan; 2) Pendiem, gitaris; 3) Sering jadi pemain gitar di beberapa acara; 4) Jangan jalan dewek2, ayolah gabung; 5) Baek, asyik, tapi jarang melok acara kumpul2; 6) Presiden
  35. 1) Hilal; 2) Rame, aktif, ramah-tamah; 3) Waktu nginep semalam bersama di Bandung; 4) Tidak usah, sudah ok kok…; 5) Bagussssss…………..!; 6) Public Relation
  36. 1) Tommy; 2) Tinggi, item, idup, benar2 dak biso melafalkan abjad 18 dengan benar; 3) Always nyela aku; 4) Nope!; 5) No comment, perfect guy; 6) PNS (Udah kan)
  37. 1) Domok (Lia Amelia); 2) Bersemangat, ribut & ceria, pinter bahasa Inggris; 3) Waktu SMA suka ngobrol, ketawa-ketawa, belajar bareng, seru! Dulu Domok belum pake jilbab, pokoknyo Domok tu dulu cak Wong Jepang. Hehe.. Wong Jepang yang pinter debat English; 4) Gak ada; 5) Domok okelah…; 6) Reporter TV. Anggota Dewan juga kali ya
  38. 1) Junaidi; 2) Pernah tabrakan motor; 3) Itulah, kasihan; 4) Lebih baik lagi; 5) Loyal; 6) Broker
  39. 1) Tri Satriadi; 2) Pendiam, pemalu, putih, pipi mudah merah, bibir merah, Nicholas Saputra; 3) Waktu kelas II lagi semangat2nya; 4) Sifat pemalu; 5) Cowok ganteng yang pemalu, low profile. 8,5; 6) Buruh lepas
  40. 1) Ella Amalia; 2) Lucu tapi pemalu dikit, agak latah dikit, panikan; 3) Minggat bareng ke rumah Tri; 4) Yup, sifat agak latah dan cepet panikannya; 5) Orangnya baek, bisa diandalkan; 6) Ya berhubung dia koas, ya dokter dong
  41. 1) Desy Wulansari; 2) Cantik, pinter nari; 3) Sering nonton, makan jalan, nginep bareng, tahun baruan bareng; 4) (Tidak diisi); 5) Cantik, anggun, dewasa; 6) Dokter THT
  42. 1) Megawaty a.k.a Echa; 2) Ngomongnyo nyablak, punyo temen cowok > temen cewek; 3) Apo ye, lupo! Yang pasti dulu sekelas, tapi dak pulok deket nian; 4) Lebih feminim lagi; 5) Tipe yang beda dari aku, jadi teman bisa, tapi mungkin bukan yang dekat. Sepertinya bisa sukses, karena banyak kolega & pergaulannya cukup luas; 6) Yang berhubungan dengan banyak orang
  43. 1) Dian Febrini; 2) Kecil, putih, baek; 3) Bareng ke sekolah, walaupun cuma 1x tapi cukup berkesan krn kami hampir telat; 4) Gak ada; 5) Cabe rawit!!!; 6) Pemandu wisata, jelajah alam
  44. 1) Ratna; 2) Rambut panjang, pinter nari, ceweknyo Fajar; 3) Nari bareng; 4) Dulu sih gaya rambutnyo bae yang harus diubah tapi sekarang dak lagi. La sudah cantik nian!; 5) Nilainya A; 6) Ibu Rumah Tangga
  45. 1) Niki Asilva Perdana Simpati; 2) Imut, menggemaskan dan lucu. Kumisnyo dak tahan… Kacamatanya enak gila; 3) Muter2 nyari one piece (DVD), nyusahi aku sampe ngawani aku keliling Palembang. Maen PS di rumah dio (beladas), besok SPMB masih maen PS; 4) Jangan banyak nian nonton bokep, gantilah komputer tu (Core 2 duo); 5) Men betino aku tembak. Baek jugo. Pinter jugo. Pinter ngota'i wong baek ; 6) PNS
  46. 1) Marni (SBA); 2) Pekerja keras, komunikatif, mengerti seseorang; 3) Bersama membangun Marella 17. Temen curhat; 4) Lebih sabar menghadapi sesuatu; 5) Orang yang enak diajak berteman, open minded girl, cewek yang mempunyai pegangan dan kemauan yang kuat; 6) HR Manager

Jumat, Juli 17, 2009

Corner Tak Terlupakan di SMUN 17 Palembang

PERMAINAN "KEJUJURAN YANG TERTUNDA"
HALAL BI HALAL ALUMNI SMUN 17 PALEMBANG ANGKATAN 3
Hilal House/Selasa, 16 Oktober 2007

Nah, setelah kemaren udah posting hasil maen polling di reuni/halal bi halal ke-6 Alumni SMU Plus Negeri 17 Palembang Angkatan 3. Sekarang, saya mo publikasiin lagi tentang corner tak terlupakan di sekolah kita. Whoo, kalo saya analisis sih, nih tak terlupakan kebanyakan gara-gara cinta deh. Huahaha....
Walaupun, setahu saya juga, gaya pacaran angkatan 3 dulu jadul-jadul, yups, coz pacaran gak jauh bedanya dengan temen belajar sama temen jalan bareng pas pulang sekolah. Hayoo, ngaku, siapa aja dulu yang punya pacar biar bisa dianterin pulang? Hee... Secara SMUN 17 kan letaknya agak menjorok ke dalam. Cailah, bahasanya... Hehehe...
Oke, deh, biar gak tambah penasaran, coba cari, yang mana sih yang dulu kamu tulis pas disuruh nulis... Atau udah berubah lagi sekarang???4. Dimana corner/tempat yang paling mengesankan di SMU 17?

1 Di depan UKS
2 Tempat duduk di depan Ruang 1
3 Kantin
4 Belakang aula & kantin Mak'e
5 Kantin Kak Is, Kantin Mak'e
6 Kantin Mak'e
7 Kursi di depan kelas
8 Lapangan upacara tempat dijemur
9 Kantin Mak'e
10 WC pucuk
11 Kantin Kak Is
12 Under trees…
13 Kantin Mak'e yang lamo
14 Ruangan Bu Wien (Dingin + dak ado yang berani masuk)
15 Tangga di deket WC depan
16 Pojok depan mading
17 Kantin
18 Kantin Mak'e
19 Kantin Kak Is
20 Ruang makan
21 Kantin
22 Belakang aula tengah
23 Kantin Kak Is
24 Kantin
25 Aula
26 Ruang makan, kantin
27 Belakang aula
28 Kantin
29 Kantin
30 Di tempat makan
31 Warung Mak'e
32 Musholla
33 Lapangan tenis
34 Aula pucuk, lapangan tenis
35 Under trees, lapangan tenis
36 Kantin
37 Kantin sekolah, belakang aula
38 Lapangan basket, kantin Mak'e, musholla, perpus
39 Kantin
40 Kantin lah
41 Kantin, di bawah pohon
42 Kantin Mak'e
43 Under trees, kantin Mak'e, lapangan tenis
44 Di mana be
45 (Tidak diisi)
46 Bawah pohon beringin (T4 nunggu tebengan)
47 Under trees
48 Kantin Mak'e
49 Pohon besar di depan WC
50 Bawah pohon jarak
51 Corner! Caknyo lapangan upacara. Banyak kenangannyo sih
52 Kantin, musholla, perpus, aula, kelas (galo-galo)
53 Simpang tigo UKS
54 Kantin, lapangan tenis
55 Lapangan tenis

Kamis, Juli 16, 2009

Kata-kata Pamungkas SMUN 17 Palembang

PERMAINAN "KEJUJURAN YANG TERTUNDA"
HALAL BI HALAL ALUMNI SMUN 17 PALEMBANG ANGKATAN 3
Hilal House/Selasa, 16 Oktober 2007

Beberapa tahun yang lalu, wah, udah lama banget yaaa.... Hahaha, tahun 2007 sih, jadi, sekitar 2 tahun lalu. Ketika ajang reuni angkatan tiga diadakan untuk yang ke-6 kalinya, bener kan, kan yang ke-1 tahun 2002. Saya sempat mengedarkan 2 kertas yang bertajuk Permainan "Kejujuran yang Tertunda" dan Permainan "Mengenal Temanmu". Nah, sebagian berkas-berkas itu masih saya simpan. Dan kebetulan, kemarin ada waktu untuk merekap hasilnya. Lucu-lucu ternyata... Hehehe. Nah, sekarang, buat temen-temen seangkatanku maupun angkatan lain yang kiranya bakal sama jawabannya. Ini hasil untuk satu pertanyaan dari lima pertanyaan di Permainan "Kejujuran yang Tertunda".

Apa kata-kata yang paling kamu ingat ketika sekolah di SMU Plus Negeri 17 Palembang...
1. Benar-benar memalukan!
2. Hijau, hijau, hijau
3. Plus!
4. Anak keju
5. Keju - singkong!
6. Jegek
7. Kedisiplinan
8. Plus. Narkoba no, prestasi yes!
9. Plus
10. Benar… benar… memalukan
11. Benar2 memalukan dari Mak Wien
12. Lupo sudah!!!
13. Unggulan
14. ???
15. Singkong keju
16. Keju & singkong
17. SMU Plusss…
18. Anak keju
19. Singa betina
20. Aku angkatan ke-3 SMUN 17
21. Plus
22. Imtaq dan Iptek
23. Anak keju
24. (Tidak diisi)
25. Singa betina
26. Plus
27. SMU Plus N 17
28. Plus
29. Plus
30. Tempat yang paling indah
31. "Disiplin" kato Bu Wien
32. Jegex
33. SMU 17
34. Singa betina
35. Plus
36. Wien
37. Harus disiplin
38. SMU Plus Negeri 17 Palembang
39. Sekolah favorit (SMU Plus) di Palembang
40. Cake keju
41. Keju dan singkong
42. "Benar2 memalukan!" Bu Wien said
43. Mak Wien. Disiplin
44. Memalukan
45. Plus… plus… plus…! Ngga bgt deh!
46. Singa betina
47. Singkong keju
48. Disiplin
49. Plus…
50. Disiplin
51. Unggul. Selalu diomongke kapanpun, dimanapun, oleh siapapun, dan frekuensinyo sering nian
52. SMU Plus Negeri 17
53. Benar-benar memalukan!
54. Tidak ingat
55. Plus

*) Dari 55 kuesioner yang kembali ke panitia.

Sabtu, Desember 06, 2008

Lika-Liku Istimewa Marella 17

(Gambar: Majalah Marella 17 yang sudah terbit sebanyak 18 edisi, sejak tahun 2002)

Semua hal pasti punya kisah. Asal mula, latar belakang, proses dan penyelesaian sendiri. Mengetahui bagaimana perjalanan Marella 17, sudah menjadi rahasia umum bila terdapat lika-liku. Namun, lika-liku yang bagaimana tidak semuanya tahu. “Lika-liku yang istimewa.” Itu yang terucap oleh Pemimpin Umum, yang juga dinobatkan sebagai pelopor berdirinya majalah sekolah di SMU Unggul Negeri 17 Palembang, Marella 17, yang kali ini akan bercerita tentang perjalanan panjang terbitnya Marella 17.

(Gambar: Artikel "Lika-Liku Istimewa Marella 17" yang termuat dalam Marella 17 edisi 2 Tahun 2002)

Senja awal bulan Mei 2000 saat itu, aku selesai menempel setumpuk kording edisi terakhir di t.a. 1999-2000. Ibu Wien dan Pak Agus kebetulan melintas usai meninjau sekolah. Beliau pun melihat kording-kording yang baru kutempel. Tiba-tiba Ibu Wien berkata padaku, “Coba Marni, kamu ajak teman-teman untuk membuat majalah sekolah.” Ucapan pendek yang dilontarkan oleh Ibu Kepala Sekolah itu, yang mungkin saat itu terdengar seperti usul sekali lewat, langsung terprogram dalam pikiranku.
Mungkin terdengar klise, tapi dulu sebelum masuk SMUUN 17, aku sempat bimbang untuk masuk ke sebuah SMU Negeri yang ada di kawasan Jl. Jend. Sudirman, karena SMU itu punya sebuah majalah sekolah. Sejak dulu, aku ingin berkecimpung di dalamnya, seperti Momoko di Wedding Peach yang bersama teman-temannya asyik di koran sekolah. Di samping itu, saat aku kelas I SMU, aku masuk dalam organisasi Lepass-Sriwijaya Post, sebuah wahana jurnalistik untuk wartawan pelajar Kota Palembang. Di sana, aku semakin tergelitik karena semua saling membanggakan majalah sekolah masing-masing. Namun saat itu, aku cuma diam. Hanya bisa diam.

(Gambar: Kru Marella 17 Angkatan Pertama. Bawah (Ki-ka): Harry Ramadiansyah, Allan Gunery, Endar Adi Wirawan, Fahd Badrun, Henderi, Frandky Sunito, M. Wahyudi, Aditya Wirawan. Atas (Ki-Ka): Yanuarti Tri Mardyah, Hilalliyah Aspihani, Andhika Widyarani, Fenny Rosa Indah, Sumarni Bayu Anita, Erty Sundarita, Puspa Dahlia, Veggy)
Langkah yang kemudian kulakukan adalah membuat proposal tentang pembuatan majalah sekolah. Saat mengajukan proposal untuk ke-4 kalinya, barulah ditandatangani, hari itu tanggal 7 Juli 2000. Usai itu, lalu bersama teman-teman, Redaksi Marella 17 Angkatan I, kami mulai mengadakan rapat yang mendiskusikan tentang rubrik, isi, serta pembuatan artikel. Rapat I, II, III, kami lakukan dengan penuh semangat. Semua mengerjakan tugas yang sudah dibebankan. Meski ada yang lewat batas dead line, semua tetap berjalan lancar.Namun kelancaran yang kami jumpai di awal, tidak berlangsung seterusnya. Masalah sepele, adanya plesetan dari makna Marella 17 oleh sekelompok anak yang belum memahami betul apa itu Marella 17, membuat persendian mulai rapuh. Kru yang dulu yakin bila semua mendukung perjuangan, lalu menjadi minder karena tahu ada yang tidak suka. Usai itu, sisi buruk dari sifat manusia pun bermunculan. Malas, tidak on time, kurang disiplin, tidak menghadiri rapat, merasa tidak dihargai lalu membalas dengan perlakuan yang sama, dan lain-lain. Keluar dari sisi kru, pihak sekolah pun sangat keberatan dengan harga majalah yang saat itu seharga Rp 10.000,- dengan isi 80 halaman. Pihak Redaksi cukup dipersulit untuk mencari percetakan yang murah tapi bagus. Sekitar 10 percetakan sempat kami datangi, mulai dari yang kecil sampai yang besar, bahkan sampai mencari ke daerah Plaju.
Akhirnya majalah itu selesai mentahnya, meski tidak sempurna. Namun saat pengajuan untuk masuk percetakan dengan harga Rp 8.000,- sekolah kembali tidak setuju. Semua kru merasa capek, kerja yang sia-sia, dan semua merasa bosan. Aku sendiri juga demikian, dan hanya menahan kecut, saat memperkenalkan Marella 17 kepada adik-adik kelas. Hanya memperkenalkan nama, belum ada majalahnya. Saat itu kami benar-benar vakum dan percaya bila Marella 17 cuma nama.
Awal November 2001, tiba-tiba Bu Nuraini bertanya padaku tentang Marella 17. Aku terkejut, ternyata masih ada yang peduli ataupun ingat tentang Marella 17. Layaknya orang yang ditanya, aku mencoba jawab apa yang beliau tanyakan. Biasa saja, tapi lantaran itu aku mulai merasa pede lagi. Dan menanamkan semangat, kalau bukan kami siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?
Kebetulan saat itu bulan puasa. Ada banyak waktu luang untuk mengganti isi Marella 17 yang sudah tidak layak muat dan menggantinya dengan artikel yang baru. Juga untuk mengadakan Pelatihan Jurnalistik 17 selama 4 hari. Begitu terasa sulitnya waktu itu, saat hanya beberapa kru saja yang masih terus berusaha untuk mewujudkan hadirnya Marella 17. Akhirnya, selama 2 minggu nonstop di depan komputer, hampir 15 jam setiap harinya, setumpuk disket, gambar, dan foto itu pun siap masuk ke percetakan. Namun, saat masuk percetakan kali itu pun masalah pelik terjadi lagi. Masalah tempat percetakan, kesalahpahaman, dan lagi-lagi penolakan dari pihak sekolah.
Seingatku, hari itu Senin, aku dan seorang kru lain ke Rambang untuk bertanya tentang harga percetakan. Pihak Rambang sangat baik, mereka mau memproses tanpa uang muka. Dan selayaknya siswa yang baik, kami lalu ke sekolah untuk melapor bila majalah siap untuk masuk percetakan. Di luar dugaan, sekolah benar-benar marah. Aku tidak mengerti, apa salah aku? Aku dikatakan terlalu ambisius. Apa salah aku berusaha mewujudkan impian ini? Cukup terdepak saat itu.
Namun diam dan tangis tidak akan menyelesaikan masalah. Lusanya, kembali aku dan Awank ke Rambang, menyerahkan bahan untuk dicetak dan itu tanpa restu dari pihak sekolah. Aku nekat dan aku tahu itu sangat tidak baik.
Proses percetakan pun berjalan dan hanya beberapa orang saja yang tahu. Aku melalui hari-hari itu dengan was-was. Di benakku, pikiran terburuk melintas, tepat di depan mukaku sekolah merobek-robek majalah itu karena ulah nekatku. Tapi aku terus berdoa agar itu tidak terjadi, dan berusaha melakukan yang terbaik, melakukan evaluasi hasil percetakan berkali-kali agar saat terbit majalah itu benar-benar layak untuk dibaca.
Dan Tuhan ternyata sayang padaku, pada semua orang yang mendukung kehadiran Marella 17. Aku tahu majalah itu sudah selesai dicetak, proses pembiayaan dianggap selesai dan tinggal dibagikan. Aku tahu… Tapi aku tidak menyangka bahwa sekolah sangat istimewa saat mengumumkannya kepada seluruh warga sekolah. Aku benar-benar terharu. Sangat terharu… Di aula itu, Kamis, 10 Januari 2002. Semua beban dan rasa kesal itu hilang, diganti dengan rasa bahagia dan kebanggaan. Betapa senangnya saat usaha kita, pengorbanan, dan kerja keras dihargai oleh orang lain. Apalagi Marella 17 disambut sangat baik oleh seluruh warga sekolah. Aku mengucapkan syukur ke Hadirat Yang Kuasa atas pengalaman yang Ia berikan padaku, dan selalu berharap semoga Marella 17 terus berjaya sampai kapan pun jua. Amin… (M*)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...