Selamat datang HokBen di Kota Palembang! Akhirnya orang Palembang yang juga dikenal dengan sebutan Wong Kito dapat menikmati ragam menu makanan ala Jepang yang ditawarkan oleh HokBen untuk pertama kali pada tanggal 30 Agustus 2019 di Lantai 2 Palembang Icon. Penantian yang cukup lama jika dilihat dari lahirnya Hokben di Indonesia, yakni tahun 1985 di Jakarta Pusat. Hanya beda satu tahun lebih muda dari usia saya yang kelahiran 1984. Akhirnya setelah usia HokBen yang ke-34 tahun, restoran makanan yang dibangun oleh Hendra Arifin, seorang Warga Negara Indonesia asli ini bisa ikut mewarnai dunia kuliner di kota yang sudah terkenal lebih dulu dengan panganan pempeknya ini.
Makanan dan Manusia
Makanan dan manusia memang dua unsur yang tidak akan pernah dapat terpisahkan. Sama halnya dengan analogi mobil dan bahan bakar minyak (bbm) atau handphone dan baterai. Keduanya menunjukkan bahwa tanpa ketersediaan yang lain, maka yang lainnya menjadi tak berdaya. Menurut Abraham Maslow dalam Teori Kebutuhan Dasar Manusia, menyebutkan bahwa manusia mempunyai lima kebutuhan. Adapun lima kebutuhan ini membentuk tingkatan atau hirarki dari yang paling penting hingga yang tidak penting dan dari yang mudah hingga yang sulit untuk didapat.
Nih, blog yang sengaja kubuat untuk saling berbagi cerita ttg dunia yang kujalani, ttg hidup yg begitu uniknya, ttg apapun yang berhasil mengusik perhatianku untuk segera kurangkai dalam kata-kata sehingga mengalir sebuah kisah yang menarik...
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner Nita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner Nita. Tampilkan semua postingan
Kamis, September 05, 2019
Rabu, Maret 08, 2017
Thank You Allah SWT, Saya Bisa 3 Kali Tiup Lilin Hari Ini
Saatnya saya bersyukur. Bisa tetap sehat di usia cantik, di angka cantik, 33 tahun. Hari ini, Rabu, 8 Maret 2017, saya merayakan itu. Bersama orang-orang yang saya kasihi dan mengasihi saya. Ucapan selamat datang dari berbagai sosial media, BBM, Whats App, Facebook, Instagram, Line, maupun langsung menjabat tangan, sun pipi kanan dan kiri. Hehe..
Malam-malam sudah ada yang kasih selamat di BBM, thank you untuk Herlin Chaniago, alumni tempat saya mengabdi di Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Mulai pagi datang, sosial media tidak berhenti memberitahukan bahwa ada yang mengucapkan selamat ulang tahun dengan doa-doa indah yang tentu saya amini semua.
Malam-malam sudah ada yang kasih selamat di BBM, thank you untuk Herlin Chaniago, alumni tempat saya mengabdi di Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Mulai pagi datang, sosial media tidak berhenti memberitahukan bahwa ada yang mengucapkan selamat ulang tahun dengan doa-doa indah yang tentu saya amini semua.
Senin, April 09, 2012
Bakso Lombok Uleg
What is Bakso Lombok Uleg? Yang namanya bakso jelas bentuknya pasti begitu, bulat, abu-abu, kenyal, ada rasa daging sapinya, dan emang gak ngebosenin untuk dimakan. Tapi ini bukan bakso biasa yang temen makannya adalah mie kuning dan bihun. Di dalam sebuah mangkuk bakso lombok uleg adalah bakso, tahu goreng, dan ketupat! Yang bikin seger, adalah lombok atau cabe rawit yang akan diuleg dulu didasar mangkuk sebelum seluruh bahan-bahan lain ditumpahkan di sana. Bisa dibayangkan rasanya? Apalagi kalo dimaem pas ujan-ujan kayak gini, whoooh... Mak gerrr pokoknya!
Level pedasnya bisa dipilih, gak pedes (cemen, mending gak usah beli nih bakso kalo gak mo pedes, hehehe!), sedang (nih, kalo masih tahap coba-coba), pedas (nah, ini standar sayaaah! Hee...), ato super pedas (jontor-jontor deh, tuh bibir, hehehe...). Isiannya juga bisa dipilih, mungkin ada yang gak suka ketupat? Tapi, inilah seninya makan nih bakso. Kenyangnya yah karena ada tuh ketupat, enaknya karena ada bakso dan tahunya, seksinya karena ada cabenya. Huhuhu, sederhana, tapi nendang. Umm...
Pertama dan seterusnya beli, aku pilih Bakso Lombok Uleg yang ada di depan Super Indo Jakal Km. 5,5 Yogya. Asli katanya. Hee... Tau, bedanya apa sih antara asli ama gak? Yang jelas, setelah enak maem di sana, rada malas eksplorasi ke tempat laen. Cuma sekarang, udah jarang-jarang maem di sana. Terakhir sama my big family dari Palembang trus ma keluarga kecilku di sini. Itu aja, lucky banget, pas kami dateng, eh, langsung ditutup, coz udah abis stoknya. Jadi, kami pembeli terakhir gitu di hari itu. Hee... Selamat!!! *Apaaa coba??! Hehehe...*
Level pedasnya bisa dipilih, gak pedes (cemen, mending gak usah beli nih bakso kalo gak mo pedes, hehehe!), sedang (nih, kalo masih tahap coba-coba), pedas (nah, ini standar sayaaah! Hee...), ato super pedas (jontor-jontor deh, tuh bibir, hehehe...). Isiannya juga bisa dipilih, mungkin ada yang gak suka ketupat? Tapi, inilah seninya makan nih bakso. Kenyangnya yah karena ada tuh ketupat, enaknya karena ada bakso dan tahunya, seksinya karena ada cabenya. Huhuhu, sederhana, tapi nendang. Umm...
Pertama dan seterusnya beli, aku pilih Bakso Lombok Uleg yang ada di depan Super Indo Jakal Km. 5,5 Yogya. Asli katanya. Hee... Tau, bedanya apa sih antara asli ama gak? Yang jelas, setelah enak maem di sana, rada malas eksplorasi ke tempat laen. Cuma sekarang, udah jarang-jarang maem di sana. Terakhir sama my big family dari Palembang trus ma keluarga kecilku di sini. Itu aja, lucky banget, pas kami dateng, eh, langsung ditutup, coz udah abis stoknya. Jadi, kami pembeli terakhir gitu di hari itu. Hee... Selamat!!! *Apaaa coba??! Hehehe...*
Jumat, Oktober 14, 2011
Nanamia Pizzeria? Perfecto...
DealKereeeeen.... Stay cune di Yogya yaaa.... Jangan kemana-mana!!! Hehehe... Abis, kalo bukan karena voucher diskon-nya DealKeren, saya sekeluarga terancam gak bisa wisata kuliner seru lagi. Hehehe! Kayak wisata kuliner ke Nanamia Pizzeria yang saya lakukan bersama suami dan anak saya pada hari Sabtu, 1 Oktober 2011 lalu. Deuuuh, perfecto banget deh ternyata....
Deal Nanamia Pizzeria ini sebenarnya sudah saya ambil lama. Sekitar dua bulan yang lalu. Tapi, baru bisa digunakan bulan Oktober ini lagi-lagi karena agenda suami saya yang baru bisa pulang ke Yogyanya sebulan sekali. Hee... DilemaAku Bukan Bang Toyib! So, saat dia pulang, acara wisata kuliner to Nanamia Pizzeria pun dilakukan!
Hal pertama yang dilakukan adalah reservasi tempat yang lokasinya berada di Jl. Moses Gatotkaca B 13 - 16 Gejayan Yogyakarta 55281 Telp: (0274) 556494 ini. Kalo ketentuannya 3 hari sebelumnya, saya seminggu sebelumnya udah reservasi. Hehehe! Abis, ini kudu tanggal 1 Oktober, gak bisa hari lain. Fiuuuh, untungnya emang bisa. Jadi dengan modal dua voucher DealKeren di tangan yang senilai Rp 30.000,- (dapet diskon 53%, jadi satunya Rp 14.000,-), saya pun let’s go ke Nanamia Pizzeria itu!
Deal Nanamia Pizzeria ini sebenarnya sudah saya ambil lama. Sekitar dua bulan yang lalu. Tapi, baru bisa digunakan bulan Oktober ini lagi-lagi karena agenda suami saya yang baru bisa pulang ke Yogyanya sebulan sekali. Hee... Dilema
Hal pertama yang dilakukan adalah reservasi tempat yang lokasinya berada di Jl. Moses Gatotkaca B 13 - 16 Gejayan Yogyakarta 55281 Telp: (0274) 556494 ini. Kalo ketentuannya 3 hari sebelumnya, saya seminggu sebelumnya udah reservasi. Hehehe! Abis, ini kudu tanggal 1 Oktober, gak bisa hari lain. Fiuuuh, untungnya emang bisa. Jadi dengan modal dua voucher DealKeren di tangan yang senilai Rp 30.000,- (dapet diskon 53%, jadi satunya Rp 14.000,-), saya pun let’s go ke Nanamia Pizzeria itu!
Minggu, Oktober 02, 2011
Icip-icip Cokelat Choco ‘Klik!
Kalo kemarin nyoba cokelat tradisional Yogyakarta, Cokelat Roso. Sekarang, nyoba lagi yang merknya Choco ‘Klik! Iyeeeh, lagi-lagi karena ada promo DealKeren. Hehehe...
Oya, sebelum cerita tentang pengalamanku icip-icip cokelat yang outletnya berada di Ambarukmo Plaza Lt. 3 Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta Telp: (0274) 510824 ini, beberapa waktu yang lalu ada pengunjung blogku yang nanya gimana cara memanfaatkan voucher DealKeren? Gimana cara beli vouchernya? Hm... Mungkin ini pertanyaan yang sama untukku waktu pertama kali tahu tentang DealKeren. Tapi makin ke sini, rasanya ada yang kurang kalau dalam seminggu belum memanfaatkan voucher DealKeren. Hee...
Singkatnya, kita belajar shopping online melalui DealKeren. Pesan produk/jasa melalui internet, bayar pake transfer ATM, mencetak bukti pembelian sendiri via DealKeren, dan langsung bisa menukarkan bukti (voucher) tersebut ke outlet atau tempat yang sudah kita pilih tersebut. Adapun hal lebih dari semua hal baru tersebut adalah kita bisa dapet harga yang lebih menarik ketimbang belanja secara konvensional. Tapi memang, penawaran itu ada masa berlakunya, ada gilirannya, ada ketentuannya. Namun semua “kerepotan” (repot karena kita belum terbiasa, tapi kalo udah terbiasa yaa... gak repot lagi), senilai dengan keuntungan yang kita dapat.
Oya, sebelum cerita tentang pengalamanku icip-icip cokelat yang outletnya berada di Ambarukmo Plaza Lt. 3 Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta Telp: (0274) 510824 ini, beberapa waktu yang lalu ada pengunjung blogku yang nanya gimana cara memanfaatkan voucher DealKeren? Gimana cara beli vouchernya? Hm... Mungkin ini pertanyaan yang sama untukku waktu pertama kali tahu tentang DealKeren. Tapi makin ke sini, rasanya ada yang kurang kalau dalam seminggu belum memanfaatkan voucher DealKeren. Hee...
Singkatnya, kita belajar shopping online melalui DealKeren. Pesan produk/jasa melalui internet, bayar pake transfer ATM, mencetak bukti pembelian sendiri via DealKeren, dan langsung bisa menukarkan bukti (voucher) tersebut ke outlet atau tempat yang sudah kita pilih tersebut. Adapun hal lebih dari semua hal baru tersebut adalah kita bisa dapet harga yang lebih menarik ketimbang belanja secara konvensional. Tapi memang, penawaran itu ada masa berlakunya, ada gilirannya, ada ketentuannya. Namun semua “kerepotan” (repot karena kita belum terbiasa, tapi kalo udah terbiasa yaa... gak repot lagi), senilai dengan keuntungan yang kita dapat.
Kamis, Agustus 18, 2011
Nyobain Cokelat Rasa Gulas di Cokelat Roso
Hh, sahur hari ini gak habis. Gak tau nih, ada masalah di perutnya apa di makanannya, ato malah di orangnya. Hee! Yang jelas, kalo dipaksain makan nasi, rasanya udah kenyang duluan. Hm, jadi pengen makan cokelat lagi... Kan kalo makan cokelat, mulutnya berasa manis. Trus, jadi feeling so good gitu... Eh, ngomong-ngomong tentang cokelat, jadi inget Cokelat Roso, deh!
Apa sih Cokelat Roso? Sama, awalnya aku juga gak tau. Tapi, waktu ada promo dari DealKeren tentang Cokelat Roso, kebetulan aku ambil. Lumayan diskon 53%, jadi bayar Rp 14.000,- kita dapet value senilai Rp 30.000,- Jadinya, kalo rata-rata harga cokelat di sana Rp 15.000-an, dengan satu voucher kita dapet 2 dong! Dan waktu itu, aku ambil 2 voucher.
Voucher tersebut aku tukar pada hari Jumat, 15 Juli 2011. Waktu nyari Cokelat Roso yang beralamat di Jl. Sultan Agung No.46 Yogyakarta Telp. (0274) 388 855, (0274) 935 8080 itu, emang susah-susah gampang. Kalo berbekal peta manual, Jl. Sultan Agung kan begitu mudah ditemui. Tinggal dari Jl. Malioboro, mentok perempatan BNI, belok ke kiri deh! Tapi, karena gak biasa lewat jalan sana, jadi mata harus awas juga liat kiri-kanan. Sempet nanya pas isi bensin yang juga di jalan yang sama, tapi para petugas Pertamina itu pada gak tahu. Duuuh... Mana yah? Mereka tahunya Cokro yang emang udah familiar duluan di Yogya.
Apa sih Cokelat Roso? Sama, awalnya aku juga gak tau. Tapi, waktu ada promo dari DealKeren tentang Cokelat Roso, kebetulan aku ambil. Lumayan diskon 53%, jadi bayar Rp 14.000,- kita dapet value senilai Rp 30.000,- Jadinya, kalo rata-rata harga cokelat di sana Rp 15.000-an, dengan satu voucher kita dapet 2 dong! Dan waktu itu, aku ambil 2 voucher.
Voucher tersebut aku tukar pada hari Jumat, 15 Juli 2011. Waktu nyari Cokelat Roso yang beralamat di Jl. Sultan Agung No.46 Yogyakarta Telp. (0274) 388 855, (0274) 935 8080 itu, emang susah-susah gampang. Kalo berbekal peta manual, Jl. Sultan Agung kan begitu mudah ditemui. Tinggal dari Jl. Malioboro, mentok perempatan BNI, belok ke kiri deh! Tapi, karena gak biasa lewat jalan sana, jadi mata harus awas juga liat kiri-kanan. Sempet nanya pas isi bensin yang juga di jalan yang sama, tapi para petugas Pertamina itu pada gak tahu. Duuuh... Mana yah? Mereka tahunya Cokro yang emang udah familiar duluan di Yogya.
Sabtu, Juli 23, 2011
Ayo Nyam-nyam Burger!
Siapa sih yang gak suka burger? Saya suka burger. Kayaknya hampir semua fast food yang jual burger udah pernah saya jajal. Kali ini, boleh dong kalo saya mo blak-blakan (jadi inget si Joni, hehehe!) tentang rasa burger bagi lidah saya, yaa... Hee...
Untuk burger yang paling pas di kantong, saya akan memilih beef burger-nya Mc’ Donalds. Ya, iyalah cuma Rp 8.000,- kita udah bisa ngerasain rasa burger yang enak. Kalo lagi jalan di Malioboro Mall Yogyakarta dan kelaparan, saya akan memilih produk ini untuk mengganjal perut sementara.
Nah, klo yang mo bener-bener enak, pengalaman maem burger Steakhouse-nya Wendy’s emang paling luar biasa. Thanks buat Deal Keren yang udah ngasih diskon setengah harga sehingga saya yang saat ini emang milih-milih untuk tempat makan bisa kembali menjajal rasa burger yang maknyuss.
Untuk burger yang paling pas di kantong, saya akan memilih beef burger-nya Mc’ Donalds. Ya, iyalah cuma Rp 8.000,- kita udah bisa ngerasain rasa burger yang enak. Kalo lagi jalan di Malioboro Mall Yogyakarta dan kelaparan, saya akan memilih produk ini untuk mengganjal perut sementara.
Nah, klo yang mo bener-bener enak, pengalaman maem burger Steakhouse-nya Wendy’s emang paling luar biasa. Thanks buat Deal Keren yang udah ngasih diskon setengah harga sehingga saya yang saat ini emang milih-milih untuk tempat makan bisa kembali menjajal rasa burger yang maknyuss.
Selasa, November 17, 2009
Pembelajaran 10 Hari di Prabumulih

Hidup ini adalah pembelajaran. Aku bisa belajar banyak hal setiap harinya, hal-hal kecil yang mungkin selama ini diremehkan. Ternyata, begitu menarik untuk kucermati dan kupahami makna di baliknya. Pembelajaran-pembelajaran itu yang kini membuatku semakin menghargai waktu yang berlalu dalam hidupku. Waktu yang kadang terasa begitu cepat berlalu.
Hari ini, Senin, 16 November 2009, akhirnya aku kembali pulang ke Palembang. Sebelumnya, selama 10 hari, sejak tanggal 5 November 2009, aku ditugaskan ke GSC Prabumulih untuk membantu persiapan dan pelaksanaan event Try Out Super Akbar GSC Prabumulih yang jatuh pada hari Minggu, 15 November 2009.
Hidup memang bukan cuma tentang tawanya. Hidup penuh dengan tantangan. Masalah-masalah yang muncullah yang membuat adanya solusi-solusi untuk mengatasinya. Bila tidak ada masalah, jelas tak akan pernah ada solusi. Aku belajar untuk itu, untuk cepat mencari solusi, memilih dan segera melakukan aksinya.
(Ket. foto: 1) Suasana Try Out Super Akbar GSC Prabumulih, Minggu/15 November 2009; 2) Juara Terbaik SD mendapatkan sebuah handphone dari GSC; 3) Berbagai hadiah untuk para juara dan doorprize bagi seluruh peserta TO; 4) Mbak Rita & Fanny di ruang CSO; 5) Novita dengan mesin OMR-nya; 6) Suasana di luar gedung GSC menjelang TO sesi pagi; 7) Suasana TO di Aula GSC Prabumulih; 8) Bergaya dikit nih sama adek-adek yang tengah serius... Hehehe...; 9) Outlet GSC Prabumulih di Jl. Jend. Sudirman Prabumulih)Namun, masalah dan solusi itu hanya salah satu bagian pembelajaran. Masih banyak pembelajaran lain yang kuperoleh. Satu hal yang paling kusukai, yakni: aku suka acara makan malam di kota kelahiranku ini.
Ya, wisata kuliner menjadi nomor wahid untuk kegiatan paling favoritku. Hal ini juga yang kadangkala membuat aku dan suamiku berdebat panjang. Masalahnya, dia lebih suka bila aku menghabiskan uang untuk membeli pakaian atau apapun yang katanya, ujung-ujungnya tidak akan berakhir di toilet. Hee...
Mungkin suamiku benar, tapi makan malam di Prabumulih tidak hanya tentang mengisi perut yang lapar. Tapi juga tentang ekstravaganza setelah seharian berkutat di outlet mengurus kerjaan. Dia pasti juga sudah tahu karakterku yang selalu ingin mencoba hal-hal yang baru, dan yang suka jenuh bila hanya tenggelam di kolam yang sama dalam jangka waktu yang lama.
Kota Prabumulih ternyata cukup unik! Keunikan itu ditemukan saat wisata kuliner itu kulakukan. Pertama, di sini, setiap warung pecel lelenya selalu menyediakan hidangan pembuka, yakni kuah soto. Kayak sup aja kali ya??? Selama di Palembang, maupun Yogya atau kota-kota lain, aku belum pernah ketemu yang seperti ini. Jadi, para pembeli makanan di warung pecel lele itu, selama menunggu pesanan makanannya jadi, mereka akan mendapat kuah soto komplit dengan rajangan kubis, seledri dan bawang goreng. Minusnya, tanpa suwiran daging ayam! Hehehe... ya iyalah, kalo ada, namanya mesen soto ayam!
Kedua, kalo kita beli ayam bakar Soponyono di Prabumulih, sebaiknya dibawa pulang aja. Karena, kalo makan di tempat, kita akan dikenakan pajak 10%. Lumayan juga kan, cuma biaya untuk pinjem piring sama numpang duduk aja dikenakan pajak 10%! Tapi, aku juga harus mengakui sih, sayur asem di sini enak banget! Seger! Tapi, kalo di Palembang bisa dapet gratis, di sini harus bayar! Seporsinya Rp 4.000,- Huhuhu...
Ketiga, Prabumulih miskin toko bakery! Aku cuma menemukan satu toko bakery, namanya aku lupa... Hee... Yang jelas, selain bakery, di sini juga jualan buah. Aku sempat beli puding kiwi dan cheese cake dengan harga rata-rata @ Rp 6.500,- Tapi, aku kecewa ma cheese cakenya! Menurutku, itu gak ada bedanya dengan bolu biasa warna kuning dengan taburan keju. Mana yang rencananya buat sarapan pagi, eh baru satu jam ditinggalin di kamar, kue itu pun sudah dirubungin semut merah... Ugh... terpaksa dimakan malam itu juga! Hehehe...
Well, selain satu warung yang sempat aku maem dengan menu ayam shanghai tanpa tulang, aku suka semua tempat makan yang pernah aku mampiri di Prabumulih. Aku suka sate kambing kecap ”Tiga Saudara”, pindang tulang ”Lombok Ijo”, cumi-cumi saos ”Pecel Lele 1”, ayam goreng sambal pedas ”Pecel Lele 2”, bubur ayam (yang lewat di depan outlet GSC), ayam bakar ”Soponyono”, dan yups, pesta duren di Pasar Prabumulih.
Untuk semua keriuhan makan malam yang menyenangkan itu, layak untuk kuucapkan salam luar biasa untuk semua teman-teman yang saat ini masih berada di GSC Prabumulih. Ada Fikri, Fanny, Mbak Rita, dan Ade. Tetap semangat teman, mereka membutuhkanmu!
Senin, Februari 02, 2009
Es Alpokat Favoritku
Oya, gambar di atas, adalah es alpokatnya Kafe November yang ada di deretan JM Kol. Atmo Palembang. Harganya Rp 6.000,- Rasanya, menyegarkan lho... Mirip dengan es telernya Kateleya yang ada di depan La Rose Kol. Atmo. Kalo dengan minum aja bisa meringankan beban hidup sebanyak 30%, gimana kalo semua permasalahan yang ada langsung dapet solusinya saat itu juga yaa??? Pasti hidup tidak akan terasa begitu beratnya.
Tapi... Tenang saja! I love my life... Hohoho!
Rabu, Desember 31, 2008
Roti Tembem
Nih, roti murah banget lho! Cuma Rp 1.500 tapi ukurannya maxi. Makan satu langsung kenyang... Huahaha! Ajaib banget kan... Ya, jadi mirip roti rasanya, trus diatasnya kayak ditaburi gula halus gitu. Huh, si Rudi, ngomong gitu juga, pura-pura aneh juga, abis maem 2 roti. Aku? Aku juga 2 roti sih... Hehehe!
Rabu, Desember 17, 2008
My Ice Cream "Salju"
Minggu siang (14/12), aku dan adikku, Dian, ke Hotel Budi, di kawasan Ramayana Palembang. Rencananya mo ikut acara Sophie, ada launching katalog baru. Udah sampe sana tuh, oo... kok sepi? Tanyalah ke resepsionis, ugh, dia bilang gak ada acara tuh mbak hari ini. Sial! Setelah aku telfon orang Sophie-nya, ternyata tuh launching diundur tgl 27 Des '08 besok. Blegh! Udah niat dateng... Kan kalo presentasi tiap Sabtu aku gak pernah bisa dateng! Sibuk di outlet, bok... (Hahaha, sok sibuk bgt!)

Ya udahlah, tak ada gunanya bersedih! Toh, Dian seneng-seneng aja, tuh acara diundur, jadi kami punya banyak waktu buat jalan-jalan. Tujuan pertama, kami ke Bakso Kingkong! Emang bener-bener gede lho tuh bakso! Semangkok! Makannya aja berdua, itu pun aku udah kekenyangan. Dian aja yang penggila bakso masih giat melahap tuh bakso. Udah, aku udah nyerah duluan...
Trus, habis jalan-jalan bentar ke Ramayana, aku nyari jaket ma sendal, pergilah kami ke PIM (Palembang Indah Mall). Nah, di sinilah, kami nekat masuk sebuah kedai es cream baru, namanya Charmy. Yaaah, mumpung ada duit, jadi apa salahnya menuntaskan rasa penasaran tentang gimana sih rasanya es cream salju?
Ternyata harganya rata-rata Rp 25.000,- Seru sih liat gambarnya! Tapi 2 pilihan rasa yang kami pilih ternyata kosong semua. Ah, payah... Ya udah, akhirnya beli yang asli (original), gak ada toping-topingnya. Cuma dikasih 1 biji cherry. Trus, beli leci shake. Lumayan, 2 itu harganya Rp 25.000,- Dian puas, aku juga puas!

Kapan-kapan mau juga sih ke sana lagi, tapi gak dalam waktu dekat deh! Hahaha... Duitnya gak ada! Untuk melegakan nafsu, paling beli es cream Campina aja yang rasa kacang ijo, cuma Rp 2.300,- Hehehe!
Rabu, Desember 03, 2008
10 Makanan Terfavorit Nita
Sampe hari ini, berikut 10 makanan terfavoritku yang gak akan pernah kulupa tentang betapa enaknya makanan-makanan tersebut ketika harus lumer di mulut. Hm… Yummy…
1) Roti Blueberrycheese. Dijualnya di Baker Bakery, di Simpang Patal Palembang. Harganya Rp 6.500/buah. Kejunya gila-gilaan banget! Campuran dengan susu dan rasa selai blueberry yang asem manis bikin ketagihan. Asli! Suka belinya kalo pas jam makan siang kalo sedang berada di GSC Patal.
2) Ayam Bakar Bu Darmo. Dijualnya di lesehan depat STSI Solo. Harganya Rp 7.000/porsi. Ayamnya gede, empuk, gurih dan manis. Sambalnya pedas yang maknyos banget! Suka belinya pas makan malem bareng temen-temen di Kost Srikandi dulu pas masih kul di UNS Solo.
3) Kebab Amor. Dijualnya di belakang UNS. Nih, sebenarnya punya usahanya temenku juga di UNS. Namanya Roma, kebalikan Amor. Harganya cuma Rp 2.500/kebab yang mini. Kalo yang big Rp 5.000/kebab. Wih, murah banget kan? Enak lagi… gak kayak kebab yang difranchise-in itu, udah mahal, kecil, kadang rasanya asal bahan-bahannya dicampur aja…
4) Steak Moen-Moen. Aku suka yang tenderloin, satu paket dengan teh botol, harganya Rp 9.000/paket. Dulu suka belinya di SGM (Solo Grand Mall). Rasanya emang enak banget. Ada kayak kejunya, tapi kejunya khas banget. Cuma sayangnya, kadang kalo lagi rame pengunjungnya, potongan dagingnya suka mengecil. Hehehe!
5) Pizza Hut (semua outlet) & Papa Rons Pizza (just outlet yang di Solo). Ya, ya, ya, nih makanan harganya cukup mahal. Kalo aku paling suka beli paketan, jadi lebih murah. Kayak PH-kan ada Sensasi Delight-nya. Semua rasa pizza aku suka, tapi kalo mo dipaksa jawab, aku sukanya sederhana aja, yang Beef Corn Pizza.
6) Ayam Goreng Tulang Lunak “Bengawan Solo”. Nih, adanya di pinggir sungai Bengawan Solo. Harganya relatif murah, cuma Rp 7.000/porsi. Asli, semua bagian ayam bisa dimakan. Di Yogya juga ada, namanya Ayam Goreng Nitnit, dulu dekat sekali dengan kostku. Tapi sayangnya, ukuran ayamnya kecil-kecil. Hehehe.
7) Mie Ayam Pak Larto. Nih, mie ayam terenak tapi murah yang pernah aku makan. Cuma Rp 3.000/mangkok. Kalau mo tambahan bakso ama ati ayam juga bisa, tapi harganya juga nambah. Oya, adanya di belakang UNS. Kalo di Palembang, yang enak tuh Mie Ayam “French” di depan Pulau Mas. Tapi, sekarang paling udah mahal lagi. Terakhir aku maem pas SMA sih. Hee…
8) Gado-gado “Selada” Simpang Patal. Nah, ini yang terenak! Yang jual cowok, tapi rasa gado-gadonya eksklusif dengan harga Rp 5.000/piring. Ada campuran selada, kentang, lontong, tahu, tomat, dll. Suka banget ma bumbu kacangnya yang berwarna coklat muda. Jadi terkesan bersih. Oya, kalo di Solo, paling enak itu gado-gado “Bu Warni” di arah Jebres. Murah juga, cuma Rp 2.700/piring. Bumbunya haluuuusss banget!
9) Roti Bakar Keju “Wayhitam”. Nih, trend roti bakar bandung emang baru setahunan ini di Palembang. Setelah nyoba beberapa tempat, ternyata yang paling enak itu roti bakar bandung yang suka mangkal di depan SDN di Wayhitam. Harganya standar Rp 12.000,- untuk pilihan spesial keju. Tapi yang bikin beda, yang jual gak pelit-pelit untuk memberikan banyak taburan keju dan olesan susu kental manis. Ugh, nikmat banget pokoknya!
1) Roti Blueberrycheese. Dijualnya di Baker Bakery, di Simpang Patal Palembang. Harganya Rp 6.500/buah. Kejunya gila-gilaan banget! Campuran dengan susu dan rasa selai blueberry yang asem manis bikin ketagihan. Asli! Suka belinya kalo pas jam makan siang kalo sedang berada di GSC Patal.
2) Ayam Bakar Bu Darmo. Dijualnya di lesehan depat STSI Solo. Harganya Rp 7.000/porsi. Ayamnya gede, empuk, gurih dan manis. Sambalnya pedas yang maknyos banget! Suka belinya pas makan malem bareng temen-temen di Kost Srikandi dulu pas masih kul di UNS Solo.
3) Kebab Amor. Dijualnya di belakang UNS. Nih, sebenarnya punya usahanya temenku juga di UNS. Namanya Roma, kebalikan Amor. Harganya cuma Rp 2.500/kebab yang mini. Kalo yang big Rp 5.000/kebab. Wih, murah banget kan? Enak lagi… gak kayak kebab yang difranchise-in itu, udah mahal, kecil, kadang rasanya asal bahan-bahannya dicampur aja…
4) Steak Moen-Moen. Aku suka yang tenderloin, satu paket dengan teh botol, harganya Rp 9.000/paket. Dulu suka belinya di SGM (Solo Grand Mall). Rasanya emang enak banget. Ada kayak kejunya, tapi kejunya khas banget. Cuma sayangnya, kadang kalo lagi rame pengunjungnya, potongan dagingnya suka mengecil. Hehehe!
5) Pizza Hut (semua outlet) & Papa Rons Pizza (just outlet yang di Solo). Ya, ya, ya, nih makanan harganya cukup mahal. Kalo aku paling suka beli paketan, jadi lebih murah. Kayak PH-kan ada Sensasi Delight-nya. Semua rasa pizza aku suka, tapi kalo mo dipaksa jawab, aku sukanya sederhana aja, yang Beef Corn Pizza.
6) Ayam Goreng Tulang Lunak “Bengawan Solo”. Nih, adanya di pinggir sungai Bengawan Solo. Harganya relatif murah, cuma Rp 7.000/porsi. Asli, semua bagian ayam bisa dimakan. Di Yogya juga ada, namanya Ayam Goreng Nitnit, dulu dekat sekali dengan kostku. Tapi sayangnya, ukuran ayamnya kecil-kecil. Hehehe.
7) Mie Ayam Pak Larto. Nih, mie ayam terenak tapi murah yang pernah aku makan. Cuma Rp 3.000/mangkok. Kalau mo tambahan bakso ama ati ayam juga bisa, tapi harganya juga nambah. Oya, adanya di belakang UNS. Kalo di Palembang, yang enak tuh Mie Ayam “French” di depan Pulau Mas. Tapi, sekarang paling udah mahal lagi. Terakhir aku maem pas SMA sih. Hee…
8) Gado-gado “Selada” Simpang Patal. Nah, ini yang terenak! Yang jual cowok, tapi rasa gado-gadonya eksklusif dengan harga Rp 5.000/piring. Ada campuran selada, kentang, lontong, tahu, tomat, dll. Suka banget ma bumbu kacangnya yang berwarna coklat muda. Jadi terkesan bersih. Oya, kalo di Solo, paling enak itu gado-gado “Bu Warni” di arah Jebres. Murah juga, cuma Rp 2.700/piring. Bumbunya haluuuusss banget!
9) Roti Bakar Keju “Wayhitam”. Nih, trend roti bakar bandung emang baru setahunan ini di Palembang. Setelah nyoba beberapa tempat, ternyata yang paling enak itu roti bakar bandung yang suka mangkal di depan SDN di Wayhitam. Harganya standar Rp 12.000,- untuk pilihan spesial keju. Tapi yang bikin beda, yang jual gak pelit-pelit untuk memberikan banyak taburan keju dan olesan susu kental manis. Ugh, nikmat banget pokoknya! 
Btw, aku juga suka martabak keju! Yang paling enak itu martabak keju yang jualan di samping Holland Bakery Palembang. Harganya emang lebih mahal tapi sebanding dengan kualitas martabak yang diberikan. Hm…
Langganan:
Postingan (Atom)





