Sabtu, Mei 16, 2015

Dibalik Ultahnya Fafa yang ke-4

Satu bulan hampir berlalu, sejak perayaan ultah ke-4 Fafa, Aruni Shafa Qurniawan yang jatuh pada hari Minggu, 19 April 2015. Fafa sendiri lahir di Yogyakarta, 18 April 2011 lalu. Tak terasa memang, kini buah hati yang sangat saya cintai itu sudah menginjak di usianya yang ke-4. Buah hati yang selalu memberikan saya kejutan-kejutan indah karena kemampuannya dalam beradaptasi akan lingkungannya yang begitu cepat dan tanggap.

Satu bulan sebelum perayaan, ide untuk membuat pesta ulang tahun Fafa itu muncul. Sebenarnya tidak ada niatan sama sekali untuk merayakannya, namun obrolan dengan Mbak Mira, sekretarisnya Bu Sari, Ketua STISIPOL Candradimuka sejenak membuatku memikirkannya. “Rayakan saja, Mbak Nita, gak apa-apa. Mumpung ada kesempatan,” ujarnya suatu sore.

Sweet Tooth Treat Tooth Bersama Systema dan Femina

Hari yang cerah, Minggu, 10 Mei 2015 kemarin berkesempatan hadir di acara keren yang diselenggarain oleh Systema (@SystemaSolution) dan Femina (@FeminaMagazine) di Novotel Hotel Palembang. Acara yang bertajuk “Sweet Tooth Treat Tooth” ini menghadirkan rangkaian acara yang sayang banget untuk dilewatkan. Dipandu oleh MC Imam (@Imam_Wibowo) acara dimulai dengan opening, sambutan-sambutan, demo masak bersama Chef Ken (MC2Ken), informasi tentang kesehatan gigi bersama drg Meli (@melle_gigi), dan ajang lomba menghias cupcake.

Saya datang awal, sempat melakukan hal bodoh, haha, pikiran yang entah kemana, membawa saya ke Hotel Aryaduta terlebih dahulu, bukan ke Novotel. Tapi, untunglah tetap tidak terlambat sampai di Novotel. Ketika sampai, langsung registrasi dan terdata sebagai blogger tepatnya perwakilan dari wongkito.net. Yups, dengan begini, kita bisa masuk gratis dan duduk di meja VIP. Hohoho... Saya menerima seminar kit, kuesioner, dan nametag untuk digunakan sampai selesai acara.

Rabu, November 26, 2014

Lombok di Pertengahan November 2014

Saya agak kesulitan merangkai kata-kata sekarang. Entahlah, seperti ada seribu virus menyerbu otak untuk lebih tertarik dengan tempat tidur ketimbang duduk di depan laptop. Keinginan itu ada, bahkan sangat banyak, namun eksekusinya selalu mengalami kegagalan. Agak memprihatinkan memang. Hehe...

Jadi ini, mumpung masih ada sisa-sisa semangat untuk menjejakkan kisah di blog kesayangan, meski sangat singkat, ambil intinya: yang penting menulis. Yups, sebuah kisah, tentang perjalanan kemarin ke Lombok. Perjalanan-perjalanan itu memang selalu meninggalkan kesan berarti. Tak terlupakan. Mungkin akan sama tentangmu, wahai yang pernah singgah di relung hati, tak terlupakan.

Perjalanan ke Lombok kembali dilakukan karena harus mengikuti ajang penelitian dosen. Kali ini mengikuti event yang dilaksanakan oleh Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dengan tajuk Konferensi Nasional Komunikasi “Masa Depan Komunikasi, Masa Depan Indonesia”, di Hotel Lombok Raya, Selasa-Kamis/18-20 November 2014.

Rabu, Oktober 29, 2014

MEDIA KOMUNITAS DAN KONSTRUKSI IDENTITAS KELOKALAN (Studi Kasus Tentang Wongkito.net Bagi Blogger “Wong Kito” di Kota Palembang)*

Oleh : Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A (Dosen Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang)

*) Tulisan ini sudah dipresentasikan di Serial Call For Paper dan Konferensi Nasional #1 KOMUNIKASI INDONESIA untuk MEMBANGUN PERADABAN BANGSA di Palembang, 26-27 Februari 2013 dan sudah dimuat dalam Prosiding yang berjudul Komunikasi Indonesia untuk Membangun Peradaban Bangsa, No. ISBN : 978-602-18666-1-0, Tahun Terbit : 2013 dan Penerbit : Pusat Studi Komunikasi dan Bisnis Program Pasca Sarjana Universitas Mercu Buana Jakarta

A. PENDAHULUAN
A.1 Latar Belakang
Wongkito.net adalah satu media komunitas yang ada di Kota Palembang yang fokus pada para blogger yang memiliki kriteria khusus tentang ke-Palembang-an. Data yang diperoleh dari Humas Wongkito.net, jumlah media komunitas yang ada di Kota Palembang sendiri ada sekitar belasan media komunitas, seperti Android Palembang, Kaskus Regional Palembang, iphone Palembang, Komunitas Fotografer Musi (KMF), dan lain-lain. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan kemajuan zaman, jumlah media komunitas ini sendiri semakin bertambah. Bagi masyarakat Kota Palembang dengan luas wilayah 400,62 km2 dan jumlah penduduk sekitar 1.451.776 jiwa ini, Wongkito.net sendiri merupakan media komunitas yang cukup memiliki konsistensi bertahan diantara spekulasi intesitas kegiatan anggota-anggotanya. Hal ini terbukti karena pada 16 Oktober 2012 lalu, Wongkito.net pun telah merayakan ulang tahunnya yang ke-5.
Gambar 1
Logo Wongkito.net
 Sumber Gambar: http://wongkito.net

Minggu, Agustus 03, 2014

Dies Natalis, Reuni Akbar dan IA+17 Palembang

Ini sebuah kisah yang tak bisa dibilang pendek. Ini juga bisa dikatakan sebagai sebuah perjalanan tentang mimpi. Ini cerita saya tentang pelaksanaan Dies Natalis ke-17 SMA Plus Negeri 17 Palembang dan Reuni Akbar Alumni Angkatan 1-15 SMA Plus Negeri 17 Palembang kemarin. Kamu mau tahu? Mari kita bercerita.

Saya dan IA+17 Palembang (Ikatan Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang) sudah berteman sangat lama. Saya ikut ada sejak dia lahir, bahkan boleh dikatakan penggagas kehadirannya. Boleh yaa, saya bilang begitu. Tidak bermaksud membanggakan andil saya di sini, tapi begitulah adanya.

Saya membesarkan nama IA+17 Palembang sejak tanggal 21 April 2004, yaa sejak sepuluh tahun yang lalu. Saat itu ada pertemuan perwakilan alumni tiap angkatan (I, II, III dan IV) dengan pihak SMA Plus Negeri 17 Palembang di Hotel Cakra Kembang Yogyakarta. Dalam pertemuan itu saya langsung ditunjuk sebagai Ketua Umum IA+17 Palembang Wilayah Yogyakarta.

Rabu, Juli 09, 2014

Diskusi Buku "Pempek Palembang" di Event Kompas Gramedia

Buku “Pempek Palembang” kembali unjuk gigi. Kali ini diskusi yang bertujuan untuk kembali memperkenalkan kehadiran buku ini di tengah masyarakat Palembang diselenggarakan oleh Kompas Gramedia.

Kegiatan ini mengambil bagian dari event Kompas Gramedia yang bertajuk THR (Time for Holiday on Ramadhan) yang berlangsung selama 28 Juni – 13 Juli 2014 di Atrium Wings Palembang Indah Mall (PIM). Tepatnya, diskusi buku “Pempek Palembang” berlangsung pada hari Selasa, 8 Juli 2014 pukul 14.00-16.00 WIB kemarin.

Sabtu, Juli 05, 2014

Launching Buku Pertamaku, Buku "Pempek Palembang"

Ini adalah momen yang sangat berharga dalam hidupku. Yups, launching buku pertamaku, buku yang berjudul “Pempek Palembang, Mendeskripsikan Identitas Wong Kito Melalui Kuliner Lokal Kebanggaan Mereka” dengan penerbit Leutikaprio Yogyakarta (Maret 2014). Momen ini berlangsung pada hari Kamis, 5 Juni 2014 di Aula Ismail Djalili Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang pukul 09.00 – 12.30 WIB.

Tidak kurang dari 200 orang hadir dalam acara ini, baik peserta, undangan, maupun pendukung acara yang juga dirancang dalam kegiatan hari ini. Hal ini karena selain launching dan bedah buku, juga dilaksanakan kegiatan pameran kuliner lokal, penyampaian penetapan tema utama Rencana Induk Penelitian (RIP) STISIPOL Candradimuka, pemutaran video karya mahasiswa Ilmu Komunikasi, bazar buku Gramedia, dan pameran tugas mata kuliah Periklanan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...