Selamat datang HokBen di Kota Palembang! Akhirnya orang Palembang yang juga dikenal dengan sebutan Wong Kito dapat menikmati ragam menu makanan ala Jepang yang ditawarkan oleh HokBen untuk pertama kali pada tanggal 30 Agustus 2019 di Lantai 2 Palembang Icon. Penantian yang cukup lama jika dilihat dari lahirnya Hokben di Indonesia, yakni tahun 1985 di Jakarta Pusat. Hanya beda satu tahun lebih muda dari usia saya yang kelahiran 1984. Akhirnya setelah usia HokBen yang ke-34 tahun, restoran makanan yang dibangun oleh Hendra Arifin, seorang Warga Negara Indonesia asli ini bisa ikut mewarnai dunia kuliner di kota yang sudah terkenal lebih dulu dengan panganan pempeknya ini.
Makanan dan Manusia
Makanan dan manusia memang dua unsur yang tidak akan pernah dapat terpisahkan. Sama halnya dengan analogi mobil dan bahan bakar minyak (bbm) atau handphone dan baterai. Keduanya menunjukkan bahwa tanpa ketersediaan yang lain, maka yang lainnya menjadi tak berdaya. Menurut Abraham Maslow dalam Teori Kebutuhan Dasar Manusia, menyebutkan bahwa manusia mempunyai lima kebutuhan. Adapun lima kebutuhan ini membentuk tingkatan atau hirarki dari yang paling penting hingga yang tidak penting dan dari yang mudah hingga yang sulit untuk didapat.
Nih, blog yang sengaja kubuat untuk saling berbagi cerita ttg dunia yang kujalani, ttg hidup yg begitu uniknya, ttg apapun yang berhasil mengusik perhatianku untuk segera kurangkai dalam kata-kata sehingga mengalir sebuah kisah yang menarik...
Tampilkan postingan dengan label Spesial Posting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spesial Posting. Tampilkan semua postingan
Kamis, September 05, 2019
Minggu, September 01, 2019
Empat Tahun Menjadi Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka (10 September 2015 - 10 September 2019)
Selamat datang bulan September! Tak terasa detik-detik pergantian struktural di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka akan dilaksanakan. Pergantian yang kini dilaksanakan setiap 4 tahun sekali. Iya, tak terasa ini sudah tahun ke-4 saya menjadi Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Periode 2015-2019. Maka, dalam kesempatan yang sangat baik ini, izinkan saya mendokumentasikan tentang sejarah yang sempat saya ukir selama kepemimpinan saya. Kamu juga mau tahu? Ayo, kita sama-sama membaca yaa…
Selasa, Oktober 09, 2018
Tampil Menawan Bersama Safi
Siapa sih yang gak mau tampil menawan? Seluruh perempuan di dunia pasti ingin tampil menawan. Bukan hanya untuk menarik perhatian lawan jenis. Tampil menawan juga dapat meningkatkan rasa percaya diri sehingga dapat tampil lebih optimal untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Tampil menawan pertama kali dilihat dari wajah. Karenanya wajah yang segar, cerah, halus dan sehat adalah hal utama yang harus dimiliki. Untuk itu kita perlu merawat wajah agar keinginan tersebut dapat diwujudkan.
Nah sekarang, kamu gak perlu sering-sering perawatan ke klinik kecantikan untuk mendapatkan wajah menawan. Sudah ada Safi dengan rangkaian produknya yang Halal, Natural, dan Teruji yang siap membuatmu menawan. Wah, kamu belum pernah mendengarnya? Atau sudah pernah, namun kurang detil. Jadi penasaran kan tentang bagaimana keunggulan produk-produknya? Kebetulan, di tulisan ini, saya ingin mengajak kamu untuk mengenal lebih jauh tentang Safi dan bagaimana cara penggunaannya. Yuks, dibaca lebih lanjut... ^^
Nah sekarang, kamu gak perlu sering-sering perawatan ke klinik kecantikan untuk mendapatkan wajah menawan. Sudah ada Safi dengan rangkaian produknya yang Halal, Natural, dan Teruji yang siap membuatmu menawan. Wah, kamu belum pernah mendengarnya? Atau sudah pernah, namun kurang detil. Jadi penasaran kan tentang bagaimana keunggulan produk-produknya? Kebetulan, di tulisan ini, saya ingin mengajak kamu untuk mengenal lebih jauh tentang Safi dan bagaimana cara penggunaannya. Yuks, dibaca lebih lanjut... ^^
Sabtu, September 01, 2018
Review Ultima II Delicate Translucent Face Powder, Ultima II Procollagen Extrema dan Ultima II Moisturizer
Brand Ultima? Selama ini saya biasanya melihat produk ini kalau sedang ke mall. Tampilan booth Ultima mesti menarik perhatian mata yang melihatnya. Setahu saya, merk Ultima selalu menjadi pilihan wanita kelas atas untuk mempercantik penampilan mereka. Memang, untuk level harga yang tinggi, brand satu ini memberikan kualitas yang senilai untuk harga yang dikeluarkan oleh para pencintanya.
Beruntung saya, ketika 1st Anniversary Palembang Beauty Blogger, tanggal 28 Juli 2018 kemarin, di dalam goodie bag yang saya dapatkan juga ada beberapa produk pemberian dari Ultima. Jujur, ini kali pertama saya menggunakan produk ini. Adapun tiga produk dari Ultima.tersebut, yaitu:
1.Ultima II Delicate Translucent Face Powder with Moisturizer
2.Ultima II Procollagen Extrema Complex For Face and Neck
3.Ultima II Moisture Lotion Tint Aquafleur
Bagaimana review saya tentang ketiganya? Ini dia…
Beruntung saya, ketika 1st Anniversary Palembang Beauty Blogger, tanggal 28 Juli 2018 kemarin, di dalam goodie bag yang saya dapatkan juga ada beberapa produk pemberian dari Ultima. Jujur, ini kali pertama saya menggunakan produk ini. Adapun tiga produk dari Ultima.tersebut, yaitu:
1.Ultima II Delicate Translucent Face Powder with Moisturizer
2.Ultima II Procollagen Extrema Complex For Face and Neck
3.Ultima II Moisture Lotion Tint Aquafleur
Bagaimana review saya tentang ketiganya? Ini dia…
Kamis, Agustus 09, 2018
Ulasan X2 Bio Color Biru dan a+ Big Eyes Hazel by Exoticon
Selamat malam! Apa kabar semuanya?
Yuks, kita membahas lagi tentang softlense. Di post sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang softlense X2 Bio Glaze Nu Azul dan Na Quartzo dengan warnanya yang natural.
Kali ini saya akan membahas seri lain dari produk Exoticon, yaitu X2 Bio Color warna Biru atau Blue dan a+ Big Eyes warna Hazel. Bagaimana kesannya setelah menggunakan kedua softlense ini?
Yuks, kita membahas lagi tentang softlense. Di post sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang softlense X2 Bio Glaze Nu Azul dan Na Quartzo dengan warnanya yang natural.
Kali ini saya akan membahas seri lain dari produk Exoticon, yaitu X2 Bio Color warna Biru atau Blue dan a+ Big Eyes warna Hazel. Bagaimana kesannya setelah menggunakan kedua softlense ini?
Sabtu, Mei 06, 2017
Baru Diluncurkan, GenPI Sumsel 9 Jam Trending Topic No 1 di Twiterland
Wow. Dua jempol buat GenPI --Generasi Pesona Indonesia-- Sumatera Selatan (Sumsel). Lebih dari 9 jam, menduduki posisi paling puncak dalam daftar trending topic nasional di Twitter. Sejak pukul 10.00 hingga malam, hastag #GenPISumsel masih bertengger di tangga paling atas.
"Istimewa! Terima kasih para netizen, bloggers, vloggers, youtubers, selebgram dan semua aktivis media sosial yang turut menyemarakkan peluncuran GenPI Sumsel di media online dan media sosial," ucap Kadispar Sumsel Irene Camelyn Sinaga di Hotel Arista, Palembang, Sabtu, 6 Mei 2017.
"Istimewa! Terima kasih para netizen, bloggers, vloggers, youtubers, selebgram dan semua aktivis media sosial yang turut menyemarakkan peluncuran GenPI Sumsel di media online dan media sosial," ucap Kadispar Sumsel Irene Camelyn Sinaga di Hotel Arista, Palembang, Sabtu, 6 Mei 2017.
Minggu, April 16, 2017
Goa Harimau Baturaja, Rumah Nenek Moyang Orang Sumatera (Part 3)
“Mbak Nita, sehat?!!” ujar Kak Robby dari balik setir. “Hahaha, sehat Kak! Ayo, kita lanjuuut!!!” jawab saya yang kemudian disertai tawa renyah anggota Tim Pesona Sriwijaya yang lain. Kami berlima kali ini, saya (@anitashiva88), Kak Robby Sunata (@robbysunata), Mbak Kiting (@paramiswari), Kerrick (@kerrick23 dan @palembangkulukilir) dan Momon (@momonreborn dan @palembangterkini) pun memulai perjalanan.
Memulai Perjalanan Ke Baturaja
Jarak tempuh dari Lubuk Linggau ke Baturaja adalah 276 km (7 jam) melalui Lahat atau Jalan Raya Lintas Tengah. Jalanan cukup baik dan kami pun dapat menikmati pemandangan Bukit Barisan menjelang senja. Saya tetap di mobil, yang lain pada keluar mobil untuk mengambil gambar Bukit Barisan itu. Terutama Mbak Kiting yang saya lihat begitu antusias untuk mengambil scene gambar dengan cara melompat-lompat di tengah jalan. Kak Robby dengan sabar mencoba memahami keinginan Mbak Kiting yang saya hitung lebih dari 20 menit kami berhenti di pinggir jalan itu. Kenapa lama? Ya karena harus hati-hati, di antara mobil yang juga melintas di jalan itu. Hahaha, saya ini baru di level blogger yang penting dapet gambar sebagai bukti cerita. Saya paham harusnya bisa lebih dari itu, tapi prinsip saya sekarang memang tidak harus itu. Haha... Jangan pusing yaa...
Memulai Perjalanan Ke Baturaja
Jarak tempuh dari Lubuk Linggau ke Baturaja adalah 276 km (7 jam) melalui Lahat atau Jalan Raya Lintas Tengah. Jalanan cukup baik dan kami pun dapat menikmati pemandangan Bukit Barisan menjelang senja. Saya tetap di mobil, yang lain pada keluar mobil untuk mengambil gambar Bukit Barisan itu. Terutama Mbak Kiting yang saya lihat begitu antusias untuk mengambil scene gambar dengan cara melompat-lompat di tengah jalan. Kak Robby dengan sabar mencoba memahami keinginan Mbak Kiting yang saya hitung lebih dari 20 menit kami berhenti di pinggir jalan itu. Kenapa lama? Ya karena harus hati-hati, di antara mobil yang juga melintas di jalan itu. Hahaha, saya ini baru di level blogger yang penting dapet gambar sebagai bukti cerita. Saya paham harusnya bisa lebih dari itu, tapi prinsip saya sekarang memang tidak harus itu. Haha... Jangan pusing yaa...
Sabtu, April 15, 2017
Ceria di Kampung Warna Warni Lubuk Linggau (Part 2)
Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore saat kami mulai berjalan keluar dari titik pertemuan Tim Pesona Sriwijaya menuju Lubuk Linggau, di Kantor Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan yang ada di Jl. Demang Lebar Daun, Kav. 9, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Palembang – Sumatera Selatan 30151. Dengan menggunakan Avanza putih, kami berempat, saya (@anitashiva88), Kak Robby Sunata (@robbysunata), Mbak Kiting (@paramiswari), dan Kerrick (@kerrick23 dan @palembangkulukilir) pun memulai perjalanan.
Perjalanan Kita Mulai
Perjalanan kami kali ini menuju Kota Lubuk Linggau. Salah satu kota administrasi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan selain Kota Palembang. Adapun jarak normal antara Palembang ke Lubuk Linggau adalah 315,5 km (7 jam 30 menit) via Sekayu dan kamipun memilih jalan itu. Menjelang pukul 20.30 WIB kamipun tiba di Rumah Makan Sate Ponorogo Pak Senen di daerah Betung – Banyuasin. Yups, perut sudah kriuk-kriuk, meski tadi mampir ke Indomaret untuk mempersiapkan amunisi selama perjalanan. Saya sendiri memesan sate kambing dan es jeruk. You know lah, I love sate kambing very much.. Haha!
Perjalanan Kita Mulai
Perjalanan kami kali ini menuju Kota Lubuk Linggau. Salah satu kota administrasi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan selain Kota Palembang. Adapun jarak normal antara Palembang ke Lubuk Linggau adalah 315,5 km (7 jam 30 menit) via Sekayu dan kamipun memilih jalan itu. Menjelang pukul 20.30 WIB kamipun tiba di Rumah Makan Sate Ponorogo Pak Senen di daerah Betung – Banyuasin. Yups, perut sudah kriuk-kriuk, meski tadi mampir ke Indomaret untuk mempersiapkan amunisi selama perjalanan. Saya sendiri memesan sate kambing dan es jeruk. You know lah, I love sate kambing very much.. Haha!
Jumat, April 14, 2017
Tim Pesona Sriwijaya Dalam Cerita Nita (Part 1)
Saya sedang memesan ice cream Paman Sam di sekitaran Sekip Palembang saat handphone saya berdering, dan telfon dengan menggunakan aplikasi Whatsaps masuk, dari Kak Robby Sunata. “Ya, hallo, Kak Robby,” sambut saya kepada orang yang saya kenal saat mengikuti event Palembang Heritage Walk, 18 Februari 2017 lalu, pukul 14.00-16.00 WIB. Suatu event di mana kita diajak untuk berjalan menyusuri bangunan-bangunan tua yang ada di Palembang. Kak Robby menjadi Koordinator acaranya saat itu.
Palembang Heritage Walk
Pada event Palembang Heritage Walk: Story From The Oldest City, ditemani budayawan Palembang, Kak Yudhy Syarofie, dengan peserta yang berjumlah 115 orang, kita diajak mengunjungi Gedung Jacobson Sekanak, Kuto Besak Theater Restaurant, Balai Prajurit, dan Kantor Walikota Palembang. Selain itu, juga ada moment tanya jawab bersama Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang KM Isnaini Madani di ruang pertemuan Kantor Walikota Palembang. Saya sempat kebagian voucher Teh Aba senilai Rp 50.000 dari event itu. Lumayan, bisa cicip martabak mozarellanya Teh Aba yang maknyus.
Palembang Heritage Walk
Pada event Palembang Heritage Walk: Story From The Oldest City, ditemani budayawan Palembang, Kak Yudhy Syarofie, dengan peserta yang berjumlah 115 orang, kita diajak mengunjungi Gedung Jacobson Sekanak, Kuto Besak Theater Restaurant, Balai Prajurit, dan Kantor Walikota Palembang. Selain itu, juga ada moment tanya jawab bersama Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang KM Isnaini Madani di ruang pertemuan Kantor Walikota Palembang. Saya sempat kebagian voucher Teh Aba senilai Rp 50.000 dari event itu. Lumayan, bisa cicip martabak mozarellanya Teh Aba yang maknyus.
Senin, Maret 27, 2017
Nyamannya Facial di Wardah Beauty House Palembang
Awalnya saya memang diundang di acara Beauty Gathering With Wardah yang dilaksanakan di Ombre Cafe Palembang, Minggu, 26 Februari 2017. Namun karena tidak teliti membaca email yang masuk di akun gmail saya, saya melewatkan undangan itu. Hik hik, sedih berbie... Tahu-tahu esok harinya saya baru sadar bahwa email undangan itu sudah terkirim jauh sebelum hari H. Ya udah, saya hanya bisa lihat posting teman sesama blogger yang lain di akun instagram mereka. Jujur, beneran sedih, coz keliatannya menarik banget acaranya.
Jumat, Maret 17, 2017
Keseruan ASPIKOM Sumsel Berpetualang ke Goa Putri Baturaja
Hari masih gelap, saat saya minta tolong sepupu yang juga mahasiswa saya di STISIPOL Candradimuka, Horia Oktaviyana untuk mengantar saya ke Dunkin Donuts Demang Lebar Daun Palembang, Rabu, 15 Maret 2017. Usai menunaikan sholat subuh kami langsung berangkat dengan menggunakan motor ke titik pertemuan para pengurus Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) itu.
Jarak rumah ke Dunkin Donuts memang tidak terlalu jauh, sekitar 7 menit kami sudah tiba. Di Dunkin Donuts sudah ada Ketua ASPIKOM Sumsel, Rahma Santhi Zinaida, M.I.Kom (Universitas Bina Darma) di atas mobil Avanza yang juga akan membawa kami menuju Baturaja hari itu. Menyusul kemudian datang rekan sesama dosen STISIPOL Candradimuka, Herfriady, MA dan Andri Farid, M.Si (Universitas Bina Darma). Sepupu saya sudah langsung pulang sambil berpesan agar dia yang mengantar dan menjemput Fafa sekolah hari itu.
Jarak rumah ke Dunkin Donuts memang tidak terlalu jauh, sekitar 7 menit kami sudah tiba. Di Dunkin Donuts sudah ada Ketua ASPIKOM Sumsel, Rahma Santhi Zinaida, M.I.Kom (Universitas Bina Darma) di atas mobil Avanza yang juga akan membawa kami menuju Baturaja hari itu. Menyusul kemudian datang rekan sesama dosen STISIPOL Candradimuka, Herfriady, MA dan Andri Farid, M.Si (Universitas Bina Darma). Sepupu saya sudah langsung pulang sambil berpesan agar dia yang mengantar dan menjemput Fafa sekolah hari itu.
Rabu, Maret 08, 2017
Thank You Allah SWT, Saya Bisa 3 Kali Tiup Lilin Hari Ini
Saatnya saya bersyukur. Bisa tetap sehat di usia cantik, di angka cantik, 33 tahun. Hari ini, Rabu, 8 Maret 2017, saya merayakan itu. Bersama orang-orang yang saya kasihi dan mengasihi saya. Ucapan selamat datang dari berbagai sosial media, BBM, Whats App, Facebook, Instagram, Line, maupun langsung menjabat tangan, sun pipi kanan dan kiri. Hehe..
Malam-malam sudah ada yang kasih selamat di BBM, thank you untuk Herlin Chaniago, alumni tempat saya mengabdi di Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Mulai pagi datang, sosial media tidak berhenti memberitahukan bahwa ada yang mengucapkan selamat ulang tahun dengan doa-doa indah yang tentu saya amini semua.
Malam-malam sudah ada yang kasih selamat di BBM, thank you untuk Herlin Chaniago, alumni tempat saya mengabdi di Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Mulai pagi datang, sosial media tidak berhenti memberitahukan bahwa ada yang mengucapkan selamat ulang tahun dengan doa-doa indah yang tentu saya amini semua.
Selasa, Januari 31, 2017
Januari 2017: Awal Tahun Yang Menyenangkan
Jadi, apa yang akan saya ceritakan selama satu bulan di bulan Januari 2017 kemarin? Akan ada 8 hal utama yang berkesan bagi saya di setiap bulan. Kok 8? Ya, karena saya suka angka 8. Saya lahir di tanggal 8, jadi saya merasa hokinya di angka itu. Jadi, inilah 8 hal yang saya sukai di bulan Januari tahun 2017:
Selasa, Desember 20, 2016
Menyambut Harbolnas Dengan Menjadi Narasumber Publika - TVRI Sumsel
Jam tangan saya masih menunjukkan pukul 08.00 WIB ketika handphone saya berdering dari nomor asing. Saya yang sudah berada di Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka pagi itu, masih juga sibuk dengan materi borang jurusan yang deadline hari ini. Lima belas menit kemudian, dering telepon itu berbunyi lagi. Sepertinya penting, kalau orang kembali menelfon dengan jeda wajar 15 menit seperti saat ini. Saya pun mengangkatnya, “Hallo?”
“Hallo, assalamualaikum, Nita?”
“Iya, waalaikumsalam. Ini siapa yaa?”
“Nita, ini Mbak Rika – TVRI.”
Weeeh... Ada apa ya, tumben Mbak Rika menelfon. “Eh, Mbak Rika... Apa kabar, Mbak? Ada yang bisa dibantu?”
“Nita, Mbak mau undang untuk acara Publika sore ini. Kita mau angkat tema tentang Harbolnas. Nita nanti bicara dari aspek media mewakili akademisi. Nanti ada Yan, dia mengangkat dari sisi konsumen.”
Wah, tawaran luar biasa ini, saya harus ambil kesempatan yang mesti gak akan datang dua kali. Dan tentu saja, saya langsung menyanggupinya. Meski ketika Mbak Rika mengatakan saya harus sudah berada di TVRI Sumsel pada pukul 15.30 WIB karena syuting live untuk acara Publika itu berlangsung di pukul 16.00-17.00 WIB.
“Hallo, assalamualaikum, Nita?”
“Iya, waalaikumsalam. Ini siapa yaa?”
“Nita, ini Mbak Rika – TVRI.”
Weeeh... Ada apa ya, tumben Mbak Rika menelfon. “Eh, Mbak Rika... Apa kabar, Mbak? Ada yang bisa dibantu?”
“Nita, Mbak mau undang untuk acara Publika sore ini. Kita mau angkat tema tentang Harbolnas. Nita nanti bicara dari aspek media mewakili akademisi. Nanti ada Yan, dia mengangkat dari sisi konsumen.”
Wah, tawaran luar biasa ini, saya harus ambil kesempatan yang mesti gak akan datang dua kali. Dan tentu saja, saya langsung menyanggupinya. Meski ketika Mbak Rika mengatakan saya harus sudah berada di TVRI Sumsel pada pukul 15.30 WIB karena syuting live untuk acara Publika itu berlangsung di pukul 16.00-17.00 WIB.
Minggu, November 27, 2016
Beautea Time With Moz5 OPI Mall Palembang
“Mbak Nita, hari Sabtu depan bisa ikut ke Moz5? Ada event blogger di sana siang?”
“Moz5 itu salon muslimah yang di Palembang Square itu kan Mbak Rita?”
“Iya, tapi ini buka lagi di OPI Mall. Mbak Nita bisa dateng?”
“Oya, bisa Mbak. Jadwal ngajar saya cuma pagi kalo Sabtu.”
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Saya yang lagi butuh observasi tempat salon untuk perawatan tubuh diberikan undangan untuk datang di acaranya Salon Moz5 OPI Mall Palembang, Sabtu, 26 November 2016, pukul 13.00-17.30 WIB yang bertajuk "Beautea Time With Moz5 OPI Mall Palembang". Undangan kali ini muncul melalui Mbak Rita Asmaraningsih, yang sama-sama anggota Blogger Perempuan Palembang.
---
“Moz5 itu salon muslimah yang di Palembang Square itu kan Mbak Rita?”
“Iya, tapi ini buka lagi di OPI Mall. Mbak Nita bisa dateng?”
“Oya, bisa Mbak. Jadwal ngajar saya cuma pagi kalo Sabtu.”
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Saya yang lagi butuh observasi tempat salon untuk perawatan tubuh diberikan undangan untuk datang di acaranya Salon Moz5 OPI Mall Palembang, Sabtu, 26 November 2016, pukul 13.00-17.30 WIB yang bertajuk "Beautea Time With Moz5 OPI Mall Palembang". Undangan kali ini muncul melalui Mbak Rita Asmaraningsih, yang sama-sama anggota Blogger Perempuan Palembang.
---
Senin, Oktober 17, 2016
Melestarikan Budaya Makan Pempek di Ajang Pempek Festival Palembang Icon
Oleh Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A
Penulis Buku “Pempek Palembang”, Dosen dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang
Setiap kita yang menyatakan diri bagian dari masyarakat tertentu, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan apa yang menjadi budaya di tengah masyarakat yang kita diami, baik material culture maupun immaterial culture. Seperti yang terjadi dalam Pempek Festival yang dilaksanakan di Palembang Icon, Kamis-Minggu, 13-16 Oktober 2016. Secara tidak sadar, orang-orang yang terlibat di dalamnya sudah mengambil bagian tanggung jawab itu: melestarikan budaya makan pempek.
Sebagai penulis Buku Pempek Palembang (2014) dan sekaligus pengamat budaya untuk aspek kuliner di Kota Palembang, selama 4 hari berada di event tersebut, saya sadar bahwa banyak orang yang masih memiliki kepedulian yang sangat tinggi untuk mencoba memperjelas identitas yang mereka miliki. Ada banyak rasa sangsi apakah suatu event akan berhasil atau tidak, namun di event yang juga dihadiri oleh Bapak Gubenur Sumatera Selatan, Ir. H. Alex Noerdin di hari pertamanya itu benar-benar menyedot masyarakat Palembang maupun non Palembang untuk hadir di dalamnya.
Penulis Buku “Pempek Palembang”, Dosen dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang
Setiap kita yang menyatakan diri bagian dari masyarakat tertentu, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan apa yang menjadi budaya di tengah masyarakat yang kita diami, baik material culture maupun immaterial culture. Seperti yang terjadi dalam Pempek Festival yang dilaksanakan di Palembang Icon, Kamis-Minggu, 13-16 Oktober 2016. Secara tidak sadar, orang-orang yang terlibat di dalamnya sudah mengambil bagian tanggung jawab itu: melestarikan budaya makan pempek.
Sebagai penulis Buku Pempek Palembang (2014) dan sekaligus pengamat budaya untuk aspek kuliner di Kota Palembang, selama 4 hari berada di event tersebut, saya sadar bahwa banyak orang yang masih memiliki kepedulian yang sangat tinggi untuk mencoba memperjelas identitas yang mereka miliki. Ada banyak rasa sangsi apakah suatu event akan berhasil atau tidak, namun di event yang juga dihadiri oleh Bapak Gubenur Sumatera Selatan, Ir. H. Alex Noerdin di hari pertamanya itu benar-benar menyedot masyarakat Palembang maupun non Palembang untuk hadir di dalamnya.
Minggu, Februari 28, 2016
Antara Saya, AABC dan Sumatera Utara
“Bu Nita, suntuk banget mukanya!” tegur mahasiswi saya yang tiba-tiba ngadep ke jurusan untuk meminta tanda tangan saya sebagai ketua jurusan. Iya, hehe, sejak menjabat sebagai Kajur Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang, September 2015 lalu, saya jadi kebagian job untuk menandatangani seluruh KRS (Kartu Rencana Studi) mahasiswa di jurusan yang saya ketuai. Termasuk mahasiswi yang kini ada di hadapan saya, namanya Elin, yang sekarang Semester 4.
“Ah, kamu tahu sendiri, pekerjaan di jurusan gak abis-abis. Ngurus seminar proposal, SAP mengajar, akreditasi, ikut pelatihan, dan apalah-apalah,” jawab saya sekenanya sambil mengambil KRS yang disodorkannya untuk saya tandatangani.
“Buuu....” kata mahasiswi saya itu lagi. Saya cuma melirik. “Kayaknya ibu butuh piknik, deh...”
Jumat, Desember 25, 2015
Menjadi Kajur Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka
Kamis, 10 September 2015 lalu merupakan hari yang bersejarah buat saya. Bagaimana tidak, saya diangkat menjadi Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang untuk periode 4 tahun ke depan, yakni 2015-2019. Surat Keputusan yang bernomor 290/SC/SK/IX/2015 itu, langsung ditandatangani dan diberikan langsung oleh Ibu Ketua STISIPOL Candradimuka, Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si bertempat di Aula Mini STISIPOL Candradimuka Palembang bersama dengan pergantian pejabat struktural yang lain.
Bagi saya, ini adalah amanah yang begitu manis.
Betul. Begitu manis. Suatu perjalanan karir, sejak tahun 2012 menjadi dosen, lalu diangkat menjadi Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka selama dua setengah tahun, dan kini, di tahun 2015, lanjut dipercaya menjadi Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka.
Bagi saya, ini adalah amanah yang begitu manis.
Betul. Begitu manis. Suatu perjalanan karir, sejak tahun 2012 menjadi dosen, lalu diangkat menjadi Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka selama dua setengah tahun, dan kini, di tahun 2015, lanjut dipercaya menjadi Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka.
Kamis, Desember 24, 2015
Barang Hantaran Pernikahan

Beberapa kali, saya mencoba surfing internet tentang daftar barang hantaran pernikahan yang kiranya "harus" diberikan ketika acara pernikahan berlangsung. Namun, saya tampaknya kurang beruntung, saya tidak menemukannya! Saya cuma menemukan hal-hal yang tidak secara detil memberikan ulasan tentang itu. Paling cuma gambar sebuah paket hantaran, tidak lebih. Alhasil, referensi pun harus kembali ke keluarga. Kalo saya, referensinya ke kakak perempuan, Yuk Empit, yang 17 Agustus 2007 kemaren sudah melangsungkan pernikahan.
Jumat, Oktober 16, 2015
Cerita Serdosku: Antara Bengkulu, Sertifikat dan Clay
Anda dosen? Sudah serdos? Kalo saya yang jawab, “Ya, saya dosen dan alhamdulillah saya juga sudah serdos.” Bangga sekali rasanya bisa mengucapkan dua kalimat itu. Suatu pencapaian yang cukup cepat, tiga tahun menjalani profesi sebagai dosen dan tahun ini, tahun 2015, saya dinyatakan lulus sertifikasi dosen. Tampaknya mudah sekali mendapatkannya ya? Hanya tiga tahun menjadi dosen lalu lulus serdos. Padahal persyaratannya banyak banget. Apa iya semudah itu???
Ya, serdos. Apa itu serdos, lengkapnya bisa dibaca di situs Dikti. Tapi singkatnya, serdos adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen. Hal ini juga menjadi bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi oleh pemerintah. Untuk bisa mengikuti uji serdos saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, dan memang harus dipenuhi. Kalo gak, ya alamat gak lulus serdosnya.
Mau tahu cara gampang lulus serdos? Hahaha, gak pake cara belakang, tapi memang usaha nyata untuk memenuhinya. Ini bukan cerita tentang tips sih, tapi ini cerita saya tentang pengurusan serdos saya kemarin, yang jujur aja, bagi saya meninggalkan kesan yang sangat mendalam. Hihihi...
Ya, serdos. Apa itu serdos, lengkapnya bisa dibaca di situs Dikti. Tapi singkatnya, serdos adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen. Hal ini juga menjadi bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi oleh pemerintah. Untuk bisa mengikuti uji serdos saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, dan memang harus dipenuhi. Kalo gak, ya alamat gak lulus serdosnya.
Mau tahu cara gampang lulus serdos? Hahaha, gak pake cara belakang, tapi memang usaha nyata untuk memenuhinya. Ini bukan cerita tentang tips sih, tapi ini cerita saya tentang pengurusan serdos saya kemarin, yang jujur aja, bagi saya meninggalkan kesan yang sangat mendalam. Hihihi...
Langganan:
Postingan (Atom)


















